Bagi Alexavier Barrack,jatuh cinta itu sangat sulit ,bagi nya cinta adalah nomor sekian dalam hidup nya .
mafia berdarah dingin dan datar ini kerap kali hanya menjadi kan wanita sebagai simpanan ataupun teman semalam nya saja.
lalu bagaimana jika Mafia kejam ini tiba-tiba bertemu dengan gadis menyebalkan dan Bar-bar yang selalu menolak nya?
akan kah seorang Mafia ini bisa membuat gadis tersebut jatuh hati pada nya?
Saksikan kisah nya yaa...
Jgn lupa Follow IG Othor .: Edeline_malika22
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAP_S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Ayo kerja lagi, satu jam dari sekarang harus sudah selesai!" Ketus Vier menatap seluruh anggota nya.
Ren yang melihat tatapan dan sikap Vier yang berubah sangat yakin jika semua ini karena istri nya tidak menghubungi nya dan membaca pesan nya.
Selama bekerja pun,Vier terlihat tidak fokus dan sering sekali terus melihat ke arah ponsel nya Sambil membuang kasar nafas nya.
"Kau yang benar saja!" Ketus Vier menatap tajam salah satu anggota nya." Mengerjakan begitu saja kau tak mampu,dimana isi kepala mu?" Ketus Vier dengan begitu emosi nya.
Anggota itu berdiri tegak dengan kepala tertunduk, tubuhnya bergetar menahan ketakutan. Dia tahu betul jika sepatah kata saja terlontar dari bibirnya, pasti akan mendapatkan hantaman keras dari tangan bosnya yang kejam. Tangannya berkeringat dingin, matanya tak berani menatap langsung wajah sang bos. Wajahnya terlihat tegang, berusaha keras untuk menjaga kesabarannya, tak ingin terpancing dalam situasi yang bisa membuat segalanya semakin buruk.
"Bos, sebaiknya istirahat dulu,tenang kan diri di rumah,aku akan mencari tahu dimana istri anda." Bisik Ren dengan hati-hati.
Seakan mendapatkan perhatian dan pengertian dari salah satu orang,Vier pun melirik ke arah Ren lalu berlalu meninggalkan ruangan tersebut begitu saja,pikiran pria itu memang hanya tertuju pada istri nya saja.
Di dalam perjalan pria tampan dan dingin itu terus saja memikirkan kenapa dan kemana istri nya,diri nya benar-benar tidak bisa tenang dengan apa yang terjadi saat ini.
"Lihat saja,aku akan mandi dan langsung terbang ke Mansion orang tua mu dan lihat saja,akan ku tanam bibit unggul ku malam ini di rahim mu !" Ketus Vier bergerutu.
Mobil dengan kecepatan tinggi itu membelah jalanan,hingga akhir nya Vier sampai di Mansion megah nya,kaki nya melangkah dengan langkah pelan karena memang diri nya sangat lelah selama tiga hari ini.
Sesampai nya dia di kamar nya,diri nya berendam dan menikmati air hangat , hari yang lelah ini akan dia akhiri dengan menyusul istri nya.
Setelah selesai diri nya pun memakai pakaian nya,sangat simpel,hanya kaos hitam dan celana jeans saja,pria tampan itu memakai jam tangan nya dan parfum nya lalu melangkah kan kaki nya keluar dari kamar nya.
"Kau sesuka mu saat aku membebaskan mu disana,dan apa? Kau pasti akan bepergian dengan pakaian kurang bahan mu itu !" Ketus sambil menatap pintu kamar Sery ,Vier lalu berjalan meninggalkan lantai kamar mereka.
"Mau kemana?" Ketus seseorang dari belakang Vier,suara itu terdengar sangat tidak ramah dan ketus,dan diri nya sangat mengenali suara tersebut.
Vier dengan cepat berbalik dan menatap sosok cantik yang tidak mengangkat panggilan nya,Vier mulai mencubit pipi nya,takut jika ini hanyalah sebuah halusinasi karena memang dia sangat merindukan istri nya.
"Kemana?" Ketus Serry kembali sambil berjalan mendekati Vier."aku bertanya dan kau malah mencubit pipi mu,yang benar saja!" Ketus nya dengan nada yang tidak ada keramahan nya sama sekali.
"Ale !" Ketus Serry sambil berteriak.
Alexavier langsung membuang kasar nafas nya,kali ini dia yakin dan percaya jika ini adalah benar istri nya yang berada di depan nya.
