NovelToon NovelToon
Gus Tampan itu Suamiku

Gus Tampan itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:59.7k
Nilai: 5
Nama Author: Umul khaira

Syahira Nazira gadis berusia 21 tahun dijodohkan dengan anak pemilik pondok tempat dia menuntut ilmu agama tanpa sepengetahuan darinya.

Namun, dia tetap menjalankan perjodohan tersebut karena tidak mau durhaka dengan orang tuanya. Syahira yang berniat menikah dengan orang yang dia cintai harus menguburkan harapan itu dan mencoba menerima apa yang orang tuanya pilihkan untuknya.

Zaidan pria berusia 28 tahun, juga ikut berkorban untuk bisa melihat orang tuanya bahagia. Zaidan yang baru kembali dari Mesir harus mengorbankan perasaannya sendiri dan menerima permintaan kedua orangtuanya.


Menikah tanpa ada rasa cinta sama sekali bahkan tidak saling kenal satu sama lain. Bagaimana sikap keduanya setelah menikah?.
Ikuti terus!!!






Dukung terus karya remahan author.
berupa! Like, komen, vote, gift, and start. sebagai motivasi dan juga dukungan dari kalian semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umul khaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24

Allahuakbar Allahuakbar

Suara azan subuh berhasil membangunkan sepasang suami istri yang baru melewati malam terindah mereka. Zaidan bangun pertama kali, melihat Syahira yang masih tertidur di sampingnya. Zaidan mengelus wajah cantik sang istri, terlintas pikirannya saat mereka melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya.

Dimana Zaidan begitu sulit melakukan penyatuan mereka karena Syahira yang begitu semp*t membuatnya harus kerja keras.

Zaidan tersenyum memikirkan itu semua, Syahira sudah menjadi miliknya seutuhnya.

" Sayang! Bangun, udah azan" panggil Zaidan membangunkan Syahira dengan cara mengelus rambut juga wajah Syahira.

Untung saja keduanya sudah mandi sebelum tidur, jadi mereka tidak perlu mandi besar lagi dan bisa langsung shalat.

" Abi" ucap Syahira menarik selimut merasa malu dengan Zaidan.

" Bangun ya, kita shalat di sini aja" balas Zaidan.

Syahira mengangguk tapi masih di posisi yang sama di dalam selimut tebalnya.

" Aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Syahira menyingkirkan selimut dari atas tubuhnya setelah Zaidan bangun dari tempat tidur tapi masih berdiri di sampingnya.

Syahira menurunkan satu kakinya ke lantai, begitu kedua kakinya menyentuh lantai Syahira merasakan sakit yang luar biasa pada area int*m nya.

Akhhh

Syahira tidak bisa menyembunyikan rasa sakit yang ia rasakan hingga membuatnya mengaduh kesakitan di depan Zaidan. Zaidan dengan cepat membantu sang istri bangun dari tempat tidur dan membawanya ke kamar mandi.

Syahira sempat memberontak karena tidak ingin Zaidan membawanya ke kamar mandi dan mengatakan kalau dia baik-baik aja, namun Zaidan tidak percaya tetap melakukannya.

" Abi, aku bisa jalan sendiri!" Tolak Syahira.

" Sudah, jangan protes Abi tau kamu kesakitan. Maaf! Abi menyakiti kamu semalam, Abi harap kamu tidak menyesal melakukannya karena Abi sangat menyukainya" ucap Zaidan seraya membawa Syahira ke kamar mandi.

Mengingat hal semalam membuat Syahira merasa malu dengan suaminya, sekarang ia bukan lagi gadis polos ia sudah menjadi seorang istri yang seutuhnya untuk Zaidan.

Syahira menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang sang suami, ia terlalu malu mengakui kalau ia juga merasa bahagia dan juga menyukai hal yang mereka lakukan semalam.

" Kamu tidak menyesal kan?" Tanya Zaidan sekali lagi meletakkan Syahira di bathtub kamar mandi, memandang wajah malu Syahira.

Syahira berpaling ke arah lain lalu menggelengkan kepalanya malu, siapa yang tidak malu saat mereka membahas yang begitu int*m seperti ini.

" Syukurlah, Abi lega. Kalau begitu nanti malam kita lakukan lagi" ucap Zaidan lagi.

" Abi, ini aja masih sakit malah minta lagi" protes Syahira, bukannya ia tidak mau tapi area bawahnya saja masih sakit bahkan sampai kesulitan berjalan tapi sang suami dengan gampang meminta lagi.

" Apa sesakit itu?" Tanya Zaidan tanpa rasa malu.

" Iya, Abi. Sekarang Abi keluar saja, aku mau mandi dulu setelah itu baru shalat." usir Syahira mendorong pelan tubuh Zaidan.

" Kita mandi bersama aja biar hemat waktu, takut nggak keburu waktu subuh sebentar lagi habis" ucap Zaidan langsung melepaskan baju yang ia kenakan.

" Abi saja duluan" ujar Syahira ingin keluar dari kamar mandi namun di cegah oleh Zaidan mengendong Syahira ikut masuk ke dalam bathtub bersamanya.

" Abi" pekik Syahira kesal dengan Zaidan, tanpa aba-aba langsung membuatnya basah.

Mau tidak mau Syahira ikut mandi bersama Zaidan. Malu! Tentu saja Syahira sangat malu, ini untuk kedua kalinya Zaidan melihat tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Ia juga merasa malu karena melihat tubuh sang suami yang tidak tertutupi apapun.

