8 tahun yang lalu, seorang anak perempuan menatap penuh binar bahagia pada pangeran impiannya. Selalu mengingat apa yang pria idaman nya itu katakan.
"Tumbuh lah menjadi wanita cantik, karena aku tidak suka wanita jelek!!!"
Wanita itu pun tumbuh dengan baik, bahkan terlalu baik. Tumbuh yang ia yakini malah menjadi salah arti, setiap hari ia mengkonsumsi makanan yang menurutnya mempercepat pertumbuhan. Ya... Ia tumbuh... Tapi tumbuh menjadi besar dan lebar.
"You know me?"
Erlangga Saputra.
"Om Ganteng..."
Mia Sophia Adinata.
follow my ig @ismi_kawai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ismi Kawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CBT 24
Cafe ***
Angga membawa Hani makan siang di cafe tempat ia bertemu dengan Sophia (Mia kali Om). Sambil memilih menu sesekali melirik arlojinya.
Aku bertemu dengannya sekitar jam segini. Tapi ia tidak terlihat, apa mungkin aku tidak akan bertemu dengannya lagi?
"Sayang, kamu belum memilih apapun. Cepat pilih, aku sudah lapar!" Hani menyadarkan Angga dari lamunannya.
"Samakan saja denganmu!" Angga menaruh buku menu, menyandarkan tubuhnya pada kursi sambil mengedarkan pandangan disepanjang ruang cafe.
Hani memesan 2 menu untuknya dan Angga. Ia menatap Cafe kagum.
"Cafenya bagus, kamu tau dari mana tempat ini?" Hani meniti Cafe dengan seksama.
"Hm... Aku tidak sengaja mampir beberapa hari lalu. Selain tempatnya cozy makanannya juga enak. Jadi aku ajak kamu kesini," Angga tersenyum sendiri. "Ditambah aku dapat teman ngobrol yang asik waktu itu."
Hani memicingkan matanya. "Teman ngobrol? Wanita?" Nada bicara Hani terdengar tidak suka.
Senyuman tipis telihat di bibir Angga. "Ya, seorang gadis SMA."
"SMA, ya ampun... anak kemarin sore. Kamu mau jadi guru lesnya?"
"Jadi guru... boleh juga idenya."
"Apaan seh, Kamu sengaja ya bikin aku cemburu! Sama anak SMA lagi." Hani mengerucutkan bibirnya kesal. Angga hanya terkekeh melihat Hani yang merajuk.
Pesanan mereka pun tiba, Hani langsung mencicipi makanan yang ia pilih. Matanya berbinar, ternyata makanan di Cafe ini benar-benar enak. Angga menyesap kopi terlebih dahulu sebelum menyantap makanan di hadapannya.
Baru Angga ingin menyuap makanan ke dalam mulut namun terhenti ketika matanya menangkap sosok yang sedari tadi dipikirkannya.
"Sophia." Ucap Angga lirih.
Hani mendengar Angga berbicara sesuatu tapi tidak jelas. "Kenapa?"
Angga mengeryitkan kening, melihat Mia yang tidak sendiri. "Nothing!"
Ekor matanya masih tidak henti mengikuti langkah Mia menuju Cafe. Mia berjalan dengan seorang siswa pria disampingnya.
Siapa yang bersamanya? Apa mungkin pacarnya? (Kepo aja deh om).
Hari ini Mia tidak di jemput, ia sengaja ingin pulang sendiri karena ingin mampir ke Cafe langganannya bersama Haris. Sepulang sekolah Haris menagih coklat padanya seperti anak kecil. Mia memilih mentraktirnya ke Cafe.
Punya temen pada seneng morotin seh, untung Mommy kasih uang lebih!. Keluh Mia dalam hati.
Haris yang diajak ke Cafe serasa diajak ngedate oleh Mia senang bukan main.
Untung gue tagih, jadi bisa kencan deh sama Mia. Hohoho.
"Keren juga neh Cafe, lo suka nongkrong juga ya?"
"Kebetulan ketemu yang bagus, iseng aja sambil baca buku!" Jawab Mia.
Makanan dipiring Angga masih utuh. Sendok yang hendak masuk ke mulut masih menggantung di udara. Hani menegur Angga.
"Sayang, kok diem aja. Dimakan donk! Nanti dingin gak enak loh."
"Ah, iya." Angga memasukkan makanan dan mengunyah dalam diam sambil mengamati Mia dari jauh.
Haris sengaja mengambil duduk di pojok ruangan. Karena ia tau spot itu yang disukai oleh Mia. Setelah memesan makanan Haris mencoba menghilangkan gugupnya dengan membicarakan masalah ulangan minggu besok.
"Loe udah belajar buat besok senin?"
"Udah donk, kenapa?"
"Hm, banyak yang gak gue ngerti. Lo bisa ajarin gue?" (Modus neh Haris)
"Lo berani bayar gue berapa?" Tantang Mia sambil tersenyum. Senyuman yang bikin jantung Haris dag dig dug der.
"Lo... lo maunya berapa?" Jawab Haris kikuk.
Mia terkikik geli melihat Haris yang malah kikuk. Mia pikir Haris takut ia meminta sesuatu diluar nalarnya. "Santai aja seh, Gue gak akan bikin lo bangkrut."
"Bangkrut karena lo gak apa-apa kok, kan bisa hidup susah bersama." Haris melancarkan rayuan maut, membuat Mia semakin geli.
"Boleh tuh, siapa tau gue kurus karena hidup susah." Celetuk Mia.
"Kemarin lo gak mau diet, sekarang lo mau kurus. Gimana seh?"
"Gak tau, tiba-tiba aja gue jadi mau kurus." Nada bicara Mia berubah sendu, Haris menangkap itu namun pesanan datang memutus perbincangan mereka. Mia mengucapkan terima kasih pada pelayan.
Haris melihat yang dipesan Mia, semua berbau coklat. Coklat cake dan coklat panas. "Lo suka banget sama coklat ya?"
"Iya, suka banget. Dari kecil sampe sekarang gue ga pernah bosen sama yang namanya coklat." Mia menjawab dengan binar bahagia. Menunjukkan bahwa ia sangat menyukai itu.
Mia tersenyum dan tertawa lepas dengan Haris membuat Angga yang menyaksikan dari jauh mengerutkan kening.
Kemarin dia tidak tertawa dan tersenyum selepas itu saat berbicara denganku. Kenapa aku jadi kesal ya?
Please rate, vote dan likenya yach!
Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!
btw ceritanya seruu....