NovelToon NovelToon
Revenge Ends In Love

Revenge Ends In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / One Night Stand / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai
Popularitas:80.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: farala

Oleh orang tuaku, aku di jadikan sebagai pelunas utang dan menikahkan ku dengan seorang pria kaya. Tidak ada cinta di antara kami. Suatu malam, tanpa sengaja, aku melakukan one night stand dengan bos ku hingga aku harus mengakhiri rumah tangga ku yang masih berumur jagung.
Ternyata, kejadian malam itu adalah jebakan. Jebakan balas dendam yang membuatku terluka dan trauma.
Lima tahun berlalu, aku bertemu lagi dengannya, bertemu dengan pria yang malam itu membuatku tak berdaya karena sentuhannya. Pria yang sangat aku benci dan ingin aku lupakan.
Tapi pertemuan itu kembali membuatku terseret oleh pesonanya.
Mampukah aku tetap membenci atau justru aku malah jatuh cinta padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 : Pencarian

Emilia POV

Sekitar dua puluh delapan jam hingga akhirnya aku tiba di bandara internasional Auckland.

Netra ku memandang sekeliling, asing. Tentu saja. Ini pertama kalinya aku bepergian dengan jarak yang sangat jauh.

Untuk beberapa saat, aku mendudukkan tubuhku di kursi ruang tunggu bandara. Mencoba memantapkan hati dan menjernihkan pikiran.

Setelah mulai tenang, aku bangkit lalu menggenggam erat koperku. Tekadku bulat menjalani kehidupan baru di negara dengan pemandangan yang sangat indah ini. Rasa sakit yang di berikan oleh Wyn dan Gerrard di waktu bersamaan membuatku semakin yakin untuk tidak akan pernah menemuinya lagi. Terpukul dan trauma, ku rasa itu adalah alasanku.

Benar kata Ludwig, hidup jauh tanpa bayang bayang pria pria jahat itu sedikit banyak menjadikanku bisa bernafas lega.

" Ganti nomor mu begitu tiba di sana. Jangan sampai Wyn atau Gerrard bisa melacak keberadaan mu."

Itu adalah kalimat terakhir yang Ludwig katakan saat mengantarku ke bandara.

Flashback on

Kembali teringat percakapanku dengan Ludwig di dalam kendaraan mewah miliknya beberapa saat sebelum aku terbang meninggalkan setiap kenangan yang sakitnya sangatlah dalam.

" Orang pertama yang akan aku hubungi begitu aku sudah tiba di sana adalah kamu." Kataku menatapnya dengan senyum.

" Terima kasih." Ucapnya singkat dan membalas senyumanku.

" Aku pergi, jaga dirimu Ludwig."

" Aku pasti akan sangat merindukanmu."

" Aku juga."

" Boleh aku memelukmu?" Katanya terdengar sungkan.

" Tentu saja."

Ludwig memeluk ku, pelukannya terasa sangat hangat. Semenjak kami bercerai, ku rasa Ludwig memperlihatkan sifat aslinya. Dia sebenarnya pria yang sangat baik. Jujur, aku sudah pernah merasakan perlakuannya yang terkadang begitu hangat padaku.

" Nanti Maia yang akan menjemputmu." Katanya di sela pelukannya.

" Maia? siapa dia?"

" Sepupu ku. Kau tenang saja, Maia tidak mengenal keluarga Weber satu pun kecuali aku dan ibuku. Dia tidak pernah bertemu dengan Wyn. Dan dari dulu, bahkan sebelum Maia lahir, paman dan bibi ku memang sudah tinggal di Auckland."

" Baiklah, terima kasih Ludwig." Ucapku lalu melepas pelukannya.

" Aku memakai nama Clara di tiket pesawat dan paspor mu. Itu ku lakukan untuk berjaga jaga jika Wyn maupun Gerrard tiba tiba saja melacak kepergianmu. Dan ganti nomor mu begitu tiba di sana.

Aku menatapnya sendu, kalimat terakhir dan tindakannya itu sangat membuatku tersentuh, bahkan dia sampai memikirkan hal sedetail itu.

Kami berpisah, dia tidak mengantarku masuk karena aku menolaknya. Ku kenakan hoodie besar dengan penutup kepala untuk membuat penyamaran ku sempurna. Karena jika sesuai prediksi Ludwig, anak buah Wyn ataupun Gerrard pasti akan terus mengikuti ku.

