NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kristina dinata

Awan tidak pernah menyangka kalau gadis yang akan di jodohkan dengannya itu adalah Senja kekasihnya sendiri. Kedua orang tua mereka sudah sepakat dan akan segera menikahkan mereka. Tapi suatu konflik telah terjadi karena kebohongan orang tua Awan yang mengaku kalau dirinya orang kaya. Pak Agung telah mengetahui kalau Awan bukan anak orang kaya seperti yang di harapkan nya.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Akankah hubungan mereka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan setelah hal tersebut terjadi?

Mari ikuti ceritanya dalam Pernikahan Tanpa Restu.
👉 Selamat membaca semoga suka 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jingga bertemu Merlin

Jingga menyusuri koridor rumah sakit berjalan gontai menuju motornya di parkiran. Ia jadi bingung bagaimana caranya bisa dapatkan uang secepatnya untuk membantu Awan sedangkan dirinya sendiri juga tidak punya uang banyak.

Ia berjalan sambil melirik ponselnya di saku yang menyala dari tadi. Siapa sih yang telpon? orang lagi bingung gini, dengusnya. Ponsel masih terus menyala ia pun mengangkatnya karna penasaran siapa yang menelponnya berulang-ulang itu.

📞"Halo siapa ini?" Jingga bertanya melihat nomor baru di ponselnya itu.

📞"Ini Merlin Jingga,kok kamu lupa si dengan nomor aku? apa kamu sudah hapus ya?" tanyanya.

📞"Oh kamu Lin, maaf memang nomor-nomor lama sengaja aku hapus karna aku mengira kalau nomor kamu sudah tidak aktiv lagi, sudah kebanyakan kontak di ponsel aku soalnya."

📞"Aktif kok, cuma nomor ini jarang aku gunakan lagi." ujar Merlin.

📞"Ada apa? tumben nelpon kirain udah lupa sama teman lama." ujar Jingga.

📞"Gak lupa kok, cuma banyak kesibukan saja. Ini aku lagi ada perlu dengan kamu apa kita bisa ketemu sekarang?" tanya Merlin.

📞"Ketemu ada perlu apa ya? aku lagi mau kerja nih," ucap Jingga keberatan.

📞"Hem sebentar aja kok," timpal Merlin.

📞"Ya sudah ketemu dimana?" ucap Jingga akhirnya menyetujui.

Merlin pun menyebutkan tempat mereka akan bertemu. Secepatnya Jingga bergegas menuju tempat mereka janjian.

Tidak lama kemudian, Jingga sudah sampai di suatu tempat yang mereka janjikan kebetulan tidak jauh dari posisinya saat itu. Ia melihat Merlin dikejauhan melambai tangan ke arahnya, Jingga pun menemuinya.

"Jingga apa kabar? teman baik aku, udah lama gak ketemu tau. Aku kangen," ucap Merlin sambil memeluk Jingga.

"Baik, kamu apa kabar?" tanya Jingga balik.

"Baik juga. Kamu makin cantik aja aku jadi iri deh, ujar Merlin dengan gayanya yang alay.

Jingga terseyum. "Maaf ya aku buru-buru banget nih, kamu mau ngapain tadi cepat katakan," ujar Jingga.

"Santai saja, jangan buru-buru gitu, aku perlu bantuanmu. Teman aku lagi cari karyawan baru apa kamu mau berkerja di tempat ya?" tanya Merlin menawarkan.

"Waduh gimana ya? aku tidak dapat bantu karena aku sudah dapat kerjaan. Gimana kalau aku cari orang lain saja mau?"

"Boleh deh, asal yang bener-benar serius mau berkerja saja,"

"Oke aku akan kasi info secepatnya. Oya kalau aku bisa bantu apa dong imbalannya kan itu cari orang susah aku perlu money ucap Jingga langsung tanpa basa-basi.

"Masalah imbalannya kamu jangan kuatir itu sudah di siapkan," ucap Merlin.

"Oke kalau gitu aku semangat!" ujar Jingga secepatnya ia pamit pada Merlin karna sudah telat.

Merlin pun menginjinkan Jingga pergi. Jingga merasa senang jika ia bisa membantu Merlin tentu ia dapat imbalannya dan ia juga bisa meminta bantuan padanya. Merlin adalah anak orang kaya tentu ia mau membantu Jingga. Dengan semangatnya Jingga menyusuri jalan menuju kantornya di sana ia berjumpa dengan seorang pria sepertinya ia orang baru di perusahaan itu.

Pria itu menatap Jingga sampai menoleh ke belakang memperhatikan seluruh tubuh Jingga. Hal itu membuatnya risih. Jingga sengaja melayangkan pandangan sinisnya ke orang tersebut.

"Dia siapa sih, kenapa menatapku begitu tajam," dengusnya tidak suka.

Jingga meneruskan langkahnya menuju ruangannya. Setelah sampai ia duduk dan langsung mengerjakan tugasnya seperti biasanya.

Hari itu ia terlambat datang teman-temannya yang lain semua sudah datang dia yang paling belakangan. Tapi untung saja bos mereka belum datang kalau tidak pasti ia dapat ceramah dari sang bos yang arogan dan dingin plus suka membentak.

"Pagi semuanya," ucap seseorang yang baru saja datang dan duduk di bangku paling depan yaitu bangku Bos mereka.

Semua menjawab sapaannya tapi tidak dengan Jingga ia sibuk dengan pekerjaan yang kemarin belum juga selesai.

"Heh kamu!" bentak Martin CEO baru di tempat itu.

