NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Itu Terbagi

Ketika Cinta Itu Terbagi

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Menceritakan kisah Maya yang menikah dengan Albiru karena perjodohan, selama ini Maya sudah berjuang untuk cintanya, kala cinta itu sudah bersemi kerikil kerikil kecil kerap kali menghampiri, berbeda dengan Maya yang selalu mencoba menjadi dewasa dalam setiap menyikapi masalah tapi berbeda dengan Albiru yang memilih untuk menikah lagi demi mendapatkan selingan di luar rumah. Akankah Maya menyerah diakhir cerita karena mendapati suaminya telah membagi cinta yang seharusnya utuh hanya untuk dirinya?

Aku mencintaimu dengan penuh kesabaran, tapi kamu membalas cintaku dengan luka, Mas! [Maya]

Maafkan aku karena telah mencintai kamu dan dia, sekarang kalian sudah berada di hatiku. Aku hanya meminta kalian untuk mengerti! [Albiru]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Pilu

Di rumah Lisna. Gala merasa tidak enak hati, selalu memikirkan kakaknya yang belum mengirim kabar, begitu juga dengan Lisna, wanita tua itu tidak berhenti memikirkan Maya, lalu Lisna meminta pada Gala untuk menghubungi Maya.

Namun, Maya tak menerima panggilan itu, hatinya sakit. Tidak ingin berbicara dengan siapapun apalagi keluarganya, Maya ingin menyembunyikan sakit hatinya, tidak ingin mereka mendengar tangisnya yang Maya mau hanya kabar bahagia keluar dari mulutnya untuk keluarga kecilnya di sana.

Tetapi, Maya yang tidak sabar dengan Biru yang masih belum juga mau memutuskan itu merasa kalau dirinya tidak bisa diam saja di rumah, tidak bisa diam saja menunggu Biru bertindak, sekarang Maya membuka nomor Hafizah yang telah diblokirnya, Maya menghubungi madunya, menanyakan alamatnya dan dengan senang hati Hafizah mengirim alamatnya.

Setelah mendapatkan itu, Maya segera memutuskan sambungan telepon.

"Ada apa ya, apa mereka bertengkar, kenapa suara mbak Maya terdengar parau?" gumam Hafizah seraya menetap ponselnya.

"Apa Mas Biru memperjuangkan ku sebagai istri kedua?" tanyanya pada diri sendiri, Hafizah merasa senang kalau akhirnya tidak perlu menyembunyikan hubungannya dengan Biru di depan Maya, justru wanita tak tau malu itu berharap kalau Maya akan menerimanya.

Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu yang sangat keras.

"Buka!" teriaknya yang mengetuk pintu.

"Hafizah, buka pintunya!" teriaknya lagi membuat para tetangga mendengar dan menjadi penasaran.

Hafizah pun segera membuka pintu dan sangat terkejut melihat Maya sudah berada di balik pintu. Matanya sembab, hidung memerah dan penampilannya sangat kusut tidak seanggun biasanya.

Maya mendorong Hafizah, perempuan itu masih mencoba untuk membicarakannya secara baik-baik.

"Aau!" pekik Hafizah yang dadanya terdorong.

"Ada apa Mba?"

"Tinggalkan suami saya! Berapapun yang kamu minta akan ku berikan sebagai tebusannya, aku cuma minta suamiku! Jangan kamu ambil suamiku!" teriak Maya di depan wajah Hafizah, wanita itu tidak bisa mengontrol lagi amarahnya, begitu melihat Hafizah niatnya yang ingin berbicara baik-baik menjadi hilang, hanya ada amarah di hatinya.

"Maaf, aku kira mba ke sini mau mengatakan kalau mba rela untuk berbagi suami," jawab Hafizah dengan santainya.

"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Bambang yang baru keluar dari kamarnya.

"Anda ayah gadis ini bukan? Tolong pak tua ajarkan anak anda untuk tidak jadi pencuri!" geram Maya pada Bambang membuat Hafizah kesal karena Maya telah mengatakan itu pada Bambang.

