Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku, lanjut ke cerita MY First Love Is A Mafia, lalu Satu Malam di tahun Baru, terlebih dahulu. Supaya alurnya nyambung.
Daniella Katherina tidak pernah menyangka kalau dia hanyalah anak kandung seorang pembantu yang bekerja di kediaman orang tua angkatnya. Orang tua angkat yang selama ini Daniella anggap sebagai orang tua kandungnya.
Daniella merasa tidak pantas menikah dengan sang kekasih yang notabenenya adalah salah satu pewaris Gultom group. Daniella memutuskan pertunangan mereka dan pergi keluar negeri meninggalkan sejuta luka di hati Prince Ocean Arnold. Putra pertama Karina Fransiska Arnold.
Bertahun-tahun berpisah membuat api dendam tumbuh membara di hati Sean. Hingga pertemuan pertama mereka di acara reunian kampus membuat Sean tanpa berperasaan mempermalukan Daniella hingga menjadi bahan olok-olokan banyak orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Korea
Sean turun ke lantai satu saat hari mulai gelap. Ia berniat makan malam di restoran Italia yang tak jauh dari hotel.
"Tunggu!"
Daniella, Harry dan Charles langsung masuk ke dalam lift saat pintu lift terbuka kembali.
"Tuan..." lirih ketiganya secara bersamaan. Mereka berniat keluar dari lift detik itu juga. Namun, tatapan tajam Sean seakan memperingatkan mereka untuk tidak keluar dari dalam lift.
Tiba di lantai bawah. Seorang wanita tersenyum tipis menghampiri Sean. Wanita itu adalah Park Somi selaku sekretaris rekan bisnis Sean.
"Nona, mengapa Anda datang kesini?" tanya Harry dengan wajah bingung.
"Aku yang memintanya datang ke hotel." kata Sean menjawab pertanyaan Harry.
"Saya akan membawa kalian ke restoran Italia yang berlokasi tidak jauh dari hotel." ujar Park Somi tersenyum tipis menatap ketiganya.
Sean melangkah terlebih dahulu keluar dari hotel. Park Somi mengikuti langkah Sean berjalan sejajar di sampingnya.
"Kita tidak perlu naik mobil menuju restoran itu. Kita hanya membutuhkan waktu lima menit berjalan kaki agar tiba di restoran Italia yang saya maksud." celetuk Park Somi saat menyadari arah langkah Daniella, Harry dan Charles kearah parkiran.
Daniella terdiam beberapa saat memperhatikan kedekatan keduanya dari belakang. Ia berulang kali menghela napas berat melihat keakraban keduanya.
"Ternyata setelah lima tahun tidak bersama sikap Sean sudah berubah jauh." gumam Daniella dalam hati mengikuti langkah Charles dan Harry dari belakang.
Tiba-tiba ponsel Daniella berdering. Ia menghentikan langkahnya dan meminta Harry dan Charles masuk terlebih dahulu ke dalam restoran.
Meskipun kartu data Daniella tidak bisa digunakan di luar negeri. Namun, Daniella masih bisa mengakses data internet di Korea. Karena kebetulan tadi sore Daniella membeli paket roaming internasional untuk mengakses internet tanpa kartu data.
Daniella tersenyum hangat saat melihat nama si penelepon.
"Halo?"
[Mommy! Kami begitu merindukan mu.] ujar Zayan duduk di sebelah kanan Zayn, adik Daniella.
Sementara Xavi tidak terlihat batang hidungnya disana.
"Mommy juga merindukan kalian. Rasanya seperti sudah setahun tidak bertemu dengan kalian. Padahal Mommy baru pergi dari tadi subuh." kata Daniella ikut sedih melihat wajah sedih putrinya.
"Dimana saudaramu? Apa dia tidak merindukan Mommy?" tanya Daniella mencari keberadaan putranya.
"Xavi ada di kamar sedang berkutik dengan komputer kesayangannya."kata Zayan kepada ibunya.
"Jangan mengadu yang tidak-tidak kepada Mommy! Aku tahu kau sedang kesal padaku karena mengacuhkan mu sepanjang hari." kata Xavi duduk di samping kiri Zayn.
"Halo, Mom? Apa kalian sudah tiba di Korea?" tanya Xavi menatap wajah ibunya dengan tatapan teduh.
"Ya. Kami sedang berjalan menuju restoran Italia. Bagaimana dengan kalian? Apa kalian sudah sarapan?" tanya Daniella sembari menatap lurus ke seberang jalan.
"Kami sudah sarapan bersama Kakek, Nenek dan Uncle." kata Xavi menatap Zayn yang duduk di tengah-tengah mereka.
"Titip salam kepada Kakek dan Nenek. Mommy mau makan malam dulu bersama rekan kerja, Mommy. Bye-bye." ujar Daniella mengakhiri panggilannya.
