NovelToon NovelToon
Unicorn

Unicorn

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Cintapertama
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: han sayang

"ini kisah gue dan rumit nya orang-orang di sekitar gue" - Han

Hidup Han mulai berubah setelah Yuna-Sahabat masa kecil nya- pindah ke sekolahnya. perlahan kisah cinta yang hanya sebuah rasa yg terpendam mulai bermekaran di masa SMA nya. siapa sangka teman teman nya saling berkaitan dengan kisah cintanya masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon han sayang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 [Always Care]

[Han POV]

Gue ngerasa sekarang si Changbin udah gak asik, dia makin mirip si Seungmin belakangan ini. Emang sih minggu depan udah masuk minggu UAS, tapi tumben benerr nih orang rajin belajar di sekolah. Doi juga keluar lagi dari ekskul musik yang nyebelinnya Chan atau Changbin nggak ngasih tau alasannya ke gue. Emang, si Chan itu kayaknya semua masalah siswa di sekolah ini dia yang handle kali ya, magang bantuin tugas guru BK.

Anyway, sepertinya sekarang ini, trio Pabo (Oon) kelas yang terdiri dari gue, Hyunjin, dan Changbin kini mulai memudar, karena si Hyunjin semakin rajin untuk berbucin yang biasanya ditolak, ditendang dan diusir tapi ini Ryujin sekarang anteng-anteng aja digangguin bahkan jadi ramah gitu, gue curiga Hyunjin udah mulai memutuskan pake pelet buat gadis itu, atau Ryujin udah capek emosi sama dia dan terpaksa menerima segala kekurangan temen gue itu. Sedangkan Changbin semakin mesra dengan Seungmin dan buku-buku mereka. Seungmin seperti menemukan belahan jiwanya yang mau ngedengerin dia ngejelasin materi pelajaran dan pergi ke perpus. Kata Yuna, Changbin juga sekarang ikut study group mereka. Tinggal gue yang tersisa di sini. Iya, gue ... si Lino juga sekarang jarang masuk kelas paling-paling kalo doi masuk langsung tidur, tanpa basa-basi dulu sama gue. Sedangkan Chan ... jangan ditanya, dia udah sibuk sana-sini ngurusin festival lalu saat di kelas malah ngebucin.

"Ini gue lagi dimusuhin kayaknya." Keluh gue di meja Yuna. Kini gue gabung sama Felix dan ciwi-ciwi kelas buat nonton drama atau sekedar ngerumpi, ada Yena juga di sini baru join setelah di ajak Yeji. Emang Yeji adalah pemersatu para cewek di kelas gue. Kharisma dan kepemimpinannya bukan maen ... Yeji juga sebagai wakil kelas setelah Chan. Ngomongin soal drama, mereka tentunya kaget karena gue hapal nama-nama aktor kesayangan mereka. Gimana gak hapal, tiap weekend gue quality time sama Yuna buat nonton drakor sampe muak lama-lama karena yang on going lagi ngga ada yang menarik.

"Kenapa? Geng lo bubar?" tanya Yeji sarkas.

"Noh liat si Lino, baru datang langsung molor. Changbin jadi rajin, merinding gue! Si Hyunjin juga kalo gak join Rowoon main ke kelas X dia ngebucin ke lo!" adu gue sambari menunjuk Ryujin yang juga ada di sana.

"Ohh jadi lo gak punya temen?" kata Yuna meledek. "Sukurin!"

"Udah bro santai, masih ada gue yang setia bersama lo," ucap Felix menepuk bahu gue.

"Huhuhu Iya emang kembaran gue doang yang paling setia, sini peluk!" kata gue mulai berdrama namum malah kena geplakan dari Yeji.

"Aw apa sih lo, cemburu gue mau pelukan sama Felix?!" kata gue sewot.

"Berisik lo, ngeluh mulu," kata Yeji sambil menatap gue kesal. Enggak ada baik-baik nya nih orang sama gue. Padahal kurang baik apa gue ke dia selama ini, selalu jadi badut disaat hatinya terluka, eaak .... oke ini prik banget.

Akhirnya gue dan Felix memutuskan untuk ngga gabung cewek-cewek yang udah ribut nge gosip tentang berita lahirannya anak Park Shin Hye. Kita berdua pergi ke ruang jurnalistik buat liat Felix rekaman siang ini. Sesampainya gue dan Felix di ruang jurnalistik, ternyata rollan ruangan siaran itu rusak, sehingga ngga bisa nyalain mic yang ada dalem ruang siaran itu karena stop kontak nya jauh, dan kita harus ke toko elektronik di depan sekolah buat beli rollan itu. Felix si ketua serba mandiri itu menarik gue buat ikut doi ke depan sekolah. Gue sih ngikut-ngikut aja. Selain karena gabut lumayan juga refreshing keluar sekolah. Bisa jajan es krim potong di luar.

