Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Pagi hari Dirga bangun lebih dulu dibandingkan Asha..
Saat ia membuka mata, ia melihat Asha yang masih tertidur pulas didalam pelukannya
Dirga tersenyum manis ...
Setelah kesalahpahaman itu berakhir, Dirga mulai yakin untuk memperbaiki hubungannya dengan Asha..
Dirga menyadari Asha akan segera bangun dari tidurnya, Dirga pun kembali pura-pura tidur
Dan benar saja tak lama Asha terbangun dari tidurnya, begitu Asha membuka mata ia menyadari jika ia tidur di dalam pelukan Dirga.
Asha tersenyum..
Asha memperhatikan Dirga yang masih tertidur pulas, dengan lembut ia mengusap pipi Dirga..
" Ganteng " ucap Asha pelan
" Makasih"
Asha terkejut..
Dirga perlahan membuka matanya
" Dirga, kamu udah bangun? "
" Udah "
" Nyebelin"
" Kenapa nyebelin ? "
" Nggak tau ah "
Asha mencontoh melepaskan dirinya pelukan Dirga
" Mau kemana ? "
" Mandi, siap-siap mau pulang"
Dirga mengangguk kecil dan Asha segera menghilang dari pandangannya
Dirga membuka ponselnya, ia melihat pesan grup yang berisi tiga orang temannya
[Bayu : Dirga, Lo masih hidup?]
[Bayu : Lo dinas atau latihan bulan madu?]
[Reza : Iyaa nggak ada suaranya perasaan]
[Kevin : Lo sama Asha gimana? Baik-baik aja kan ? ]
[Reza : Inget jangan langsung marah marah sama Asha]
[Bayu : Kalau Lo nggak mau sama Asha kasih gue aja]
[Reza : Jangan, sama gue aja Dir ]
Dirga membaca pesan itu dan menggeleng heran
[Dirga : Kumpul di kantor siang nanti, ada yang mau gue bicarain]
Setelah mengirim pesan itu, Dirga langsung menyimpan ponselnya
Asha sudah keluar dari kamar mandi, ia duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambut nya
Dirga turun dari ranjang, berjalan mendekati Asha
" Aku bantu ya " ucap Dirga mengambil hairdryer dari tangan Asha
Dirga membantu Asha mengeringkan rambutnya
Tak ada percakapan diantara mereka berdua
Hanya suara hairdryer yang memenuhi kamar saat ini
Dengan hati-hati Dirga mengeringkan rambut panjang Asha, wangi aroma sampo itu bisa Dirga cium dengan jarak dekat
Di tengah kehendak mereka, ponsel milik Asha mendapat panggilan masuk dari Naufal
" Aku angkat telpon dulu ya " ucap Asha dan Dirga mengangguk
Dirga mematikan hairdryer itu dan meninggalkan Asha
" Ya hallo Fal ? "
" Lo jadi balik hari ini ? "
" Jadi sih harusnya"
" Jadi gimana lo udah cerita ? "
" Udah Fal "
" Terus respon dia gimana ? "
Asha diam sejenak dan memandang Dirga yang sedang memainkan ponselnya
" Katanya dia nggak percaya sama gue Fal "
Dirga yang mendengarnya langsung menghampiri Asha
Mengambil ponsel milik Asha, dan menekan tombol vidio
" Pagi Pak Dirga "
" Pagi "
" Pagi-pagi udah main ke kamar sekretaris aja Pak "
Dirga menatap Asha sebentar sebelum menjawab
" Memangnya Asha ga cerita kalau selama di Bandung kita satu kamar dan satu kasur "
Asha membulatkan matanya
" Oh jadi lo nggak cerita nih ke gue Sha "
" Bukan nggak cerita, cuma belum sempat aja "
jawab Asha panik dan Dirga tertawa kecil
" Kata Asha, Pak Dirga nggak percaya sama Asha ? "
Dirga melirik Asha yang sedang menahan tawa
Kemudian mengarahkan kamera ponsel itu kearah Asha..
