Warning 21+ guys ... harap cek umur dulu sebelum baca.
***
Arya seorang Presdir di sebuah perusahaan terjebak pesona sekretaris pribadinya sendiri yang setiap hari sering berinteraksi dengannya.
Suatu hari mereka terpaksa tinggal satu kamar dan tidur satu ranjang. Bisakah Arya bertahan dengan godaan ranjang dari sekretaris mudanya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Menyewa Laki-Laki Bayaran
"Yakin apa, Sayang?" tanya Arya tidak sabaran.
"Aku yakin kalau Nisa istrimu ingin menjadi istri yang membalas pengkhianatan suaminya dengan cara elegan, Mas." lanjut Anna.
"Cara elegan bagaimana, An? Mas nggak ngerti maksud kamu."
"Cara elegan seperti di novel-novel drama rumah tangga, Mas," jawab Anna. "Pasti istri kamu sudah mengantongi bukti dan dia akan terus mengumpulkan bukti lainnya lagi agar kamu dipersidangan nanti kalah dari dia. Lalu sebelum ada persidangan cerai, pasti istrimu akan menggelapkan semua uang kamu, Mas," lanjut wanita cantik itu menjelaskan.
"Aku nggak boleh kalah oleh Nisa, An. Kita harus bergerak cepat sebelum dia mulai menyerang," tutur Arya yang kini mulai gelisah.
"Kalau gitu lebih baik sekarang kita mulai menyusun rencana, Mas!" ajak Anna, "Dan kita harus mulai melakukan eksekusi hari ini juga."
"Baiklah," angguk Arya setuju. "Tapi bagaimana caranya, An?"
"Begini, Mas ...." Anna pun mulai menjelaskan rencana busuk dan kejinya untuk menjebak Nisa kepada Arya.
Arya diminta oleh Anna untuk mengajak beberapa pegawai atau asisten rumah tangga yang bekerja padanya agar ikut bekerja sama dalam misi penjebakan ini.
Sedangkan Anna akan mulai menghubungi laki-laki muda tampan dan gagah yang akan menjadi aktor yang berperan menjadi selingkuhannya Nisa.
Selain itu obat perangsang pun nanti akan dicekokan kepada Nisa agar wanita itu hilang kesadarannya dan adegan panas antara Nisa dengan lelaki muda itu pun akan dijadikan bukti kongkrit perselingkuhan wanita itu.
"Kamu ngerti kan maksud aku, Mas?" tanya Anna memastikan.
"Iya, aku ngerti kok, Sayang. Rencana kamu sungguh sangat briliant sekali. Kalau begini caranya, semua anak-anakku bisa aku kuasai semua hak asuhnya, termasuk Gani anak bungsuku. Tak apa jika dia kedepannya hanya minum susu formula, asalkan Nisa pergi jauh dari hidupku," tekad Arya.
"Kalau begitu ayo kita mulai bergerak, Mas."
"Oke, Sayang."
Baik Anna atau pun Arya, keduanya sama-sama mulai menghubungi orang yang akan membantu mereka dalam rencana dadakan ini.
Anna menghubungi teman laki-lakinya yang memang mempunyai kerja sambilan menjadi laki-laki simpanan para tante-tante kesepian.
"Dre, ayolah bantuin aku sekali ini aja!" mohon Anna pada kawannya yang bernama Andre.
"Masalahnya mendadak banget, An. Aku mana bisa tiba-tiba pergi dan ijin pada sugar mommy-ku. Bisa-bisa dia curiga kalau aku ngilang tiba-tiba saat dia ngebutuhin aku."
"Ya ampun, cuma sehari doang, Dre."
"Tapi aku ogah beneran, An. Masa aku harus main sama tante-tante lagi. Mana aku lagi jenuh banget lagi main sama tante-tante. Pengen refresing gitu main sama yang seumuran atau sama yang mudaan dikit gitu."
"Aku berani bayar mahal, Dre. Kalau segini gimana?" tawar Anna yang menawarkan uang dengan jumlah yang sangat fantastis sekali pada temannya itu.
"Kalau masalah uang. Aku udah ngerasa cukup sama uang pemberian sugar mommy-ku saat ini, An. Tapi kalau jumlah uang yang kamu tawarkan ditambah juga dengan kebersediaan kamu main gulat di tempat tidur sama aku, bolehlah, bisa aku pertimbangkan."
"Dre," protes Anna yang tidak suka harus melayani temannya di tempat tidur juga. Pasalnya meski Andre itu tampan tapi Anna tidak suka kepada laki-laki itu.
"Kalau kamu nggak mau ya sudah, toh aku nggak memaksa. Kamu bisa nyari laki-laki lain," tutur Andre santai.