Perang besar antar tiga benua mengubah segalanya. Ribuan nyawa melayang, jutaan orang kehilangan tempat tinggal.
Penculikan dan penindasan hampir terjadi di setiap sudut, tidak ada kata aman lagi.
Di dunia yang kacau inilah seorang anak kecil yang memiliki tubuh surgawi lahir namun sayang Ia tidak bisa berkultivasi.
Sampai akhirnya Ia bisa berkultivasi dan mengubah takdirnya sendiri dengan caranya.
Dimulai dari membantu sesama sampai membangun sebuah desa yang aman bagi para pengungsi yang tidak memiliki tempat lagi dan tidak tahu harus kemana.
Desa Ye, begitulah nama yang diberikan para pengungsi, mengikuti namanya, Ye Chen.
Ye Chen tersenyum kecil.
"Gawat! cepat menghindar!" teriak salah satu tetua, namun terlambat.
Ye Chen telah bergerak, cepat sekali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Bahagia
Pertemuan di adakan di lantai dua rumah makan milik bibi Xiao.
Ye Chen yang duduk di kursi melihat peta yang dimaksud oleh ketua Song sebelumnya.
"Ayo berangkat." Ajak Ye Chen sambil berjalan turun.
"Apakah tuan muda bisa membacanya." Tanya nona Ong kepada ketua Song. Menurutnya ketua Song paling dekat dengan Ye Chen, jadi Ia bertanya padanya.
"Entahlah aku juga tidak tau, tapi sepertinya tuan muda bisa membacanya. Kita ikuti saja." Jawab ketua Song yang berjalan mengikuti Ye Chen dari belakang.
Ye Chen dan rombongannya memasuki bekas pemukiman sekte yang sudah kosong. Berjalan terus sampai keluar melalui bagian belakang pemukiman.
"Sepertinya hanya sampai di sini." Ye Chen bergumam sambil melihat peta di tangannya.
Di depannya saat ini terdapat empat pohon berjajar rapih, sama persis seperti gambar di peta.
Rupanya sekte itu bisa mengikuti peta sampai di sini, tapi sayang sekaligus, dari sini tidak terdapat satupun gambar lagi. Beruntung aku bisa membaca tulisan ini. Pikir Ye Chen.
Ye Chen berjalan di antara pohon pertama dan kedua dari, lima langkah dari sana Ia jongkok dan membongkar tanah mencari sesuatu.
Sepertinya memang di sini, pikir Ye Chen.
"Oh begitu ternyata." Gumam Ye Chen sambil tersenyum melihat sebuah batu setinggi betisnya, lalu memukul batu dengan keras.
Blarr...
Batu setinggi betis itu hancur, menyisakan batu pipih dengan tinggi yang sama di dalamnya.
"Masuklah di antara pohon itu, cari dan hancurkan batu yang seperti ini." Ucap Ye Chen meminta yang lain melakukan hal yang sama dengannya.
"Ketua Song, apakah anda masih membawa kristal ungu? aku membutuhkan tiga." Pinta Ye Chen pads ketua Song, Ia memamg tidak menyimpan kristal ungu hasil jarahan di pemukiman perwakilan dagang.
Setelah mengambil kristal dari ketua Song, Ye Chen lalu mendekat ke batu hitam pipih, termasuk dua batu lain yang ditemukan atas perintahnya.
"Formasi.. Formasi.. Formasi.."
Wungg... ...
Ye Chen melompat dengan cepat ke setiap batu pipih dan memasang formasi yang berbeda.
Aray tipis muncul seperti genangan air.
"Formasi ilusi, tunggu aba-abaku, kerahkan semu kekuatan kalian dan pukul dengan sekuat tenaga." Kata Ye Chen sambil mengatur semua yang ada disana berdiri di depan aray.
"Sekarang..!!" Teriak Ye Chen.
Boom... krakk..
"Menjauuh...!!"
Mendengar teriakan Ye Chen, semua yang ada di sana melompat mundur.
Bamm....
Ledakan keras terdengar disertai ledakan energi yang kuat, menyapu semua yang ada di sana. Kalau saja Ye Chen tak memberi peringatan menjauh, bisa dipastikan ada yang terluka parah.
Di depan Ye Chen dan yang lain saat ini, terlihat tebing tinggi dengan beberapa lubang di bagian bawahnya.
Setelah memeriksanya, mereka terkejut dan takjub. Ternyata ini adalah sebuah tambang yang telah ditinggalkan. Entah ada alasan apa tambang ini ditinggalkan. Tambang ini masih menyimpan banyak sekali mineral, di beberapa tempat masih terlihat alat pengangkut yang masih penuh terisi hasil tambang.
