Menjalani Takdir Pernikahan yang Begitu Rumit Untuk Sania..
" Katakan Apa Salah Ku Sehingga Kau Memberikan Aku Ujian Seberat Ini! " Sania Terduduk Pilu Saat Menyadari Takdir Pernikahan Nya Tidak Sesuai Dengan Semua Nya....
Mampukah Sania Bertahan Atau Ia Akan Memilih Pergi....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom young, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hal-24
( Antara Luka Cinta Dan Pengorbanan )
Sania Segera Mengusap Air Mata Nya, Ia Beranjak Dari Duduk nya. Segera Membantu Sang Ibu Yang Sedang Memasak Di Pawon ( Tungku )
" Baru Bangun? " Ucap Bu Lastri Tanpa Menoleh Sania.
" Mboten Bu... (Tidak Bu) " Ucapnya Dengan Nafas Yang Sesengukan,
Bu Lastri Menarik Nafas Dalam, Ia Memang Tahu Putri Nya Seperti Habis Menangis, Namun Bu Lastri Sendiri Belum Bisa Menyimpulkan Sania Menangis Karena Aditya Berangkat ke Kota, Atau Karena Hal Lain.
" Tadi Paki Kok Ngak Nganterin Nak'Aditya sampai kedepan? " ucap Bu Lastri, Tangan Nya Sambil Membolak-Balik Gorengan Tempe.
" tidak Bu, " Lirih Sania, Sambil Membantu Sang Ibu Memetik Kacang Panjang.
bu Lastri sadiki Melirik Wajah Sania, Yang Tanpak Murung Dan Juga Sembab.
Sementara Itu Sania Membantu Sang Ibu Kembali lagi mencuci Baju di Kali, Namun benar saja para Tetangga Sedang Asik Menggosip Dirinya.
" Eh-Lasti Udah Pulang Menantu Kota Mu? " Timpal Bu Harti Sambil Menyunggingkan Sebelah Bibir Nya.
" Sudah " Sania Yang Menjawab Dengan Ketus.
" Kenapa Kau Tidak Ikut Dengan Suami Mu? " Ucap Bu Rumi Sinis
" Kalau Aku Tidak Ikut ke Kota Dengan Nya, Apa Masalah nya Dengan Kalian? " Ucap Sania Menatap Bu Harti Dan Bu Rumi Tajam.
Bu Rumi Dan Bu Harti Yang Sedang Duduk Di Teras Depan Rumah Mereka Saling Menatap Heran, ia Tidak Percaya Sania Telah Berani Melawan Ucapan Mereka, Tidak Seperti Biasa Nya Yang Gampang Sekali Di Tindas Dan Di Manfaatkan!
" Bukan Begitu Sania..." Bu Rumi Sedikit Canggung Karena Mata Sania Mendelik.
" Iya Sejak Pulang Dari Kota Kau Jadi Berani Melawan Ucapan Orang Tua " Bu Harti Tersenyum Masam.
" Apa Kalian Bilang Melawan? Kalian Pikir Kalian Siapa? " Sania Sangat Sensitif Ia Bahkan Meninggikan Nada Bicara Nya.
" Sania Sudah Nak... Sudah " Bu Lasti Segera Mengrerai Sang Anak Karena Tanpak Nya Sania Sangat Emosional.
" Mereka Sangat Kurang Ajar Bu!..." Sania Memicingkan Mata Nya Kepada Bu Harti Dan bu Rumi.
" Memangnya Apa Masalahnya jika Aku Tidak Ikut kembali Ke Kota? Lagi Pula Aku Tidak Meminta Makan Pada Mereka Apa Lagi Membebani Mereka " Sania Meninggikan Nada Bicara Nya, Sampai Bu Harti Dan Bu Rumi Melempem.
Sania Terlihat Sangat Terpancing emosi Entah Apa Yang Sedang Hatinya Rasakan Sampai Orang Yang Biasa Mencemooh Dirinya Saja Ia Bentak
Bu Lastri Langsung Menarik Sanga Anak Dan Segera Mengajak Nya Ke Kali.
" Sudah Nak' Tahan Amarah Nya " Sesampainya Di Kali Bu Lastri Mengusap Pundak Sanga Anak Yang Terlihat Naik Turun Menahan Amarah.
" Kenapa Mereka Selalu Menggangu Kita Bu Kenapa? " Mata Sania Sendu Ia Menatap Sang Ibu Dengan Air Mata Yang Siap Jatuh.
Bu Lastri Menggeleng... Ia Bingung harus Menjawab Apa? Karena melihat Bahu Sania Yang Naik Turun Karena Terisak.
" Nak' Sudah Lah Jagan Di Ambil Hati... Lagipula Mereka Hanya bertanya " Bu Lastri Berusaha Menenagkan Sania.
" ia Aku Tahu Itu Bu!... Namum Mereka Sangat Menyinggung Perasaan Ku, Dari Dulu Sampai Sekarang Aku Selalu Diam Tapi Aku Pikir Setelah Aku Sudah Bersuami Tidak Ada Yang Bisa Membicarakan Hal Buruk Pada Ku Namun Nyata Nya Mereka Tetap Saja Bu Tetap Sama." Sania Terisak Ia Memeluk bu Lastri Erat.
