Aqila Mahendra, seorang gadis cantik berusia 21 tahun. Dia merupakan seorang mahasiswi disebuah universitas swasta di kota Jakarta. Ia bisa dibilang sebagai mahasiswi yang berprestasi di kampusnya, hal ini bisa di buktikan dengan beasiswa yang ia dapatkan dari tahun ke tahun hingga ia sampai di semester akhirnya.
Kemulusan hidupnya di dunia pendidikan tak sama dengan kemulusan hidupnya di dunia nyata. Hidup menjadi korban broken home bukanlah keinginannya, namun takdir sudah menuliskan kisah hidupnya sebagai seorang korban dari keegoisan sepasang suami istri yang sudah tak lagi sejalan, apalagi ada orang ketiga yang hadir di pernikahan mereka.
Selepas perceraian sang ayah dengan bundanya, Aqila tinggal bersama sang bunda dan keluarga barunya. Disaat tinggal bersama sang bunda malapetaka pun terjadi di dalam hidup Aqila.
Mau tau malapetaka apa yang terjadi di hidup Aqila?
Yuk simak ceritanya sampai selesai ya. Happy reading guys..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Tiga tahun sudah Aqilla berada di luar negri. Dalam masa itu pula Dito hanya satu kali menemui Aqilla, selain karena ada perjalanan bisnis, juga karena menghadiri pernikahan Tania dan Dwi.
Ya. Keduanya menikah karena mengalami cinta lokasi. Cinta Dwi keduanya tumbuh saat diberi tugas oleh Dito menjaga Aqilla.
Alasan Dito tak bisa sering menemui Aqilla di New York, itu karena kondisi kesehatan Tita yang tiba-tiba saja menurun. Berbagai pemeriksaan telah di lakukan dan akhirnya, hasil yang tidak di harapkan pun muncul. Tita sakit tumor otak, dan dia harus segera di operasi.
Dito yang ingin Tita di tangani oleh Tania, sepupunya yang berprofesi sebagai Dokter specialis bedah syaraf pun meminta Tania untuk segera kembali ke Indonesia. Tania tak menolak, ia akan kembali ke Indonesia untuk menangani keponakan tercintanya.
"Tania, Tita sakit, dia menderita tumor otak, kata dokter yang memeriksanya. Tumor itu harus segera diangkat. Musuh ku di dunia bisnis sangatlah banyak. Aku khawatir mereka akan menggunakan Tita sebagai alat untuk menjatuhkan ku. Aku ingin kau menangani Tita, Tan." Terang Dito, saat ia berkesempatan bicara pada Tania di dalam satu meja bersama Dwi dan juga Aqilla.
"Dengan senang hati Dit, aku akan mengusahakan kesembuhan putrimu yang juga keponakan ku."
Sedangkan Aqilla yang mengetahui akan kembalinya Tania ke Indonesia pun akhir memutuskan untuk ikut serta. Ia tak mau tinggal di negara orang seorang diri. Ia juga akan ikut serta dalam menangani kesembuhan Tita.
"Aku pun akan berperan serta dalam penyembuhan Tita, Mas. Kamu jangan khawatir kami berdua akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat Tita sembuh. Sekarang kita hanya perlu berdoa agar Tuhan memberikan kesembuhan dengan usaha yang kita jalani nanti." Ucap Aqilla yang di jawab amin dari ketiganya.
Seminggu setelah acara pernikahan Tania dan Dwi telah selesai di langsungkan. Kedua dokter spesialis ini mengundurkan diri bersama-sama dari rumah sakit ternama di kota New York. Banyak rekan Dokter yang menyayangkan keputusan mereka. Karena mereka adalah deretan Dokter-Dokter terbaik yang dimiliki oleh rumah sakit tersebut.
Keduanya pun bertanya pada Dito, rumah sakit mana yang akan menerima mereka untuk melangsungkan operasi pengangkatan sel tumor yang di idap Tita.
"Dit, kami sudah mengundurkan diri, lalu rumah sakit mana yang akan menerima kami di Indonesia nanti?" Tanya Tania pada Dito.
"Kalian tenang saja. Angel mantan kekasih ku akan mengurus semuanya. Kalian cuma cukup datang dan jadwal praktek kalian akan terpampang di rumah sakit miliknya." Jawab Dito yang membuat kedua lawan bicaranya terheran-heran.