Masuk lebih dalam, Ye Chen menemukan beberapa ruangan penyimpanan yang terpisah. Setelah diperiksa, ternyata ruangan ini adalah gudang penyimpanan. Masing-masing ruangan menyimpan satu jenis bahan tambang.
Bahan tambang ini terdiri dari mineral-mineral khusus, seperti mineral yang khusus untuk pembuatan senjata tingkat tinggi, _setiap tingkatan senjata, pembuatannya memerlukan mineral yang khusus, bahan senjata tingkat rendah tidak bisa dipakai untuk membuat senjata tingkat tinggi._ artefak terbang dan lainnya.
Ada juga bahan untuk membuat cincin penyimpanan. Meskipun memang tidak banyak, mungkin jumlahnya paling sedikit di antara semua bahan yang di sini.
Dengan begini, semua orang bisa memakai cincin penyimpanan, pikir Ye Chen.
Lebih jauh ke dalam, Ye Chen menemukan sebuah pintu yang terlihat sangat kokoh tapi sudah dimakan usia. Hanya dengan sedikit dorongan tenaga saja pintu sudah bisa terbuka.
"Sepertinya ini ruangan kepala atau pemimpin di sini." Gumam Ye Chen melihat ruangan ini tertata dengan baik, lengkap dengan segala perabot yang ada di sana.
Ia tidak kaget saat membuka beberapa peti yang berisi emas, kristal dan yang lain.
Tapi ketika Ia membuka ruangan yang ada di sana, Ia terperangah takjub.
Bagaimana tidak, di depannya terhampar banyak sekali emas, perak, berlian tapi yang menarik perhatiannya adalah tumpukan benda berkilau.
"Ini... bukankah ini kristal bening." Ucap Ye Chen, menimang kristal sebesar kepalan tangannya.
Jenis kristal ini jauh lebih baik daripada kristal ungu yang selama ini Ye Chen pakai untuk menguatkan formasi yang dibuatnya.
Bisa menyimpan Qi lebih banyak.
Yang Ye Chen pikirkan sekarang bukan lagi masalah kekurangan bahan pembuat aray untuk keamanan desa. Yang Ia pikirkan adalah bagaimana caranya menambang semua ini. Siapa yang akan mengolahnya nanti.
Selama ini Ye Chen memang selalu memikirkan keamanan desa. Setelah menghancurkan duri dari desa kemarin, Ia berniat pergi dari desa, berpetualang seorang diri menambah wawasan dan pengalamannya.
Sudah Ia pikirkan kemana harus pergi untuk bertualang, tujuan pertamanya adalah benua Timur, kekaisaran Ye.
Tapi Ia juga tidak mungkin pergi begitu saja meninggalkan desa ini. Desa ini adalah rumahnya, semua orang yang dekat dengannya tinggal di desa ini.
Sekarang ini keamanan desa bisa terjamin dengan aray yang akan dibuatnya menggunakan kristal bening dari tambang tapi bagaimana dengan tambang ini.
Tambang ini adalah harta yang tidak ternilai, desanya akan sangat makmur dengan adanya tambang ini.
Bahkan mungkin tambang ini bisa memakmurkan satu kekaisaran mengingat masih banyak tempat yang belum di gali. Tumpukan emasnya saja sangat banyak.
"Aku pikirkan lagi saja nanti." Gumam Ye Chen lalu berjalan keluar menemui yang lain.
"Kita pulang dulu, banyak yang harus kita atur dengan penemuan ini." Kata Ye Chen. Lalu mereka semua keluar.
Setelah di luar, Ye Chen mengaktifkan lagi segel ilusi yang sebelumnya Ia buka.
Tapi segel ini jauh lebih kuat dari sebelumnya, Ye Chen menambahkan banyak kristal bening sebagai titik pusat formasi. Formasi ini tak akan bisa di buka kecuali menghancurkan semua kristal-kristal ini, jangan harap bisa menemukan letak kristal-kristal ini mudah.
"Besok datanglah ke aula pertemuan, aku harap semua bisa datang. Nona Xiao, jangan lupa sampaikan ke bibi ya, buatkan makanan yang enak-enak yah heheh.. "
Keesokan harinya rapat di mulai.
