maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
"Assalamualaikum wr.wb.
Apa masih ada yang menunggu kelanjutan kisah dari cerita ini, kalau masih ada alham dulilah, dan makasih buat yang udah mau nunggu. Masih ingat kan, kalau sehabis baca like, komen, vote, follow autor🤗🤗🤗
Ayo, atuh jangan pelit-pelit, ngasih vote nya. Bantu autor lewat, vote, like, karna itu semu bikin autor tambah semangat.💪💪💪
Yaudah sok, atuh di lanjutin baca nya......
Terimakasih.......
Wassalamualaikum wr. wb.."
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
"Maafin aku yah, Al. Lagi-lagi aku ngerepotin kamu."
"Udah lah, Sar. Kamu ini kaya ke siapa aja, udah santai aja. Yaudah di habisin dulu makan nya."
"Iya, Al. Makasih yah, makasih banyak deh, pokonya aku gak tau lagi mau bilang apa sama kamu, karna kamu udah mau bantu aku. Padahal aku bukan siapa-siapa kamu."
"Santai aja kali, Sar."
"Sebenar nya, aku itu bukan angap kamu orang lain, Sar. Aku itu udah angap kamu, ah udah lah dia aja gak suka kok sama aku." Aldo terus bergulat dengan pikiran nya sendiri, samapai tidak sadar jika Sarah sudah memangil-mangil nya.
"Al."
"Al."
"Eh, iya. Ada apa Sar."
"Kamu kenapa sih, lagi mikirin apa?"
"Ah gak kok, aku gak lagi mikirin apa-apa."
"Yaudah, kalau gitu aku mau kekamar dulu yah, Al."
"Iya, Sar."
Sarah berjalan menuju kamar lama nya, kamar yang dulu pernah ia tempati.
"Aaaarrrggghhh..... pokonya aku harus dapetin kamu, dan aku yakin kamu juga bakal mau sama aku,Sar."
"Gue bakal bukti in, kalau gue lebih baik dari Reyhan, dan gue juga gak bakal biar lo, deketin Sarah lagi, Rey." Aldo sudah merencanakan, bagaimana cara nya mendapatkan Sarah. Dan membuat Sarah semakin membenci Reyhan.
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
"Sayang, kamu mau kan, jangan nolak aku lagi yah. Aku udah bilang loh ke keluarga aku, papah sama mamih juga seneng banget kalau kamu yang jadi menantu nya." Natali terus saja membujuk Reyhan, sambil bergelayut manja, di lengan Reyhan.
"Jangan marah lagi, yah sayang yah.."
"Hmmm..."
Reyhan hanya berdehem, ia tidak mau terlalu jauh menangapi, perminta an Natali. Ia bimbang, apa ia harus melepas Sarah, dan menikahi Natali. Atau ia akan melepaskan Natali dan membangun rumah tangga nya, dengan Sarah. Karna kedua wanita ini juga sudah mengisi kehidupan nya.
"Kamu kenapa sih yank, kok dari tadi aku ngomong diam aja."Natali kesel karna dari tadi ia bicara, tidak di tanggapi oleh Reyhan. Siapa sih yang gak kesel kalau kita bicara, gak di tanggapi.
"Gak pa-pa, kok. Yaudah kamu istirahat aja yah. Aku cape banget hari ini, lagi pula ini dingin kan lagi hujan diluar sana." Ucap nya sambil menunjukan senyum palsu nya.
"Iya, yank. Ini dingin banget, gimana kalau aku bantu hangati tubuh kamu, mau kan yank?"
Reyhan tau kemana arah pembicara an, Natali. Dengan sigap ia melontarkan alasan yang tepat.
"Em, maaf Nat. Aku lagi gak enak badan, badan aku juga rasa nya sakit-sakit banget lain kali aja yah."
"Yaudah deh, kalau kamu lagi kurang sehat. Kita langsung tidur aja."
Mereka berjalan berdua menuju kamar, dalam hati Reyhan berbicara ia akan mencari Sarah jika, perempua ini sudah tertidur.
"Nat, kamu tidur duluan aja yah, aku mau kekamar mandi dulu."
"Iya yank, tapi jangan lama-lama yah."
