NovelToon NovelToon
Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Kultivasi Immortal

Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Kultivasi Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Misteri / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Harem / Romansa Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

"Kau akan dibunuh oleh orang yang paling kau cintai."

Chen Huang, si jenius yang berhenti di puncak. Di usia sembilan tahun ia mencapai Dou Zhi Qi Bintang 5, tetapi sejak usia dua belas tahun, bakatnya membeku, dan gelarnya berubah menjadi 'Sampah'.

​Ditinggalkan orang tua dan diselimuti cemoohan, ia hanya menemukan kehangatan di tempat Kepala Desa. Setiap hari adalah pertarungan melawan kata-kata meremehkan yang menusuk.

​Titik balik datang di ambang keputusasaan, saat mencari obat, ia menemukan Pedang Merah misterius. Senjata kuno dengan aura aneh ini bukan hanya menjanjikan kekuatan, tetapi juga mengancam untuk merobek takdirnya.

Bagian 1: Gerbang Dimensi Harta ~ 26 Chapter

Bagian 2: Aliansi Xuan Timur vs Wilayah Asing ~ ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Bermain Bersama Yun Yuan Bagian I

Cahaya fajar menyusup malu-malu melalui celah tirai yang tersingkap, membasuh seisi kamar dengan rona keemasan yang hangat. Udara segar yang dibawa embun pagi berhembus pelan, membelai sudut-sudut ruangan yang sederhana namun menyimpan aura ketenangan yang magis.

Di sana, di atas hamparan sprei sutra putih yang kontras dengan bayang-bayang pagi, Chen Huang terbaring kaku.

Guratan kelelahan terukir dalam di keningnya, mencerminkan badai fisik dan batin yang baru saja ia lalui, seolah jiwa dan raganya baru saja ditarik paksa dari jurang keletihan yang tak berdasar.

​Perlahan, barisan bulu mata hitamnya yang lentik mulai bergetar ritmis. Kelopak mata itu terbuka dengan berat, menyingkap sepasang netra yang masih diselimuti kabut disorientasi.

Ia mengusap matanya kasar, mencoba menghalau buram yang menari-nasi di pandangannya. Namun, ketika bayangan langit-langit kayu yang sangat ia kenali mulai mengkristal dalam kesadaran, jantungnya berdegup kencang.

Dengan gerakan sentakan yang mendadak, ia bangkit duduk, membuat ranjangnya berderit pelan di tengah kesunyian.

​"Bagaimana bisa, bukankah aku saat itu pingsan di luar sekte," gumamnya, suaranya parau dan penuh keraguan.

​Kebingungan itu bagai kabut yang menyesakkan, namun seketika buyar saat kepalanya menoleh ke samping.

Di sana, duduk dengan keanggunan seorang dewi, seorang wanita dengan rambut kuning pucat yang berkilauan bak benang emas yang ditenun matahari.

Wajahnya adalah mahakarya penciptaan; kulitnya seputih susu, halus tanpa cela, dan pakaiannya yang longgar sengaja tersingkap di bahu, menampakkan lekuk bahu dan puncak dada yang memikat—sebuah pemandangan yang mampu menghentikan detak jantung pria manapun.

​Itu adalah Yun Yuan.

​"Hoo~ sudah bangun?" ucapnya, suaranya lembut namun mengandung nada menggoda yang tersamar.

​Wanita itu menutup buku di pangkuannya dengan gemulai, lalu bangkit dari kursi di dekat jendela.

Setiap langkahnya adalah tarian kecil yang memabukkan; pinggulnya berayun halus di balik kain tipis, memberikan siluet yang begitu sensual dalam cahaya pagi.

Ia mendekat, aroma harum tubuhnya yang seperti perpaduan herbal langka dan bunga melati mulai memenuhi indera penciuman Chen Huang. Tangan putihnya yang lentik terangkat, menyentuh dahi Chen Huang dengan lembut, sebuah kontak kulit yang mengirimkan gelenyar hangat ke seluruh tubuh pria itu.

​"Dou Qi stabil, kelihatan lebih baik dari sebelumnya." Ia menghela napas panjang, membuat dadanya yang indah naik turun dengan ritme yang menggoda. "Chen Huang... sebenarnya apa yang kau lakukan?"

