NovelToon NovelToon
TAK SANGGUP BERBAGI

TAK SANGGUP BERBAGI

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:13M
Nilai: 4.9
Nama Author: meliani

IG: ana_miauw
Bisa menikah dengan Yudha adalah bukan dari rencana Vita saat itu. Karena Yudha sudah memiliki hati yang lain sebelumnya. Dan atas nama pernikahan yang suci, dia mencoba untuk menerima takdirnya menjadi nomor dua meski dia adalah istri pertama.

Tetapi apa yang Vita rasakan semenjak pernikahan hingga saat ini?

Vita tidak sepakat dengan ketidakadilan yag dibebankan kepadanya karena tak pernah merasa dicintai sedikitpun oleh Yudha. Bahkan Yudha mengatakannya secara terus terang bahwa Vita hanyalah sebuah pelampiasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Tidak Menyenangkan

Flashback.

Malam itu, Yudha baru saja menerima panggilan telepon dari istri pertamanya. Dia memijat pelipisnya dan duduk gelisah karena panggilan diputus dengan sangat tidak menyenangkan. Vita dalam keadaan marah tanpa mau mendengarkan penjelasannya lebih lanjut.

Gamang dengan apa yang harus Yudha lakukan membuat Yudha memilih untuk diam—lantaran takut, jika melakukan sesuatu, malah akan membuat hubungan ini menjadi semakin runyam. Pun kalau diteruskan, pasti akan membuat Vita semakin menjadi. Vita sedang meledak-ledak akhir-akhir ini jika keinginannya tak terpenuhi.

Tidak ada solusi selain bertemu langsung. Berbicara melalui tatap mata. Namun bukan secara sengaja dia tidak pulang untuk menemui Vita pada saat itu. Rahma memerlukan orang yang harus menemaninya sementara Ayah dan Ibunya pulang, karena mereka sudah menunggui anaknya dari pagi. Kini giliran dia, selaku suaminya yang memang sudah harus ikut serta bertanggung jawab. Toh Rahma sakit juga oleh karena sebabnya.

Kesalahannya adalah; dia terlambat menghubungi. Tetapi yang membuat Yudha tak habis pikir, hanya telat menghubungi satu jam saja sudah membuat Vita begitu marah, bahkan sampai mematikan ponselnya.

Yudha tidak pernah menduga sebelumnya bahwa hanya karena masalah sepele ini, bisa membuat wanita itu pergi meninggalkannya.

Yudha sangat memahami ini tidak adil untuk istri pertamanya, karena pada dasarnya ini adalah hari miliknya setelah tiga hari kemarin ia bersama Rahma. Tetapi keadaan seolah terus menjerumuskannya sehingga ia harus memperlakukan keduanya (dengan) tidak sama rata, atau berat sebelah, begitulah kiranya.

Celakanya, dia tidak bisa mengubah cara pandang Vita yang keras kepala tersebut dan terpaksa membiarkannya menganggap demikian.

Begitu Yudha masuk ke ruang rawat, Yudha berpura-pura dalam keadaan baik-baik saja. Dia tersenyum, kemudian duduk di samping brankar dan memandangi wajah Rahma yang pucat.

“Cepat sembuh,” ujaran Yudha membuat Rahma tersenyum. “Aku khawatir sekali. Kalian berdua harus kuat.”

“Ya, kami sedang berjuang, Kak,” jawab Rahma dengan suara lemah. “Aku sudah berulang kali merepotkan Vita dan membuat hubungan kalian menjadi renggang,” kata Rahma seolah mengerti apa yang terjadi. “Tolong sampaikan maafku padanya, Kak.”

“Iya, aku akan menyampaikannya,” kata Yudha menjawab.

“Apa dia marah?” Rahma bertanya lagi.

Yudha menggeleng. “Dia tidak apa-apa.” Demikian yang Yudha katakan karena dia tidak ingin menambah beban pikiran Rahma karena bisa memperburuk keadaannya saat ini.

“Kamu bohong,” kata Rahma dapat menebak raut wajah yang dipaksakan baik-baik saja tersebut.

“Tenanglah, aku bisa mengatasinya. Cepat sembuh,” ulangnya sekali lagi. Yudha memang sangat berharap Rahma demikian karena ia juga mengkhawatirkan keadaan Vita saat ini. Perasaannya tidak enak dan takut wanita itu berbuat nekat.

