NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: BabyKucing

Xian Yue tewas setelah bertahun-tahun menjadi seorang penyintas di dunia Distopia.

Tapi, bukannya bangkit di alam kubur dan menerima semangkuk sup reinkarnasi dari Meng Po, Xian Yue justru terlempar ke tanah antah berantah.

Dalam perjalanan menuju rumah mertuanya, Xian Yue tak tau tubuh yang dimasukinya ternyata sudah dijual sebagai menantu yang menumpang, pada keluarga miskin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 Kotak di Bawah Pohon

Lian Yue masih berjongkok di antara semak-semak. Benda logam kecil itu berada di telapak tangannya.

Setengah lingkaran.

Tiga garis pendek.

Simbol yang sama dengan yang terdapat pada surat tua keluarga Xian. Untuk beberapa saat, Lian Yue hanya menatapnya tanpa berkata-kata.

Han Zheng yang berdiri tidak jauh darinya akhirnya mendekat.

"Apa itu?"

Lian Yue segera menutup telapak tangannya. "Entahlah."

Han Zheng menatap wajah istrinya. "Kau terlihat seperti baru menemukan sesuatu yang sangat penting."

"Memangnya wajahku seperti itu?"

"Iya."

Lian Yue terdiam.

Han Zheng menunjuk benda di tangannya.

"Kalau tidak penting, kenapa kau menggenggamnya seperti takut benda itu kabur?"

Lian Yue melihat tangannya sendiri. Ia memang menggenggam benda tersebut cukup erat.

"Ini hanya benda logam."

"Kalau begitu, kenapa tidak dibuang?"

Lian Yue menatapnya. "Karena mungkin bisa dijual."

Han Zheng langsung mengangguk. "Kalau begitu kita bawa pulang."

Jawaban itu begitu sederhana hingga Lian Yue hampir tertawa. Pria ini benar-benar tidak pernah memikirkan sesuatu terlalu jauh.

Namun justru karena itu, Lian Yue merasa sedikit lega. Ia kembali memperhatikan tanah di sekitar tempat benda itu ditemukan.

Jejak kaki masih terlihat samar di antara daun-daun kering. Seseorang pernah berdiri di sini. Bahkan jejaknya masih cukup baru.

Lian Yue mengangkat wajah.

"Han Zheng."

"Hm?"

"Menurutmu, ada orang yang datang ke sini kemarin?"

Han Zheng ikut melihat tanah. Ia berjongkok dan memperhatikan jejak tersebut.

"Sepertinya."

"Kenapa?"

"Tanahnya masih basah."

Han Zheng menyentuh bagian tepi jejak dengan jarinya.

"Kalau sudah lama, jejaknya mungkin sudah tertutup daun atau mengeras."

Lian Yue mengangguk.

Jadi benar.

Seseorang datang ke tempat ini belum lama sebelum mereka tiba.

Pertanyaannya, apa yang mereka cari?

Lian Yue berdiri dan mulai memperhatikan sekeliling. Pohon-pohon tinggi berdiri rapat. Semak tumbuh liar. Tidak ada rumah. Tidak ada jalan yang jelas. Tempat ini cukup tersembunyi dari jalur utama menuju desa.

Jika seseorang ingin menyembunyikan sesuatu. Tempat seperti ini memang cukup sempurna. Tiba-tiba terdengar kicauan dari atas.

Lian Yue mendongak.

Seekor burung kecil bertengger di salah satu cabang.

[Manusia aneh.]

Lian Yue tersenyum tipis.

[Kenapa?]

[Dia mencari sesuatu.]

Lian Yue langsung berhenti tersenyum.

[Siapa?]

Burung itu mengepakkan sayapnya.

[Dua manusia.]

Lian Yue mempersempit mata.

[Kapan?]

[Mereka datang ketika matahari hampir tidur.]

"Jadi mereka datang sore atau menjelang malam," gumam Lian Yue.

Han Zheng menoleh.

"Kau bicara dengan burung lagi?"

"Ya."

"Apa katanya?"

Lian Yue berpikir sebentar.

"Mereka bilang ada dua orang yang sering datang ke sini."

Han Zheng melihat sekeliling.

"Pedagang?"

"Mungkin."

"Pemburu?"

"Mungkin juga."

Han Zheng mengangguk.

"Berarti kita pulang?"

Lian Yue menatapnya.

"Kenapa?"

"Karena kalau dua orang datang ke sini setiap sore, kemungkinan besar mereka bukan orang yang suka bertemu orang lain."

Lian Yue terdiam.

"Logikamu..."

Han Zheng mengangkat bahu.

"Aku tidak tahu. Aku hanya ingin pulang sebelum gelap."

Lian Yue hampir tertawa.

