Di sarankan sebelum membaca cerita ini, baca dulu novel berjudul "Istri Taruhan Kunci Surgaku, agar semuanya tau alur cerita nya.
Adam naven nugraha, pria tampan yang baru berusia 19 tahun, dimasuk ke pesantren oleh orang tuanya, karna kenakalan dan salahnya pergaulan di masa remaja
Kedua nya berharap jika anak nya bisa berubah. Tapi, bukan nya berubah, Adam semakin nakal, pembangkang, bahkan dia selalu membuat onar dan mengganggu teman-teman nya.
tak hanya itu, bahkan para ustadz sudah menyerah mengajar di kelas adam, karna setiap ustadz selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik.
hingga suatu hari, seorang perempuan yang baru saja pulang dari pendidikan nya mengambil alih kelas mereka. Dia berhasil membuat lelaki di kenal Nakal itu baik dan berakhlak.
Tapi suatu kenyataan yang mengejutkan, dia malah mendapat ungkapan cinta dari, Adam.
Apakah Khanza akan mau menerima berondong yang berkedok muridnya sendiri, atau kah dia sudah punya lelaki pilihan hatinya sendiri? Y
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adam dan Khanza.
Setelah kejadian malam yang sangat memalukan bagi Adam, keturunan Nugraha itu semakin membenci yang namanya Khanza. Meskipun itu adalah gurunya, tapi dia tetap memendam rasa benci terdalam kepada Khanza.
"Kamu harus mengambil hikmah nya saja apa yang telah di lakukan ustazah Khanza, karna apapun yang dia lakukan itu untuk kamu, agar kamu bisa berubah menjadi baik," cecap ust. Raka, dia mencoba memberikan pemahaman pada Adam.
Sementara Adam hanya diam, melihat sekilas pada ust. Raka, dia sangat malas mendengar semua uraian yang di berikan putra dari Diki itu. Yang dia pikirkan Sekarang ini hanyalah cara untuk membalas perbuatan Khanza, sungguh penghinaan yang di lakukan Khanza tadi sangat terngiang, perkataan semua santriwati masih terus berputar dalam ingatan nya.
Melihat tidak ada respon dari Adam, ust. Raka sampai menghela nafas panjang, seperti nya Adam masih shock, dari itu dia lebih memilih untuk membaca kitab untuk bahan dia mengajar besok.
Adam masih bergeming, dia bahkan tidak perduli apa yang di lakukan oleh ust. Raka. Bahkan hingga ust. Raka sudah tertidur.
Beda halnya dengan dia, yang sama sekali tidak tidur hingga menjelang subuh hari. Setelah satu malam penuh memikirkan cara, kini dia bangkit setelah mendapatkan ide.
Dengan segera Adam bangun saat mendengar suara adzan di masjid, bahkan dia lebih dulu pergi ke masjid daripada ustadz Raka.
Husain yang melihat Adam tiba di dalam masjid lebih dulu merasa tercengang dan juga rasa tak percaya jika itu adalah Adam. Karna laki-laki itu biasanya selalu datang di saat raka'at terakhir. Husain berpikir jika Adam sudah berubah setelah hukuman yang di berikan oleh ustazah Khanza.
"Adam," sapa Husain.
Namun, yang di sapa terus berjalan dengan ekspresi datar, sama sekali tidak menyahuti.
Sampai di dalam masjid, Adam melihat orang di sana solat sendiri-sendiri. Meski dia selalu tidak menyimak saat gurunya menerangkan makna kitab, tapi dia sedikit nya tau jika santri di sana mengerjakan solat sunat sebelum fajar.
Dengan penuh keyakinan Adam ikut solat, melakukan gerakan seperti salah seorang santri yang ada di hadapannya yang lebih dulu melaksanakan solat sunnat sebelum fajar.
Setelah solat, tak lupa dia berdoa, karna memang itu tujuan nya, dia ingin memanjatkan doa, agar kali ini rencananya berhasil untuk membalas mengerjai Khanza.
"Aku tidak pernah meminta kepada mu, tapi kali ini aku mohon, bantulah agar aku bisa membalas semua perbuatan guru ku yang semalam telah mempermalukan ku, Amin!" Adam sampai meraup wajah nya setelah selesai berdoa.
Setelah itu, tak lama seorang imam datang, para santri pun mulai memenuhi saf dalam masjid. Langsung saja mereka melaksanakan solat subuh secara berjamaah.
Selesai melaksanakan solat berjamaah, Adam duduk sambil berzikir, tidak seperti biasanya yang selalu ketiduran, kali ini dia tampak begitu serius mengikuti wirid dan juga menengadahkan tangan nya saat imam membacakan doa.
Ustadz Raka dan yang lainnya tersenyum melihat perubahan Adam, mereka merasa apa yang di lakukan oleh Khanza memang sangat berpengaruh pada Adam.
Merasa dirinya jadi bahan tontonan, Adam tidak bereaksi apapun. Wajahnya masih datar juga terkesan dingin.
Selesai berdoa, semua jamaah sudah keluar dari dalam masjid, mereka bergegas untuk mandi, ada yang tidur kembali, ada juga yang mengulang hafalan.
Setelah semuanya keluar, Adam melihat tidak ada satu orangpun di sana lagi, diapun langsung bangkit, mengontrol orang sebelum akhirnya dia masuk ke dalam kelas tempat dia mengaji.
Dengan jahil nya, Adam mengeluarkan lem cair dari dalam lipatan sarungnya, lem bening itu langsung dia tuangi di atas lantai keramik yang akan di duduki Khanza.
"Mampus lo!"
~Bersambung.
Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.
Endingnya gmn?
dah lama nunggu nih...
dari taun kemaren, nunggu lanjutannya.
????