Ini sakuel dari cerita "Pengasuh Tangguh Violetta"
Berawal dari sebuah janji di masa kecil membuat Violetta menutup rapat hatinya untuk Pria lain, ia senantiasa menunggu kedatangan pria di masa kecil yang pergi entah kemana.
Violetta menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk bekerja dan berkarya, sesekali ia datang ke tempat dimana ia bertemu dengan Aksara dengan harapan ia akan bertemu dengannya dalam versi dewasa. Waktu terus berjalan, sampai dimana ia hampir putus asa akan penantiannya seseorang datang kedalam kehidupannya tetapi dengan cara misterius.
Akankah Violetta bertemu dengan Aksara?
Yuk, ikuti terus kelanjutannya sambil kasih dukungan untuk author agar tetap semangat dalam berkarya 🤩
Kalau yang suka boleh lanjut, kalau tidak suka boleh skip ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni mardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah dibalik harta yang melimpah
Marshel dan Kaneth menghela nafasnya berat, cukup berat bagi keduanya mengingat kembali masa lalu yang pernah mereka lalui. Sebelum mereka mengeluarkan suaranya, keduanya memastikan kalau tidak akan ada diantara para bodyguard maupun Violetta yang akan membocorkan rahasia ini kepada siapapun.
"Aku akan bercerita mengenai semua ini, asalkan kalian tutup mulut dan tidak membocorkan rahasia ini pada siapapun dalam keadaan terdesak sekalipun." Ucap Kaneth.
"Aku berjanji tidak akan membocorkan rahasia ini tuan." Ucap Jaehoon dengan mantap.
"Aku juga." Seru tiga bodyguard lainnya.
"Kau tenang saja paman, aku juga tidak akan membocorkan rahasia ini. Para bodyguard pun pasti akan menutup mulutnya rapat, aku percaya pada mereka semua." Ucap Violetta.
Kaneth berjalan mencari sesuatu yang akan ia perlihatkan pada Azrio, dia mengambil sebuah gambar dimana ada kedua temannya yang sudah tiada didalam gambar tersebut.
"Wanita ini adalah istri dari teman kami, dia bernama Min Yoora. Suaminya adalah Brandon, Brandon mempunyai orang tua yang dimana ibunya adalah asli orang K, sedangkan ayahnya adalah orang A. Semua yang ada disini adalah harta peninggalan ayah Brandon, beliau berpesan pada Brandon untuk menjaga harta miliknya dan di berikan kepada anak cucunya , tidak sedikitpun Brandon tamak dan ingin menguasai semua harta yang berlimpah ini. Immanuel-ayah Brandon adalah seorang ketua mafia, dia juga seorang pengusaha. Semua senjata ini adalah milik Immanuel, sedangkan sebagian dari tumpukan berlian adalah hasil kerja kerasnya sebagai tabungan masa depan untuk anaknya. Perusahaan milik Immanuel hancur dalam sekejap mata, hanya tumpukan harta ini yang tersisa dan entah mengapa alasannya perusahaannya bisa hancur seperti itu." Jelas Kaneth.
"Saat itu kami berteman dengan beranggotakan 4 orang, dimana ada aku, Kaneth, Vincent dan juga Brandon. Kami sudah memiliki pasangan masing-masing, tetapi Vincent saat itu masih betah menyendiri. Tanpa kita sadari Min Yoora adalah mantan kekasih Vincent yang dia cari selama 3 tahun lamanya dan Min Yoora adalah wanita yang dulunya sangat ia cintai, Vincent diketahui bermain di belakang Min Yoora sampai akhirnya mereka putus. Tak berselang lama setelah mereka putus Min Yoora menjalin hubungan dengan Brandon, pertemanan kami terjalin cukup lama saat itu. Setelah Vincent mengetahui siapa istri dari Brandon dia cukup terkejut dan berniat ingin merebutnya kembali, pernikahan Brandon dilakukan secara diam-diam bahkan kami pun tidak mengetahuinya. Kami berpikir Vincent tidak ada masalah dengan Brandon maupun Min Yoora karena mereka sudah menikah, tidak tahunya Vincent sudah membuat rencana gila dengan datang membawa anak buah dan juga senjata api ke kediaman Brandon, saat itu Min Yoora tengah mengandung benih Brandon yang kedua. Vincent mengancam Brandon untuk mengembalikkan Yoora padanya, saat itu aku dan Kaneth tengah berada disana membicarakan mengenai peninggalan orangtua Brandon, sedangkan Vincent tidak bisa datang dengan alasan ada urusan. Vincent mendengar percakapan kami yang membahas harta Immanuel, selain ingin mengambil Yoora dia ingin menguasai harta yang tengah kami bicarakan saat itu. Vincent menyerang Brandon dengan brutal sedangan aku dan Kaneth menghajar anak buah Vincent, Yoora ketakutan sampai ia menangis dengan kencangnya. Vincent menembak Brandon sampai jatuh tersungkur kelantai di sertai lumuran darah yang mengalir dari bagian dadanya, Min Yoora yang melihatnya secara langsung pun histeris begitupun kami berdua yang ikut terkejut." Sambung Marshel.