Malam itu dilalui Yudha dengan sangat gelisah. Dia seumpama manusia yang menunggu bom siap meledak tanpa ia benar-benar bisa melakukan sesuatu.

Dan sialnya, sampai keesokan harinya pun, mertuanya tak kunjung datang. Padahal kakinya sudah gatal sekali ingin berlari menemui istri pertamanya untuk menyelesaikan masalah mereka. Tetapi lagi-lagi Yudha tertahan di sini. Seolah orang tua itu memang sengaja diciptakan untuk menghancurkan rumah tangganya dengan istrinya yang lain!

“Astaghfirullah ...,” desah Yudha dalam hati sembari wara-wiri melirik jam di tangan kirinya.

“Kalau mau pulang dulu tidak apa-apa, Kak. Aku sudah agak baikkan, kok,” kata Rahma yang juga ikut memikirkan kegamangan suaminya saat ini.

“Tapi tidak ada yang menunggumu. Bahkan kita saja belum tahu mereka akan datang atau tidak.”

“Nanti aku coba hubungi beliau lagi,” kata Rahma memberi saran.

“Diamlah. Aku bisa mengatasinya,” tegas Yudha membuat Rahma akhirnya terdiam. Sebab bagaimana pun Rahma mengarahkan, dia tetap tidak bisa memberikan suaminya jalan keluar. Yudha mempunyai jalan pikiran sendiri yang terkadang memang cukup membingungkan.

Siang itu Yudha sibuk mengerjakan sisa pekerjaannya di dalam sana. Menerima panggilan dari sana-sini, belum lagi harus mengurus istrinya sendiri yang masih mual-muntah dan sebagainya.

Hingga tanpa Yudha sadari, hari sudah beranjak semakin malam. Tepat pada pukul tujuh, pria itu tersentak manakala mendapat kabar dari panggilan telepon yang kurang menyenangkan.

“Alif?” gumamnya pada saat ia melihat layar. “Ya, ada apa, Lif?”

“Vita pergi ke mana malam-malam begini, Bang? Sendirian lagi,” jawab suara dari seberang. “Menyusulmu ke rumah sakit?” kata Alif lagi menebak-nebak kemungkinan.

“Aku tidak menyuruhnya menyusulku.” Yudha panik.

“Tapi aku melihat dia keluar barusan, pakai mobil taksi online sepertinya.”

“Kamu lihat dari mana?”

“Dari balkon.”

“Tolong kejar dia, Lif. Aku segera menyusulmu.” tanpa menunggu persetujuan, Yudha langsung memutus panggilan.

Yudha menoleh pada Rahma, “Ini sangat urgent kamu segera hubungi Ayah atau Ibu untuk menjagamu. Sepertinya aku akan lama,” ucapnya terburu-buru dan langsung keluar dengan hanya membawa ponsel, dompet, dan kunci mobilnya.

Mengebut dengan kecepatan tinggi, adik dan kakak itu terus berkabar dalam perjalanan.

“Arahnya ke mana?” tanya Yudha.

“Ke Terminal.”

“Pantas saja perasaanku tidak enak, ternyata dia mau kabur dariku,” katanya geram bukan main. Tiba-tiba rasa takut kehilangannya sangat besar. Jarak tempuh yang seharusnya dicapai dalam waktu setengah jam lamanya, kini disingkat dalam waktu lima belas menit sampai akhirnya ia tiba di sana.

“Gimana, Lif? Apa kamu menemuinya?” tanya Yudha pada saat pria itu sudah menemukan adiknya, tepat di samping pos polisi Terminal itu.

“Dia ada di bus itu,” tunjuk Alif ke salah satu bus yang sedang berjalan.

“Kenapa kamu tidak menahannya?!” bentak Yudha kesal. Kenapa Alif bisa sesantai itu dalam keadaan seperti ini. Di mana pikirannya?! Bagaimana kalau Bus itu pergi?!

“Aku hanya kau suruh untuk mengejarnya, bukan menahannya.”

“Paling tidak kamu punya inisiatif!”  

“Daripada membuang-buang waktu untuk berdebat, lebih baik kamu kejar dia saja sekarang, Bang. Nanti keburu pergi busnya.”

“Sialan,” umpat Yudha pelan.