Flashback off.

*

*

Arthur berjalan tergesa menghampiri Gerrard yang berada di ruang kerjanya. Ia duduk sembari mengetukkan jari jari tangannya di meja.

" Tuan, kita kehilangan jejak." Lapor Arthur bersamaan dengan berakhirnya ketukan Gerrard di meja kerjanya.

" Bagaimana bisa? Kau bilang dia ke London kan? Bagaimana cara kerja anak buahmu sampai tidak bisa menemukan seorang wanita?"

Arthur terdiam, suara dingin mengintimidasi yang dia dengar dari Gerrard membuat nyali Arthur menciut.

" Saya akan mencarinya lagi tuan."

" Lakukan ! Aku tunggu berita baikmu."

Arthur menundukkan kepala kemudian berlalu dari hadapan Gerrard.

Gerrard menghela nafas panjang. Netranya menatap lurus ke depan, entah apa yang dia pikirkan, yang pasti itu sangat pelik, karena sesekali helaan nafasnya terdengar sangat kuat di sertai tangan yang memijit kedua pelipisnya.

Setelah cukup lama dia mendekam di dalam ruang kerjanya, ia bangkit dan melangkah ke luar. Ponsel di tangan kanannya tiba tiba saja berbunyi. Gerrard menatap layar dan seketika menghentikan langkahnya.

Kedua sudut bibirnya tertarik keatas melihat nama yang tertera di layar gawainya. " Kau seperti bisa membaca pikiranku, karena aku baru berencana menghubungi mu tapi kau sudah melakukannya duluan." Gumamnya sebelum menjawab panggilan tersebut.

" Apa kabarmu kakak ipar?"

" Tidak usah terlalu sopan."

" Oh,, itu hanya sapaan belaka, jangan di anggap serius." Kata Gerrard masih dengan senyum yang menghiasi bibirnya, hanya saja, kalimat yang dia lontarkan itu terkesan mengejek lawan bicaranya.

" Kau di mana?" Tanya Wyn.

" Kenapa kau menanyakan keberadaan ku? Apa kau takut aku sedang tidur dengan kekasih hatimu?" Gerrard memprovokasi Wyn.

" Cepat jawab!"

" Temui aku di tempat biasa." Kata Gerrard mengakhiri panggilannya.

*

*

Gerrard menghampiri Wyn yang sudah lebih dulu menunggunya.

" Emili, bawa dia padaku sekarang juga!" Cecar Wyn begitu Gerrard baru saja mendudukkan tubuhnya tepat di hadapan Wyn.

" Ku pikir kau jauh jauh terbang dari Berlin ingin bertemu dengan Fritz, ternyata tidak." Gerrard menyindir Wyn.

" Tidak usah banyak bicara, cepat bawa dia padaku ! "

" Untuk apa?"

" Kau masih bertanya? Tentu saja karena dia milikku."

Gerrard seketika tertawa. Tawa yang cukup menyeramkan. " Kau yakin?"

" Jelas, aku sangat mencintainya."

" Kau harus bedakan cinta dengan obsesi kakak ipar. Tapi ku rasa kau sulit membedakannya, karena kakakku harus menderita karena ketidak setiaan mu. Kau mengkhianati nya dan memilih wanita simpananmu itu!"

" Jaga bicara mu Gerrard!! "

" Kenapa? Kau tidak terima aku sudah lebih dulu menidurinya? Kasian sekali kau."

Wyn tak mampu menahan amarahnya, dia bangkit dan mendorong meja makan itu dengan kuat. Tangan kanannya kini sudah memegangi kerah kemeja Gerrard yang masih dalam posisi duduk.

" Sudah ku katakan, jaga bicaramu...Atau kau mau menyusul Laura sekarang juga. Heh !?"

Raut wajah Gerrard berubah merah padam, senyum sinis yang dia pasang sejak tadi hilang. Matanya menatap tajam ke arah Wyn.

Gerrard meletakkan salah satu tangannya di atas tangan Wyn yang menarik kerah bajunya, dan sekali hentakan, tangan Wyn dengan mudah terlepas begitu saja.

" Sepertinya, kau sudah bosan jadi penerus W grup. Katakan saja padaku kapan kau mau, karena aku tidak akan segan segan mengubur mu hidup hidup!"

Gerrard melangkah menjauhi Wyn. Berdekatan dengan mantan kakak iparnya itu selalu saja berhasil membuat tekanan darahnya meningkat tajam.

