NovelToon NovelToon
Gormod

Gormod

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Penyatuan dua dinasti bisnis raksasa melalui pernikahan mendadak Fank Manafe dan Renata Batistuta memaksa Ezzvaro dan Gabriel terjebak dalam satu atap sebagai saudara tiri.
Namun, di balik status formal itu, tersimpan sejarah kelam: mereka adalah mantan kekasih yang berpisah dengan luka menganga akibat pengkhianatan dan kecemburuan fatal tiga tahun lalu.
Ketika gairah terlarang dan dendam masa lalu mulai membakar batasan moral, mereka terseret ke dalam konspirasi bisnis yang berbahaya.
Di tengah desingan peluru dan pengkhianatan keluarga, Ezzvaro harus memilih antara melindungi wanita yang paling ia benci atau membiarkan dunia menghancurkannya.
Di dunia di mana "cinta adalah kelemahan dan kekuasaan adalah segalanya," kelebihan/melampaui batas akan memaksa mereka menghadapi pilihan tersulit: bersatu dalam kehancuran atau saling menghancurkan demi bertahan hidup 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#2

Ezzvaro melangkah mundur dari pintu kamar Gabriel dengan napas yang masih memburu. Koridor sayap timur Mayfair Mansion yang sunyi seolah ikut menghakimi setiap langkahnya yang berat. Ia masuk ke dalam kamarnya, membanting pintu, dan langsung menuju bar pribadi di sudut ruangan. Suara denting botol kristal yang beradu dengan gelas menjadi satu-satunya melodi di kamar luas yang dingin itu.

Ia menenggak scotch keduanya malam ini. Cairan amber itu membakar tenggorokannya, namun gagal mematikan api yang menyulut kepalanya. Ezzvaro melempar jas tuxedo-nya ke sembarang arah, melonggarkan dasi yang terasa seperti jerat gantung, dan menjatuhkan diri ke sofa kulit hitam.

Saat ia memejamkan mata, kegelapan justru membawa kembali proyektor masa lalu yang paling ia benci.

Kilas Balik: London, Tiga Tahun Lalu

Hujan badai menghantam atap apartemen mereka. Di dalam, suasana jauh lebih destruktif.

"Katakan padaku, Ez! Berapa kali kau tidur dengannya di belakangku?!" teriakan Gabriel melengking, memecah kesunyian malam. Wajahnya yang cantik memerah padam, air mata mengalir deras, namun matanya memancarkan kebencian yang murni.

Ezzvaro berdiri mematung di tengah ruangan, tangannya terangkat ke udara dalam posisi menyerah yang sia-sia. "Gab, demi Tuhan, dia asistenku! Kami hanya lembur untuk presentasi besok. Tidak ada apa pun!"

"Lembur?! Di hotel?! Aku melihat fotonya, Ez! Aku melihat kalian masuk ke sana!"

"Itu karena klien kita menginap di sana, Gabriel! Kenapa kau selalu melihat sisi terburuk dariku?" Ezzvaro mendekat, mencoba menyentuh bahu Gabriel, namun wanita itu menepisnya kasar seolah tangan Ezzvaro adalah bara api.

"Bukan hanya dia, kan? Teman-teman wanitamu di kampus, model-model yang sering mengirimimu pesan... Kau pikir aku buta? Kau tidak pernah puas hanya dengan satu wanita!"

Ezzvaro terdiam. Hatinya mencelos. Ia merasa seperti seorang terdakwa di pengadilan yang hakimnya telah menjatuhkan vonis sebelum sidang dimulai. Ia menatap Gabriel dengan tatapan yang hancur.

Kenapa kau tidak bisa percaya padaku seperti aku percaya padamu? Pertanyaan itu tertahan di tenggorokannya. Selama bertahun-tahun, Ezzvaro tidak pernah mempertanyakan ke mana Gabriel pergi, dengan siapa dia bicara, atau mengapa dia selalu memiliki aura misterius. Bagi Ezzvaro, cinta adalah penyerahan total. Ia memberikan 100 persen kepercayaannya pada Gabriel, menganggap wanita itu adalah pelabuhannya.

Namun bagi Gabriel, cinta adalah penjara ketakutan.

"Aku lelah, Gab," bisik Ezzvaro akhirnya. Suaranya kehilangan kekuatannya. "Aku sudah memberikan segalanya. Aku sudah membuktikan kesetiaanku berkali-kali, tapi kau tetap memilih untuk percaya pada imajinasimu yang sakit. Jika kau ingin aku menjadi penjahat dalam ceritamu, silakan. Aku menyerah."

Malam itu, Ezzvaro mengemasi kopernya. Ia pergi tanpa menoleh, meninggalkan Gabriel yang bersimpuh di lantai, meratapi cinta yang hancur oleh beban kecemburuan yang melampaui batas.

Kembali ke Masa Kini

Ezzvaro membuka matanya, menatap langit-langit kamar. Di sisi lain dinding ini, Gabriel sedang berbaring. Wanita yang sama yang merasa dikhianati karena Ezzvaro "begitu mudah" meninggalkannya. Gabriel tidak pernah paham bahwa kepergian Ezzvaro bukanlah tanda kurangnya cinta, melainkan tanda bahwa cintanya sudah habis terkuras untuk memohon kepercayaan yang tidak pernah diberikan.

Gabriel merasa dikhianati? Ezzvaro ingin tertawa getir. Gabriel-lah pengkhianat yang sebenarnya dalam hal kejujuran.

Selama bertahun-tahun mereka menjalin kasih, mereka sepakat untuk menyembunyikan nama belakang masing-masing. Mereka ingin dicintai sebagai diri mereka sendiri, bukan sebagai ahli waris. Namun, bagi Ezzvaro, integritas dalam hubungan adalah segalanya.

