"Ra, lo liat sahabat lo sakit Ra.. dia kehilangan lo disisinya. Gue nggak tahu kehidupan Gema di hari berikutnya tanpa lo di sisinya... Dia akan menjadi manusia versi apa, gue tahu lo capek, lo sakit, lo menderita dan lo pilih pergi dari neraka ini, keputusan lo tepat ra.."
"Tapi bagi Gema itu semua nggak tepat, dia akan jauh lebih sakit ketika lo nggak ada di sisinya lagi. Gue berharap Gema bisa menjalani hari - hari selanjutnya tanpa lo walaupun itu mustahil, dan gue berharap lo disana bahagia Ra... Dan sering - sering untuk datang ke mimpinya Gema Ra"
" Selamat tinggal Tiara Arabella.."
.
.
.
.
Jangan lupa ramaikan!
Yang ngak suka SKIP!!
Terima kasih~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonya_860, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
"Em ini jalannya kemana yah kak King?" Bingung Ara, dia terlalu bersemangat hinga melupakan jika dia adalah orang baru di bangunan ini, yang belum tahu seluk beluknya.
"Ekhem jalan nya lewat sini baby," Gabriel menetralkan kembali perasaannya dan dia berjalan dengan menarik tangan Ara pelan.
"Ck, baru pengangan tangan aja jantung gue udah disko, apa lagi jika di cium bisa - bisa serangan jantung gue. Dasar gadis nakal," batin Gabriel dengan tersenyum smirk.
"Kak? Ara masuk kelas sepuluh apa sih kak?"
"Kak?"
"Kak King!!" geram Ara sudah sedari tadi dirinya pangil namun sang punya nama malah bengong!
"Eh iya kenapa baby? Maaf tadi tidak dengar," gumam Gabriel yang sudah sadar dari lamuan nya.
"Kelas Ara yang mana kak? Ara masuk kelas Apa?" tanya Ara mengulang perkataannya tadi yang belum di jawab oleh Gabriel.
"Kamu kelas sepuluh IPA 3 baby," jawab Gabriel
"Masih jauh ngak kak kelas nya?"
Gabriel mengentikan langkah kakinya, hal itu membuat Ara juga berhenti dan menatap Gabriel bingung, sudah sampai kah? "Kenapa? Kamu capek? Mau di gendong aja?" tawar Gabriel dengan menatap Ara lembut.
"Hah? Eh engak kak, Ara ngak capek Ara cuman nanya aja.. Ngak sabar soal nya" jawab Ara dengan kikuk, sangat - sangat... Hais,
"Sebentar lagi sam_ nah itu kelas kamu baby," tunjuk Gabriel
Ara melepaskan genggaman tangannya pada Gabriel dan berlari kecil mendekati pintu kelasnya, hal itu membuat Gabriel murung..
Padahal sudah nyaman, kenapa harus di lepas??
"Pintunya boleh di buka ngak kak King?" tanya Ara, pasalnya pintu kelas masih tertutup rapat walau pun tidak di kunci.
"Tentu baby," Ara tersenyum senang dirinya langsung meraih gagang pintu dan membukanya pelan,
Ceklek,
"Wow.." takjub Ara saat melihat kelas nya, bersih, rapi, dan lagi banyak hiasan dinding yang tertempel di sana.
Ara membawa langkah mungilnya menuju bangku yang ada di dekat jendela yang mengarah langsung ke lapangan, "Ara mau duduk di sini deh biar bisa liat lapangan langsung" celetuk Ara, dia akan menandai bangku ini.
Besok dia akan berangkat pagi - pagi buta agar bangkunya tidak di duduki orang lain, biasalah kalau siswa awal masuk sekolah pasti akan berangkat pagi jika tidak ingin berebut bangku...
Kalian juga tidak?? Kalau aku sih tidak, karena teman aku yang berangkat pagi dan milih tempat untuk di duduki bareng.. Biasalah janjian.. hahaha..
Gabriel menganggukkan kepalanya, dia mengeluarkan label nama berwarna biru dari saku baju nya dan menyerahkannya pada Ara.
"Ini nama Ara!" ucap Ara saat menatap label yang di sodorkan oleh Gabriel.
"Tempel di sisi meja baby," ucap Gabriel, Ara memandang Gabriel dan label nama bergantian dengan bingung. Untuk apa?
Melihat kebingungan gadisnya alhasil Gabriel mengambil label di tangan Ara, membuka perekatnya dan kembali menyerahkannya ke Ara.
"Sebagai tanda jika bangku ini sudah ada yang menempati," ucap Gabriel, Ara membulatkan mulut nya mengerti. Dia mengerti sekarang.
"Gue aja dulu kalau mau duduk di bangku paling belakang besok pagi nya harus dateng pagi biar bisa duduk di situ, lah ini di pasang label nama? Sunguh berbeza ya kawan berbeza!" batin Ara kagum,
Ara menempelkan label namanya di sisi ujung meja bagian atas nya, "Beres" gumam Ara dengan bertepuk tangan kecil,
Mata Ara menatap sekeliling meja, kemudia tatapannya mengarah ka Gabriel yang juga menatap nya.
"Kak, kok meja yang lain belum ada namanya?" tanya Ara penasaran,
"Mereka masih berkeliling baby, mau keliling hum?" Ajak Gabriel,
"Engak ah, males, capek" ucap Ara seadanya.. Sekolah segede ini dan dia berkeliling seperti anak hilang? Ah yang benar saja, dari pada menguras energi mending dia duduk diam di sini.. Masalah letak ruangan yang ada di sekolah nanti saja dia tanyakan ke Kayla, karena tadi dia sudah bertukar nomer.
Gabriel menganguk setuju, lagian dirinya juga tidak akan mengizinkan gadisnya untuk berkeliling sekolah. Dia takut nanti gadisnya kelelahan walaupun dia selalu siap mengendong gadis nya, namun sama saja dia tak mau gadis nya capek - cepek jalan untuk melihat ruangan yang membosankan.
Gabriel menggenggam salah satu telapak tangan nya, "Ayo," ajak nya,
"Eh mau kemana kak?" heran Ara, apakah dia akan di ajak keliling sekolahan juga? Jika iya maka itu sangat...
"Sudah, ikut saja baby" Ara hanya mengikuti langkah Gabriel yang entah membawa nya ke mana.
Sementara Ara, dia tengah sibuk mengedarkan bola matanya dengan menatap kanan kiri bangunan yang dia lalui..
"Loh, Rooftop?" gunam Ara, ternyata Gabriel membawanya ke rooftop dia pikir akan mengajak nya mengelilingi sekolah.
Dan sial nya di rooftop ini tidak hanya mereka berdua tetapi..
"Di cariin kemana ternyata lagi asik pacaran" celetuk salah satu pemuda yang duduk di kursi kayu,
"Pantesan bolos pelajaran ternyata nyamperin pacar nya" celetuk yang lain,
Gluk,
"Ha—"