Daniella menghela napas beberapa saat sebelum masuk ke dalam restoran.
"Ella! Kemari." panggil Charles saat melihat Daniella masuk ke dalam restoran.
Charles mempersilahkan Daniella duduk di sampingnya. Daniella langsung duduk tanpa memperhatikan tatapan kedua pria yang duduk di seberang mereka berdua.
Harry berdehem pelan dan bertanya dengan ramah kepada Daniella. "Nona, Anda ingin makan apa?"
"Saya mau pesan Ossobuco alla milanese dan Gelato sebagai hidangan penutup." kata Daniella tersenyum tipis.
"Ternyata selera mu tidak pernah berubah." celetuk Sean tiba-tiba membuat Daniella tertegun.
"Apa kalian saling mengenal sebelumnya, Tuan?" tanya Harry dengan wajah penasaran.
"Ya. Kami hanya teman lama yang baru bertemu setelah bekerja di perusahaan yang sama." jawab Daniella dengan cepat.
Sean menatap wajah gugup Daniella dengan tatapan tajam.
Tak beberapa lama seorang pelayan mendorong troli kearah mereka.
"Lebih baik kita makan malam terlebih dahulu. Aku sudah merasa lapar sejak tadi sore." celetuk Harry tersenyum lebar menatap wajah dingin Sean.
Sean menghela napas mendengar perkataan sekretarisnya.
"Makanlah." ujarnya setelah pelayan menyajikan makanan pesanan mereka di atas meja.
Disisi lain
Sekembalinya dari markas Black Mamba. Ocean dan Oscar tanpa sengaja berpapasan dengan Karina di depan mansion.
"Madre mau pergi kemana?" tanya Oscar menghentikan langkah ibunya.
Karina hanya melirik sekilas kearah suaminya sebelum menjawab pertanyaan putranya.
"Madre mau berangkat ke Milan menemui cucu Madre." ujar Karina kembali melanjutkan langkahnya.
Ocean cukup terkejut mendengar perkataan istrinya. Dengan wajah panik Ocean mengejar langkah istrinya.
"Sayang, jangan pergi tanpa pamit seperti ini." ujar Ocean dengan wajah memelas.
Karina sama sekali tidak memperdulikan perkataan suaminya. Ia benar-benar sudah ingin bertemu dengan kedua cucunya. Apa lagi setelah tahu kalau cucunya menetap di Milan bukan di China.
Ocean memeluk pinggang istrinya dari belakang saat Karina ingin masuk ke dalam mobil.
"Maafkan aku. Aku tahu aku salah. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Maafkan aku. Aku tahu kesalahan yang aku perbuat sangat melukai hati kalian. Tolong jangan seperti ini."
Karina sebenarnya tidak tega bersikap cuek kepada suaminya. Namun, kesalahan Ocean benar-benar fatal.
Bagaimana jika Sean mengetahui masalah ini. Bukankah putra mereka akan frustasi dan stres mengetahui semuanya. Apa lagi Sean sudah beberapa kali menyakiti hati ibu dari anak-anaknya. Bahkan anak kandungnya sendiri sudah Sean cap sebagai anak haram di depan wajah Daniella yang sudah melahirkan kedua anaknya dengan susah payah.
"Menurut kamu seberapa besar rasa kecewa yang akan dirasakan Sean setelah mengetahui masalah ini?" lirih Karina dengan mata berkaca-kaca. Ia sudah membayangkan bagaimana sikap Sean setelah mengetahui masalah ini.
"Lima tahun bukanlah waktu yang singkat, Cean. Kamu menyembunyikan semuanya selama lima tahun." tambah Karina meneteskan air mata.
"25 tahun lalu aku memutuskan menikah lagi dengan mu karena aku sadar ketiga anak kembar kita membutuhkan sosok seorang ayah di hidup mereka. Lalu bagaimana dengan kedua cucu kita? Apakah mereka tidak membutuhkan sosok seorang ayah seperti ketiga anak kembar kita dimasa lalu?"
"Mengapa kamu harus mengulang kesalahan yang sama dan membawa kita kembali ke masa lalu?"
Karina membalikkan tubuhnya dan menatap Ocean dengan air mata berlinang.
"Mengapa kamu bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya. Hatiku sakit memikirkan konsekuensi apa yang akan terjadi setelah Sean mengetahui semuanya. Aku takut Sean lebih memilih Daniella dan kedua anaknya dibandingkan keluarga kandungnya."
Ocean dengan cepat memeluk tubuh bergetar istrinya.
"Aku janji. Aku akan memperbaiki semuanya secepatnya. Tolong jangan bersikap seperti ini. Aku tidak ingin membuatmu sedih." kata Ocean berulang kali mengecup kepala istrinya agar lebih tenang.
andreas kapan tobat?
sukses dan sehat selalu Thor