NovelToon NovelToon
Jalan Yang Aku Pilih

Jalan Yang Aku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Cinta Murni
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: kak meyla

Nana Ayunda adalah gadis cantik yang ceria dan selalu mengutamakan kebahagian orang terdekatnya. Terutama Mama dan Abangnya.
Ia juga selalu menyingkat nama orang sesuka hatinya.

Nana menyukai sahabat kakaknya yang hanya dianggap adik olehnya, akankah Nana bisa mendapatkan cintanya yang penuh perjuangan itu? Atau akan dianggap seorang adik untuk selamanya?

ikuti kisah Nana Ayunda dengan penuh canda dan air mata.
Selamat membaca Terima kasih
mohon dukungannya🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak meyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Rena seperti ingin menggeplak kepala sahabatnya ini, dia seperti benar-benar tak punya rasa malu sedikit pun. Karena tak mendapatkan jawaban dari Rena, Nana kemudian diam saja dia juga mengerti jika sahabatnya sedang sakit tapi dia malah bertanya sesuatu yang tidak berbobot sama sekali.

Tak lama setelah Arit selesai makan, dia kemudian mendekat kepada mereka berdua. "Kalian sedang ngomongin apa sih, tadi berisik banget sekarang kenapa malah diem-dieman." Tanyanya dengan bingung melihat ke dua orang itu. Tapi yang di tanya tak ada yang menjawab sedikit pun. Di tengah keterdiaman mereka berdua tiba-tiba ada yang membuka pintu yang ternyata adalah dokter untuk memeriksa keadaan Renata.

Dokter kemudian datang dan memeriksa keadaan Renata dan menyatakan besok sudah boleh pulang, tentu saja mereka semua bahagia karena Rena sudah sehat, apalagi Rena sebenarnya sudah tidak betah berada di rumah sakit, dia rasanya dari kemarin ingin pulang tapi malah di suruh menginap untuk mengecek keadaannya.

Saat malam hari ponsel Nana berdering menandakan ada yang sedang menghubunginya, dia kemudian mengambil tasnya yang berada di atas Nakas, setelah melihat ternyata itu adalah Abangnya sendiri yaitu Siapa lagi kalau bukan Keri.

"Halo Assalamualaikum Bang." Sapanya dengan mengangkat telpon seperti biasanya.

"Waalaikumsalam. Maaf besok Abang tak bisa menjemputmu, kamu pulang naik taxi saja yah, tiba-tiba Abang besok ada pekerjaan mendadak sehingga tak bisa di ganggu." Nana hanya menghela nafas kasar, dalam hati Nana juga tak perlu di jemput dia bisa pulang sendiri, tapi Keri yang malah memaksa untuk menjemput dirinya.

Nana memang mengirim pesan kepada Keri jika Rena akan pulang besok, tapi Nana tidak mengatakan jika dia di minta di jemput oleh Abangnya, dia lebih memilih pulang sendiri dari pada di jemput, tapi namanya Keri dia memaksa untuk menjemput adiknya, mungkin takut jika sampai Nana datang menemui Zaidan jika ada kesempatan.

"Ia BangKe ngak apa-apa, lagian kita naik mobil Arit ko, jadi setelah Arit mengantar Renata ke rumahnya dia bisa mengantarku pulang sekalian."

"Baiklah jika seperti itu. Hati-hati besok pulangnya, ingat setelah itu pulang, jangan keluyuran dulu, Abang percaya padamu jika kamu tak akan melanggar janjimu." Ucapnya setelah memberi petuah Keri kemudian menutup telponnya. "Siapa juga mau keluyuran, emang Nana wanita apaan." Gerutunya dengan begitu kesal dengan perkataan Abangnya.

Keesokan harinya, Nana dan Arit mereka berdua keluar untuk mengurus administrasi untuk Rena, setelah itu dia segera menuju apotik untuk mengambil obat sebelum Rena pulang. Tapi tanpa sengaja tiba-tiba ada yang menabrak dirinya sehingga obat itu jatuh berhamburan. Tapi orang itu tak membantunya sama sekali, mungkin karena buru-buru dia hanya meminta maaf kemudian berlalu begitu saja, makanya Arit berinisiatif membantu Nana untuk memungut obat yang berserakan di lantai itu. Tapi ternyata dari kejauhan ada yang melihatnya dengan menatap tajam ke arah mereka berdua.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah pengusiran yang di lakukan oleh Keri, akhirnya Zaidan pergi dari kediaman Mama Puspa, Keri benar-benar puas memaki sesuka hatinya dan ternyata Zaidan tak membalas sedikit pun, dia hanya diam saja menerima makian dari kakak iparnya itu, antara sadar atau hanya malas bertengkar entah lah, hanya Zaidan yang tau.

