"Sttt...dia tidak akan tahu, dia kan buta..." Suara bisikan seorang wanita.
"Kamu begitu agresif..." Suara seorang pria juga turut terdengar.
Stefanie Triatmaja memang buta, tapi tidak tuli. Dirinya yang kehilangan arah saat persiapan pesta pernikahannya, mendengar dengan mata kepalanya sendiri, calon suaminya Danu berselingkuh.
Air matanya mengalir, dirinya tahu tapi pura-pura tidak tahu. Menunggu saat yang tepat, mencari cara untuk membatalkan pernikahan ini.
Hingga, saat di altar, dirinya mengucapkan kalimat yang membuat pernikahannya dapat dibatalkan dengan mudah.
"Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku hamil anak Derrel Virgo Chandradinata." Wanita yang mengatakan terus terang tentang perselingkuhan palsunya.
Semua mata tertuju pada Chandra."Aku tidak menghamilinya---"
Tapi Chandra, pemuda yang merupakan musuh Stefani pada masa SMU itu, entah kenapa perlahan tersenyum penuh obsesi dan kegilaan."Benar! Aku kemari untuk mencuri pengantin."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Medan Perang
“Risa! Jangan percaya apa yang dikatakannya! Sudah pasti dia hanya pembohong besar. Tidak mungkin dia dapat mengenal agensi pencari bakat!” Suara bentakan dari Dina ingin semua orang sepakat untuk mengusir wanita ini.
“No! No! No! Dasar wanita kampungan yang hanya tinggal di dalam rumah.” Wanita itu tersenyum kemudian mengeluarkan dua kartu nama. Memberikannya kepada Risa.”Yang ini adalah kartu namaku selaku asisten dari pemilik Ananta Group. Dan yang ini adalah kartu nama dari agensi pencari bakat. Katakan saja aku yang merekomendasikanmu. Aku jamin, cepat atau lambat kamu akan mendapatkan panggilan. Kelihatannya, kamu merupakan wanita karir yang cerdas. Aku yakin selebritis akan menjadi pekerjaan sampingan yang cocok untukmu.”
Tangan Risa gemetar menerimanya. Menelan ludahnya, dirinya memang sudah memiliki jabatan sebagai manager di Triatmaja Group. Tapi tetap saja selebritis adalah pekerjaan yang diidamkan oleh hampir setiap wanita. Hanya dengan bergaya di depan kamera maka kepopuleran dan uang akan didapatkan.
“Ini nomor telepon asli?” Risa menatap tidak yakin.
“Setelah sampai di kamar hubungi saja. Kamu dapat berbicara secara pribadi. Aku bukanlah orang yang picik dan munafik. Keberadaanku di tempat ini, murni untuk mengurus putra dan menantuku. Aku hanya akan tinggal di sini selama beberapa bulan, hingga putraku bisa beradaptasi. Tenang saja, Aku tidak akan tinggal di sini selama-lamanya.” Wanita yang mengedipkan sebelah matanya kepada Risa.
Tidak tinggal selama-lamanya? Itu artinya wanita ini memang datang hanya untuk putranya. Sama sekali tidak akan merebut apapun yang menjadi milik mereka. Risa perlahan tersenyum menyeringai, terserahan menggerogoti pikirannya.
Dirinya mulai memikirkan hal lain. Bagaimana jika biarkan wanita ini tinggal selama beberapa bulan. Barulah menghabisi Chandra, kemudian membuat Stefanie keguguran? Itu tidak ada salahnya sama sekali.
“Kamu hanya pengaruh buruk di tempat ini! Sekarang pergi!” Suara bentakan dari Dina.
“Tunggu! Lebih baik biarkan Tante ini tinggal di tempat ini selama beberapa bulan. Dia terlihat tidak berbahaya, dia hanya ingin merawat putranya.” Dengan cepat wanita itu segera berpihak kepada Melani.
Bagaikan sebuah permainan catur yang begitu fantastis. Stephanie bahkan tidak bisa berkata-kata karenanya. Bagaimana bisa Melani bergerak secepat ini? Mengendalikan hati orang seperti boneka tali.
Johan menelan ludahnya kembali. Menatap betapa indahnya wanita bernama Melani ini.”Dina! Kamu seharusnya jauh lebih toleran. Yang terbaik sekarang adalah memberikan perhatian kepada Stefanie. Jika kamu terus menentang Stefanie, maka Stefanie tidak akan pernah berpihak kepada kita lagi. Karena itu lebih baik Melani tinggal di rumah ini. Pelayan! Siapkan kamar tamu!”
Stefanie bahkan tertegun mendengarnya, wanita yang tengah disuapi oleh Chandra saat ini. Dirinya berbisik kepada suaminya.”Itu benar-benar ibumu? Dia bisa membuat semua orang setuju dengan mudah?”
Chandra berbisik kepadanya.”Sudah aku bilang, jika di keluargamu ada banyak ular piton dan anaconda. Maka ibuku adalah ular titanoboa. Ular purba berukuran raksasa, mereka hanya bagaikan cacing kecil baginya.”
Wanita buta yang menelan ludahnya. Sepertinya dirinya tidak salah dalam hal menilai Chandra. Memang sebuah keputusan yang terbaik adalah membayar pria ini untuk selalu berada di pihaknya.
