cerita berbau dewasa, yg belum dewasa jgn coba coba baca , hehe 😅
seorang polisi muda yg sudah berpangkat komandan diumur yg masih muda 25 tahun yg sedang bertugas menangkap pelaku pemakai dan pengedar narkoba tiba tiba harus bertengkar dengan seorang gadis yg belum menginjak usia 20 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Nilam Sarii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TWENTY-TWO
Rey membawa masuk Marissa dengan masih berpelukan, dengan senyum yg tidak pernah dilihat oleh karyawan nya.
" apa kau sudah makan?" Rey menoleh dan mengangguk,
" kenapa?, kau belum makan?" Marissa terseyum " aku sudah makan!" Rey mencium kening Marissa dan itu lagi lagi membuat mereka jadi pusat perhatian.
"jadi kenapa kemari,sayang"
" memangnya aku tidak boleh kemari?" pertanyaan yg terdengar sedih itu langsung membuat Rey kelagapan, pasalnya akan sangat bahaya jika Marissa sudah menangis dan merajuk.
" tidak tidak,kau bebas , hanya aku sedikit heran saja, sayang" nada yang memelas inilah yang Marissa suka, Rey tidak pernah bisa melawannya setelah unggapan cinta mereka, Marissa bisa melihat sisi manjanya Rey, laki laki yang menjadi laki laki kesayangannya ini adalah laki laki manja.
" Rey? mengapa mereka melihat kita seperti itu" Rey mengalihkan pandangannya pada penjuru kantor, dan benar saja semua mata menatap bingung keadaan mereka ditambah lagi tatapan mata para wanita yang memandang sinis ke arah istrinya, Rey tidak suka, maka dari itu,
" berhenti berasumsi yang tidak tidak, dia istri ku, bersikaplah sopan jika masih ingin menginjakkan kaki kalian disini" sontak saja ucapan Rey yang terdengar serius itu membuat keterkejutan bagi siapa saja yang mendengarnya, terkhusus dua wanita yang tadi terlibat pembicaraan dengan Marissa di meja resepsionis.
🌸🌸🌸
Hari ini tak banyak yang dilakukan Marissa dia hanya menemani suaminya yang sibuk dengan kertas kertas diatas mejanya.
Dia lebih banyak bermain Hp dan membaca majalah yang ada dimeja dekat sofa.
Sampai jam menunjukan pukul 5 sore barulah Rey bisa mengajak istri nya pulang.
.......
Rey lagi lagi terseyum saat sampai di mansion Marissa tertidur lelap disamping nya, walaupun lelah tapi untuk seorang Marissa rasa lelah Rey hilang begitu saja, apalagi melihat wajah manis saat tertidur itu, sungguh menggoda iman sekali.
Berjalan menyusuri anak tangga,hingga sampai didepan pintu kamarnya, Rey langsung meletakkan Marissa diatas ranjang mereka, melepaskan sepatu yang di oaki istrinya,lalu menyelimuti tubuh Marissa, setelah itu barulah Rey mengurus dirinya, mandi berendam mungkin bisa menghilangkan sedikit rasa lelah pada tubuhnya.
Hampir satu jam Rey berendam didalam sana, sampai tak menyadari bahwa Marissa sudah bangun dan mencari dirinya, tak mendengar apapun membuat Marissa gelisah dimana suaminya, kalau dikamar mandi kenapa suara mandinya tidak ada.
Dilihat Marissa jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam, tandanya sebentar lagi jam makan malam dan dia tidak melihat suaminya ditambah lagi dia belum mandi, makan dari itu Marissa mandi dan mengurungkan niatnya mencari keberadaan suaminya, yang diyakini nya kalau tidak dibawah ya diruang kerja, begitulah kira-kira.
Saat masuk kamar mandi, sepeti dugaannya suasana sepi,yang menandakan tidak ada manusia didalamnya, dan dengan santainya amrissa melepaskan baju yang masih melekat pada tubunya, hingga tubuhnya tak menggunakan apapua lagi.
Marissa menghidupkan shower, air yang leuncir dari atas membasahi tubuh Marissa ,rasa segar dan lega dirasakan Marissa, dia menyugar rambut nya, menggosok-gosok tengguk lehernya,meemjamkan mata menikmati air yang mengalir disekujur tubuhnya, tidak tau saja kegiatan yang biasa saja itu sangat menggairahkan Dimata Rey, laki-laki itu sebenarnya sudah selesai tapi saat melihat pintu kamar mandi dibuka, dia mengurungkan niatnya untuk keluar dari bathup dan lebih memilih mengintip secara diam-diam istrinya itu.