Reyhan tidak menyauti lagi ucapan Natali, ia langsung masuk kedalam kamar mandi.Tak lama ia berada di dalam kamar mandi, Reyhan langsung keluar dari kamar mandi.
"Semoga aja, Natali udah tidur."
Reyhan berjalan keluar, ternyata doa nya tidak terkabul kan, Natali masih belum tidur. Natali sedang memain kan hanpon nya.
"Nat, kok kamu belum tidur sih?"
"Iya, yank aku ingin kamu peluk aku. Aku gak bisa tidur kalau kamu gak peluk aku," Natali terus berceloteh manja, pada Reyhan tanpa tahu malu.
"Sayang kok kamu diem aja sih disitu, sinih dong peluk aku."
"Ah, eh iya Nat."
Tak mau lama menunggu, Natali turun dari ranjang, dan menarik Reyhan. Naik keatas tempat tidur.
🐰🕊🐰🕊🐰
"Bagaimana?" tanya Reyhan datar.
"Maaf tuan, nona masih dalam masa pencarian. Dalam masalah ini ada yang menghapus jejak nona Sarah tuan."
"Kalian cari tau siapa yang menghapus jejak itu, dan kalian juga harus temukan Sarah. "
"Baik tuan," Bimo melangkah pergi dari hadapan Reyhan, dengan sopan.
'Drrrrttttt..... drrrrttt.....'
Ponsel Reyhan bergetar, dan tertera nama Deon, di layar ponsel nya.
"Ada apa kau menghubungiku?"
"................................."
"Gak kau saja, aku sibuk."
"....................................."
"Bukan urusan mu."
".... . . ................."
"Oky, aku tutup yah."
"........................."
'Klik' sambungan di putuskan oleh Reyhan.
"Aku akan cari tau, siapa yang telah berani menghapus jejak istri ku."
Reyhan tersenyum misterius, entah apa yang sedang ia pikir kan sekarang ini. Yang pasti ia sedang merencanakan, apa yang akan ia lakukan nanti nya.
🕊🐰🕊🐰🕊🐰
Bimo bersama yang lain nya tetap berusaha mencari Sarah, hingga menjelang jam tiga pagi. Tapi Bimo bersama yang lain nya tidak bisa menemukan, Sarah.
"Bim, ini sudah titik terakhir kita. melacak tempat dimana awal nona menghilang, jadi bagaimana? apa kita pulang saja atau tidak."
"Sebaik nya kita lanjutkan pencarian besok pagi saja, ini sudah sangat larut malam."
"Baik lah ayo, kita pulang sekarang saja."
🕊🐰🕊🐰🕊
Pagi sudah menjelang, Sarah sudah bersiap menggunakan pakaian sekolah nya, Sarah tidak akan sekolah, di sekolah lama nya.
Aldo sudah memilih kan sekolah yang baru, Aldo tidak ingin Reyhan akan tau dimana Sarah berada. Jika Sarah sekolah, di sekolah milik Aldo pasti akan mudah untuk Reyhan mendapat kan jejak nya.
Aldo memasukan Sarah, di sekolah yang paling tertutup akan keberadaan sekolah nya. Aldo juga menutup semua info Sarah, di sekolah nya.
"Al, kamu yakin Reyhan gak akan tau."
"Kamu tenang aja yah Sar, aku udah tutup semua yang bersangkutan sama kamu."
"Tapi, aku takut Al. Dia itu memiliki banyak uang, pasti dengan uang itu Reyhan akan gampang dalam menemukan aku."
"Kamu tidak perlu takut, aku yakin semua orang suruhan Reyhan tidak akan bisa mencari mu, Sar."
Aldo berusaha menenang kan Sarah, agar tidak takut. Jujur Aldo melakukan ini semua, bukan karna apa pun itu, tapi Aldo sangat sayang dengan Sarah. Demi Sarah, ia mau melakukan apa saja, baij yang berbahaya, atau pun yang tidak.
"Makasih yah, Al."
"Iya sama-sama, Sar."
"Yaudah sekarang kita berangkat yah, nanti takut nya kamu telat di hari pertama sekolah."
"Iya, Al."
Mereka berdua berjalan menuju mobil, Aldo akan mengantar kan...