NovelToon NovelToon
SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: rini sya

Kirana nama panggilan gadis itu, gadis yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan mahluk lain ini sering dianggap gila oleh orang orang disekelilingnya. Kehidupan Kirana berubah saat bersahabat dengan gadis hantu bernama Rani. Tanpa Rana sadari Rani memiliki tujuan mendekatkan Rana pada masalalunya. Tujuan Rani terungkap saat bertemu dengan gadis cilik bernama Sena.

Seiring dengan berjalanya waktu, Cinta Kirana berlabuh pada Kevin ayah Sena. Pernikahan pun terjadi. Sayangnya fakta mengejutkan terungkap ternyata Kevin adalah mantan iparnya.

Akankah Kirana dan Kevin menyerah dengan cinta mereka, atau tetap bertahan dengan kenyataan yang ada.

Mari Kita ikuti Kisah Kirana dan Kevin dalam SUAMIKU MANTAN IPARKU.
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Maaf

"Mbak, boleh saya tau kalian mau kemana, liburan atau bagaimana?" tanya Kevin, rasanya malas sekali menjawab pertanyaan pria yang pernah membuatnya menangis ini.

"Enggak pak, saya pindah kerja," jawab Rana.

"Apakah selama ini kalian masih stay di Surabaya?" tanya Kevin lagi.

"Iya pak,"

"Aku mencarimu ditempat kerjamu mereka yang aku tanya bilang ga ada yang tau mbak, bahkan ada yang bilang ga ada yang kenal kamu," ucap Kevin berterus terang.

"Bapak nyarinya di kawasan Simokerto ya?" tanya Rana.

"Iya, mbak tinggal disana kan?" Kevin malah balik bertanya.

"Sejak adek ikut saya, saya ga tinggal disana pak tapi dikawasan Pakuwon karena tempat kerja saya pindah kesana!" jawab Rana.

"Ooo, pantesan saya muter muter Simokerto dan sekitarnya ga ketemu, tapi saya seneng sekarang bisa ketemu kalian," ucap Kevin.

Seneng, serius! batin Rana.

Pilot mulai memberikan arahanya bahwa pesawat yang mereka tumpangi akan segera take off, pelukan Sena semakin kuat disamping dia gugup dia juga takut pada papinya.

"Ga papa sayang, katanya tadi kalau udah besar mau terbangin mereka heemm, ayo Sena kan pinter berani, boleh lo lihat keluar," ucap Rana memberikan nasehat sekaligus kekuatan untuk Sena, meski tak menjawab dengan mulutnya tapi Sena menurut.

Dia melepaskan cengkramanya dari kemeja Rana, Sena mulai berani duduk sendiri meski tangannya masih memeluk erat tangan bundanya.

"Sena takut sama papi?" tanya Kevin, Sena kembali menyembunyikan wajahnya diketiak Rana dan mengangguk.

"Boleh papi minta maaf?" tanya Kevin lagi.

Sena hanya menjawab dengan angukannya.

"Maafin papi ya sayang, Sena boleh hukum papi kalau mau, papi janji ga akan marah lagi sama Sena," ucap Kevin lagi, Kevin memberanikan diri menyentuh tangan munggil itu, bahkan mereka saling menggengam ketika pesawat yang mereka tumpangi telah lepas landas.

"Papi boleh peluk Sena?" tanya Kevin lagi, Sena menggeleng," Takut bunda!" ucap Sena pelan.

"Oo, ya udah kalau Sena masih takut, papi ga maksa, tapi papi harap suatu hari nanti Sena mau peluk papi oke," ucap Kevin lagi, posisi Rana sekarang berada ditengah tengah antara ayah dan anak, aduh ga enak sekali rasanya.

"Mbak, makasih ya udah jagain Sena selama ini," ucap Kevin.

"Dia kan anak saya," jawab Rana sedikit ketus.

"Anak saya juga mbak, saya papinya mbak," tambah Kevin, papi konon, papi apaan begitu batin Rana.