Namun, Gerrard menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Wyn yang masih berjarak cukup dekat dengannya." Aku rasa kau sangat penasaran bagaimana malam panasku dengan Emilia. Baik, ku ceritakan sedikit saja kalau ternyata kekasih hatimu itu sangat mengesankan. Andai dia ada bersamaku, aku tidak akan melepasnya dan akan ku buat dia menjerit di atas kasurku dan menyebut namaku di sela sela kenikmatan yang ku berikan."

Wyn mengepalkan kedua tangannya setelah di provokasi oleh Gerrard, sementara pria tampan itu sudah menghilang dari balik pintu sembari tersenyum puas.

Gerrard masuk ke dalam mobil.

" Cari Emilia !" Perintah Gerrard.

" Baik tuan."

" Dan jangan sampai Wyn yang lebih dulu menemukannya. Aku yakin Emilia bersembunyi di suatu tempat, atau bisa jadi dia sudah tau yang sebenarnya." Perintah Gerrard.

" Baik tuan."

Rolls-Royce hitam tersebut melaju dengan kecepatan sedang. Membelah jalan raya kota Amsterdam yang masih sangat padat. Penumpang di dalamnya nampak tidak tenang. Gerrard mulai menerka nerka, kemana kira kira Emilia pergi.

" Apa kau tau siapa saja teman Emilia?" Tanya Gerrard.

" Nona Emilia termasuk tipikal yang tertutup, dan dari hasil penyelidikan sebelumnya, nona Emilia hanya punya satu orang teman."

" Siapa?"

" Heidi Baecker."

" Heidi? Bukankah dia wanita yang sama yang bekerja di QM Munich?"

" Benar sekali tuan."

" Ok, kita akan bertemu dengannya."

" Jadi kita ke kantor atau ke bandara tuan?"

" Menurut mu?"

" Saya mengerti tuan."

Mobil mewah itu memotong jalan dan merubah arah tujuannya.

Bandara......

...****************...

1
Jumi Eko
Bagus
Risma Surullah
aq suka nyonya daysi 😄😄
Asriani Bfc1
ceritanya tdk berlanjut padahal bagus ..aku suka..jd penasaran
Yekin Yong
Lo...ngak sambung lagi ceritanya?
Pujierde
ternyata masih bersambung yaaa😁 apakah ge dan emi akan bersatu ? msh nunggu lanjutannya penisirin dg lanjutannya krn heidi dan maia akan berjodoh dgn siapa yaks? apakah heidi dg arthur dan maia dg willy ? di tunggu lanjutannya ya kak author sehat selalu dan semangaaaat
Pujierde
bisa kena tatapan tajam ato kena omelan dari gerrard ney 😂😂
Pujierde
apakah gerrard gak melihat kemiripan sophia dg dirinya kan kata ny daisy sophia mirip daddynya
Pujierde
seperti kata orang dunia tidak selebar daun kelor 😁😁 ternyata abangnya will nikah dg sepupu ludwig
Pujierde
aduh jangan cepet ketemu lah
Pujierde
bisa ya orang tua kaya begitu terhadap anaknya hellowwww belum tentu anak laki" bisa mandiri seperti anak perempuan belum tentu anak laki" bisa pintar dan cerdas seperti anak perempuan bisa jadi malah anak laki" yang kelak menghancurkan perusahaan yang anda bangun
ren_iren
bagus
Neneng Sumiati
pdhl anak u gerald
Ma Malikha
ayo up kk
3 dhi: 😅😅aduh, yang sabar ya kakak🙏🙏🙏
total 1 replies
Kurniawati Nita
Kecewa
Kurniawati Nita
Buruk
Ma Malikha
sibuk ya kak.. lama gak up..
ayo doong... tamatin..
semangat🔛🔥🔛🔥🔛🔥🔛🔥🔛🔥
Bunda Aish
lho cerita nya masih nggantung ya?😁
3 dhi: iya kak, nanti balik lagi jenguk si Emi,,aku di Keluarga Brawijaya dl ya😍😍
total 1 replies
Bunda Aish
belajar sono bagaimana cara minta maaf yang benar
Bunda Aish
😀😀😀 yang kamu katain mati itu temannya lho Maia
Bunda Aish
CEO kok pikiran nya picik begitu,yang salah siapa balas dendam nya ke siapa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!