"Kemari lah,aku merindukan mu." Ujar Vier dengan nada lembut nya lalu mendekati istri nya,namun Serry langsung menghindari Vier sambil menatap nya tajam.
"Kenapa,kemari lah Baby aku merindu kan mu." Ujar pria tampan yang bersikap aneh dari biasa nya.
Serry hanya diam dan terus menghindari Vier,Vier yang memang sudah sangat ingin memeluk nya langsung mendekati nya,namun Serry berlari dengan cepat.
"Oh Come on,kita tidak lagi di Bollywood!" Gerutu Vier pada Serry.
Serry hanya diam dan melipat tangan nya di dada nya ,Vier yang melihat wajah marah istri nya hanya tersenyum memandangi nya sungguh gadis itu terlihat sangat cantik malam ini.
"Kemari lah,mendekat." Ucap Vier lembut.
Serry menggeleng kan kepala nya tanda jika diri nya tidak mau mendekati Vier,Vier membuang nafas nya panjang." Kemari atau aku akan membawa mu ke bathtub dan kita berendam!" Ketus Vier menatap tajam Serry.
Vier menatap tajam pada istri yang berdiri di hadapannya. Matanya berkilat, menunjukkan tekad yang kuat. Dia menggenggam ujung jari nya dengan erat, lalu mulai berbicara dengan nada dingin. "Kalau kau tidakk mau mendekat, aku terpaksa akan mengangkat mu dan kita akan berendam di bathtub,berdua.", dia mengancam.
Vier tahu dalam hatinya bahwa sejujurnya dia enggan mengancam Serry. Namun kali ini, dia yakin ancamannya akan berhasil. Sejenak, Serry menelan ludah sebelum akhirnya menuruti permintaan suaminya dengan perasaan enggan. Kedua bola mata menatap tajam Vier,Serry mengerutkan dahi menunjukkan kekalahan yang berat baginya.
Serry hanya berjalan dua langkah selebihnya dia diam di tempat,Vier yang melihat nya tersenyum tipis dan berjalan mendekati istri nya dengan cepat.
Vier menarik istri nya kedalam pelukan nya, memejamkan mata nya dan menikmati aroma rambut Serry yang menjadi candu bagi nya.
"Aku merindukan mu." Ucap Vier lembut.
"Berbohong." Jawab Serry dengan cepat sambil berusaha lepas dari pelukan Vier.
"Sstt... sebentar saja, Baby," bisik Vier lembut, matanya menatap dalam ke arah gadis cantik itu. Wajahnya memancarkan ketulusan, karena memang di lubuk hati paling dalam, ia benar-benar merindukan kehadiran gadis tersebut. "Aku sungguh merindukanmu," ujarnya lagi, nada suaranya penuh kehangatan, mencoba menyampaikan perasaan rindu yang menggebu itu melalui setiap kata yang terlontar.
Mata mereka saling bertemu,Vier dan Serry sama-sama larut dalam kerinduan mereka,Vier mendekati Serry,mendekati wajah nya dan menciu-m bibir istri nya dengan lembut, c*um-an itu kini berubah menjadi lebih menuntut,Serry paham benar dengan apa yang Vier lakukan saat ini.
"Sudah,jangan seperti itu." Rengek Serry saat tautan mereka terlepas.
Vier lalu menatap wajah Serry dan tersenyum tipis lalu mengelus kepala Serry dengan lembut sambil memeluk Serry sesekali.
"Kemana,aku menghubungi mu namun kau tidak menjawab atau membalas pesan ku,aku panik dan meminjam heli Daddy." Ujar Serry lembut.
"Meminjam ?" Ulang Vier dengan datar dan penasaran," kau membawa nya?" Tanya Vier dengan cepat.
Serry mengangguk kan kepala nya dan menatap wajah mengkerut Vier yang seakan-akan terkejut dengan apa yang dikatakan nya barusan.
"Wait,kau yang mengendarai heli?" Tanya Ulang Vier yang masih tidak percaya dengan kenyataan nya.
Lagi dan lagi Serry mengangguk kan kepala nya," Ya,dan kau besok harus memulangkan nya,aku lelah dan malas membawa nya kembali kesana!" Gerutu Serry menatap wajah Vier.
Vier membuang kasar nafas nya dan menatap Serry dengan tatapan mata yang sulit di artikan." Cantik, Bar-bar,dan ini satu lagi dia bisa mengendarai helikopter, lalu setelah nya apa lagi yang belum aku ketahui,Ren..kau sangat B*doh,mencari informasi tentang istri ku dulu tidak lengkap!" Gumam Vier dalam hati sambil terus menatap Serry.
***