Pertama, Ye Chen mengutarakan keinginannya untuk pergi ke benua Timur ke kekaisaran Ye. Semua maklum dengan hal ini, meskipun ada yang ingin ikut menemani, tapi Ye Chen berkeras ingin pergi sendiri. Masih banyak yang harus dibenahi di desa menurutnya.
Yang kedua Ye Chen meminta ketua Song untuk mendata semua penduduk desa, ini penting agar orang-orang bisa di kontrol dengan baik.
Pencatatan data penduduk sangat penting bagi suatu wilayah, misalnya jika ada pembagian sumber daya atau ada masalah yang lain yang memerlukan data penduduk.
Yang ketiga adalah masalah tambang yang baru-baru ini mereka temukan.
Mengetahui banyaknya sumber daya di dalam tambang, terutama emas dan perak, Ye Chen berpikir untuk lebih mengembangkan desa.
Niatnya yang pertama adalah ia ingin desa Ye memiliki mata uang sendiri, yakni koin emas dan perak yang dengan lambang desa Ye.
Pikirannya jauh ke depan, Ia tau dengan memiliki tambang sendiri maka pertumbuhan penduduk akan meningkat, taraf hidup setiap orang akan naik. Apalagi desa Ye ini tidak berada di wilayah tiga benua, desa Ye terletak di benua Tengah.
Masalah utamanya adalah mencari seorang penempa, ini yang sulit. Tidak gampang mencari atau mempekerjakan seorang penempa.
"Tuan muda, kita bisa pergi mencari di wilayah benua lain dan mengajak mereka kasini." kata Qin Gang.
"Aku rasa kurang cocok, waktu akan banyak terbuang jika begitu." Sahut yang lain.
Masing-masing dari mereka lalu mengeluarkan pendapatnya tapi tidak ada titik tengah yang pas untuk masalah ini.
Nona Ong berpendapat lain, menurutnya lebih baik tambang itu tidak di olah dulu. Tunggu sampai Ada penempa, baru di olah. Jadi tidak usah pergi mencari.
"Aku rasa mungkin kita medata penduduk terlebih dahulu, kita liat, mungkin saja ada yang berprofesi penempa di antara penduduk." Ketua Song ikut mengeluarkan pendapatnya.
Sampai siang belum ada keputusan yang dicapai mengenai cara mengolah tambang.
Akhirnya Ye Chen mengambil keputusan untuk sementara hanya menggunakan bahan yang Sudah tersedia saja di tambang.
Seperti emas yang akan dibawa untuk membeli bibit tanaman pangan dan hewan ternak.
Semua mengangguk setuju dengan keputusan ini. Ye Chen lalu berdiri dari kursinya lalu berkata sambil senyum-senyum.
"Nah sekarang kita membahas hal paling penting dari yang terpenting," yang lain menunggu dengan tidak sabar karena Ye Chen diam agak lama. "Kita membahas mengenai waktu pernikahan ketua Song dan bibi Xiao, yang akan kita langsungkan dengan pernikahan antara Qin Gang dan nona Ong."
"Tuan muda...?!" Ketua Song tampak tak nyaman.
"Tenang saja ketua Song aku sudah membicarakannya dengan bibi Xiao, katanya semua diserahkan kepadaku. dan lihat nona Ong diam saja, nah dia jg setuju denganku." Kata Ye Chen.
Ye Chen kemudian berkata dengan yakin.
"Baiklah... karena semua sudah setuju maka sesuai keputusan bersama, maka kita tetapkan hari pernikahan dua pasangan ini adalah satu bulan dari sekarang."
"Apanya yang keputusan bersama, ini keputusan anda sendiri." Kata Sun Yi yangtentu saja hanya di ucapkan dalam hati saja.
"Rapat selesai! ayo nona Xiao, kita ke rumah bibi, kita harus mengabarkan berita baik ini padanya dan lihat ini sudah lewat waktu makan, aku lapar." Kata Ye Chen menarik tangan Xiao Yun keluar.
"Tapi tuan muda, apakah tidak sebaiknya tanyakan dulu kepada ketua Song?" Ujar Xiao Yun.
"ah tidak perlu, aku tau ketua Song tapi hatinya pasti sangat senang. Ayo pergi." Jawaban Ye Chen ini terdengar jelas oleh semua yang ada di sana.
Hanya Qin Gang yang terlihat tersenyum sambil memandang nona Ong yang masih menunduk malu. Ketua Song akhirnya berdiri, melangkah pelan meninggalkan aula pertemuan.
Dalam hatinya, ketua Song tidak marah malah berterima kasih. Merasa dipentingkan dan diperhatikan Ye Chen, hanya saja Ia agak malu membahas ini di depan semua orang.
