Alur cerita maju mundur cantik, jadi perhatikan beberapa keterangan yang menyertai setiap bab.
***
Aku wanita biasa, yang tidak pernah puas dengan apa yang Aku miliki.
"Di rumah, Aku adalah seorang istri yang baik dan patuh. Tapi jika di luar rumah, Aku adalah Aku. Apa Aku tidak normal?" tanya Melinda dalam hati.
Melinda sadar, ada sesuatu yang tidak biasa yang dia rasakan sejak kecil.
Dan itu ada hubungannya, dengan kejadian yang dialami Linda, sewaktu masih kecil dulu.
***
Yuk lanjut baca.
Jangan lupa, fav and like ya gaess👍👍🙏🙏
Kasih giff and vote juga, biar TK tambah semangat ✍️✍️✍️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kasus-kasus Yang Ada
Kejadian yang dialami oleh Linda, terus menerus dia terima. Tapi dia tidak berani untuk mengadu pada ibu atau bapaknya.
Apalagi saat ini, bapaknya sedang dalam keadaan sakit-sakit.
Itu menjadikan Linda semakin diam dengan apa yang dia rasakan.
Hingga suatu hari, dia sudah tidak lagi bisa menahan diri untuk rasa sakit, akibat pukulan demi pukulan yang dia terima dari suaminya sendiri, polisi Ferry.
Linda pergi dari rumah, bersama dengan anaknya yang baru berusia enam bulan.
"Linda?"
Kedatangan Linda, tentu membuat ibunya kaget. Apalagi, kedatangannya itu bersama dengan anaknya, dengan berjalan kaki dan tanpa suaminya yang mengantarkan dirinya pulang ke rumah.
"Buk. Linda sudah tidak tahan lagi. Lihatlah Buk. Hiks hiks hiks..."
Linda memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya, yang terlihat jelas jika baru saja kena pukulan.
Bahkan, beberapa sudah tampak seperti memar yang lama, karena mulai memudar.
"Ini... ini siapa yang melakukannya Linda. Kenapa Kamu diam saja? Kenapa tidak mengadu kepada suamimu?"
Ibunya Linda, justru salah paham, dengan apa yang terjadi pada anaknya itu. Dia berpikir jika, ada orang lain yang melakukan semua ini, pada anaknya. Dan suaminya, polisi Ferry, tidak tahu apa-apa tentang keadaan isterinya.
Untungnya, bayinya Linda sedang tidur. Tadi, begitu masuk ke dalam rumah, Linda langsung meletakkan bayinya, ke dalam kamar, supaya tidak mendengar suaranya yang sedang mencoba untuk mengadukan perbuatan suaminya selama ini pada dirinya.
"Ada apa Lin? apa yang terjadi?"
Ibunya terus bertanya kepada Linda.
"Hiks... Buk. Ini perbuatannya Mas Ferry Buk!"
Akhirnya, Linda menceritakan tentang keadaan dirinya, dari beberapa bulan lalu, saat dia sedang hamil tua.
Ibunya Linda, tentu saja merasa sangat terkejut, dengan apa yang dikatakan oleh Linda barusan.
Dia tidak pernah menyangka jika, menantunya yang kelihatannya sopan dan menyayangi anaknya itu, akan tega melakukan semua itu pada istrinya sendiri.
Apalagi, pada saat Linda dalam keadaan hamil tua juga.
"Kamu gak mengada-ada kan Lin?" tanya ibunya Linda, yang masih merasa tidak percaya jika semuanya ini benar-benar perbuatan polisi Ferry.
Linda, yang masih dalam keadaan menangis, mengangguk mengiyakan pertanyaan dari ibunya.
"Jika seperti ini terus, Linda tidak sanggup bertahan Buk. Kasian anaknya Linda juga, jika sudah besar melihat keadaan ibunya, yang seperti ini, karena ulah dari ayahnya sendiri."
Linda mengelengkan kepalanya, menatap wajah ibunya, yang masih merasa jika semua ini tidaklah benar.
"Apa suamimu sedang ada masalah? Atau ini karena kesalahan dari Kamu sendiri?"
Ibunya Linda justru bertanya dengan menyelidik. Dan sepertinya dia masih meragukan bahwa, apa yang dia lihat dan dengar dari Linda, tidak pernah terjadi.
"Ibu masih tidak percaya dengan apa yang Linda alami ini?"
"Jika ya, biar Linda pergi juga dari rumah ini. Linda gak mau jika, mas Ferry datang dan meminta Linda balik lagi. Tapi dia tidak ada perubahan sikap dan perilakunya."
Linda bertekad untuk pergi dari rumah ibunya, jika ibunya itu, tidak bisa mempercayai apa yang dia katakan tadi, tentang kelakuan suaminya, polisi Ferry.