Bu Lastri Masih Terdiam Ia kembali Lagi Menenagkan Sania. " Sudah Nak Jagan Di Pikirkan yah, Kamu duduk Saja Disini Biar Ibu Yang Mencuci " Bu Lastri Menyuruh Sania Tetap Duduk Di Batu Besar Karena ia Sangat Khawatir Pada Sania.
Sania Mengusap Air Mata Nya, Dirinya Juga Bingung Kenapa Mudah Sekali Tersingung Jika Ada Orang Yang Bertanya Menyangkut Suami Dan Kota.
Sambil Menyikat Baju Di Bebatuan Bu Lastri Sesekali Melirik Sania Karena Sania Tanpak Melamun.
.
.
Sementara Di Rumah Aditya Karina Sudah Menyiapkan Masakan Kesukaan Aditya Yaitu Sup Kambing Dan Juga Sambal Kecombrang Kesukaan Aditya.
" Wah... Enak-Enak Sekali Karina " Timpal Kak Bella Yang Melihat Ke Arah Meja Makan.
" Iya Kak... Aditya Sedang Dalam Perjalanan Pulang " Ucap Karina Penuh Semangat
" Pantas Saja Kau Masak Sebanyak Ini " ucap Kak Bella Terseyum Sumringah
" Iya Biar Kita Bisa Makan Bersama " Karina Menata Piring Di Meja Makan.
" Kalau Sudah Mau Sampai Kenapa Kau Tidak Mandi Dulu? " Bu Ratih Menepuk Pundak Menantu Nya, Karena Ia Sangat Senag Melihat Karina Yang Sangat Antusias menyambut Kepulangan Anak Nya.
" Iya Ibu, Baik Lah Aku Akan Mandi Dulu " Karina mengguk ia Terseyum Hangat, Dan Berlalu Dari Meja Makan Dan Segera Masuk Ke Kamar Nya.
Di Dalam Kamar Mandi Karina Mengunakan Lulur Pengantin Dan Juga Wewangian Peralatan Mandi, " Semoga Saja Kau Suka Dengan semua Ini Aditya " Ucap Nya, Membayangan Peraduan Dengan Aditya Nanti Sambil Mengosok Seluruh Tubuh Nya Dengan Lulur Pengantin.
setelah Mandi Ia Merasa Tubuh Nya Sangat Segar, Karina memakai Dress Berwarna Hijau Daun Tidak Ada Motif Namun Sangat Anggun Melekat Di Tubuh Nya Yang Ramping.
Karina Menyisir Rambut Nya Yang Keriting Gantung, Namun Ia Sangat Menyukai nya Dan Merasa Percaya Diri Bahkan Ia Merasa Cantik Memiliki Rambut Ikal Berwarna Coklat Gelap.
Pintu Bell Rumah Berbunyi Karina Memasang Senyum Manis, Ia Yakin Sekali Jika Orang Yang Ia Tunggu-Tunggu Pulang " Itu Pasti Aditya " Karina Keluar Dari Kamar Nya.
Para Keluarga Sudah Berkumpul Di Ruang Tamu, Mereka Sengaja Tidak Membukakan Pintu Karena membiarkan Karina Yang Akan Membukakan Nya.
" Aditya...." Karina Berlari Kecil Gelang kaki Nya Berbunyi Ia Membuka Pintu Segera Dan Memeluk Aditya Saat Erat
" Iya Karina " Aditya Tersenyum Menatap Semua Kelurga Nya yang Berdiri Di Belakangan Mereka.
Naura Dan Juga Diffa Juga Berlari Ke Arah Aditya ia Memeluk Aditya " Om... Dimana Kak Sania " Ucap Kedua Anak Kecil Itu.
Aditya Tertegun Ia Tidak Bisa Menjawab Sementara Yang Lain Juga Menanyakan Hal Yang Sama. " Iya Bagimana Aditya Kenapa Sania Tidak Ikut Kembali Dengan Mu? " ucap Bu Farah
" Tidak Bibi... " Aditya Tidak Melanjutkan Kalimat Nya.
" Bolehkan Aku Membersihkan Diriku Sebentar? " Aditya Tanpak Lemas Karena Baru Datang Namum Semua Orang Sudah Banyak Melayangkan Pertanya pada Nya.
" Iya Tentu Saja Sayang, Kami Semua Akan Menunggu Mu Di Meja Makan " Tutur Karina Ia Memeluk Lengan Aditya.
" Ehhh...iya " Namun Aditya Nampak Risih Ia Segera Berjalan Ke Atas Kamar Nya.
Namun Sebelum Itu, Ia Membuka Tas Ransel Nya, ia Mengambil Sesuatu Di Dalam Tas Itu. Ternyata Semalam Sebelum Pulang ia Mengambil Kerudung Sania Yang Ikut Ia Bawa Ke Kota.
Aditya Mendekap Kerudung Itu dan Menciumnya Lembut " Sania Aku Sangat Merindukan Mu " Ucap Aditya Mengecup Dalam Kerudung Milik Sania.
Hatinya Sedih Namun Entah Kenapa Tekat Nya Merasa Yakin Bahwa Ia Dan Sania Akan Bertemu Kembali.
.
.
.
" Bersambung "