NovelToon NovelToon
A Jilted Twins

A Jilted Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kisah cinta masa kecil / Anak Kembar / Teen School/College
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: QUEENS RIA

Keharmonisan hubungan saudara kembar antara Cahaya dan Bulan menuai beragam masalah asrama setelah ibunya memperkenalkan mereka ke salah satu anak dari sahabatnya, Farid.

Segala upaya Ulan lakukan untuk merebut semua kebahagiaan dari kakak kembar nya.

Mulai dari merebut Lingga di zaman SMA, hingga saat Aya sudah berpacaran dengan Farid saat ini.

Ulan lakukan itu semua hanya karena ingin sang kakak keluar dari cangkang nya yang terlalu menyia-nyiakan seseorang.

Apakah Aya terus membiarkan Ulan melakukan itu? Atau akan membangkang sampai rahasia tersembunyi dari Ulan terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUEENS RIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24.

"Maaf ya sayang, aku tadi benar-benar gak tau kalau ada Ulan di belakang saya tadi" Kata Farid memberi klarifikasi pada Aya. Barang kali ucapan itu sedikit mengikis hati kacau nya Aya.

Aya menggeleng kepala "Aku gak peduli sama itu, lagian kan itu di tempat terbuka jadi kamu gak benar-benar lakukan itu tanpa di sengaja."

Farid menghela nafas lega, namun itu berlangsung singkat setelah Aya berkata lagi.

"Yang aku gak terima ulan mau merebut kamu lagi untuk yang kedua kali, kemarin dia sudah rebut lingga dari aku, sebelum lingga juga ada kamu, sekarang apa mau rebut kamu lagi! Ini gak adil!" Protes Aya sambil menangis.

Farid lekas membawa Aya masuk ke dalam rumah untuk ngobrol empat mata "Jangan disini gak enak dilihat tetangga"

"Heum" Aya menuruti keinginan nya.

Sampai dalam rumah, niat Farid hanya untuk meringankan pikiran Aya, justru Bu Matilda malah semakin buat pikiran Aya semakin ruwet. Ditambah rasa nyeri datang bulan Aya belum reda sepenuh nya.

"Sama rasa banget sih ya allah" Keluh Aya sambil menekuk leher dengan topangan telapak tangan di wajah nya.

"Intinya ya Farid, ibu gak mau dengar alasan apa pun dari kamu, ibu mau kamu tanggung jawab dengan apa yang kamu perbuat sama salah satu anak nya Bu Venera." Kata Bu Matilda

"Mah itu diluar kendali Farid, dan Farid tidak benar-benar melakukan nya" Klarifikasi Farid sebisa yang ia bisa.

"Tadi Ulan itu keserimpet lobang mah, gak sengaja nabrak tubuh Farid sampai jatuh astaghfirullah"

"Udah Farid, ibu gak mau dengar penjelasan apapun lagi" Kata Bu Matilda sejenak melihat wajah Farid, kemudian ia menatap wajah Aya.

"Untuk Aya ibu minta maaf, karena ini sudah disepakati oleh masing-masing kedua orang tua." lanjutnya. Aya hanya bisa mengumbar senyum tanpa lirihan perkataan apapun.

"Ibu-ibu ini semua nya gak masuk akal! Cuma kesalahan kecil kenapa di besar-besarkan?"

"Inget gak kemarin? mama sudah bilang ke kamu untuk menikahi salah satu anak dari Bu Venera"

"Iya inget" Farid merangkul Aya "Dia yang akan Farid pilih"

"Dengan apa yang kamu perbuat sama Ulan, kamu pilih dia?"

"Kan mamah bilang pilih salah satu, ya farid sudah milih Aya"

"Pokoknya nikah kan Ulan, mamah gak mau tau! Kasian tubuhnya sudah kamu tindih tapi kamu tinggalin begitu aja!"

"Kalau Farid tolak gimana mah?" Farid menatap Bu Matilda dengan tatapan tajam.

Perdebatan ibu dan anak itu semakin intens setelah ibu nya tetap kekeh jika Farid bersama Ulan.

"Mama egois, percuma mama memberi pilihan kalau mama sendiri yang milih!" Kata Farid.

"Hiks.. Hikss.. Cukup!" Cahaya melerai kedua nya, tanpa mereka sadari Aya kini sedang menangis sejadi-jadinya.

"Farid mending kamu turutin saja kemauan mamah kamu, biar saya yang akan pergi" Lirih Aya sambil menutup wajah nya dengan telapak tangan.

"Sayang, enggak" Farid menggeleng kepala, ia langsung memeluk sayang tubuh Aya hingga membelai kepala nya dengan lembut.

"Aku sudah bilang kan, apapun aku gak akan tinggalin kamu, kalau pun di paksa aku akan buat rencana gila agar kalian menyesal!" Kata Farid tiba-tiba menatap wajah ibu nya dengan tatapan tajam.

PLAK!!

Tamparan keras untuk Farid tiba-tiba di layangkan oleh Bu Matilda.

"Apa kamu mau ancam mamah Farid?"

"What the.." Farid memegang pipi nya, Aya sampai terbungkam melihat drama ibu dan anak itu.

"Mamah gak mau tau, keputusan sudah bulat dan gak boleh di ganggu gugat!"

"Terserah!" Farid bangkit dan membawa Aya pergi dari rumah nya.

Sisi lain dari rumah Bu Venera.

Ulan merasa kalau keserimpet lobang yang tidak di sengaja itu membawa keberuntungan untuknya, wajah nya terus tersenyum licik.

"Maaf kak ay, Farid akan jadi milikku lagi setelah aku sadar dengan apa isi hati aku saat ini" Gumam Ulan.

Beberapa jam kemudian...

Pintu kamar ulan tiba-tiba diketuk oleh Bu Venera.

Malam ini mereka akan melaksanakan sholat taraweh di masjid terdekat.

"Ini kemana kok Aya belum pulang ya?" Tanya Bu Venera yang merasa khawatir pada gadis sulung nya.

"Lagi main mungkin mah sama Farid, biarin aja mah" Jawab Ulan.

"Tapi ini biasanya sebelum isya dia selalu ada di rumah" Kata Bu Venera.

"Gak apa-apa mah, nanti juga pulang"

Berselang beberapa menit.

Bu Venera bersama Ulan menuju ke masjid sekitaran perumahan untuk melakukan sholat taraweh pertama di tahun ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!