Perasaan yang sama juga di rasakan nona Ong, Ia bahkan tidak tau kalau Ia kini duduk sendiri saja jika tidak diajak pergi oleh Qin Gang.
Yang lain pergi sambil senyum-senyum.
"Sebaiknya kau saja yang menyampaikannya pada bibi. Kata Ye Chen pada nona Xiao ketika sampai di rumahnya.
" Baiklah, um.. tuan muda, terima kasih. Ibu pasti sangat senang mendengar ini." Xiao Yun lalu masuk ke dalam setelah menyiapkan hidangan untuk Ye Chen.
Berita pernikahan ganda antara ketua Song dan bibi Xiao, Qin Gang dan nona Ong dengan cepat tersebar di desa. Semua orang tampak antusias menyambut pernikahan ini.
Semua berbenah, jalan-jalan di hias.
Hari pernikahan pun tiba, bertempat di aula pertemuan desa.
Tidak ada penduduk yang tidak hadir, dari anak kecil sampai yang paling tua memenuhi halaman aula.
Rasa penuh sukacita menyambut hari bahagia yang baru pertama kali ini di langsungkan di desa.
Berbagai hidangan memenuhi halaman aula, dan tibalah saatnya kedua mempelai datang.
Dengan penuh khidmat kedua mempelai berjalan dan memberi hormat.
"Hormat kepada Langit..!! satu suara keras bergema.
" Hormat kepada pemimpin..!!" Lanjut suara itu lagi.
"eh ini, kenapa harus hormat padaku segala." Ye Chen bingung dan menolak ini, menurutnya Ia tak pantas.
Tapi suara Xiao Yun yang berdiri di dekatnya mengingatkan bahwa sebagai pemimpin tentu saja harus menerima hormat.
"Baiklah... baiklah... hormat kalian kuterima, jadilah pasangan yang saling menyayangi saling setia dan segeralah memiliki anak yang banyak." Kata Ye Chen sambil tersenyum.
"Tuan muda..?!" kata Xiao Yun.
Ye Chen tidak menanggapi protes Xiao Yun. Ia berjalan mengajak kedua mempelai untuk keluar ke halaman aula menemui penduduk yang hadir.
"Selamat ketua Song.. selamat saudara Qin." Ucap para penduduk sambil menyerahkan hadiah pernikahan.
Satu persatu memberikan selamat dan hadiah sampai tiba giliran Ye Chen.
"Sekali lagi selamat menempuh hidup yang baru." Ucap Ye Chen menyerahkan hadiahnya.
Untuk Qin Gang dan nona Ong, Ye Chen memberikan pedan merah milik ketua perwakilan dagan dan buku tehnik pedang yang Ia gubah sendiri berdasarkan tehnik pedang milik Qin Gang. Untuk nona Ong Ia memberikan tehnik menempa kekuatan jiwa yang sangat penting untuk seorang alkemis, berharap nona Ong akan memiliki kesadaran spiritual guna menaikkan tingkatan alkemisnya, tak lips juga menghadiahkan satu pil jiwa untuk memperlancar proses pembentukan kekuatan jiwa.
Untuk ketua Song, Ia memberikan pil dua pil Langit puncak guna mendukungnya naik ke tahap Langit puncak dan satu tehnik pukulan angin gubahannya sendiri dengan dasar tehnik angin milik ketua Song. Untuk bibi Xiao, Ye Chen agak bingung juga akan memberikan hadiah apa, bibi Xiao bukanlah seorang kultivator seperti yang lain.
Akhitnya Ye Chen menghadiahkan satu pil yang berguna untuk membuka semua meridiannya, mungkin saja suatu saat bibi Xiao membutuhkannya.
Ia juga memberikan seratus ribu join emas berikut sebuah cincin penyimpanan.
Tatapan iri terlihat dari mata semua orang, Ye Chen yang melihat ini berkata.
"Iri...? makanya, nikah..! hahaha..." Dan semua ikut tertawa bahagia.
Tidak lupa Ye Chen mengeluarkan ramuan araknya yang sangat harum, menambah semarak suasana.
"Hujaan datanglah malam ini agar pengantin kita bahagia malam ini hahaha....!!" Ye Chen berteriak keras sambil tertawa di tengah-tengah kerumunan penduduk desa.
"Haha... ayo minum lagi...!!" Teriak Ye Chen lagi diikuti suara tawa dari semua orang kecuali pengantin yang menunduk malu.