jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Butuh Supir
"selamat malam, bisakah jemput istri anda dia mab*uk dan tak sadarkan diri" pegawai bar yang biasa keyza datangi
Menghubungi salah satu kontak yang diberi nama suami oleh keyza.
"kirim alamatnya"
Tak sampai satu jam kemudian
"mas suaminya?" tanya pegawai yang menelfon tadi. Karena keyza adalah pelanggan tetapnya maka diberikan pelayanan khusus
"bukan! Ada yang menghubungi saya tadi dan minta menjemput seseorang" gaffi datang setelah dikirimkan alamat dari ponsel keyza
Entah mengapa gaffi yang dihubungi padahal ada kakaknya dan calon suaminya
"keyza!" pertama kali gaffi menyebut nama wanita cantik yang selalu menempel padanya
"ya sayang, kamu sudah datang suamiku" keyza menyipitkan matanya dan setengah sadar melihat pria tampan pujaan hatinya
Keyza melambaikan tangan pada gaffi, dan mulai meracau "sayang aku mencintaimu, sangat mencintaimu"
"ayo saya antar pulang!" gaffi dengan terpaksa memapah keyza. Gaffi melepaskan jaketnya untuk menutupi tubuh seksi disampingnya
Mata para lelaki menatap nakal pada keyza yang parasnya sangat cantik
setelah masuk mobil dengan susah payah, gaffi melajukan mobilnya pelan
"kamu kan dokter kenapa malah ngga jaga kesehatan" gaffi berhenti disebuah apotek mencari obat untuk keyza
"tunggu disini, saya hanya sebentar" gaffi ditahan oleh keyza saat akan keluar mobil
"jangan tinggalin aku, jangan pernah!" keyza tiba-tiba saja menangis dan tangannya tetap memeluk gaffi
"lepaskan! Atau saya tinggal kamu disini" gaffi sudah menolak tapi tetap tak bisa melawan keyza
"ngga mau, ayo pulang!" keyza menyandarkan kepalanya yang pusing pada gaffi
Sudah larut malam, gaffi bingung mau antar kerumah kakaknya takut salah paham
...****************...
"bik, ambilkan air!" keyza bangun pagi kepalanya sangat pusing dan belum menyadari dimana berada saat ini
"bangun dan mandi!" gaffi mengambilkan air minum untuk keyza
"ka-kamu!" keyza melihat sekelilingnya dan benar bukan kamarnya
Ponselnya terus berdering, keyza mengabaikan gaffi dan mengangkat telfonnya
"iya kak, aku menginap dihotel semalam. Aku akan pulang sekarang" dilihat ponselnya banyak sekali notifikasi panggilan tak terjawab
"kenapa bawa aku kesini?" keyza takut terjadi sesuatu padanya
"kamu ngga ingat semalam?" gaffi mendekati keyza
"kita? " keyza melihat bajunya masih utuh tak ada yang kurang sedikit pun
gaffi memukul pelan kepala keyza dengan kertas yang digulung
"mikir apa? Sudah sana mandi dan pulang, saya harus ke rumah sakit" gaffi sudah rapih
Janjinya semalam sampai lupa karena mengurusi keyza yang tak bisa tenang
"lalu apa yang terjadi?" keyza masih memikirkan kejadian semalam, mata membelalak seketika mengingat betapa malunya saat ini
Apa yang dikatakan semalam benar-benar membuat harga dirinya hancur
"sudah ingat?" gaffi semakin membuatnya tak punya muka
"engga, kepalaku hanya sakit, aku mau mandi apa kau mau membantuku?" keyza tak mau terlalu canggung
"nanti kalau sudah ngga bisa mandi sendiri, buruan atau saya tinggal. Saya tunggu di luar" gaffi semalam tidur sofa ruang tamu setelah keyza tenang
"tunggu! aku butuh supir bisakah kamu jadi supirku?" keyza tahu gaffi butuh banyak uang dan jika keyza memberikannya langsung pasti akan ditolak
"saya tidak terlalu ahli mengendarai mobil, bu" semalam gaffi memanggil nama saja
"baiklah aku cari supir lain saja kalau kamu tidak mau" keyza sebenarnya juga tak begitu butuh supir
gaffi tak mau terlalu dekat dengan wanita yang sudah punya pasangan, apalagi calon suaminya adalah polisi
Gaffi tak mau ambil resiko jika terjadi salah paham nantinya
"sudah ayo!" keyza sudah bersiap
"kamu pulang saja, saya mau ke rumah sakit" gaffi menghindari keyza
"kita searah, aku masih pusing kalau bawa mobil" keyza menyerahkan kunci mobil pada gaffi
Didalam mobil
"apartemen siapa semalam?" keyza tahu itu bukan tempat biasa dan harganya sangat mahal
"milik teman, saya pinjam khusus untukmu" gaffi takut membawa keyza ke hotel dan memilih membawanya ke apartemen
"kenapa ngga hubungi calon suami mu, mungkin kau salah memberikan nama diponselmu" gaffi mengingat semalam pegawai menyebut keyza adalah istrinya
"kami sudah putus" keyza tak merasa sedih
"kenapa?" gaffi penasaran
"urusan pribadi, kenapa banyak tanya. Mau gantikan posisinya" keyza menggoda gaffi
"mana pantas seperti saya ini jadi polisi" jawab gaffi
Keyza menepuk jidatnya
"sabar key, sabar!"