"Saya tau mbak pasti marah sama saya, saya minta maaf ya mbak, saya siap mbak dan Sena hukum demi mendapatkan maaf kalian," ucap Kevin lagi, Rana hanya diam dia tak tau harus menjawab apa, mengingat posisinya saat ini aja sudah merasa gugup.

"Boleh ga bapak lepasin dulu tangan anak saya, ga enak banget pak rasanya," pinta Rana dengan nada masih sedikit ketus.

"Oh, maaf mbak baru nyadar saya," ucap Kevin dengan muka sedikit tersenyum.

Rana membetulkan posisi nya begitu juga Sena, dia sudah mulai mau Rana lepas, meski Rana harus selalu memeluknya.

"Adek mau mimik ga sayang?" tanya Rana, Ya Tuhan segitu sayang nya gadis ini dengan putriku, ayah macam apa aku yang menelantarkan anak kandungku sendiri.

"Mbak, bolehkah saya minta nomer ponsel mbak?" tanya Kevin.

"Untuk apa?"

"Anak saya kan ama mbak, saya ingin selalu tau perkembanganya mbak, saya juga ingin selalu dekat dengan dia, boleh kan saya menebus kesalahan saya!"

Ingin rasanya Rana berkata, "Bukankah anda sudah tak menginginkannya untuk apa minta nomer ponsel segala," tapi Rana tak sejahat itu, disamping dia memikirkan perasaan putrinya, Rana juga masih memiliki hati dn pikiran yang sehat, bagaimanapun Kevin adalah ayah kandung dari anak asuhnya.

"Boleh," jawab Rana, Kevin pun ngambil ponsel disakunya, dan menyerahkannya pada Rana, (Karena ini didalam pesawat, ponsel dalam mode pesawat juga ya geng).

Rana mengetik nomer ponselnya pada handphone pria tampan ini,"Silahkan," ucap Rana seformal mungkin.

"Nanti kalian tinggal dimana?" tanya Kevin lagi.

"Kami mungkin tinggal diJimbaran pak," jawab Rana.

"Bolehkah nanti aku anter kalian?"

"Kami ada yang jemput pak!"

"Aku tau, biar aku tau nanti tempat tinggal kalian," tambah Kevin.

Rana tak menjawab keinginan Kevin menolaknya pun percuma kan, Kevin pasti akan memaksanya.

Pesawat yang membawa mereka dari Surabaya menuju Bali telah landing dengan selamat, sayangnya Sena masih memeluk erat ibu asuhnya membuat Kevin kembali merasa sedih.

"Sayang udah sampai yuk siap siap!" ajak Rana, Sena pun mengangkat kepalanya dari sandaranya, Rana berdiri terlebih dahulu sebelum membantu putrinya keluar dari kursi mereka.

"Mbak sama Sena duluan," ucap Kevin sambil minggir memberikan jalan untuk mereka.

"Makasih," ucap Rana, Rana pun menaruh Sena di depan dan mereka pun berjalan beriringan keluar pesawat

Saat digarbarata Kevin menawar diri untuk menggendong Sena,"Adek mau papi gendong?" tawar Kevin, Sena mengagguk, Kevin pun tersenyum, Kevin pun langsung memberikan jaketnya pada Rana dan langsung duduk menyejajarkan dirinya dengan putri yang selama ini disakitinya.

Sebelum menggendong putri cantiknya Kevin terlebih dahulu memeluk eret tubuh munggil Sena dan mengelus kepala anak itu, "Maafin papi ya sayang," ucap Kevin, Sena hanya menjawab dengan tatapan lugunya.

"Sini sayang papi gendong," ucap Kevin sambil mengangkat tubuh munggil putrinya, Kevin berjalan dengan perasaan sangat bahagia, dia lupa bahwa saat ini telah memperlakukan Rana seperti asiaten nya.

