Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.
Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Kenanga membuat janji dengan detektif yang dia sewa sebelumnya. Tadi detektif tersebut menghubunginya dan mengatakan jika sudah menemukan bukti yang diminta oleh Kenanga. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk bertemu di sebuah restoran yang cukup jauh dari rumah Kenanga.
Wanita itu sengaja meminta bertemu di tempat yang jauh agar tidak ada yang mengetahui pertemuan mereka. Dia tidak mau orang lain ikut campur dalam urusannya, takut juga jika Bima melihatnya bertemu dengan seorang pria maka akan jadi masalah. Meskipun Bima tidak mencintainya, tapi pria itu sangat menjaga harga diri jadi, pasti tidak mau jika namanya akan tercoreng nantinya.
"Maaf, Pak, saya telat," ujar Kenanga yang kemudian duduk di kursi kosong.
"Tidak masalah, saya juga baru datang," sahut detektif tersebut.
"Apakah Anda sudah pesan minuman dan makanan?"
"Sudah. Baru saja saya pesan kopi mungkin masih dibuatkan."
Kenanga mengangguk dan memanggil salah seorang pelayan dan memesan minuman juga. Mereka hanya sebentar, jadi hanya pesan minuman saja. Bukannya pelit, Kenanga hanya tidak ingin terlalu lama di sana dan bertemu orang yang tidak seharusnya.
"Bu Kenanga, ini bukti yang sudah saya kumpulkan sesuai dengan keinginan Anda. Anda bisa memeriksanya. Jika ada yang kurang puas katakan saja, nanti saya akan mencoba untuk mencaritahu lagi."
Kenanga pun mengambil map yang diberikan oleh pria itu dan membukanya satu persatu. Semua sesuai dengan apa yang diperkirakan olehnya. Ada juga foto pertemuan Bima dengan Alicia berapa kali, di beberapa foto juga ada Davina yang terlihat begitu bahagia.
Mengenai data Alicia selama wanita itu menjadi model, ternyata tidak sebaik yang dia pikirkan. Alicia sering bergonta-ganti kekasih, diantaranya orang-orang yang bekerja dengannya. Ada juga atasannya, bahkan diantaranya juga pernah melakukan hubungan suami istri.
Kenanga merasa miris melihatnya. Apakah mungkin Bima tahu mengenai hal ini, tapi kenapa pria itu masih mau melanjutkan hubungan mereka? Sudahlah, itu bukan urusan Kenanga. Jika Bima sudah memutuskan untuk mempertahankan Alisia, maka dirinyalah yang akan mengalah.
"Apa kamu bisa menjamin jika semua informasi ini benar?" tanya Kenanga.
"Tentu saja. Saya pastikan jika informasi itu seratus persen benar karena saya mencari itu bukan hanya dari satu sumber saja."
Kenanga mengangguk dan berkata, "Terima kasih atas kerja kerasnya. Saya akan mentransfer sisa pembayarannya nanti."
"Justru saya yang berterima kasih. Jika nanti Anda butuh jasa saya lagi, silakan hubungi nomor saya."
"Baik."
Detektif tersebut pun setelah meminum kopi miliknya. Kenanga masih memperhatikan dokumen tersebut, memikirkan jalan yang akan diambil selanjutnya. Hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk berbicara lebih dulu dengan Bima nanti. Semoga saja ada jalan yang terbaik untuk mereka berdua.
Sekarang Kenanga menyerahkan semua keputusan para Bima. Kalau pria itu mau melepaskan Alicia mungkin dirinya akan mau memaafkan dan kembali membangun rumah tangga mereka dengan bahagia. Dia juga tidak memperdulikan mengenai harta yang dimilikinya.
Kalau memang Bima butuh uang, maka dengan sukarela akan membantu sang suami, tapi kalau memang pria itu lebih memilih Alicia maka Kenanga akan mundur. Dia sudah memantapkan hati, apa pun jawaban Bima dirinya akan menerima semua dengan lapang dada.
Kenanga pun mengambil map tersebut dan segera pergi dari restoran itu. Dia mengemudikan mobilnya sendiri sambil memikirkan masa depan rumah tangganya. Teringat jika selama ini Bima selalu memperlakukannya dengan baik. Meskipun tidak ada tatapan hangat untuknya, apalagi ungkapan cinta.