"Saat itu, aku langsung berlari mendekat kearah Brandon. Sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya Brandon berpesan untuk menjaga harta peninggalan ayahnya, dia juga meminta kami untuk membawa pergi putranya yang saat itu masih berumur satu tahun. Brandon sudah tak sanggup karena dadanya juga sudah sesak sampai akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya di tempat, Min Yoora terlibat cekcok dengan Vincent sampai mereka berebut senjata api di tangan Vincent, karena dibalut emosi Vincent tanpa sadar menembakkan peluru tepat di kepala Min Yoora. Keduanya meninggal di tempat yang sama, Vincent meraung-raung seperti orang gila bahkan lebih gila, dia beralih menatap tajam kearahku dan juga Marshel. Aku dan juga Marsehel langsung berusaha kabur menyelamatkan diri dari kejaran Vincent, entah apa yang merasuki pikiran Vincent sampai ia ingin menyiksa kami berdua yang tidak tahu apa-apa. Marshel langsung kabur menuju kediamannya, sedangkan aku membawa kabur bayi Brandon yang ia amanahkan sebelum ia pergi seraya memanggil ambulance dan juga kepolisian untuk mendatangi rumah Brandon, aku mengamankan anak Brandon dengan mengirimkannya ke panti asuhan menitipkannya pada pemilik panti dengan memberikan nama Calvin . Aku pun pergi saat itu juga karena takut anak buah Vincent mengetahui keberadaan Calvin, awalnya aku berniat untuk menjemput istriku bersama anakku Azrio, namun ternyata mereka sudah pergi. Disaat aku kalang kabut mencari istri dan anakku, Vincent menyeretku yang ternyata Marshel pun sudah ada bersamanya. Entah kemana perginya kedua istri dan anak-anak kami saat itu, kejadiannya terasa begitu singkat dan juga menyedihkan bagiku, kami kehilangan arah tujuan dan semangat hidup saat itu. Vincent mengurung kami di sebuah penjara bawah tanah, dia menyiksa kami karena tidak mau memberitahukan dimana ayah Brandon menyembunyikan hartanya. Aku bahkan tidak tahu disaat kami akan di pindah tempat menuju kota yang berbeda ada Azrio dan Elvan yang mengejar kami, aku hanya melihat sekilas ada mobil hancur dibelakang tetapi anak buah Vincent langsung menutup mata kami berdua. Beruntungnya ada satu anak buah Vincent yang membantu kami keluar dari tahanan, dia merupakan kakak dari anak yang pernah aku tolong sebelumnya, dia memanipulasi keadaan dan dia juga sudah menyiapkan penerbangan untukku dan Marshel menuju negara A seperti permintaanku. Diam-diam kami pergi saat hari masih gelap sebelum pagi menyapa, entah dimana ia sekarang dan juga bagaimana keadaannya yang pasti aku sangat berterimakasih padanya." Jelas Kaneth.
Marshel dan Kaneth kembali terdiam setelah cukup bercerita pada Azrio dan yang lainnya, kejadian singkat yang merenggut tiga nyawa membuat dada keduanya kembali sesak. Violetta dan yang lainnya ikut merasakan apa yang tengah Kaneth dan Marshel rasakan, entah apa tujuan Vincent mengincar semua harta yang ada di hadapannya saat ini.
"Besok kalian harus ikut kami pulang, mereka menunggu kedatangan kalian. Aku akan membalaskan semua penderitaan yang telah kita lewati, aku berjanji akan menghancurkan siapapun yang sudah membuat kita seperti ini. Nyawa dibalas dengan nyawa, akan ku pastikan dia bersujud dibawah kaki ayah dan paman." Tegas Azrio dengan tangan terkepal.
"Apa kau tahu keberadaan Vincent dimana?" Tanya Kaneth.
"Bahkan dia datang sendiri padaku ayah, mungkin saat ini dia sedang mengemis pada Zergan." Jawab Azrio lengkap dengan seringainya.
"Maksudmu?" Tanya Marshel bingung.
"Sejak aku kembali dari tempat persembunyianku, grandpa melatihku menjadi pria yang tangguh dan juga cerdas. Usahaku membuahkan hasil sampai akhirnya aku mencapai titik dimana aku menjadi raja bisnis, selama aku hilang ingatan Zergan lah yang menggantikan posisiku, saat ini aku melakukan perjalanan ke goa ini dialah yang menjadi pemimpin perusahaan milikku. Vincent datang mengajukan kerjasama dengan perusahaan Makropionophella yang aku bangun, tidak akan ku biarkan dia kembali lolos begitu saja bukan." Jawab Azrio.
"Aku bangga padamu nak." Ucap Kaneth. Dia menepuk bahu anaknya bangga, ia yakin ayahnya mendidik anaknya dengan baik selama ia pergi.
tu kan istri brandon mantannya vincent..his yg selingkuh malah dia yg gila dasar iblis ni