"Urusanmu denganku bukan dengan ayahku!" timpal Hafizah.

"Lagi pula suamimu, eh suami kita berlaku adil kenapa susah sekali buat kamu menerima!" kata Hafizah.

PLAK! Tamparan keras mendarat di pipi Hafizah.

"Kamu posisikan lebih dulu sebagai istri sahnya, istri pertamanya yang berjuang dari awal untuk mendapatkan cinta suami, mudah bagi pelakor minta istri pertama untuk menerima, karena pelakor tidak akan pernah mengerti sakitnya dikhianati!" bentak Maya.

Sementara itu, Bambang memasang badan untuk anaknya yang telah ditampar karena walau bagaimanapun Bambang adalah seorang ayah yang akan melindungi anaknya.

"Sudah, lebih baik kita bicarakan baik-baik, Hafizah kamu hubungi Biru cepat!" perintah Bambang yang berdiri di depan Hafizah.

"Enggak, ayah. Ini urusan para istri, biarlah menjadi urusan kami dan jawabannya akan tetap tidak! Aku tidak akan pernah meninggalkan Mas Biru, aku sedang hamil anaknya!"

"A-apa?" lirih Maya, gadis itu semakin lemas, lututnya seolah tidak dapat menjadi tumpuan, lalu Maya menyenderkan bahunya ke dinding agar dirinya tidak terjatuh.

"Kamu pasti bohong kan!" tanya Maya yang semakin menurunkan nada suaranya, wanita malang itu tidak sanggup menerima kenyataan kalau Biru secepat ini menghamili Hafizah.

"Aku enggak bohong dan itu lah yang membuat Mas Biru kembali padaku! Mbak posisikan lebih dulu jadi aku sebagai wanita yang hamil, bagaimana perasaan mba apabila hamil tanpa suami?"

Hafizah bertanya dengan santainya, wanita itu merasa menang telah membuat Maya tidak berkutik lagi bahkan Maya tidak berteriak lagi karena sangat syok.

Maya yang merasa usahanya sia-sia itu memutar balikan badannya, terlihat di sana sudah ada banyak penonton yang menyaksikan istri tua melabrak istri muda dan Maya menggunakan sisa kekuatannya untuk berlari ke mobilnya yang terparkir di depan gang.

Walau begitu tidak membuat Hafizah diam. "Sudahlah mba, kita berdamai saja, terima saja pernikahan ku dengan Mas Biru."

Sedangkan Maya sudah tidak mendengarkan lagi apa yang terucap dari bibir Hafizah.

Ia, Bambang, meminta pada Hafizah untuk diam dan Hafizah tersenyum penuh kemenangan. Gadis itu tidak perduli walau telah menjadi perhatian seluruh warga kampung tempatnya tinggalnya.

"Nggak nyangka ya si Hafizah ternyata jadi pelakor, ih tega banget padahal sesama perempuan tapi kok nyakitin!" begitu lah tetangga Hafizah bergosip malam ini dan Bambang segera menutup pintu, pria itu merasa malu tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.

****

Maya membanting pintu mobilnya, menangis sesenggukkan, menjatuhkan kepalanya di setir kemudi.

Maya meraung, tidak habis pikir kenapa orang-orang tega menyakitinya, padahal Maya tidak menyakiti siapapun.

"Aaaaaaa!" teriak Maya dalam mobil.

"Kenapa hidup kejam padaku!" Maya masih berteriak dengan tangannya menggenggam erat setir kemudi itu.

Maya yang terbalut emosi dan amarah itu mengendarai mobilnya dengan perlahan, selalu terngiang di telinganya kalau Hafizah mengatakan dirinya tengah hamil, lalu Maya semakin meninggikan kecepatan laju mobilnya.

"Brengsek! Kalian bajingan!" teriak Maya seraya terus mengemudikan mobilnya tanda sadar Maya melampaui batas kecepatan, bahkan dirinya sampai tidak menyadari kalau ada lampu Merah dan 'pyaaarr!' mobil Maya tertabrak oleh sebuah truk membuat mobil Maya terguling-guling dan berputar di tengah jalanan yang sepi dengan posisi mobil terbalik.

