Wanita cantik yang hidup dengan orang tua tunggal yaitu ayahnya, harus mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang mafia.
Tidak di sangka, teman masa kecilnya yang terpisah bertemu kembali dan saling jatuh cinta dengan peradaban yang berbeda.
Gus Rayyen putra dari istri kedua yang jadi sorotan, karena mencintai seorang mafia cantik yang bertato, tidak hanya satu nyawa yang terbunuh oleh tanganya, bahkan puluhan nyawa.
Sedang semua kakaknya, menikah dengan anak kiayi, atau anak ustad.
Cinta Rayyen harus menimbulkan pro dan kontra, kakak - kakaknya sampai ibu kandungnya membencinya. hanya umi istri abah pertama yang mengertinya.
Bagaimana kisah cinta Gus Rayyen dengan Humaira andreas, adik dari Leonardo andreas yang ikut dengan ayahnya ?
Selamat membaca ini pecahan dari kisah ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKU .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Welga Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
polosnya Rayyen
Memakai celana robek di lutut, dengan kaos oblong, dan di lapisi kemeja, denan topi di balik.
" Aku udah datang !" kata Ira.
Rayyen langsung memeluk Ira, tanpa sadar.
" Aku rindu kamu kak !" kata Rayyen.
" Jangan panggil aku kak, itu berkesan sangat tua !" tolak Ira.
" Baiklah Be bela !" kata Rayyen.
" Ini hari terahirku di China, aku ingin minta nomor ponsel kamu, jika aku kangen aku bisa hubungi kamu !" kata Rayyen.
" Sebenarnya kamu tinggal di mana !? tanya Ira.
" Turki, aku di sini hanya bisnis " kata Rayyen.
" Hati - hati di Turki !" pesan Ira.
" Ada apa emang Bel ?" tanya Rayyen.
" Kalau saja kau salah melangkah, kau akan masuk dalam dunia hitam " kata Ira.
" Maksudnya ?" tanya Rayyen.
" Jadi anak jangan polos - polos " kata Ira sambil menarik hidung Rayyen, sedangkan Rayyen nyengir menahan sakit.
" Ayo ikut aku " kata Ira sambil menuju tempat yang aman.
" Banyak organisasi ilegal, yang berkedok menggunakan agama islam " kata Ira.
" Terus aku harus apa Bel, sedang aku sudah masuk salah satu organisasi yang ada di sana ? " kata Rayyen.
" Setiap kau bawa barang, periksa dengan detail, takutnya di selipkan barang haram !" kata Ira.
" Maksudnya wanita haram gitu, ya tidak mungkin !" kata Rayyen.
" Astaga, kau sudah kuliah di Turki dua tahun masih bodoh " kata Ira sambil menonyor kepala Rayyen.
" Barang haram itu narkotika " kata Ira dengan gereget.
" Oh. . !" kata Rayyen santai.
Ira mengeluarkan ponselnya dan menunjukan jenis - jenis barang haram dan menjelaskan.
" Kalau tidak perjualan budak " kata Ira mebuat mata Rayyen membulat sempurna.
" Tidak usah bikin aku takut Bel !" kata Rayyen.
" Aku keliling dunia persilatan tidak hanya setahun dua tahun Rayyen, jadi tidak sebodoh kamu " kata Ira sambil menunjuk hidung Rayyen.
Tiba - tiba ponsel Ira berbunyi, segera Ira mengangkatnya, dan.
" Rayyen aku duluan, ada urusan penting " kata Ira, lalu berlari.
" Bella nomor ponselmu !" teeiak Rayyen.
Ira menyebutkan sambil lari, membuat Rayyen bingung.
...****************...
Brak. . ! Deon menggebrak meja di depan Roy.
" Bodoh, kenapa kau biarkan Leon menikahi kekasih Arief ?" kata Deon saat mendengar laporan dari Roy, tentang pernikahanya mendadak..
" Maaf dad, itu semua, tidak di sengaja, Arief menuliskan wasiat untuk menjaga kekasihnya, jadi tuan Leon saat itu juga menikahinya di depan jasad Arief " kata Roy.
" Apa sebenarnya rencana Angga, untuk putraku ?" kata Deon dengan mata memerah.
" Sepertinya dia gadis baik, dan polos " kata Roy.
" Maka dari itu, dari kepolosanya bisa di manfaatkan oleh Angga " kata Deon.
" Besok papi akan menyelidikinya !" kata Wijaya yang langsung masuk ke ruangan Deon.
" Kalau tidak setuju, jangan di buang dad, aku juga mau " kata Roy.
Membuat Deon tambah emosi. Roy menunduk ketakutan, memandang mata Deon.
Keesokanya
Wijaya telah siap mencari tahu tentang istri dari cucunya, dengan menyamar menjadi seorang pemulung
Wijaya, mengikuti mereka dari mereka keluar apartemen sampai masuk ke gym, senyumnya tidak ada henti, karena melihat ke konyolan cucu menantunya.
Di jalan.
" Kok jalan kak ?" tanya Zha pada Leon yang di rekam oleh Wijaya kakek Leon.
" Ternyata istri Leon namanya Zha, dan masih kecil " pikir Wijaya.
" Tidak usah protes, katanya mau olah raga, ini pemanasan Zha, lagian tidak jauh " kata Leon.
" Cuman nanyak tidak protes !" kata Zha.
Sepanjang perjalanan hanya Zha yang ngomong Leon hanya diam.
" Sebentar Zha " kata Leon menhentikan langkahnya membuat Zha terkejut.