"ck,sial aku terpancing" diam diam Rey leuar dari sana, menyingkirkan kain penutup bathup itu perlahan agar tidak menimbulkan suara, perlahan tapi pasti kain itu terbuka, dan Rey lebih leluasa melihat bagaimana istrinya tengah mandi diatas guyuran air shower yang berjatuhan ditubuhnya yang penuh dengan busa sabun, " ahhh dia seksi sekali" batin Rey.
Marissa yang tengah asik dengan acara mandinya harus dikejutkan dengan tangan kekar yang melingkar di pinggang nya
"wahhhkkh" dia menoleh kebelakang dan mendapatkan suaminya tengah terseyum mesum kearahnya, dan Marissa tau akan ada selanjutnya.
Dan benar saja, Rey memutar tubuh Marissa menjadi menghadapnya, dengan secepat kilat Rey mencium bibir Marissa dan mengangkat tubuh amrissa seperti bayi koala, memepetkan tubuh Marissa kearah dinding dengan dia yang menjadi tumpuan Tubuh Marissa, Marissa hanya bisa pasrah, lagian dia juga senang selagi itu suaminya.
Entah yang kesekian berapa kalinya Marissa mencapai puncak kenikmatan nya dan Rey belum sama sekali menampakkan ingin mencapai puncak itu.
saat ini posisinya Marissa sedang duduk diatas tubuh Rey yang sedang memompanya habis habisan, sedangkan Rey laki-laki itu duduk di atas closet.
sampai akhirnya Rey menggeram dengan gerakkan yang semakin cepat,dan Marissa juga sudah akan mencapai puncaknya lagi.
Teriakkan panjang dari keduanya menandakan, berakhirnya kegiatan itu, Rey dan Marissa masih sama sama menikmati sisa sisa kenikmatan kegiatan panas mereka, sampai Rey merasa dia sudah cukup fit dia berdiri dengan masih Marissa didalam gendongannya, penyatuan yang belum dilepas itu membuat bagian inti Marissa meraskan geli tapi dia menahannya suaranya agar tidak memancing singa yang sudah tertidur itu,kalau tidak akan berbahaya, satu ronde saja bisa sampai,2jam lama nya.
Rey menurunkan Marissa dari gendongan, menghidupkan kembali shower yang tadi sempat dimatikkan, menguyur dirinya dan istri, tidak lama lama Rey takut dia akan bangun lagi dan membabat habis istrinya,kan kasian.
******
Rey keluar lebih dulu lalu disusul Marissa dibelakang nya,menuju walk in closet dan mengenakan baju tidur.
" makan malam sayang" Marissa hanya mengangguk tanpa menjawab, pasalnya dia memang sudah sangat lapar ,tapi karena mementingkan nafsu suami dulu jadi dia harus menahannya.
" hey kenapa" karna tak adanya jawaban sang istri Rey merasa ada yang salah.
" ayolah cepat aku sangat lapar" rengekkan itu membuat Rey tergelak , dia baru tau istrinya itu Menahan lapar dari tadi.
"ayo sayang ayo" Rey mengandeng Marissa sampai kemeja makan, menarik kursi dan mendudukkan disana dan dia duduk disamping Marissa.
Dengan cepat Marissa berdiri meraih piring didepan suaminya, meletakkan nasi sesuai porsi Rey " pake apa" Rey terseyum " ayam goreng sayang sama sayurnya" Marissa mengangguk dan mengambilkan apa yang suaminya itu inginkan, setelah beres melayani Rey barulah Marissa mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
" istriku sangat romantis" Rey terus makan dengan senyum dan sesekali melihat kearah Marissa.
Dia tidak menyangka menikahi Marissa membuatnya sebahagia ini.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
salam hangat dari author, yang suka ngehalu in Kim Seok Jin, btw ini paling panjang keknya 😂😂,
lagi bahagia ini jadi harus baik
hey kalian kalau kalian juga A.R.M.Y
💜 I purple U 💜
13 Juni 2013 - 13 Juni 2020
💜 BTS 💜
Nur Nilam Sari
a.K.a
Adiknya Kim Seok Jin
bagus
sukses
semangat
semangat melawan pelajor