"Ehh Han, itu Chaeryong!" ucap Felix ke gue saat kita baru keluar dari toko elektronik itu. gue mengikuti arah pandang pemuda itu dan mendapati Chaeryong yang berdiri bersama sepasang cewek-cowok yang saling bergandengan. Karena kita adalah manusia kepo. Gue dan Felix buru-buru menghampiri mereka.

"Sorry, dia cewek aku pas di Malang." Kata si Cowok. Wajah Chaeryong udah merah dengan tatapan yang kecewa banget liat cowok yang ngga gue kenal itu.

"Kamu selama ini pacaran sama dia karena ngga bisa LDR-an. Terus aku? Aku selalu jaga jarak sama cowok manapun karena aku punya kamu, tapi ini yang kamu lakuin?" kata Chaeryong yang mulai marah. Cewek itu melihat ke arah gue dan Felix yang udah berjalan ke arah mereka.

"Sorry banget Chaer ... gue beneran sayang sama lo. Tapi dia yang selalu ada saat gue susah di sana, lama-lama gue nyaman dan sayang sama dia." Kata pemuda itu yang bikin gue pengen nge lilit lehernya pake kabel rollan.

"Terus sekarang kamu mau apa?" kata gadis itu menyilangkan lengan di dadanya menatap dua pasangan itu marah. "Mau kita putus? Okey! Kita putus."

"Chaer!" sapa Felix riang dan nggak peka situasi itu. kita berdua bergegas berdiri di samping gadis itu.

"Sana pergi! Kita sekarang udah putus. Long last ya semoga lo gak bisa lagi nemuin cewek yang sebaik dan setia kaya gue," kata Chaeryong, gue sama Felix nyaris tepuk tangan dengernya.

"Ayo pergi!" suru Chaeryong pada gue dan Felix. Kita mengikuti Chaeryong masuk kembali ke dalam sekolah. Tak lupa Felix sempat berbalik untung mengacungkan jari tengah ke arah si cowok. Gue udah gak peduli sama tingkah absurd temen gue ini.

"Anjirr lo keren banget Chaer!" puji gue. "Emang cowok kaya gitu harus disumpahin biar kena tulah! Kalo tadi lo nangis gue sama Felix udah siap-siap mau ngelilit tu orang terus kita gelindingin di jalan!" kata gue masih menggebu-gebu.

"Setuju, keren banget lo!" sahut Felix. Chaeryong sedari tadi masih diem dan gak ngerespon apapun. Bikin gue sama Felix panik. Kita berdua liat wajah gadis itu yang udah keluar banyak air mata. Gue otomatis panik sama Felix.

"Ehh lo nangis? Aduh gimana ini!!" kata Felix kaget. Cowok itu langsung narik Chaeryong buat pergi ke bangku di taman sekolah.

"Chaer udah yaa lepasin aja cowok kaya gitu mah," hibur Felix, Chaeryong masih nangis dan menutup mukanya terisak.

"Jangan nangis ya, lupain aja dia mah." Gue gemes banget sama Felix yang daritadi ngebacot mulu nyuruh gadis itu tenang atau jangan nangis, mana bisa doi gak nangis abis mutusin cowoknya yang selingkuh! Akhirnya gue mengambil tindakan dengan menyingkirkan Felix dan duduk di sebelah gadis itu.

"Awas dulu lo!"

"Nangisin aja, kalo lo udah baikan kita anter lo cuci muka terus ke kelas." Kata gue pada gadis itu, Chaeryong mengangguk, gadis itu masih terisak beberapa saat.

"Dasar cowok sialan!"

"Tukang selingkuh!"

"Bangsat ... dia kira gue juga bisa LDR-an?"

"Kalo udah punya cewek di sana ngapain dia ke sini ngenalin cewek barunya."

"Bego!" kata Chaeryong yang masih terus memaki, Gue sama Felix ngangguk-ngangguk aja dengerin sumpah serapah dia. Sampe akhirnya Chaeryong udah berhenti nangis lalu Felix ngasih doi sapu tangan yang selalu dia kantongin di sweeter cowok itu.