" Kenapa kak ?" tanta Zha.
Leon mengulurkan minum pada Zha. Zha tertegun.
" Kamu pasti capek, dari tadi ngoceh terus " kata Leon sambil memegang kepala Zha.
" Itu salah satu olah raga mulut, biar tidak kram kak, dari pada kak Leon diam saja, makanya kaku buat ngomong " jelas Zha.
Appp
Mulut Zha di bekap pakai air minum oleh Leon. membuat Zha manyun sepanjang perjalanan
Sesampainya di tempat gym. Leon membuka jaketnya, body sispaknya membuat mata Zha melotot yang masih tertutup tangtop tipis. tapi mata para wanita menandang kagum.
" Indahnya ciptaan tuhan, . . . . ! Ku kira hanya makluk animasi saja yang punya body kayak gitu, walau body kecil, tapi " Zha menggelengkan kepala tanda kagum " Naruto sama tsubasa saja kalah " gumam Zha.
Leon mulai skiping tapi di ambil okeh Zha.
" Zha bisa kak kalau cuman kayak gini, dulu Zha juara satu terus di sekolahan " cerita Zha.
Leon geleng kepala pergi meninggalkan Zha, dan ganti angkat barbel. Zha mengambilnya tapi keberatan, hampir saja hilang keseimbangan. Untung Leon sigap menangkapnya.
" Olah raga perempuan bukan di sini, ayo aku antar " kata Leon sambil jalan.
Zha di antar ke tempat yoga, di sana isinya kaum wanita, saat Leon masuk semua mata wanita tertuju pada Leon, membuat Zha rasa cemburu.
Saat Leon telah selesai menitipkan Zha pada pelatihnya Leon mau keluar dan berpapasan dengan Zha.
" Senangnya di pandangi banyak cewek " bisik Zha.
Leon hanya menanggapi dengan senyum, membuat Zha jadi tidak ingin olah raga lagi karena kesel sama suaminya.
Olah raga di mulai Zha mengikuti intruksi pelatih, tapi tanpa sengaja Zha tertidur di matras. Saat seluruh peserta olah raga pulang, tinggal Zha yang masih tertidur di matras. membuat pelatih mencari Leon.
Leon yang sudah menunggu.
" Pak Leon ?" panggil orang setengah matang dengan kemayu.
" Ada apa Surya ?" tanya Leon.
" Jangan panggil aku Surya deh, tapi seruni, kitakan sudah kenal lama jangan buka kartuku dong " kata seruni wanita bukan laki juga bukan.
Leon hanya tersenyum.
" Kamu kok masih tetap seperti dulu ya, istrimu kok betah, sama es batu kayak kamu ?" kata seruni.
" Istrimu tidur di matras tuh ?" kata seruni sambil menunjuk tempat yoga tadi.
Leon menuju ruangan, ya memang hanya ada Zha yang tertidur pulas, Leon membangunkan Zha dengan pelan.
" Zha, Zha bangun, yok kita pulang " kata Leon.
Zha membuka matanya dan memandang sekeliling.
Lalu berdiri mengikuti Leon. Leon lebih dulu jalan, Zha mengikuti setengah berlari.
Setelah jalan agak jauh, Zha berhenti, pilih duduk, karena di tinggal oleh Leon, Leon menengok kebelakang dan menghampiri Zha sambil geleng kepala.
" kenapa malah duduk ?" tanya Leon.
" Emang kakiku kaki kuda yang bisa mengejar kaki unta " jawab Zha dengan cemberut.
" Ayok jalan " kata Leon.
" Malas " kata Zha.
Ahirya Leon mengalah dari pada kelamaan, Leon menawarkan punggungnya untuk menggendong Zha, Zha senyum, dan langsung naik.
" Nah gitu dong, masa lebih sayang sama barbelnya kerimbang istri " kata Zha.
" Namanya juga olah raga Zha, dari pada kamu olah raga tidur! !" kata Leon.
" Tidur juga olah raga kak Leon, dia masuk dalam kesehatan merilekan otak, Kak Leon olah raga hanya membesarkan ini kan ?" kata Zha sambil memegang dan meremas roti sobeknya Leon, membuat darah Leon berdesir.
" Punya Zha tidak olah raga saja sudah besar " kata Zha sambil menekan *********** pada punggung Leon.
Leon reflek, langsung nenurunkan Zha.
' kalau lebih lama tidak bisa nahan aku ' kata Leon dalam hati.
" Kenapa kak ?" tanya Zha.
" Capek, kamu kegendutan " alasan Leon.
" Kak, Zha lapar ! " kata Zha.
" Nanti sampai rumah, kalau tidak, cari cafe yang buka " kata Leon.
" Itu ada warteg kak !" kata Zha sambil menunjuk warteg yang baru buka.
" Jangan Zha, tidak higienis " tolak Leon tapi sudah keburu Zha menariknya masuk.
Zha memesan menunya, dan mulai makan, Leon merasa risih dengan tempat dan cara penyajianya.
Zha sudah memasukan nasi dan lauk ke dalam piringnya.
" Kak Leon, tidak makan ?" tanya Zha.
Leon hanya menggeleng.
" Tidak tidak kak kalau sakit, besarnya Zha dari kayak gini, dulu Arief juga waktu masih ngaku miskin kita sering makan kayak gini sepiring berdua dengan satu lauk " cerita Zha.
" Dari pada di resto, sudah mahal, makananya dikit lagi " jelas Zha
bingung kan jadinya 😪
mampir thorr