Angel. Ya Angel. Bicara tentang Angel. Dunia telah berpihak pada wanita yang dulu hatinya dipatahkan oleh Dito yang meninggalkannya demi menikah dengan Cella. Saat ini Anggel telah menikah dengan Danu. Pewaris rumah sakit tempat ia bekerja.
Setelah mengetahui apa yang terjadi pada Aqilla dan melihat jelas bagaimana suasana apartemen Aqilla yang hancur berantakan karena ulah Tuan Yohanes. Akhirnya membuat Angel meminta Danu untuk menikahinya. Bukan karena ia mencintai Dokter tampan itu, tapi karena ingin melanjutkan aksi balas dendam sahabatnya.
"Jika kamu mencintaiku, tolong nikahi aku secepatnya Dan," ucap Angel yang saat itu mendatangi ruang praktek Danu.
"APA?? Aku tak salah mendengar permintaan mu ini Angel?" Tanya Dokter Danu yang terkejut dengan permintaan pujaan hatinya.
"Tidak, kau tak salah mendengarnya, jika kau tak mau menikahi sekarang, berarti hubungan kita cukup sampai di sini saja Dok." Jawab Angel yang seakan memaksa Dokter Danu untuk menerima permintaan Angel.
Danu yang tak mau kehilangan Angel pun mengiyakan permintaan Angel yang ingin di nikahi dengan rumah sakit milik keluarganya yang dijadikan mas kawin pernikahannya.
Ya. Angel sengaja meminta mas kawin yang fantastis karena apa? Karena ingin menggagalkan keinginan Bastian yang ingin memiliki dan menguasai rumah sakit milik keluarga istrinya itu.
Senyum kemenangan terbit di wajah cantik Angel ketika melihat namanya tertera sebagai pemilik rumah sakit tempat dimana ia bekerja. Bastian terlihat sedih dan kecewa ketika dengan bangganya, Ayah mertuanya itu memberikan surat kepemilikan rumah sakit kepada menantu perempuannya yang dikenal sebagai Dokter spesialin penyakit dalam terbaik di rumah sakit tersebut.
"Good job Angel, mungkin tiga kata itu yang akan lo ucapin ke gue Qilla. Meskipun lo pergi gue akan tetap menjalankan misi lo. Misi lo gak akan pernah tertunda sayang," gumam Angel saat melihat bagaimana Bastian tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Belum sempat ia mendepak Danu dari rumah sakit ini, dia malah melihat istri baru yang di nikahi mendapatkan apa yang ia inginkan. Kehancuran keluarga Cella dan Bastian memang sudah di depan mata.
Jika Angel membalas dari sisi Bastian, lain halnya dengan Dito. Dia membalaskan apa yang menjadi keinginan Aqilla. Menjatuhkan Cella dan Ayah tirinya. Dito berhasil mengakusisi perusahaan ayah mertuanya. Bisnisnya menjadi besar dan berkembang setelah mengakusisi perusahaan ayah mertuanya.
Keadaan perusahaan Dito dan Bram saat ini menjadi seimbang. Bram yang sudah tak memiliki nyawa dalam dunia bisnis selalu tak bergairah untuk mendapatkan tender-tender mau besar ataupun kecil. Ia hanya memperkaya dirinya sendiri dan menjadi duri di dalam daging perusahaan keluarganya.
Tanpa sepengetahuan Tuan Yohannes, Bram sudah membuat perusahaan sendiri, di bantu oleh Jophan dann juga Sandra sepupunya.
Di depan mata Tuan Yohannez Bram hanya aktif mengurus hotel bintang lima miliknya, tidak dengan kerjaan bisnis milik orang tuanya.
Beberapa kali Tuan Yohannes masuk rumah sakit karena ia mengetahui jika perusahaannya banyak mengalami kerugian. Ada tikus-tikus yang menggerogoti perusahaannya. Berharap sang putra akan perduli tapi nyatanya tidak. Bram seakan membalas perlakuan Tuan Yohannes padanya secara langsung.
"Kau sudah memiliki pewaris palsu mu bukan Dadd, jadi kau tak perlu aku untuk mengurusnya. Aku tak ingin membuang tenaga dan pikiranku hanya untuk masa depan orang lain yang bukan darah daging ku." Batin Bram.
tp dia sadar hanya Bram yg di cintai qila
kok kaya aneh gitu ya aq bacanya
bram kaya gitu masih mau saja
diminta untuk ninggalin wanitanya aja Masih pikir² ee masih mau aja sama bram
egois ingin memiliki tanpa mau berusaha dengan cara yg benar
mungkinkah dunia para bangsawan seperti itu di dunia nyata