Tapi tetap saja, Chandra juga tidak kalah berbahayanya. Stefanie diam-diam mencengkram pakaiannya. Dirinya benar-benar harus segera melakukan operasi, agar matanya dapat melihat.
Dirinya harus menjadi lebih tegar lagi. Dirinya harus bisa meniru semua permainan kedua orang ini. Di mana dalam waktu singkat ketika memasuki rumah ini, Chandra dan Melani, bagaikan menjadikan tempat ini sebagai papan caturnya dengan mudah.
“Boleh aku bergabung untuk makan? Kebetulan aku membawa anggur tahun 80-an. Ini adalah bonus dari bosku, kalian memiliki selera yang bagus pasti akan menyukainya.” Wanita yang bergabung dengan cepat dengan musuh, hanya dengan sebotol anggur.
“Terima kasih Tante…” suara Risa bahkan terdengar manja. Wanita itu kini bergelayut manja pada lengan Melani.
“Kamu sudah repot-repot membawakan hadiah. Biar aku yang tuangkan…” Johan bahkan bersedia melayaninya, menuangkan anggur, Tapi tentu saja dengan tatapan penuh nafsu.
“Namaku Fandi…mari bersulang untuk kedatangan tante.” Fandi bahkan mengangkat gelasnya. Tentu saja sifat genit yang diturunkan oleh Johan.
“Aku merasa sangat tersanjung, terima kasih…nanti jika ada kerjasama bisnis atau proyek yang menguntungkan, kita dapat saling bekerja sama. Cheers…” suara gelas berbenturan terdengar.
Mungkin hanya Dina yang tidak mengangkat gelasnya. Wanita yang benar-benar tidak menyukai Melani.
Sementara Melani hanya melirik ke arah putranya. Sepertinya putranya mengalami kesulitan, karena itu ibunya ini akan membantunya membukakan jalan.
Kembali Stefanie berbisik pada Chandra.”Apa ibumu akan berpihak kepada kita? Bagaimana kalau…”
“Hei…mungkin hanya 10% ibu yang akan menghianati putranya. Dan ibuku tidak termasuk 10% itu.” Chandra dengan cepat menyumpal mulut Stefanie menggunakan potongan buah.
Sang putra yang melirik ke arah ibunya, sepersekian detik mereka diam-diam saling melemparkan senyuman. Melani memang begitu mudah akrab dengan orang lain. Amat sangat mudah, mengendalikan perasaan dan hati orang. Seorang single parent yang kerap mengalami kekerasan.
***
Semua orang mungkin sudah kembali ke kamarnya masing-masing. Melani melangkah ke lantai 2 ditemani oleh putranya dan menantunya.
“Malam ini kalian harus membuatkan cucu untukku.” Kalimat yang benar benar menusuk dari sang ibu, melangkah di depan mereka. Kalimat yang benar-benar membuat Stefanie menelan ludahnya.
“Bukankah aku sudah menceritakan kepada ibu lewat pesan singkat, bahwa ini hanyalah pernikahan kontrak.” Chandra berusaha tersenyum di hadapan ibunya, masih membimbing Stefanie untuk kembali menaiki anak tangga.
Sang Ibu juga berusaha tersenyum tidak mau kalah.
Chandra kemudian menggerakkan tangannya, menggunakan bahasa isyarat, untuk berucap kepada ibunya.’Ibu, bersabarlah, nanti juga betinanya mau. Aku sedang merayunya sedikit demi sedikit masuk. Hanya sedikit demi sedikit, setelah 3 bulan aku janji akan kebobolan.’
“Chandra, Kenapa tanganmu bergerak? Apa yang sedang kamu lakukan?” Pertanyaan aneh dari Stefanie.
“Bukan apa-apa, tadi ada nyamuk…” pemuda yang sembarangan mencari alasan. Ingin menangis rasanya, Bagaimana caranya mengatakan kepada wanita buta ini?
Melani mengangkat sebelah alisnya.”Benar! Walaupun ini ruangan ber-ac, ternyata ada begitu banyak nyamuk di tempat ini. Nyamuk yang memasukan dan mengeluarkan alat hisapnya. Membuat sekujur tubuh kegatalan…”
Hingga langkah mereka bertiga berhenti Di depan kamar utama. Mata Melani melirik ke arah Chandra dan Stefanie, ketika hendak membantu membuka pintu.
“Ini tidak benar…” Gumam Melani, menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Wanita yang mengangkat sebelah alisnya memikirkan sesuatu, perlahan tersenyum penuh arti.
***
Tepat pada pukul 02.00 pagi ketika Victor mengatakan sudah dalam perjalanan bersama istrinya, mengingat penerbangan mereka sempat tertunda. Seluruh anggota keluarga segera berkumpul di ruang tamu.
Itu semua karena, akan ada keributan setelah ini. Tentu saja semua anggota keluarga sudah datang kecuali Melani, Stefanie dan Chandra. Mungkin mereka masih tertidur lelap.
Suara mobil terdengar, pertanda Victor dan istrinya telah sampai.
dan ga bakalan ngelepas sampe kita mati kering 😒
siap" ya
🤣🤣🤣
dg alasan apapun semoga jd ide utk derrel menendang danu dan lisa dari stefanie
😍
udah pake mobil stefanie... ehh... masih nambah black card stefanie juga
stefanie begitu kamu sudah bisa melihat,, kamu akan terpesona dg kegantengan derrel 😄😄😄