Dulu Kenanga selalu iri pada teman-temannya, setiap kali semuanya bercerita tentang suaminya yang memberi perhatian, memberi kejutan romantis. Kenanga selalu meyakinkan diri jika Bima bukanlah orang yang seperti itu karena memang semua tidak semua laki-laki sama. Akan tetapi ternyata Bima bisa bersikap romantis terhadap mantan istrinya dan itu sungguh-sungguh melukai hatinya.
Tiba-tiba saja wanita itu penasaran apa yang sedang terjadi di rumah sekarang ini. Saat berada di lampu merah, dia membuka ponselnya dan melihat keadaan di rumah lewat CCTV yang dipasang. Tampak tidak ada Davina mungkin belum pulang dari sekolah, hanya ada dua pembantunya yang sedang di dapur untuk memasak.
Sepertinya mereka memang sedang menyiapkan makan siang karena sebentar lagi dia juga akan pulang. Kenanga pun memasang earphone dan kembali fokus ke arah jalanan. Namun, telinganya masih mendengarkan kedua pembantunya yang sedang membicarakan menu masakan. Mereka membagi tugas masakan agar cepat selesai.
"Oh ya, Bik, tadi pagi Bibi tidak lupa memberi pil pada nyonya 'kan?" tanya salah satu pembantu sambil menggoreng ikan.
"Tidak. Kamu lihat saja untuk hari ini, pasti sudah tidak ada."
"Syukurlah kalau tidak lupa. Aku nggak mau nanti Tuan Bima marah seperti beberapa hari yang lalu, gara-gara Bibi lupa memberi pil pada minuman Nyonya Kenanga."
Tubuh Kenanga menegang karena terkejut. Dia penasaran pil apa yang dimaksud oleh mereka. Kenapa dirinya tidak tahu apa-apa dan kapan Bibi memberikan dia pil? Seingatnya, dia tidak meminum pil apa pun dari pembantunya.
"Tenang saja, Tuan Bima tidak akan marah."
"Bagus. Aku sebenarnya heran pada Tuan Bima, kenapa harus memberikan pil KB pada Nyonya Kenanga? Apa Tuan tidak ingin memiliki anak dengan Nyonya Kenanga?"
Kenanga menginjak rem begitu saja karena terlalu terkejut dengan apa yang dia dengar jujur. Untung saja di belakang tidak ada mobil, kalau tidak mungkin akan terjadi kecelakaan. Jantung Kenanga berdebar dengan cepat. Apa maksud dari pembicaraan mereka dan apa hubungan dirinya dengan pil KB?
Dalam hati wanita itu tidak percaya bahwa suaminya begitu kejam memperlakukannya, tapi mengingat jika selama ini Bima tidak pernah mencintainya, Kenanga pun sadar jika memang dirinya sama sekali tidak berarti dalam keluarga itu. Kalau begitu apa artinya Kenanga selama ini dalam keluarga itu.
Kenanga pun mengambil ponsel yang sempat dia letakkan di atas dashboard dan sekarang dihadapkan ke arahnya. Wanita itu memperhatikan kedua pembantunya dengan saksama, apakah pembicaraan mereka benar atau hanya kebohongan semata. Namun, pembicaraan mereka selanjutnya justru semakin membuat hati Kenanga berdarah.
"Sepertinya begitu padahal Nyonya Kenanga selama ini sangat baik dan memperlakukan Nona Davina seperti anaknya sendiri. Wanita seperti itu sudah seharusnya Tuan Bima senang, tapi entah kenapa Tuan Bima seakan biasa saja, bahkan sesekali mengacuhkannya."
"Apa karena memang Tuan Bima tidak pernah mencintai Nyonya Kenanga dan hanya mencintai mantan istrinya? Seingatku Tuan Bima begitu mencintai istri pertamanya, bahkan cara memperlakukannya pun berbeda dengan Nyonya Kenanga."
"Aku dari dulu juga berpikir seperti itu. Sesungguhnya aku juga kasihan pada Nyonya Kenanga, tapi mau bagaimana lagi, kita ini hanya orang kecil. Apalagi kita juga butuh uang untuk keluarga di kampung. Tuan Bima memberi kita gaji yang tinggi untuk pekerjaan yang kita lakukan. Meskipun tugas kita sangat berbahaya mudah-mudahan saja tidak membuat kita dicap sebagai kriminal."
semoga iya dan berjodoh dan bisa punya baby sekarang banyak bngt usia puber ke dua pada tekdung
tapi jaman sekarang yg kepala 4 tuh lagi wow kaya umur 25 th ga kelihatan tuir
ayo kenangan do something temui tuh wanita yg di cintai suamimu