Jingga terbelalak saat teman di samping memberi kode pada Jingga agar melihat ke arah Martin.

"Kamu ngapain sibuk sendiri! sampai tidak memberi salam lagi," dengusnya.

"Ma-aaf saya tidak tau," ucap Jingga gugup.

"Apa kamu tau siapa saya?" tanya Pria itu.

Jingga geleng kepala.

"Pantas saja, biar aku kasi tau kamu, Saya adalah CEO baru di perusahaan ini. Anak dari Pak Sanjaya.

Apa ada yang sudah tau nama saya siapa?" tanya pria arogan itu pada semua karyawan yang ada di ruangan itu.

"Apa kamu tau siapa nama saya?" ucap Martin pada Jingga yang masih berdiri gugup ia hanya geleng kepala tidak berani bersuara.

"Hahahaha ... selama ini kamu kemana aja Jingga, kok tidak mengenali Pak Martin CEO muda yang tampan itu?" Cibir Teman di sampingnya yang bernama Nina.

"Hus diam kamu! aku memang baru liat dia kok," ucap Jingga datar.

Nina menutup mulutnya ingin tertawa lagi. tapi berhenti saat Pak Martin bersuara.

"Diam semuanya diam! bagi yang tidak tau siapa saya boleh kenakalan di depan!" ucapnya memberi perintah.

"Kurang kerjaan banget, sampai mau maju di depan segala. Emang itu mulut untuk apa? apa dia tidak bisa bicara langsung ke semua orang menyebutkan namanya?" dengus Jingga berbicara pelan.

Seketika itu pula semua pekerjaan wanita serentak maju ke depan, ingin berkenalan dengan Pria tampan yang duduk di depan itu. Sedangkan Jingga masih duduk di bangkunya tidak mau ikut dengan yang lain.

Martin berdiri tidak suka melihat Jingga yang masih duduk sibuk dengan pekerjaannya sepertinya ia tidak mengindahkan kata-katanya. "Kamu yang masih duduk apa kamu sudah mengetahui siapa namaku?"

"Tidak aku tidak tau dan aku tidak mau tau!" ujar Jingga lancang.

"Berdiri! karna kamu bicara lancang maka kamu harus dapat hukuman!" bentak Martin.

"What hukuman apa?" Jingga melototi CEO baru yang judes itu.

"Setelah ini kamu boleh datang di kantor saya!"

"Dimana kantornya? mana saya tau kamu kan baru di sini?"

"Bicara anda sangat tidak sopan saudara!" kamu dapat hukuman sekarang ayo ikut aku!" bentak Martin lagi.

"Tidak mau, aku mau mengerjakan tugas aku yang belum selesai. Kalau tugas ini tidak selesai Pak Sanjaya pasti marah besar padaku. Masalah hukuman darimu itu gampang, akan aku jalankan kok. Tapi, tolong! beri aku waktu buat menyelesaikan tugas ku dulu oke," ujar Jingga pura-pura tegas padahal dalam hatinya ketakutan. Ia sengaja berbuat begitu agar tidak di rendahkan oleh pria itu.

"Ternyata kamu orang yang keras kepala juga ya? berani sekali kamu menentang ku!" ujar Martin memerah.

"Bukan menentang Pak, maaf aku hanya ingin menjalankan tugas dari Pak Sanjaya, kalau perkejaan aku belum selesai maka aku tidak boleh pergi kemana-mana dulu itu pesannya dua hari lalu padaku Pak," jelas Jingga.

"Baiklah jika itu maumu, aku akan laporkan kamu ke Pak Sanjaya sekarang karna kamu tidak mengindahkan kata-kataku!" ancam Martin.

"Jangan Pak, plis ... aku masih mau bekerja di sini. Aku lagi butuh duit!" ucap Jingga panik.

Martin terseyum ia pun pergi ke kantornya dan menyuruh Jingga ikut serta dengannya. Dengan kesalnya Jingga ikut serta mengikuti Martin di belakang.

1
Bilqies
aku mampir Thor /Smile/
ijin follow yaa, follback thor
mom mimu
dua 🌹🌹 mendarat...
mom mimu
aku mampir lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Rrobi
Hadiah buat Kakak ceritanya seru
Rrobi
Pulang Wan kasian Mama kamu
Rrobi
Makanya Buk jangan buat anak nya kesal jadi serba salah kan
Rrobi
Awan gak mau pulang ibu kasian kamu makaya jadi orng tua harus bisa jaga perasaan anak biar anaknya gak ngambek
Rrobi
Gimana gak marah liat kelakuan kalian sok pamer lagi
Rrobi
Keterlaluan itu orang tua kamu Wan memang wajr saja kmu marah
Rrobi
beberapa bunga buat Kakak semangat nulisnya
Rrobi
Pak alam tukang pamer yah gak sadar diri
Rrobi
Ada ada saja pake ngaku jadi orang kaya segala ya Pak alam
Rrobi
Wah lumayanlah dapat pakai mobil bisa jalan-jalan deh
Rrobi
Emang kamu pikir apa awan wkwkwk dasar bocah pikirnya traveling mulu
Rrobi
pamer amat mama andin nih
Rrobi
Mampir y kakak semangatnya nulisnya jangan kasi kendor
Rrobi
Betul itu buk anak-anak gak boleh di di paksaa
Rrobi
Bangus namanya Awan dan Papa nya alam
Tuti Astriya
Lanjut Kaka
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Hwaiting Kk
PaMud mampir
@Kristin: Makasih kehadirannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!