"Nih lap air mata lo, udahh lega sekarang?" tanya Felix, Chaeryong mengangguk kemudian cowok itu ngusap kelapa Chaeryong yang lagi nunduk ngelap air matanya

Pemandangan cringe macam apa ini tuhan!! Batin gue yang tersiksa melihat momen masa muda yang penuh bunga itu.

"Gue ke kelas aja ya! Gak sanggup gue di sini," kata gue datar dan beranjak dari kursi, "Tenang aja, gue gak bakal ceritain yang tadi ke siapa-siapa." Lanjut gue.

"Thanks ya," kata Chaeryong tersenyum, gue mengangkat jempol buat gadis itu.

"Bye! Lo anterin Chaeryong cuci muka jangan lupa!" kata gue yang kemudian langsung kabur dari tempat itu.

Pada akhirnya semua orang akan menemui musim semi-nya di waktu yang tepat. Bagi Chaeryong, ini adalah musim hujan, tetapi bagi Felix yang telah mengalami musim gugur pemuda itu kini mulai melihat adanya musim semi buat dia. Sedangkan gue ... masih kemarau panjang kayaknya. Yeji masih belum move on dan gue makin rajin gelut sama dia, beginilah nasib seorang Han anak paling ganteng kesayangan bunda Yuna. Yang kini sedang berlari memasuki kelas dengan buru-buru.

Di tikungan koridor gue gak sengaja menginjak tali sepatu gue dan nyaris jatuh sampai ada tangan yang narik tangan gue dan nahan pinggang gue. Seperti adegan-adegan romance di webtoon-webtoon. Tangan itu narik dan nahan gue yang hampir nyusruk terjatuh. Saat gue liat mata orang itu yang ternyata Lino, gue langsung berdiri sambil ngucap istigfar.

"Astagfirullah pait-pait!" ucap gue syok.

****

[Aw-thor POV]

"Mau apa lagi lo?" tanya Lino pada Jungwoo dan teman-teman nya. Mereka bertemu di ruang penyimpanan alat olahraga

"Gue masih belum selesai lampiasin kekesalan gue sama lo!" ucap pemuda itu. Lino mengangguk dan membiarkan orang-orang itu memukulinya. Pemuda itu menahan setiap pukulan dan tendangan yang diberikan kepadanya. Ini merupakan perjanjian mereka. Mereka bebas memukuli Lino asal tidak menyentuh teman-temannya.

"Lo tahu? Kakak gue terus mukulin gue karena dia udah gak bisa lari dan main basket lagi! Ini gara-gara lo bangsat!" Maki Jungwoo kemudian kembali menonjok perut pemuda itu. "Hah ... yang bikin gue makin benci sama lo adalah lo yang ngga peduli sama orang-orang yang udah lo pukul tapi saat temen-temen lo di ancam lo baru beraksi."

"Lo pikir siapa yang ngirim video manggung temen lo ke bokapnya?" Jungwoo tertawa.

"Temen-temen kakak gue!"

"Siapa yang manggil bokap lo pas kita gelut minggu lalu?" antek-antek pemuda itu mulai menertawai Lino yang terdiam tanpa berekspresi menahan semua pukulan itu.

"Lo itu ternyata banyak kelemahannya!" teriak pemuda itu di depan wajah Lino. "Cupu!"

Buagh!!

Pemuda itu melayangkan tinjunya pada tepat pada dahi Jungwoo. "Anjing!" umpat Jungwoo yang sedikit oleng setelah dipukul. Sontak teman-temannya langsung menyerbu untuk memukuli Lino.

"Lo seharusnya dengerin aja! Jangan banyak tingkah!" teriak pemuda jangkung itu.

Ceklek!! Pintu ruangan itu terbuka. Nampak seorang gadis dengan sweeter merah muda itu mengangkat ponselnya.

"Siapa lo?! Jangan ikut campur!" tanya Jungwoo. "Suru siapa kalian ada di sini, gue disuru beresin tempat ini tiap sebelum pelajaran olahraga tau!" jawab Yena.

"Lo jangan main-main, Apa yang lo rekam? sini hp lo!" Ancam Jungwoo mendekati Yena. Gadis itu memundurkan langkahnya. "Kalo kalian mendekat gue kirim rekaman ini ke kepala sekolah!" ancam gadis itu balik. "Mundur!"

Jungwoo tetep melangkah mendekat gadis itu mencekal lengan gadis itu dan menganbil ponselnya yang ternyata mati. Merasa ditipu, pemuda itu marah besar. "Dasar cewek sialan!" makinya melayangkan tangan hendak menampar Yena. Namun belum sampai demikian tubuh pemuda itu ditarik dan dilempar ke tembok.