" Kenapa ? " tanya Asha bingung
Bukannya menjawab pertanyaan Asha, Dirga justru mencium pipi Asha singkat
" Dirgaaa "
Di sebrang sana Naufal tertawa
" Oh udah baikan rupanya, awas aja gue di lupain ya "
" Enggak ya gue nggak bakal lupa sama lo "
" Yaudah sama kalian nikmatin waktu berdua dulu, gue mau cari duit buat bayar denda loh nih biar kita bisa pacaran "
Dirga lansung memasang wajah sinisnya
" Dendanya 10 milyar "
" Nggak masalah Pak, asal perempuan nya Asha "
Dirga langsung mengakhiri panggilan itu dan meletakkan ponsel itu keatas meja
" Ko dimatiin? "
" Habis dia nyebelin "
" Dia nyebelin atau Pak Dirga yang Cemburu ? "
" Asha, stop manggil aku Pak ya "
" Nggak mau, Pak Dirga Pak Dirga Pak Dirga "
Dirga menggelengkan kepalanya dan menutup kedua telinganya dengan tangannya
" Nggak denger "
" Pak Dirga "
" Nggak denger "
Dirga menghilang ke dalam kamar mandi.
Asha pun tertawa melihat nya...
...
Pukul 9 pagi mereka meninggalkan hotel dan bersiap untuk pulang ke Jakarta.
Sebelum pulang, mereka mampir ke tempat oleh-oleh untuk membeli beberapa cemilan
Dirga memegang keranjang, dan mulai berkeliling bersama Asha
Setelah selesai memilih dan membayar, segera mereka memutuskan untuk pulang ke Jakarta..
Namun tanpa Dirga tau, Asha belum sepenuhnya merasa lega
Asha tau persis jika ibu Dirga tidak akan membiarkan ia dan Dirga bersama
Sepanjang jalan Asha diam dan melamun, Dirga yang sedang menyetir pun sesekali memperhatikan Asha
Perempuan itu hanya diam dan melamun sepanjang jalan
" Sha.. "
" Ya ? "
" Ada yang lagi kamu pikirin ? "
" Nggak ada"
" Bohong, cerita sama aku "
" Nggak ada Dirga "
Satu tangan Dirga menggenggam tangan Asha
" Aku tau Sha, mungkin sulit buat kamu bangun kepercayaan lagi sama aku "
" Tapi aku janji, aku akan lakukan apapun biar kamu percaya lagi sama aku "
" Aku pernah kehilangan kamu, dan aku nggak mau hal itu terulang lagi Sha "
Asha tersenyum dan mengusap punggung tangan Dirga
" Kamu fokus nyetir dulu ya sekarang"
" Iyah Sha "
Dirga kembali mengemudikan mobilnya dengan kedua tangan
Dirga sadar, tak mudah untuk kembali membangun kepercayaan diantara mereka seperti dulu
Tapi kini Dirga ini berada di samping Asha..
Ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti Asha, walaupun ia harus melawan ibunya sendiri
Dirga memutuskan untuk singgah di rest area sejenak
Kondisi rest area yang cukup ramai saat itu, membuat mereka harus kesulitan mencari tempat parkir
" Kamu mau makan apa Sha ? "
Asha diam sambil berpikir
" Kayaknya aku belum lapar Dir, tapi kalau kamu mau makan nggak apa apa makan aja "
" Sebenarnya aku juga belum lapar Sha, cuma aku sedikit ngantuk dan mau cari kopi "
" Kamu mau minum kopi ? Dirga jangan aneh aneh deh, kamu nggak bisa minum kopi "
" Tapi aku ngantuk Sha "
" Yaudah kalau ngantuk tidur dulu aja, nggak apa apa "
" Yaudah aku tidur dulu ya Sha, tiga puluh menit "
" Iyah, sana tidur "
Dirga mengubah posisi kursinya agar lebih nyaman
Setelah dirasa cukup nyaman ia mulai memejamkan matanya
Diam-diam Asha mengambil gambar Dirga
Asha melepas jaketnya, kemudian menyelimuti tubuh Dirga
" Kamu pasti capek banget Dir " tangan Asha mengusap lembut rambut Dirga
Sambil menunggu Dirga, Asha pun hanya menyibukkan dengan memainkan ponselnya