Namun sebelum mereka pergi, suara burung tadi kembali terdengar.

[Di bawah pohon besar.]

Lian Yue berhenti.

[Pohon yang mana?]

Burung itu terbang beberapa meter lalu hinggap di pohon besar di belakang mereka.

Lian Yue mengikuti arah terbangnya.

Sebuah pohon tua berdiri di sana. Batangnya jauh lebih besar daripada pohon-pohon lain. Akarnya keluar dari tanah dan membentuk tonjolan-tonjolan besar.

Lian Yue berjalan mendekat.

Ia berjongkok.

Tanah di sekitar salah satu akar terlihat berbeda.

Daun-daun kering memang menutupinya, tetapi susunannya terlalu rapi. Seolah seseorang sengaja mengembalikannya setelah menggali.

Lian Yue menyentuh tanah.

"Han Zheng."

"Hm?"

"Bantu aku."

Han Zheng segera meletakkan keranjangnya.

Mereka mulai membersihkan daun dan tanah di sekitar akar. Tidak lama kemudian, jari Lian Yue menyentuh sesuatu yang keras.

Bukan batu.

Kayu.

Ia menggali sedikit lebih dalam. Sebuah kotak kecil muncul dari dalam tanah. Han Zheng langsung membelalakkan mata.

"Harta karun?"

Lian Yue menatapnya.

"Kau terlalu cepat berharap."

"Tapi ini memang seperti kotak harta karun."

"Kotak harta karun biasanya dikubur lebih dalam."

"Kalau begitu ini mungkin harta karun untuk orang yang malas menggali."

Lian Yue menggeleng. Ia mengangkat kotak tersebut. Kayunya sudah tua. Beberapa bagian bahkan mulai lapuk. Tidak ada kunci. Tidak ada ukiran di bagian atas.

Lian Yue membukanya.

Kosong.

Han Zheng menatap ke dalam.

Wajahnya langsung berubah kecewa.

"Benar-benar kosong."

Lian Yue membalik kotak tersebut.

Tidak ada apa-apa.

Ia memeriksa bagian dalam, kemudian bagian bawah. Dan saat itulah jarinya berhenti. Ada sesuatu yang terukir sangat kecil di bagian bawah kotak.

Setengah lingkaran.

Tiga garis pendek.

Lian Yue tidak mengatakan apa pun. Han Zheng memperhatikan perubahan wajahnya.

"Simbol itu lagi?"

Lian Yue mengangguk perlahan.

Kali ini Han Zheng tidak bercanda.

"Jadi benda ini milik orang yang sama?"

"Belum tentu."

Lian Yue mengusap permukaan simbol dengan jarinya.

"Tapi kemungkinan besar mereka berhubungan."

Ia memikirkan surat tua yang disimpannya. Simbol yang sama muncul delapan tahun lalu.

Sekarang muncul di hutan barat. Berarti simbol itu tidak pernah benar-benar menghilang. Seseorang masih menggunakannya.

Dan mungkin, orang tersebut masih bergerak sampai sekarang.

Lian Yue menutup kotak.

"Kita pulang."

Han Zheng mengangguk.

"Kotaknya dibawa?"

Lian Yue menatapnya.

"Ya."

"Bagus."

"Kenapa?"

"Setidaknya kita tidak pulang dengan tangan kosong."

Lian Yue menghela napas.

"Kau benar-benar hanya memikirkan itu?"

"Kalau ada harta di dalamnya, kita mungkin bisa membeli benih."

Lian Yue terdiam.

Kemudian tanpa sadar tersenyum.

"Baiklah."

Ia memasukkan kotak tersebut ke dalam keranjang.

Namun sebelum mereka meninggalkan tempat itu, Lian Yue berhenti. Ia melihat kembali ke tanah tempat kotak tersebut ditemukan.

Kemudian matanya bergerak menuju jejak kaki yang tadi mereka temukan. Seseorang telah datang ke sini.

Seseorang menggali kotak ini.

Dan entah karena alasan apa, orang itu meninggalkannya. Lian Yue tidak membawa benda logam yang ditemukan sebelumnya.

Ia memasukkannya kembali ke dekat akar pohon, persis seperti saat ditemukan.

Han Zheng menatapnya bingung.

"Kenapa tidak dibawa?"

"Kalau orang yang meletakkannya kembali ke sini datang lagi, aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan."

Han Zheng terdiam.

Ia akhirnya memahami maksud istrinya.

"Kau ingin mengawasinya?"

Lian Yue mengangguk.

"Kurang lebih."

"Bagaimana caranya?"

Lian Yue menatap hutan.

"Kita tidak perlu menunggu di sini."

"Kenapa?"

"Karena kalau dia melihat kita menunggu, dia tidak akan datang."