"Astaga, dia menganggapku pegawinya, dapet anaknya lupa barang nya," gerutu Rana, untung orang nya ga denger.

Saat berjalan melewati konter konter yang ada diarea bandara ada salah satu poster yang terpasang disana dan itu adalah Sena, yang sedang mengenakan salah satu gaun milik Jessica kolection yang pernah mendapuk Sena debagai modelnya.

"Dek," panggil Rana.

"Apa bunda!"

"Lihat deh foto kamu cantik ya," ucap Rana, ada rasa bangga disana saat mengetahui salah satu foto putrinya ada ditempat yang bagus seperti ini.

"Iya bunda," jawab Sena tersenyum bahagia, Kevin ikutan melihat dan bertanya," Itu Sena?"

"Iya om," jawab Sena lugu, sepertinya dia masih takut memanggil Kevin dengan sebutan papi meskipun saat ini dia telah berada di gendongan papinya.

"Wah cantik sekali," puji Kevin, Sena tersenyum malu malu, Kevin pun merogoh ponselnya, "Bun, tolong fotoin kami disitu bun,"ucap Kevin entah sengaja apa enggak nyatanya Kevin berucap seperti itu, aduh saya bukan istri bapak batin Rana, kok malah manggilnya ikut ikutan anaknya.

Rana pun menggambil ponsel yang Kevin sodorkan, duh mereka norak sekali sih, mungkin begitu penilaian orang orang yang melihat mereka, tapi Kevin tak perduli dia terus berpose dan meminta Rana mengambil gambarnya.

"Sudah pak," ucap Rana.

"Yang aku lagi cium dia ada kan bun?" tanya Kevin, duh bun lagi saya bukan istri bapak bikin malu aja.

"Bapak periksa aja, nanti kalau ga ada saya fotoin lagi," jawab Rana.

Mereka pun kembali melakukan perjalanan, dijalan Kevin juga menawari mereka belanja, tapi dengan halus Rana menolaknya, apalagi Sena yang masih menyimpan rasa takut pada Kevin, dia tetap diam dan hanya sesekali tersenyum mendengarkan ucapan papinya.

Bersambung...

1
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik /Good//Good//Heart//Heart/
Yuni Ngsih
Bgs ,hebat,mantap hanya blm selesai ya ceritranya hrsnya ,Kevin & Kirana sampai melahirkan Thor itu lebih mantap.
..👍👍👍🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Fi Fin
cocok visual nya Kevin
Ibu negara
Luar biasa
Susana Dewi
tapi cerita aldo dan lusi ga ada ya author.. judulnya ada tapi di cari udah ga ketemu. apa pindah ke platform lain ya
Susana Dewi
hahahaha kevin somplak plus modus.. 😂
Susana Dewi
kevin itu yg gila malahan 😀
Susana Dewi
awal yang syeremmm tapi penisirin.. 😄
Okto Iskandar
siiip...
Ira Kawai
ok
Nani Yunengsih
kalian tuhh bikin baper tahu gx sih, gemes deh sama keluarga yg satu ini
Nani Yunengsih
uuuhh udh kolot juga masih manja
Endang Werdiningsih
memang susah kalo kita berhadaoan dgn orang" yg ga percaya akan ada'a makhluk lain...
bahkan kita dianggap orang ga waras yg suka ngelantur alias menghalu....
Rini Haryati
keren
semangat
sukses
Netti Herawati
Lumayan
Sri Wahyuni
saya suka ceritanya g bertele-tele,,,👍👍👍👍
Man Cian
bisa ngobrak ngabrik emosi pembaca 😁😁😁😁
Fahri Kiyozie
aku suka ceritanya tidsk bertele tele lanjut
Syifa_NA
mampir Juga
Dyah Oktina
kok ngak suka ya kevin sm lusi pacaran.... sebel deh sm kevin.... ih otorrr bisaan ngehalunya .. jd gemes.... kesel.... sedih untuk rana... ❤❤❤👍👍👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!