Keesokan harinya...

Zaidan melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat yang kebetulan tempat di mana Aisyah bekerja, Karena akhir-akhir ini Zaidan sering sakit kepala makanya dia ingin memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu.

Tapi siapa sangka, saat Zaidan menunggu antrian dia malah melihat Nana dan Arit sedang saling tatap-tatapan dengan mengambil sebuah kantong keresek yang bisa Zaidan liat adalah resep obat. Karena tak kuat melihat mereka berdua, dia bermaksud untuk menghentikan itu, rasanya matanya sakit melihat mereka berdua bertatapan seperti di film romantis dan menurutnya sangat tidak etis jika Nana melakukan itu, apalagi dia sudah menikah.

Zaidan berdehem untuk membuat dua orang itu sadar akan kehadirannya, tapi malah tak di gubris sama sekali oleh dua orang itu, mereka malah saling tersenyum satu sama lain, karena merasa di abaikan oleh mereka, Zaidan menghempaskan tangan mereka berdua dengan kasar. "Lepaskan tangan istriku."

Sementara Nana yang melihat kehadiran Zaidan kemudian menoleh, dia tak menyangka akan bertemu Zaidan di sini.

Glek... Nana menelan ludahnya kasar.

1
Zhu Yun💫
Ya gak ngorbanin orang lain juga kali Ker,,, adil apanya, ya gak adil buat Aisyah lah 🙄🙄🙄

🌹🌹 buat kakak author biar semakin semangat update 💪🥰🥳🥳
Zhu Yun💫
Sadar Nad,,, dirimu sudah bersuami 🤧 sekarang enggan berkedip tapi dulu bisa berpaling 😜
Zhu Yun💫
good Nana 👍👍👍👍👍
Teteh Lia
🌹🌹 meluncur
Teteh Lia
kalian mau kabur gitu?
malah bakal bikin bang Keri tambah marah itu mah . 🤦‍♀️
Teteh Lia
sosok Kaka yang begitu menyayangi adiknya, dia ga mau adiknya di sakiti
Teteh Lia
Ngamuk beneran ini mah .. 😱
Zhu Yun💫
2🌹🌹 buat kakak author biar semangat update 💪🥰🥳🥳
Kak Meyla: Makasih banyak Kak🥰😍🙏
total 1 replies
Zhu Yun💫
Jangan nekad kamu Zaid,, mending kamu berjuang minta restu baik-baik. kalau kabur berarti kamu pengecut yang lari dari kenyataan, secara tidak langsung kamu tidak bisa menyelesaikan masalah. bagaimana keluarga Nana akan mempercayai kamu jika sikap kamu saja malah memilih lari dari masalah, bukan menyelesaikannya dengan baik. Sebagai suami dan kepala rumah tangga kamu harus memberikan contoh yang baik Zaidan,,,, 😁
Kak Meyla: Zaidan : Dari dulu emang aku pengecut😁🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
Keri bukannya nyelesein masalah, malah nambah masalah 😤😤
Zhu Yun💫
Sikap kalian berdua sama-sama menyakiti Nana,, beruntung Zaidan sudah tobat,, tobat maksiat 🤭😆😆✌️
Kak Meyla: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
begitu syuulliiitttt Ker,,, adikmu udah cinta setengah modar sih,,,, goyahlah dia, mana mau dia pisah sama si Zaid 😁
Kak Meyla: Nana Udah gila karena cinta🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Teteh Lia
🌹🌹🌹 meluncur .
Kak Meyla: Makasih banyak Kakak🙏🥰🥰
total 1 replies
Teteh Lia
Nah, kan...kan...kan... apa kubilang.. meleyot lagi, Nana ke zidan.
Kak Meyla: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Teteh Lia
mulut mu berbicara sesuai hati mu ..😩. ya gimana ya... Nana kan emang udah bucin dari dulu ya ..
Kak Meyla: Bener kak, susah berpaling😁
total 1 replies
Teteh Lia
setelah ini, aq yakin.. Nana bakal meleyot lagi ke Zaidan.
Kak Meyla: Susah Nana udah bucil pooolll🤣
total 1 replies
Teteh Lia
istri mu itu, Nana lho ya .. bukan Resty.
Teteh Lia
aq malah salut sama Aisyah. dia bener2 dukung Zaidan buat berjuang . saudara memang harusnya seperti itu
Teteh Lia
minimal usaha dululah... langsung meleyot gini... katanya nyesel... katanya cinta...

maaf ya, Kaka author. ikut esmosi baca nya 🙏
Teteh Lia
rumit di bikin sendiri... andai kamu bisa lebih bijak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!