21+ 🔥
Monica Alexandra~
Seorang janda muda yang harus terjun ke dunia hitam. Menjadi seorang wanita pekerja malam demi menafkahi anak dan juga ibunya.
21+ Harap bijak dalam berkomentar.
Don't spread with your mouth, what your eyes didn't see!! 🔥🔥🔥
With Love..
Camey smith❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camey smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimana
Revan sudah kehabisan tenaga dan rasanya badanya remuk, para pengawal Ken sukses membuta dirinya babak belur. "Stop, stop!" Ujar Revan saat Alex dan Max masih menghajarnya, sementara pengawal yang satu lagi memegang kedua lengan Revan dari belakang.
"Monica memang datang kemarin malam, lalu ada tamu datang dan meminta Monica menemuinya di room. Setelah itu aku tidak tahu apapun lagi setelah pria itu membayar semua paycheck." jelas Revan sambil menarik nafas lemahnya.
"Siapa pria yg membawa Monica?" Tanya Ken dengan mengertakan giginya, tanganya terlihat mengepal.
"Dia memberi tips agar nama nya tidak ditulis." jawab Revan lagi.
"Bawa rekaman CCTV Red Apple padaku sekarang!" ucap Ken kepada Max dan Jack. "Dan kau Alex, seret Kevin segera!" imbuh Ken sambil berlalu keluar ruangan untuk menghirup udara segar.
Para pengawal Ken langsung sigap saat mendapat titah dari Bos nya itu, mereka juga membawa Revan keluar ruangan.
Dimana kamu, Monica.. Ucap Ken lirih sambil mengepalkan tanganya.
.
.
.
Alfian mengabaikan panggilan dari Alex karna takut Monica mendengar kemudian berteriak minta tolong, Alfian lebih memilih menyimpan ponselnya di saku kemudian menghampiri Monica lagi.
Alfian mendekat dan memainkan ujung rambut Monica. "Kamu gak mau mandi sebelum kita main lagi?" tanya Alfian dengan seringai mesum.
"Lepasin aku Al, kalo kamu emang sayang sama aku tolong lepasin aku. Biarin aku bahagia, jangan siksa aku kaya gini!" jawab Monica dengan lirih.
"Bahagia? aku bilang kamu bakal bahagia kalo balik lagi sama aku, Mon. Aku jamin itu.. Jangan membantah! Sekarang mending kamu mandi, jangan menguji kesabaranku terus!"
Kemudian Monica yang memang merasa sudah sangat lengket dan tidak nyaman memilih untuk menuruti kata-kata Alfian tanpa menjawab ucapanya.
Monica perlahan bangkit dan menuju kamar mandi yang ada diruangan itu, Monica mengunci pintu kemudian menyalakan shower dan duduk bersandar dibawah guyuran air itu. Tatapan Monica kosong, pikirannya juga kalut. Semuanya terasa sangat rumit saat ini.
***
Alfian merogoh saku dan mengambil ponsel kemudian menghubungi Alex.
(panggilan terhubung)
📱Hallo Lex, ada apa?
Lo dimana sih? susah banget dihubungin.
📱Lha, gue kan lagi cuti.
Mister lagi marah besar Vin, dia minta lo dateng sekarang juga!
📱Gue sibuk, apa gak bisa besok aja.
Bisa, tapi lo yang bilang sendiri!
📱Ck! okedeh tar malem gue kesana.
Sekarang Vin! jangan bikin mister makin marah!
Alex memutuskan panggilan sebelum Alfian kembali menjawab perkataanya. Sementara Alfian mendengus kesal sambil melempar ponselnya ke sofa, kemudian Alfian menjatuhkan diri di kasur sambil merentangkan tangan dan kakinya. Alfian menutup matanya sambil memikirkan rencana selanjutnya.
Tiga puluh menit berlalu, Monica belum juga keluar dari kamar mandi. Alfian yang baru menyadari hal itu langsung bangkit dan menggedor pintu yang Monica kunci dari dalam.
"Buka pintunya!" Dor.. dor.. dor.. Alfian memukul-mukul pintu kamar mandi. "Aku bilang buka, jangan menguji kesabaranku!" Dor.. dor.. dor..
Monica mendengar suara gedoran pintu, ia enggan untuk membuka pintu. Monica hanya mematikan keran shower lalu berdiri menghadap kaca wastafel.
"Monica!" teriak Alfian lagi tapi lagi lagi Monica hanya diam mematung. "Aku hitung sampai tiga, kalo kamu gak keluar aku pastiin bakal ngiket kamu kayak kemarin lagi!" imbuh Alfian kemudian dia mulai meneriakan hitungan. "Satuuuuu... Duaaaaaa..."
Krek! Monica membuka pintu kamar mandi dan keluar tanpa sehelai benang pun, bahkan tubuhnya masih dipenuhi air yang bercucuran.
Wajah Monica terlihat pucat dan bibirnya terlihat sedikit membiru. Monica duduk ditepi ranjang sambil memeluk lututnya lagi, ia sama sekali tidak peduli dengan tubuhnya yang masih basah.
Alfian menghampiri Monica dengan membawa handuk berwarna putih, ia mengusap-usap rambut dan tubuh Monica perlahan. "Jangan siksa diri kamu, kamu bisa sakit kalo kaya gini.." ujar Alfian dengan telaten menge-lap tubuh Monica.
"Jangan sok peduli, kamu yang siksa aku. aku gak peduli kalo aku sakit atau mati sekalipun!" jawab Monica.
"Pakek ini.." kata Alfian sambil memberikan paper bag. "Aku harus pergi, ada urusan sebentar." Imbuh Alfian. "jangan nakal, jaga dirimu.. aku akan kembali nanti malam." Cup.. Alfian mengecup kening Monica kemudian pergi dan tak lupa mengunci pintu dari luar. Sedangkan Monica tidak menjawab apapun, ia membiarkan Alfian pergi. Tubuhnya terasa mengigil sekarang.
Next, ditunggu kelanjutannya.
sana sini sono satu lubang buat rame²