​"Eum... aku sedang melatih teknik yang kuambil dari Paviliun Gulungan Langit. Lalu karena tidak tahan aku akhirnya pingsan, dan tidak ingat setelahnya."

​"Huh... orang-orang dari sekte menemukanmu. Lalu mereka membawamu kembali. Kau tau Dou Qi milikmu tersebar tak terkendali yang membuatmu tidak bisa bangun beberapa hari."

​"Beberapa hari! Bagaimana bisa?"

​"Lain kali, kalau mau melatih teknik semacam itu jangan melakukannya sembarangan!" Yun Yuan menjentingkan jemarinya tepat di dahi Chen Huang dengan manja.

​"Aduh." Chen Huang mengaduh, namun matanya tak bisa lepas dari tatapan Yun Yuan yang kini melembut.

​Yun Yuan terdiam sejenak, bahunya yang terbuka sedikit bergidik saat ia menghela napas panjang seolah membuang segala beban lelahnya.

​"Bagaimana kau bisa ada disini?" tanya Chen Huang, matanya mulai menelusuri sudut-sudut ruangan yang tampak terlalu feminin untuk menjadi asrama murid pria.

​"Bagaimana apanya? Ini kamarku."

​"Apaa! Jadi beberapa hari ini aku berada disini? Bagaimana dengan kamarku?"

​Ketakutan dan keterkejutan bercampur di wajah Chen Huang, menyadari ia telah menyusup ke tempat yang paling terlarang bagi pria di sekte mereka.

​"Tidak ada yang tau kau berada disini. Aku kebetulan bertemu orang-orang itu, lalu membawamu kesini. Tidak yakin kau bisa sembuh sendiri, aku menggunakan banyak herbal hanya untuk mengembalikan Dou Qi-mu yang terbuang sia-sia."

Yun Yuan menepuk kepalanya dengan gerakan yang lucu namun sensual. "Sial, banyak sekali yang kuhabiskan. Jika ini diriku yang dulu, aku tidak mungkin melakukannya."

​"Terima kasih."

​Kata-kata singkat itu meluncur tulus, membuat Yun Yuan sedikit tersentak.

Di balik keangkuhannya, ia merasa pengorbanannya baru saja terbayar dengan cara yang tak terduga. Matanya kini menatap dalam ke netra Chen Huang, bibirnya sedikit terbuka, membasahi bibir bawahnya dengan ujung lidah secara perlahan.

​"Kau ingin melakukannya?" bisik Yun Yuan, suaranya kini seberat madu yang mengalir.

​Chen Huang menoleh, memiringkan kepalanya dengan polos, namun gairah mulai membara di balik kebingungannya.

​"Itu... untuk memulihkan Dou Qi-mu, mungkin saja kita bisa menerobos ranah," ucap Yun Yuan sambil membuang muka, pipinya bersemu merah padam, memberikan kesan rapuh yang sangat menggoda.

"Itu?"

​Chen Huang menarik napas dalam, membiarkan oksigen memenuhi paru-parunya yang kini terasa panas.

Ia mengerti.

Tanpa kata, ia bangkit berdiri, menjulang di hadapan Yun Yuan. Perlahan, jemari Chen Huang merayap, menyentuh bahu Yun Yuan yang dingin sebelum turun dengan lembut ke lekukan lehernya yang jenjang.

​Wajah mereka semakin merapat hingga hidung mereka hampir bersentuhan.

Hembusan napas Yun Yuan yang harum dan hangat menerpa bibir Chen Huang, memicu lonjakan adrenalin yang tak tertahankan.

Tangan Chen Huang bergerak ke belakang tengkuk wanita itu, menyusup di antara helaian rambut kuning pucatnya, lalu dengan perlahan namun pasti, ia memiringkan kepala dan mengunci bibir Yun Yuan dalam sebuah ciuman yang dalam.

​Pertemuan bibir itu terasa begitu kenyal dan manis. Lidah mereka segera bertemu, memulai tarian intim di dalam rongga mulut. Chen Huang tidak lagi menahan diri; ia mendominasi, menjelajah setiap sudut dengan lidahnya, menyesap gairah yang mulai membuncah dari diri Yun Yuan.

​Sementara lidah mereka beradu, tangan kiri Chen Huang turun dengan liar, menyentuh gundukan lembut yang tersembunyi di balik kain pakaian Yun Yuan yang sudah hampir lepas.