"Bukan begitu Linda. Kamu yang sabar. Mungkin saja, suamimu itu sedang ada masalah, atau apa gitu," ujar ibunya Linda, yang pada akhirnya melunak juga.
Mungkin, ibunya itu juga merasa takut jika, Linda benar-benar pergi dari rumah dan tidak kembali lagi pada suaminya.
Ibunya Linda, tidak mungkin bisa mencegah berbagai macam omongan orang-orang di sekitar mereka, dengan apa yang terjadi pada Linda sekarang ini.
Padahal, selama ini ibunya Linda, selalu membicarakan tentang kebaikan-kebaikan, dari menantunya, yang berprofesi sebagai seorang polisi.
Jika orang-orang tahu, pasti dia akan dicemooh dan di olok-olok, karena mempunyai seorang menantu yang temperamental dan suka menganiaya istrinya sendiri.
Karena hari sudah mulai gelap Linda pamit untuk pergi mandi. Dia meminta pada ibunya itu, untuk menjaga anaknya, yang masih dalam keadaan tertidur di dalam kamarnya, sewaktu dulu dia belum menikah.
Kamar itu, sudah lama tidak ditempati oleh Linda. Banyak kenangan yang tak bisa dilupakan oleh Linda, jika berada di kamar tersebut.
Selain kenangan tentang Romi, dia juga teringat akan sesuatu, yang dulunya sering kali dia lakukan untuk membuat dirinya merasa puas sendiri.
Dan itu sudah lama tidak pernah dia lakukan lagi.
*****
Di kantor polisi. Tempat di mana polisi Ferry bertugas.
Dia sedang menghadap ke atasan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang kemarin memukuli temannya sendiri, sesama polisi.
Polisi Ferry juga tidak tahu jika, istrinya di rumah, sudah pergi ke rumah orang tuanya, karena tidak tahan lagi, dengan kelakuan dan perbuatannya yang kasar.
"Saya hanya membela diri Ndan."
Polisi Ferry, mencoba untuk memberikan penjelasan atas pembelaan diri sendiri, dari pertanyaan yang diajukan oleh komandannya.
Jadi kemarin, sekitar pukul sebelas siang, terjadi perkelahian antar anggota polisi. Yaitu polisi Ferry dengan salah satu rekannya, sesama anggota polisi juga.
Entah apa yang tadinya mereka perdebatan, sehingga terjadi perselisihan antara mereka berdua.
Dan polisi Ferry, yang memang dikenal sedikit lebih temperamental, memukul temannya itu, dengan tongkat kayu yang ada tak jauh dari tempatnya berada.
Temannya, mengalami luka-luka serius, sehingga masuk rumah sakit.
Polisi Ferry, mengamuk tanpa bisa di cegah oleh temannya yang lain. Dan itu mengakibatkan luka dalam jumlah yang cukup banyak dan perlu perawatan medis.
Saat ini, selain mendapatkan panggilan khusus dari komandannya, polisi Ferry juga harus ditahan, hingga kasusnya disidangkan secara militer.
Apalagi, kasus ini bukan hanya pertama kalinya, dilakukan oleh polisi Ferry.
Beberapa tahun yang lalu, saat dia belum menikah, dan bertugas di kantor polisi yang ada di kota lain, juga sudah pernah melakukan pelarangan.
Dan satu tahun kemarin, dia mendapat surat peringatan, untuk kebiasaannya yang suka minum-minuman keras, saat berjaga malam di kantor polisi.
Dia sudah sering diperingatkan. Sudah pernah mendapatkan pemotongan gaji, untuk biaya perbaikan peralatan, yang rusak secara tidak disengaja saat dia mabuk.
Pernah juga di denda, saat memukul orang lain, yang tidak sengaja menyenggol mobilnya, saat berada di parkiran.
Dan selama ini, istrinya, Linda, hanya bisa diam dan tidak pernah protes.
Karena jika Linda melakukan protes, akan ada hadiah tamparan, atau tendangan bebas, ke tubuhnya Linda.
Itulah sebabnya, Linda tidak berani bertanya atau berkomentar, jika suaminya itu pulang dalam keadaan apapun.
Dia hanya patuh pada apa yang dikatakan oleh suaminya, meskipun ada banyak hal yang dia pendam sendiri, dan bisa meledak kapan saja hingga pad waktunya nanti.
Mungkin sekarang ini adalah waktu, di mana nasib polisi Ferry di tentukan.
Baik untuk karirnya sebagai seorang polisi, dan biduk rumah tangganya, bersama dengan Linda.
Sang kembang desa, yang telah layu tanpa mendapatkan perhatian dan sinar kebahagiaan, yang dulu pernah dijanjikan oleh polisi Ferry.
Semoga novelnya semakin banyak readersnya..😄
Semangat ya Kakak, siap meluncur ke novel lainnya Kak..🤩