Ingatannya melayang pada malam paling panas yang pernah mereka lalui, beberapa bulan sebelum semuanya hancur.

Kamar apartemen mereka hanya diterangi oleh cahaya rembulan yang menembus jendela kaca besar. Udara terasa berat oleh sisa gairah. Keringat mereka masih menyatu, napas mereka saling memburu di atas seprai yang berantakan.

Ezzvaro memeluk Gabriel dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu wanita itu. Ia merasa pada saat itu, jiwa mereka benar-benar telah menyatu. Tidak ada rahasia yang layak disimpan dari orang yang baru saja berbagi kehidupan denganmu.

"Gab," bisik Ezzvaro, suaranya serak. "Aku ingin kau tahu siapa aku sebenarnya. Aku tidak ingin ada tembok lagi di antara kita."

Gabriel terdiam, tubuhnya menegang sesaat di dalam pelukan Ezzvaro. "Ez, kita sudah sepakat..."

"Persetan dengan kesepakatan itu," sela Ezzvaro lembut. Ia membalikkan tubuh Gabriel agar menghadapnya. "Namaku adalah Ezzvaro Manafe. Ayahku adalah Fank Manafe. Aku adalah pewaris dinasti yang kau benci karena kekuasaannya yang kasar. Tapi di hadapanmu, aku hanya Ez."

Gabriel menatap mata Ezzvaro lama sekali. Ada kilatan keraguan, ketakutan, dan sesuatu yang lebih gelap di sana. Ezzvaro menunggu. Ia mengharapkan Gabriel akan membalas kejujurannya. Ia mengharapkan wanita itu berkata, "Dan aku adalah Gabriel Batistuta."

Namun, Gabriel hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang kini disadari Ezzvaro adalah sebuah penyamaran.

"Bagiku, kau tetap Ez-ku," hanya itu jawaban Gabriel.

Dia tetap bungkam. Bahkan setelah bertahun-tahun berbagi tempat tidur, berbagi mimpi, dan berbagi rahasia terkecil tentang trauma masa kecil, Gabriel tetap menyimpan identitas 'Batistuta'-nya rapat-rapat. Dia membiarkan Ezzvaro telanjang secara identitas, sementara dia tetap memakai topengnya hingga hari terakhir mereka berpisah.

Ezzvaro bangkit dari sofa, berjalan menuju jendela yang menghadap ke taman mansion yang diguyur hujan.

"Kau tidak pernah jujur padaku, Gab," gumamnya pada kegelapan.

Ia sekarang menyadari betapa ironisnya hidup ini. Gabriel selalu menuduhnya berselingkuh secara fisik dengan wanita lain—sesuatu yang tidak pernah ia lakukan, sementara Gabriel sendiri melakukan perselingkuhan secara identitas. Dia menyembunyikan jati dirinya hingga mereka kini berdiri sebagai saudara tiri.

Di kamar sebelah, Gabriel mungkin sedang merencanakan cara untuk "menelan Ezzvaro hidup-hidup" sebagai balas dendam atas perpisahan mereka. Dia merasa dicampakkan begitu saja, tanpa menyadari bahwa kecurigaannya adalah racun yang membunuh Ezzvaro perlahan.

Bagi Gabriel, Ezzvaro adalah pria egois yang lari saat hubungan sedang sulit.

Bagi Ezzvaro, Gabriel adalah wanita misterius yang menuntut kejujuran mutlak namun hidup dalam kebohongan besar.

Kini, mereka berada di bawah atap yang sama. Tidak ada lagi rahasia nama belakang. Batistuta dan Manafe telah bersatu. Namun, kebencian yang lahir dari patah hati yang tak terselesaikan ini jauh lebih berbahaya daripada persaingan bisnis mana pun.

Ezzvaro menuangkan sisa scotch ke dalam gelasnya. Matanya berkilat dengan intensitas yang menakutkan. Jika Gabriel ingin bermain sebagai saudari yang menderita, maka Ezzvaro akan melayani permainan itu.

"Kau ingin neraka, Gabriel?" Ezzvaro menyesap minumannya, bibirnya membentuk seringai tipis yang dingin. "Akan kuberikan neraka yang paling indah untukmu."

Malam itu, di Mayfair Mansion, dua jiwa yang terluka hanya dibatasi oleh satu dinding marmer. Di satu sisi, ada pria yang hancur karena tidak dipercaya. Di sisi lain, ada wanita yang membenci karena merasa tidak dicintai dengan cukup.

Dan di antara mereka, ada bara api Gormod yang siap meledak, menghancurkan status "keluarga" yang baru saja mereka sandang.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
winpar
kerennnnn
winpar
pokoknya lnjut thorrrrrt💪💪💪💪
ros 🍂: ma'aciww kak😍
total 1 replies
winpar
hahhahHaa🤣🤣🤣
ros 🍂: Jangan ketawa sendiri kak🙏🤣🤣🤣
total 1 replies
winpar
bener2 seruuuuuuuuuu
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
yg ditunggu2 akhirny up jg💪
ros 🍂: semoga suka kak🥰🙏
total 1 replies
winpar
lnjut thorrr💪
ros 🍂: siapp kak🥰
total 1 replies
Mifta Nurjanah
cieee junior nya bngun wkwkwk
ros 🍂: Jangan dibongkar disini kak🙏🤣
total 1 replies
Lfa🩵🪽
Semangatt ✨
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
thor ceritanya selalu seru🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
@RearthaZ
awal cerita yang bagus thor
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!