NovelToon NovelToon
Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: UlanZu

Dia yang aku sukai ternyata ingin membunuhku. Dan aku menghukum dia istriku si Tuan putri menjadi pelayan di istanaku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UlanZu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detak Jantung

Eeemm hangatnya ... Saat masih memejamkan mata. Ugghhhh kenapa hangat sekali sih ... AC nya dingin tapi tubuhku terasa hangat, nyaman. Guman di pikiran Feirvy yang sepenuh belum sadar dari tidurnya.

Apa aku balik tidur saja ya. Selimutnya enak. Igauan Feirvy yang gak sadar sadar juga. Disisi lain pikir Key yang masih kelelahan luar biasa atas permainannya tadi-- Aku ini lagi meluk apa sih. Kayak ular menggeliat menggeliat ke sana ke sini. Perlahan lahan Key membuka mata. Dari mata yang masih rabun hingga terbuka makin terbuka dan malah akhirnya terbelalak kedua bola mata nya. Awal keterkejutan dari mata, mendadak langsung terkirim ke pikir alam sadarnya. Musuhku!. Terkejut kaki Key mendorong setengah keras bokong Feirvy menjauh dari pelukannya. Hah aku ini apaan. Aku hanya menyentuhnya karena nafsu. Kenapa keterusan kayak gini. Dia malah seperti gurita lengket ke tubuhku.

Feirvy geram! Lagi enak enaknya membayangkan tidur yang enak nyaman menghangatkan. Tiba tiba ada yang mendorong keras keras tubuhnya. Setengah terbangun Feirvy teriak.

“Hya!!!! Siapa ini! aku hampir jatuh.”

Mata Feirvy membulat besar. Apa, aku tel*njang dia tel*njang dan tidur berpelukan. Sial ... Aku lupa sore tadi aku dengannya ... Ahhh aku benar benar terbawa nafsu olehnya, sampai-sampai lupa di itu pria brengsek.

“Kau berpikir apa. Siapa yang menyuruhmu menempel kayak gurita ke tubuhku yang bagus ini.”

“Hyah. Menempel kayak gurita. Tubuh bagus. Kau lihat tubuhku mulus pinggangku kayak gitar spanyol. Memang kau juga pantas menyentuhku.”

“Ha. Apa! Gitar spanyol! Wahahahahaaa Kau masih tidur ya. Mana ada body gitar spanyol s*su nya kecil gitu. Setidaknya Kim kardashian baru ah enak sekali kayaknya.”

Gggrrrr dia Manusia bukan. Ada tombak nggak. Ingin ku tombak saja mulutnya itu.

“Hah. Lagian siapa yang mau denganmu. Kau kan yang duluan.”

“Apa kau bilang?! Tidak sepenuhnya juga. Kau juga menikmatinya sore tadi. Sampai gini.”

Key memperagakan gerak Feirvy saat terpuaskan. Key membusungkan dadanya satu tangan mer*mas rambutnya sendiri.

“Kau sampai begini. Ahhh Keyy.....lagi ...., Qiqiqiqi."

Berasa api keluar dari telinga Feirvy, Pipi dan telinganya memerah dan malu yang luar biasa. “Hya!!! Diam!!!" Feirvy menimpuk keras keras kepala key yang tertawa itu dengan bantal. Bahwa Feirvy tengah malu. Karena mungkin saja sore itu sampai seperti itu. Karena Feirvy benar benar terbawa hasratnya juga. Apalagi Key bermain tidak kasar, melainkan bermain lembut dan memberi kenikmatan saat sore itu.

Karena malu. Feirvy pergi membawa baju dan memakai baju di kamar mandi. Key sendiri juga mulai memakai bajunya. Hari belum terlalu malam sekali. Perut Key mulai keroncongan belum makan malam. Key keluar kamar berjalan kearah dapur. Para pelayan langsung menghampirinya dengan sopan bertanya pada Key 'ingin di masakan apa malam ini, Tuan' Key belum menjawab dan hanya melewati 3 pelayan disampingnya dan membuka pintu kulkas. Banyak sekali bahan bahan makanan di kulkas. Tapi entah kenapa Key tak selera memakannya. Lalu berseru ke 3 pelayan di dekatnya.

“Kalian masak saja sesuka kalian. Buat makan malam kalian. Aku makan di luar.” ketiga pelayan itu hanya berani 'Baik Tuan. Terima kasih Tuan' tapi sebenarnya dalam hati mereka sangatlah senang. Sejenak mereka pikir 'Tuan Key sebenarnya orang yang baik juga ada sisi lembutnya' Tapi kayaknya jangan bikin dia marah. Bisa bisa yang membuat dia marah bisa mati konyol di depannya. Tapi entah kenapa Feirvy seakan special buat Key, hanya menerima sedikit dari kekejamannya. Tapi bukan berarti berlaku untuk Ayahnya nanti.

