NovelToon NovelToon
AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan

AKU BUKAN PELAKOR : Amanat Di Atas Kain Kafan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Bagi Hana Syafina, Ibu Inggit adalah mentor dan kakak yang sangat ia cintai. Namun, takdir berubah menjadi mimpi buruk saat Inggit memberikan wasiat terakhir di ambang kematiannya: "Menikahlah dengan suamiku."

Terjebak dalam amanah di atas kain kafan, Hana terpaksa menerima akad yang justru menghancurkan dunianya. Dalam semalam, mahasiswi berprestasi itu berubah menjadi musuh publik. Label "Pelakor" menyiksa setiap langkahnya di koridor kampus, sementara keluarga almarhumah terus menghujamnya dengan fitnah keji.

Mereka tidak tahu dinginnya pernikahan tanpa cinta yang ia jalani. Mereka tidak tahu rahasia kelam yang disembunyikan Pak Arlan di balik diamnya.

Ini bukan tentang perselingkuhan. Ini tentang seorang wanita yang menjadi tawanan dari janji yang tak sempat ia tolak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Pemilik Rahasia di Balik Kain Biru

Mobil SUV hitam itu masih bergeming di bawah pohon rindang di sudut jalan dekat gerbang kampus. Di dalamnya, Arlan terdiam dengan genggaman erat pada sebuah sapu tangan biru muda yang sudah mulai usang. Sapu tangan itu memiliki sulaman inisial huruf 'H' kecil di pojokannya.

Pikirannya melayang jauh, menembus dinding waktu menuju sebuah percakapan deep talk di suatu malam bersama mendiang istrinya, Inggit.

Saat itu, di bawah temaram lampu kamar, Arlan memutuskan untuk membuka sebuah kotak rahasia di hatinya yang tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun.

"Mas pernah jatuh cinta sebelum bertemu denganku?" tanya Inggit kala itu, suaranya lembut namun penuh rasa ingin tahu.

Arlan mengangguk pelan, menatap langit-langit kamar mereka.

"Ada seorang gadis, sayang. Dia yang menyelamatkan nyawaku saat perampokan bertahun-tahun lalu. Kalau bukan karena keberaniannya mengikat lukaku dengan sapu tangannya, mungkin aku tidak akan pernah bisa berdiri di sini, menikah denganmu."

Inggit sempat terdiam, ada kilat cemburu yang manusiawi di matanya, meski ia tahu itu adalah masa lalu yang sangat lampau.

"Siapa dia, Mas? Kamu masih menyimpannya di hatimu?"

"Aku bahkan tidak tahu namanya. Hanya ada inisial 'H' di sapu tangannya. Bertahun-tahun aku mencarinya, tapi dunia terlalu luas. Sampai akhirnya aku menyerah, aku berhenti mencari, dan Tuhan mempertemukan aku denganmu," jawab Arlan tulus sembari meraih tangan Inggit.

"Jika saat ini kamu bertemu dengannya lagi, bagaimana?" pancing Inggit.

Arlan tersenyum, lalu membawa Inggit ke dalam pelukannya yang hangat.

"Kalaupun aku bertemu dengannya, aku hanya akan mengucapkan terima kasih. Karena berkat pertolongannya, aku bisa bertahan hidup dan akhirnya bisa mencintaimu sehebat ini. Perasaan itu... mungkin dulu hanya kekaguman atau rasa syukur yang luar biasa. Yang terpenting sekarang adalah kita, Inggit. Aku sudah sangat bahagia bersamamu."

Kala itu, Arlan benar-benar meyakini kata-katanya. Baginya, gadis kecil itu hanyalah jembatan takdir untuk membawanya pada cinta sejatinya, yaitu Inggit.

Namun, siapa yang menyangka takdir justru menuliskan skenario yang lebih rumit? Lima tahun kebahagiaan itu direnggut paksa oleh penyakit. Inggit pergi, meninggalkan lubang besar di hati Arlan.

Tiba-tiba, suara Hana di dalam mobil tadi kembali terngiang, membuyarkan lamunan Arlan. Ia teringat kalimat terakhir Inggit sesaat sebelum istrinya itu meminta waktu bicara berdua dengan Hana di rumah sakit waktu itu.

"Kamu harus selalu bahagia, Mas. Perjuangkan cintamu ya..."

Arlan memejamkan mata rapat-rapat. Ia baru menyadari sekarang, apakah Inggit sudah tahu? Apakah Inggit menyadari bahwa mahasiswi ceria bernama Hana itu adalah pemilik inisial 'H' yang selama ini Arlan ceritakan?

Ia mengusap sapu tangan biru itu untuk terakhir kalinya sebelum menyimpannya kembali di laci terdalam. Arlan menyadari satu hal yang menggetarkan jiwanya, wasiat Inggit untuk menikah dengan Hana bukan sekadar cara untuk mengamankan harta, tapi cara Inggit untuk mengembalikan Arlan pada "penyelamatnya".

"Jadi ini maksudmu, Inggit? Kamu memintaku memperjuangkan cinta yang sebenarnya tidak pernah benar-benar hilang?" gumam Arlan lirih.

Debaran yang ia rasakan pagi ini saat melihat Hana cemberut karena ban bocor bukan lagi sekadar debaran karena rasa gemas. Itu adalah debaran yang sama yang ia rasakan sepuluh tahun lalu di pinggir jalan yang gelap. Debaran seorang pria yang merasa dunianya kembali utuh karena kehadiran satu sosok yang sama.

Arlan menarik napas panjang, menghapus sisa emosi di wajahnya, lalu mulai menjalankan mobil. Jika dulu Hana menyelamatkannya tanpa tahu siapa dia, kini giliran Arlan yang akan menjaga Hana tanpa membiarkan gadis itu tahu bahwa dialah alasan Arlan tetap bernapas hingga hari ini.

1
Noona Rara
Aku mampir juga kak
Ai_Li: Terima kasih kakak🥰
total 1 replies
falea sezi
arlan pengecut amat yak
falea sezi
nyimakkk
Ai_Li: Terima kasih sudah mampir kak
total 1 replies
Ai_Li
🥰🥰
Ai_Li
Terima kasih sudah mampir ya🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!