Berbeda dengan Syahira, Zaidan terlihat biasa saja malahan matanya tidak lepas dari Syahira.

Tidak lama keduanya keluar dari kamar mandi, masih dengan posisi yang sama yaitu, Syahira berada dalam gendongan sang suami dengan balutan handuk di tubuh keduanya. Syahira dan Zaidan memakai pakaian mereka masing-masing, mengambil wudhu lalu melaksanakan shalat subuh berdua di dalam kamar.

Setelah shalat subuh, Syahira tidak diizinkan keluar dari kamar oleh Zaidan. Ia merasa kasian dengan Syahira yang kesulitan berjalan karena ulahnya sendiri. Untuk menebusnya ia meminta Syahira tetap di kamar ditemani olehnya.

Waktu sarapan pun Zaidan tidak mengizinkan Syahira turun, ia sendiri yang turun mengambil makanan untuk sang istri tercinta. Syahira tidak membantah karena memang ia masih merasakan sakit dan saat berjalan ia masih tidak nyaman seolah ada yang hilang dalam dirinya.

Zaidan turun untuk mengambil sarapan untuk dirinya sendiri dan juga untuk Syahira. Di meja makan sudah ada ummi dan abahnya yang sedang menunggu ia datang.

Karena biasanya mereka sarapan bertiga lantaran Syahjra selalu berangkat pagi-pagi sekali, jadi mereka tidak curiga sama sekali kalau masih ada Syahira di rumah.

"Assalamualaikum ummi, abah" ucap Zaidan menyapa kedua orang tuanya.

" Waalaikumsalam, duduklah kita sarapan bersama" ucap ummi Aminah menyuruh Zaidan untuk duduk.

Kedua orang tua Zaidan memperhatikan gerak tangan Zaidan yang mengambil piring dan mengambil sarapan serta lauk ke dalam piring dengan porsi lebih banyak dari biasanya.

" Mau di bawa kemana?" Tanya abahnya Zaidan.

" Zaidan sarapan di kamar sama menantu abah. Tidak apa-apa kan, maaf Syahira tidak turun karena Zaidan memintanya untuk tetap di kamar" balas Zaidan.

" Apa Syahira sakit?" Tanya ummi Aminah panik mendengar Syahira tidak turun padahal ada di rumah.

Zaidan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia bingung menjelaskan apa yang terjadi tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya pada ummi dan abahnya.

" Sudahlah ummi, biarkan saja mereka. Abah yakin istri Zaidan baik-baik aja, mungkin sebentar lagi akan ada malaikat kecil di rumah ini" ujar abah Ahmad seolah paham dengan situasi anak dan menantunya.

" Cepat bawa sarapan untuk menantu Abah, jangan membuatnya kelelahan sebentar lagi dia harus mengikuti lomba" sambung abah Ahmad, sedangkan ummi Aminah belum juga mengerti maksud suaminya.

" Terima kasih, Abah selalu mengerti situasi Zaidan. Kalau begitu Zaidan bawa ini dulu ke kamar" balas Zaidan.

Begitu Zaidan pergi, ummi Aminah langsung menanyakan maksud dari perkataan suami.

" Abah bicara apa sama Zaidan, bukannya khawatir sama keadaan menantu kita malah membiarkan Zaidan. Ummi mau lihat langsung keadaan menantu ummi" ucap ummi Aminah.

" Ummi, biarkan saja ummi seperti tidak pernah muda saja. Ingat! Mereka menikah secara dadakan pasti mereka butuh waktu untuk melakukan hak mereka masing-masing, dan sepertinya istri anak ummi baru memberikan hak Zaidan sebagai seorang suami. Semoga mereka cepat memberikan cucu untuk kita" jelas abah Ahmad.

" Jadi, maksud Abah selama ini mereka belum pernah melakukannya, jadi selama ini Zaidan puasa. Wahh, ternyata anak ummi kuat juga menahan diri, tidak seperti abahnya" sindir ummi Aminah.

" Ummi masih ingat aja" ujar abah Ahmad tersenyum.

1
Sri Puryani
ayo up thor
Danah
ko ga ada ke lanjutan y si
Erna
Lumayan
Cipa Syifa
afwan kok bikin novel nya setenga sih knp gak sampai tamat aja
Biduri Aura
emang lebih baik jujur,, orang suka atau nggak suka dr pd jadi fitnah, yang rugi diri sendiri
Biduri Aura
mas zaidan emang romantis ya.. 🥰🥰🥰
Biduri Aura
pacaran sesudah nikah itu nikmat 🤭🤭🤭lebih romantis walaupun mau sosoran kyak bebek 😂😂😂
Biduri Aura
aku jadi merona 🤭🤭🤭🤭
Nia Pratama
jadi senyum" sendiri gara" baca ini😁
Sadiah Syarief 🐻😸
next kk
Danah
ko ga lnjut lg si
Danah
lanjut lg dong thour
Siti Rohmah
Luar biasa
Santi
alhamdulillah seru banget cerita nya lanjutkan Kak
Santi
lanjut
Santi
subhanallah klau sudah jodoh gak akan kemana..
Anonymous
menghibur
Anonymous
lanjut Thor...
Ferry Miskalenni
saya suka ceritanya lanjut kak,.
Nofita Sari
percuma kmu hidup d pondok nazila klo hati kmu kyk gtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!