Key berjalan ke arah Meja. Mengambil kunci mobilnya. Tapi dari arah samping terlihat Feirvy tengah berjalan polos santai sepertinya dia ingin ke arah dapur juga. Tapi melihat Key kayaknya mengambil kunci mobil dan hendak pergi. Dengan cepat Feirvy bertanya.

“Mau kemana?”

“Cari makan.”

“Ikut.”

“Bayar sendiri tapi.”

Terdiam cemberut tak percaya. Uang dari mana. Aku disini gak dikasi uang Cuma vasilitas saja.

“Oh. Kau enggak punya uang ya ...”

Setengah sorot mata Feirvy langsung tertuju pada Key. Terus saja menghinaku. Lihat entar pembalasanku.

Key melemparkan kunci mobil ke Feirvy. “Kau yang nyetir.”

“Dimana mana cowok yang nyetir.”

“Apa kau termasuk cewek.”

Guman Feirvy. “Orang punyaku ada lubangnya, Gimana bisa aku bukan termasuk cewek.”

“Cepat!”

“Iya....!”

Key berjalan keluar sambil memberi isyarat pada 2 bodyguard nya untuk mengikuti mobilnya. Feirvy benar benar menyetir mobil bersama Key. Key awalnya mau duduk di belakang, dan hendak membuka pintu belakang. Tapi terhenti oleh suara keras Feirvy dari pintu depan.

“Aku bukan sopirmu! Kenapa duduk di belakang.”

Key tak jadi masuk. “Lalu kamu apaku.”

“Istrimu.”

Kata kata yang tak sengaja membuat mata mereka saling memandang satu sama lainnya. “Kau mengakuinya ...”

Kembali berpaling. “Bukan itu maksudku. Cepat masuk. Aku juga lapar. Kita pergi kemana?”

“Tidak tahu. Jalan saja dulu.”

Mulai mobil Feirvy melaju di ikuti 1 mobil bodyguard mereka. Sampai di pertengahan jalan ... Feirvy ingin sekali mengucapkan apa yang dia inginkan tadi siang.

“Ee ... Key, aku minta handphone ku kembali lagi, boleh?"

“Buat apa.”

Feirvy menekuk bibir bawahnya. “Aku kangen ibuku.”

“Kau kangen Ayahmu juga?”

Feirvy terdiam. “Sebenarnya kau salah paham denganku. Kau tak perlu sejauh ini.”

“Kau tidak tahu seberapa kejamnya dunia hitam. Saat mereka bilang membunuh seseorang. Bukan berarti orang itu langsung membunuh orang tersebut dan langsung mati. Tapi mereka perlahan lahan membunuh mental mereka sampai ke titik akhir mereka, lalu perlahan terbunuh dengan sendiri atau akhirnya di bunuh juga. Kalau kau di suruh ayahmu. Kenapa kau tak pahami itu dulu. Apa kau memang benar benar ingin membunuhku?”

“Aku sudah bilang. Aku tidak ada niat membunuhmu.”

“Lalu bagaimana bisa kau tiba tiba muncul di hadapanku. Seakan kau butuh bantuanku.”

“Itu tidak kesengajaan saja.”

“Nyatanya kau kini istriku. Semua yang kau lakukan atas kendaliku dan kau aku awasi 24 jam penuh."

“Terserahlah kamu. Tapi handphone ku.”

“Akan aku pikirkan. Iya tidak nya besok pagi saja.”

Feirvy kini wajahnya tampak muram, mendengar Key tak memberikan ponselnya malam ini juga. padahal dia sudah kangen dengan ibunya. Dan mobilnya berhenti begitu saja. Di parkir kan ke tepian paving Mini Mart.

“Kok disini. Kita ke restoran depan itu saja.”

“Enggak. Makan mie seduh saja.

Hati yang masih masam. Feirvy keluar mobil sendiri. Berjalan masuk Mini Mart. Tapi sebelumnya ia meminta uang sama Key. Feirvy beli 2 cup mie instan yang sudah di seduh. 2 kopi seduh dan beberapa camilan. Satu lagi Key nitip beli rokok padanya.

Sementara itu Key keluar mobil berjalan di atas paving paving, Key berhenti di pinggiran jalan paving yang terdapat kursi panjang di situ. Duduk diantara gelap malam di hiasi lampu lampu jalanan yang begitu cantik dan tertata rapi.