Han Zheng mengangguk perlahan.

"Kau benar."

Lian Yue berbalik.

Namun sebelum melangkah pergi, ia berkata pelan,

"Yang penting, kita jangan sampai menjadi orang yang sedang dicari."

Mereka berjalan meninggalkan pohon tua itu.

Dari atas dahan, beberapa burung memperhatikan mereka. Salah satu burung kecil terbang turun dan hinggap di dekat akar. Ia melihat benda logam yang kembali ditinggalkan di sana.

Kemudian ia menoleh ke arah hutan.

[Jangan khawatir.]

[Tidak ada manusia lain di sini.]

Namun burung itu tiba-tiba diam.

Dari kejauhan terdengar suara ranting patah.

Krek.

Burung tersebut langsung terbang.

Sementara jauh di antara pepohonan, sebuah bayangan bergerak perlahan. Seseorang berdiri di balik batang pohon. Ia tidak mengejar Lian Yue. Tidak pula mendekati benda logam tersebut.

Ia hanya menatap jalan yang baru saja dilalui Lian Yue dan Han Zheng. Kemudian tangannya bergerak masuk ke balik jubah.

Sebuah keping logam dikeluarkan.

Lambangnya sama.

Setengah lingkaran.

Tiga garis pendek.

Namun di bagian belakangnya terdapat satu ukiran tambahan. Satu karakter kecil.

Xian.

Bayangan itu menggenggam keping logam tersebut.

"Lian Yue..."

Suaranya sangat pelan.

Kemudian ia tersenyum tipis.

"Jadi kau benar-benar masih hidup."

Di kejauhan, suara langkah Lian Yue dan Han Zheng semakin menghilang.

Tetapi orang itu tidak mengejar.

Ia hanya berdiri di tempatnya.

Karena bagi dirinya, menemukan Lian Yue bukanlah akhir dari pencarian.

Justru, baru permulaannya.

1
Mydar Diamond
lanjuutt upnya thor ya 💪
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
/Applaud//Kiss//Rose/keren semoga update nya gacor
Ailurophile 🐯: Terima kasih kakakk.. 🥀
total 1 replies
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
semoga ada update terbaru sangat ku nantikan min terimakasih atas translate nya yg bagus/Applaud//Coffee/
Ailurophile 🐯: Makasih banyak kakakk udah mampir baca.. 🥀🥀🥀
total 3 replies
Tiara
suka banget sama ceritaa ini 😍
Tiara
penulisannya bagus bgt kosa kata yang digunakan juga sangat baik
Tiara
penulisannya bagus bgt kosa kata yang digunakan juga sangat baik
sunflower
menarik sekali ceritanya
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Ailurophile 🐯: Makasih udah mampir di cerita ku yng baru kakak 🥀🤭
total 1 replies
tinie
semoga ada banyak pembaca yg mampir kesini

semangaat thor
Ailurophile 🐯: Makasih kakakak🥀
total 1 replies
tinie
selain bisa berinteraksi dgn burung apakah tidak ada ilmu kekuatan lainya
atau mungkin masih terpendam😌😌🤔🤔
Ailurophile 🐯: Masih terpendam kak 😭 masa iya baru 20 bab udah di bongkar semua 🤣 gak seru dongggg
total 1 replies
tinie
masih rumit dan terlalu rumit untk memahami
di otak saya🤣🤣
Ailurophile 🐯: Maaf kak, kayanya ada salah ketik namanya 🤣 harusnya Wang Feng, malah jadi Zhang Feng 😭... Lagi-lagi🤌 maaf kak.. kadang key board ku emang suka begitu, ngekoreksi sendiri...
total 1 replies
tinie
ya kamu harus tau masa lalumu apa hubungmu dgn mereka
sehingga apa yg membuat mereka ingin membuang mu jauh jauh dan dilarang kesana bertemu batu merah
tinie
tetep semangaat 💪💪💪
tinie
kenapa mengulangi faragraf yg sama
dgn diatas
tinie: ok
semangaaat thor
total 2 replies
tinie
ada dgn mereka
apakah mereka sengaja membuang kian Yue .agar tidak mampu membangkitkan ilmunya
makanya dia dilarang bertemu batu merah
Srie Ncii Herdiansyah
aku baru nemu cerita ini, padahal aku pecinta cerita Time travel kok gk muncul awal2 yah?? semoga rajin up thorr
tinie
makin penasaran🤔🤔
tinie
wah apakah itu batu apa

sehingga para burung dan binantang lainnya sangat ketakutan
tinie
ya kecambah pertumbuhanmu sedikit lamban namun pasti
semoga kau bisa menyelamatkan keluarga han
tinie
yang gak tumbuh
mungkin terlalu tua 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!