Ia merasakan kelembutan dua bola indah yang kenyal itu di telapak tangannya. Perlahan, ia meremas payudara itu dengan ritme yang stabil, merasakan jantung Yun Yuan yang berdegup kencang tepat di bawah telapak tangannya.

​"Eum... ah..." ​Desahan Yun Yuan pecah di sela ciuman mereka, suaranya adalah melodi yang memabukkan.

Chen Huang melepaskan tautan bibir mereka sejenak, membiarkan benang saliva tipis terhubung di antara mereka sebelum ia mulai menciumi leher Yun Yuan dengan lapar.

Tangan kanannya kini ikut meremas payudara Yun Yuan yang satunya, memijat daging yang lembut itu dengan penuh damba.

​Dengan gerakan yang penuh kendali, tangan Chen Huang mulai melucuti pakaian Yun Yuan yang memang sudah setengah terbuka. Kain itu meluncur turun ke lantai tanpa suara, menyingkap tubuh bagian atas Yun Yuan yang sempurna.

Dua buah melon besar yang ranum kini berdiri tanpa penghalang, putih berkilau di bawah cahaya pagi dengan puncak puting berwarna merah muda yang mengeras karena gairah dan suhu udara yang dingin.

​Chen Huang memilin puting itu dengan ibu jari dan telunjuknya, memijitnya pelan, memicu getaran di sekujur tubuh Yun Yuan. Tanpa menunggu lama, ia menarik tubuh wanita itu, menjatuhkannya dengan lembut ke atas ranjang putih yang berantakan.

​"Ah..." punggung Yun Yuan menyentuh sprei, membuat tubuhnya melenting sedikit karena guncangan.

Di atas ranjang, tubuh Yun Yuan meliuk menggoda; pinggulnya bergerak gelisah, menciptakan gesekan halus pada seprai, keindahan Yun Yuan terpampang nyata.

Chen Huang segera menindihnya, meremas payudara bagian kanan dengan tangan kirinya, sementara bibirnya menempel pada payudara kiri. Ia menghisap puting merah muda itu dengan rakus, lidahnya memainkan puncaknya yang keras, sesekali giginya menggigit kecil dengan gemas.

​"Kyaa~ sakit," rintih Yun Yuan, namun tangannya justru semakin erat memeluk kepala Chen Huang, menekan pria itu lebih dalam ke dadanya, sementara pinggulnya mulai bergerak gelisah, berayun halus mengikuti insting purba yang kini membakar mereka berdua.

1
Azure Lia
sip...
Azure Lia
one hit inimah
ave
setu7 lanjutkan
Fiinnn
mantap
Fiinnn
/Sweat//Sweat//Sweat/
Fiinnn
peluang2/Sweat/
𝓨𝓾𝓻'𝓮𝓻 𝓑𝓾𝓽𝓽𝓮𝓻𝓯𝓵𝔂
baca apa ini/Sweat/
Peri Cecilia-chan: /Sweat/
total 1 replies
𝓨𝓾𝓻'𝓮𝓻 𝓑𝓾𝓽𝓽𝓮𝓻𝓯𝓵𝔂
mayan
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
lebih hot w
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
lagi lagi🗿
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
ouhhw
ᥱׅ꯱Ⴕᥲ
kureng hot
ᥱׅ꯱Ⴕᥲ
awal yg bagus
𝐘𝐮𝐧 𝐖𝐚𝐧𝐠𝐬𝐡𝐮?
okelah
𝐘𝐮𝐧 𝐖𝐚𝐧𝐠𝐬𝐡𝐮?
terbaca 24 ch mayan
Peri Cecilia-chan: yaiya lah orng yg nulis gw/Sweat/
total 1 replies
Berry
gak ada cover lain kah?
Peri Cecilia-chan: banyak ai nya yg ini, kek bahan gabut selagi aku masi nulis isekai slime, jdi kalau pening dan gada ide ya, kutulis random kesini, gada tujuannya ini novel
total 4 replies
Story
berapa kata di chapter ini?
Peri Cecilia-chan: 1200an
total 1 replies
Story
Lebih baik lewat dialog aja nggak sih tingkatan Kultivasinya🗿
Peri Cecilia-chan: entah kenapa aku pengen simpel aja kek sesepuh fantim yg laen🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!