Key duduk disana sembari menunggu istrinya. Feirvy yang baru saja sampai mobil. Melihat Key tidak ada. Beberapa kali celingukan mencari Key. Tak lama Key terlihat duduk tak jauh dari mobilnya. Perlahan juga Feirvy berjalan menghampiri pria yang menahannya saat ini...

Tangannya Feirvy menawarkan. “Kopi.” Key menerima kopi dari tangan Feirvy. Lalu Feirvy duduk di sebelahnya. Feirvy yang memang sudah lapar segera makan mie seduh yang ditangannya. Di tawarkanya juga ke Key tapi Key memilih merokok terlebih dahulu.

Beberapa menit sehabis makan mie seduh.

“Nggak di makan?” tanya Feirvy.

“Habisin rokok dulu.”

“Dingin disini.”

“Siapa suruh gak pakai jaket.”

“Biasanya kalau ada sepasang pria wanita. Dan wanitanya kedinginan si cowoknya kasih jaket ke cewek itu, lalu di pakaikan jaketnya buat si cewek.”

“Kau bukan cewekku. Tapi tawananku.”

“Huufff.... yasudahlah.”

.

.

.

Tak lama ... wajah Key berpaling melihat Feirvy. Dia lepas jaketnya. Disisi Feirvy; Feirvy terkejut. Matanya terbelalak. Saat tangan Key menyelimutkan jaketnya dari arah belakang ke tubuh Feirvy. Padahal niat Feirvy Cuma bercanda, juga tidak terlalu berharap akan beneran terjadi.

Dipakaikan jaket pada tubuh Feirvy. Sejenak Feirvy terdiam, memandang. Mukanya begitu dekat dengan wajah Key. Hawa dingin itu kini ternyata tak hanya dirasakan saja, tapi mereka malah membawa angin dengan butiran debu dan tiba tiba tak disangka-sangka malah menghempas tubuh mereka. Hingga Key harus memejamkan mata saat masih memegang jaketnya tadi.

“Aghh.”

“Kenapa.”

“Aku rasa debunya masuk ke mata.”

“A—aku bantu tiup ya?”

“Boleh.”

Tangan Key masih berpegangan jaket yang melingkari tubuh Feirvy. Sementara dengan jarak yang begitu dekatnya kedua tangan Feirvy memegang sisi luar mata Key dengan bibir meniup niupkan udara ke mata Key. Setelah beberapa kali tiupan. Feirvy perlahan berhenti meniupkan udara ke mata Key.

“Sepertinya sudah.”

Jarak yang masih sangat dekat dan dekat. Key perlahan membukakan matanya. Pas tepat di hadapan Feirvy yang masih sangat dekat dengannya. Sesuatu yang tak di rencanakan Sama sekali dan waktu seakan berhenti lalu terjadilah keheningan waktu itu. Kedua mata itu saling bertatapan dan begitu dalam. Sebuah keadaan yang mereka tidak mengerti. Kedua perasaaan itu tiba tiba tumbuh dan muncul pada mereka berdua.

Sangat dekat sekali--. Tatapannya kenapa aku tidak bisa menghindarinya ... Jantungku. Deg. Deg. Deg, berdebar-debar sangat kuat. bagaimana ini ... apa yang harus aku lakukan. Dan perasaan apa ini. Apa aku harus mendorongnya?.

Feirvy kenapa aku malah seperti ini ... Kenapa kau selalu membuatku takluk denganmu. Kau selalu membuatku tertarik padamu. Ah jantungku. Tolong berhentilah ....

.

.

.

Bersambung besok ...

1
Naina
Nggak kehitung berapa kali baca ulang saking gregetnya, susah move on sama key dan feirvy
Mawar intinan
anyong
Mawar intinan
hiks hiks
Lestari Lestari
sedih banget thor..melahirkan tanpa suami
Lestari Lestari
nangis bacanya thor..nyesek banget
Lestari Lestari
so sweet banget😘😘
Lestari Lestari
good fairvy semangat
Lestari Lestari
ngakak ..😃🤣🤣🤣
Lestari Lestari
hahaha good farivy
Lestari Lestari
sabar farevry..entar bang key bucin lho wkwk
Lestari Lestari
sesak bacanya thor..
Lestari Lestari
sabar falervy ..buat bucin key donk thor
Lestari Lestari
penasaran deg deg kan bacanya thor
Lestari Lestari
ngakak banget wkwkwkwk
Lestari Lestari
semangat
Lestari Lestari
semangat thor
Borneo Lady
thor pindah lapak kah? kmn?
Byna Hasnawati
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Byna Hasnawati
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Byna Hasnawati
bahasax belibet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!