Begitu Abangnya berlari, Alif menendang kosong. “Situ yang punya bini, aku yang suruh repot,” ujarnya menggerutu.

Yudha berlari cepat sebelum Bus itu benar-benar menyeberang jalan besar. Nekat, dia berdiri di depan bus itu dan melambaikan tangannya. Meminta sopir Bus untuk membukakan pintu.

“Ada apa, Mas? Bus ini sudah penuh,” kata salah satu crew Bus ketika pintu sebelah kiri terbuka.

“Tolong, Pak. Saya mau menemui istri saya, dia ada di dalam Bus ini,” ucap Yudha memohon. “Dia pergi tanpa izin dari saya.”

Agak lama sopir dan satu orang crew itu saling berpandangan, sebelum akhirnya laki-laki yang duduk di kursi kemudi itu memutuskan, “Baiklah kalau begitu, tapi jangan lama. Kami sudah telat.”

“Terima kasih, Pak.” Yudha langsung menaiki Bus. Dia berjalan dengan sangat tergesa dan meneliti satu persatu penumpang yang sebagian besar terdiri dari laki-laki.

'Vita?' batinnya menyeru. Matanya berbinar pada saat dia berhasil menemukan wanita itu.

Tap. Langkahnya terhenti. Dilihatnya wanita itu sedang duduk sendirian, menyandarkan kepalanya ke kursi dan memejamkan mata. Sedangkan di depannya terdapat jaket yang menutupi dada seperti orang yang kedinginan.

Hati Yudha ikut sakit melihatnya seperti itu. Dia ingin sekali langsung berhambur mendekapnya dan membawanya pulang. Namun ia sadar sedang berada di mana mereka saat ini.

Belum sempat Yudha menyebut namanya, namun mata wanita itu lebih dulu terbuka. Raut wajahnya sangat terkejut sekali sekaligus sedih begitu mengetahui ada dirinya di hadapannya.

“Pulang!” ucap Yudha dengan nada membentak. Padahal tidak seperti itu yang dia niatkan sebelumnya. Tadinya, dia akan merayu Vita baik-baik. Namun mendadak tak terkendali.

***

Mau nambah nggak?

Yuk, like dulu.

1
Ara Dhani
begitulah yg dirasakan Vita saat MLM pertama mereka . Yudha menyebutkan nama rahma
Ara Dhani
sakitnya sampai sini ya allah😭
Lina Astika Sari
jangan terlalu kamu sanjung yuda
Lina Astika Sari
sakit sekali di banding²kan😥
Lina Astika Sari
woopppss.. sakitnya
Lina Astika Sari
jadinya huruf hijaiyah ya vita😂😂😂
Lina Astika Sari
sejenis anggora mas alif😂😂
Lina Astika Sari
katanya yudha tempat trrnyaman dan tenang hanya rahma.. ini kok malah vita memng dah aneh ni yudha
Lina Astika Sari
setelah vitanya pergi baru sadar.. bahwa dy mencintai vita begtu dalam
sutiasih kasih
kmana aja km yud.... baru tau klo vita itu jauh lbh unggul dri istri ksayanganmu si rahma....
bhkn km tak punya hati.... dlu sll membandingkn vita dgn rahma...
km sll memuji rahma... bhkn km bilang hnya rahma yg bisa mmberimu kdamaian.... dan km mngtakn hnya rahma istri terbaikmu....
mkanya yud.... jgn trtipu dgn anggunnya cover luaran.... tpi nyatanya busuk dalamnya...
Ara Dhani
ngakak di part ini😆😆
Ara Dhani
ya allah.. part ini ngakak aku😂😂
Ara Dhani
spesies langkah betina ini mah😂
sutiasih kasih
kasih paham yudha lif..... biar abangmu itu waras dikit otaknya🤣🤣
Komariyah
Buruk
Khairul Azam
meskipun klo km dipaksa, klo km tegas dan punya pendirian gak bakalan jg nikahin rahma yuda, tp ya gimana lgi emang emang ceritanya dibikin begini sama othornya
Khairul Azam
disininyg perlu disalahkan yuda
Khairul Azam
aku gak ada kasihannya tu sama ini kluarga yuda karma itu
Khairul Azam
aku gak sukanya begini terkesan vita cuman jd cadangan
Khairul Azam
laki laki tak berguna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!