"Tutup pintunya!" kata Lino dingin. Dengan gemetar gadis itu menutup pintu itu dan menunggu di luar. Yena menutup telinganya saat mendengar suara ribut dan pukulan dari dalam, gadis itu bergetar hebat ketakutan.

Hingga pintu tiba-tiba terbuka, Yena berbalik hendak memukul orang di belakangnya, namun tanganya ditahan, tenyata Lino yang keluar dari ruangan itu. "Perjanjian kita batal! Liat aja pembalasan gue!" ancam Jungwoo yang sudah babak belur tersungkur dibawah dengan mengenaskan.

"Jangan liat." Kata Lino menutup mata gadis itu.

"Tapi gue suru beresin ruangan itu, nanti gak dapet nilai." Jawab Yena.

"Besok aja." Kata Lino menarik tangan Yena pergi dari sana. "Kita ke UKS ya," kata gadis itu yang pasrah ditarik Lino.

Mereka berhenti setelah menuruni anak tangga."Lo sana ke kelas!" usir Lino. Yena menggeleng dengan wajah yang sudah pucat pasi. "Ke UKS." Kukuh gadis itu. Hati pemuda itu melemah melihat wajah pucat yang terlihat takut dan khawatir itu, lengan Yena juga sedari tadi masih gemetar. Lino akhirnya mengangguk dan menuruti gadis itu, mereka berjalan menuju UKS.

"Sesampainya di UKS, Yena langsung mengambil kotak P3K dan wadah yang berisi air.

"Nih lap darah nya!" suru Yena memberikan handuk kecil yang sudah dibasuh air, Lino mengangguk dan membersihkan luka di tangan dan wajahnya. "Apa lagi yang dipukul?" tanya Yena.

"Kaki sama peru," jawab Lino, Gadis itu menyingkap kemeja Lino, ia melihat banyak lebam-lebam biru di tubuh pemuda itu khususnya perut, jadi ini alasan cowok itu selalu pura-pura tidur menutupi perutnya saat di kelas dan membatasi interaksinya dengan teman-teman nya. Lino sontak terkejut dan menarik tangan Yena, "Ngapain lo?!" tanya pemuda itu panik.

"Lo tahu? Orang sakit kaya gue sangat berusaha untuk menjaga tubuhnya. Gue ngga boleh sampe terluka, jatuh atau sampai membuat jantung gue rusak lagi, karena itu bentuk rasa syukur gue atas jantung yang seseorang kasih ke gue. Orang-orang kaya gue berharap punya tubuh yang sehat kayak lo." Lino terdiam mendengar perkataan Yena.

"Karena itu, lo harusnya jaga tubuh lo. Jangan sampe lo harus kehilangan salah satu anggota tubuh lo yang berharga. Mana ada orang di dunia ini yang mau kaya gitu." Yena menghela napas menatap pemuda yang sedari tadi terdiam itu.

"Buka! Kita kompres dulu." Kata Yena. Lino mengangguk, kemuda itu membuka kancing seragamnya dan menunjukan perut six pack dan punggung nya yang sudah lebam dan lecet dengan luka gores. Yena meringis merasa ngilu melihat luka-luka itu.

Gadis itu mengambil ice pack yang kemudian dibalut dengan handuk kecil dan memberikannya pada pemuda itu. Lino menempelkan ice pack pada perutnya, ia menatap Yena yang sedari tadi melihat ke luar jendela atau ke arah lain menghindari tatapan pemuda itu. Pemuda itu tersenyum miring melihat wajah merah gadis itu.

"Lino anjir!! Itu ulah lo ya mukulin si Jungwoo, gua sama Chan mau ngambil net malah liat mereka babak belur!" teriak Han mendobrak pintu UKS itu.

"Astagfirullah'aladzim!" ucap nya kaget melihat Lino yang sudah telanjang dada dan ada Yena di sana.

*****

1
Sasa Sdr
keren 👍
Sasa Sdr
suka
Sasa Sdr
keren 👍. suka dengan cerita nyq
Daina :)
Kejutan demi kejutan membuat saya takjub. 😲
∠?oq╄uetry┆
Bagus banget alur ceritanya, tidak monoton dan bikin penasaran.
⸸ ℒ𝓊𝒸𝒾𝒻ℯ𝓇 ⸸
Dialog yang autentik memberikan kehidupan pada cerita.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!