Darah mengalir dari kepalanya dan sebelum matanya tertutup Maya masih teringat sakit hatinya, berfikir apakah ini akhir dari hidupnya. "Ya Tuhan, tolong jaga anakku," Maya menitipkan Ifraz pada Tuhannya apabila memang ini adalah hari terakhirnya.

****

Biru yang berada di rumah mengunci dirinya di kamar itu menerima panggilan telepon dari nomor tidak di kenal.

"Halo?"

"......."

"Apa!" teriak Biru saat mendapatkan kabar kalau istrinya sedang dilarikan ke rumah sakit.

Seolah raga tak bernyawa, Biru menjadi lemas mendengar kabar itu, dirinya tidak menyangka kalau Maya keluar dari rumah.

Dengan tergopoh Biru menuruni tangga dan mencari kunci mobil miliknya, lalu Biru memerintahkan Andi untuk mengemudikan mobilnya ke rumah sakit yang Biru katakan.

"Cepat Andi, cepat!" perintah Biru.

Andi tidak menjawab pria berusia tiga puluh tahun itu fokus menyetir karena tidak mau membahayakan nyawa dirinya dan penumpang.

Sesampainya di sana, Biru mendengar kabar kalau Maya mengalami luka serius, bahkan kehilangan banyak darah, beruntung di rumah sakit itu tidak kehabisan stok darah.

Biru berlutut di depan ruang tindakan, menyesal telah menyakiti Maya.

"Maya! Maafin aku May!" teriak Biru, pria itu menangis pilu, takut terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.

Bersambung.

Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen dan bintang limanya ya. Klik love dan jangan lupa untuk bantu dukung karya ini. Sampai jumpa di episode selanjutnya

Terimakasih bagi yang sudah membaca.

1
Khairul Azam
sebeuah cerita itu mencerminkan dari diri sipenulis itu sendiri
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: makasih, kak. Sudah memahami si penulisnya. 😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
menurutku disini yg aneh bukan siapa" tp othornya yg aneh
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Makasih, kak. 🥰😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
hadeeeehhhh ini yg bikin cereta gak mumet apa
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Kaaaa 😅😅😅😅
total 1 replies
Khairul Azam
hadeh gak ada yg bener semua, si maya bego, sihafiz pelakor, si biru tukang selingkuh, si bram hadddooohhhhh
Khairul Azam
perempusn psling bodoh maya, sukurlah klo gak bisa jln, tsu suami gak bener tingalkan aja malah nrobros lampu merah
Khairul Azam
hadeeehhh suami kaya gitu di rebutin tinggalin aja
Komang Diani
semangat maya demi masa depan irfas, jangan biarkan perlakor itu menang.. buat dia menderita
Komang Diani
bagusss,, kapok, karmanya instan,..
Komang Diani
bikin gregetttt,, dasar pelakorrrrr
Komang Diani
Luar biasa
Komang Diani
nama aja hafizah tp ular
Siti Nurbaidah
sukses sllu kk sayang..alurcerita ny mantap👍👍👌💕dag dig dug kdg buat sedih..nth lah spt dunia nyata tpi siapa pun itu pasti ada jln terbaik ny
Siti Nurbaidah: 👍👌👌siap
total 2 replies
Siti Nurbaidah
Luar biasa
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terimakasih 🥰
total 1 replies
ALNAZTRA ILMU
bodoh
ALNAZTRA ILMU
rasakan
ALNAZTRA ILMU
mampus
ALNAZTRA ILMU
bangkitlah maya. cepat!!
ALNAZTRA ILMU
semoga saja maya bisa bercerai dan nikah sama bram.. biru akan selingkuh lagi dan hafizah tau rasa diselingkuhi.. semoga saja
ALNAZTRA ILMU
otak blue sebab tu kau rosak
ALNAZTRA ILMU
astagaaaa.. brengsekkkk.. ceraisajalah bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!