NovelToon NovelToon
Jodoh Ku Sang Duda

Jodoh Ku Sang Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Duda / Tamat
Popularitas:172.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: yayah

Henry, seorang pria yang berumur 45 tahun dengan status duda beranak satu. Suatu ketika takdir mempertemukan dirinya dengan seorang gadis.
Kejadian ini berawal dari dia menolong tragedi kecelakaan pada seorang wanita muda nan cantik yang bernama Renata.

Seiring berjalan nya waktu Renata tinggal dirumah Henry, sehingga membuat Henry jatuh cinta kepadanya kemudian dia mengajak untuk segera menikah dengan nya.

Suatu ketika kejadian miris menimpa Renata kembali, hingga ia ditolong oleh seorang pemuda yang bernama Kellan.
Singkat cerita, sejak awal bertemu dengan Renata Kellan sudah jatuh cinta terhadap nya. Namun sayangnya, wanita yang dicintainya itu terpaksa harus menjadi ibu sambung nya.

Akankah Kellan terus mengejar cintanya dengan sang ibu sambung?

Akankah Henry mengetahui hal ini? dan jika tahu apa yang akan diperbuat olehnya?



Penasaran? mari kita simak cerita nya!


Jangan lupa vote, komen, dan like dari kalian ❤️❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

terkuak rahasia Henry

Siang itu tepat nya di depan teras rumah, terdapat sosok Renata yang sedang melamun sambil memikirkan sesuatu seperti ada beban berat yang memikul dirinya.

Kemudian ia mulai mengingat kembali tentang 2 buah amplop surat yang berisikan peringatan pembayaran cicilan rumah nya.

"Bagaimana ini jika aku tidak membayar cicilan nya sudah pasti rumah peninggalan ayah ku akan segera dilelang." Ratap nya dengan pilu.

"Jika itu terjadi Aku harus segera mencari pekerjaan agar segera mendapat uang." Ungkap pikiran nya.

Tiba-tiba ponsel yang berada didekatnya berdering terdapat video call dari Justin, segera ia menekan tombol berwarna hijau.

🤳 "Hai, Ren!" Sapa Justin dengan tampilan wajar dilayar handphone Renata.

🤳 "Hai juga, Justin!" Balas nya.

🤳 "Kau sedang apa?" tanya Justin.

🤳 "Aku sedang bersantai saja di teras rumah. Tumben kamu video call aku, kita kan bisa ngobrol lewat chat." Timpal Renata.

🤳 "Jari ku lagi malas ngetik. Aku ingin bahas yang kemarin malam nih, gimana kamu dimarahin tidak sama paman Henry?"

🤳 "Tidak, Just."

🤳 "Emmm--- Syukurlah. Oh iya! Kenapa kamu harus bohong segala sama Paman, harusnya kamu tinggal bilang saja yang sebenarnya?"

🤳 "Aku tidak mau bilang karena takut ngerepotin paman Henry, kasian kan paman Henry sudah pusing dengan kerjaan nya nanti pusing pula dengan urusan ku." Perjelas Renata.

🤳 "Ya sudah kalau begitu libatkan aku saja dalam urusan mu."

🤳 "Apaan, sih. Kau ini aneh sekali minta di libatkan urusan orang" Renata terkekeh.

🤳 "*T*idak apa-apa, Ren. Kau kan sahabat ku wajar saja kalau aku membantu mu saat sedang ada masalah."

'Sebenarnya nya sih ada masalah nya Just, cuma kamu tidak perlu tahu hanya aku saja yang menanggung beban ini,' ungkap batin Renata.

🤳 "Makasih ya, Justin. Kamu memang sahabat ku yang paling baik." Sahut nya dengan menyunggingkan senyum.

🤳 "Sama-sama, Ren. Sudah dulu ya Ren aku dipanggil mamah ku nih!"

🤳 "Ya sudah, Justin."

🤳 "Bye.... Ren !'

🤳 "Bye.... Juga Justin!"

Berakhir sudah percakapan mereka melalui video call.

Kemudian raut wajah Renata kembali digandrungi kebingungan, ia mencari cara untuk segera mendapatkan pekerjaan secara cepat karena keadaan nya sudah terlanjur mendesak.

Padahal bisa saja ia meminta tolong kepada Henry secara dia sudah terbiasa berbaur dengan kolega bisnis nya, namun tetap saja ia tak ingin merepotkan Henry yang kesekian kali nya. Menurut nya ia sudah terlalu banyak menjadi beban hidupnya, dan sampai saat ini ia masih belum bisa membalas kebaikan darinya.

 

Sementara itu di lain sisi tepat nya pada sudut ruangan bi Conte mendapat telepon dari Henry.

Ia meminta tolong kepada bi Conte untuk membawakan beberapa berkas yang tertinggal di ruangan kerjanya lalu diantar kan segera ketempat kerja nya.

Setelah telepon ditutup dan diletakkan pada posisi semula, segera lah dia menjalani yang sudah diperintahkan oleh majikan nya.

Berkas yang tertinggal sudah ada ditangan nya, kini tinggal lah dia berjalan menuju tempat kerja sang majikan nya.

"Bi Conte mau kemana. Seperti nya terlihat buru-buru sekali?" Tanya Renata yang masih duduk santai di teras rumah.

Sejenak dia menghentikan langkah nya,

"Anu, Non. Tuan nyuruh bibi untuk mengantarkan ini ketempat kerja nya." Sambil memperlihatkan beberapa berkas ditangan nya.

"Biar aku saja Bi, yang antar ke sana." Pinta Renata.

"Tidak usah, Non. Soalnya tuan yang nyuruh bibi."

"Tidak apa-apa kok, Bi. Soal nya aku sedang bosan dirumah."

"Ya sudah deh, Non. Kalau begitu soalnya pekerjaan bibi juga belum selesai."

"Tuh kan, Bi! Lebih baik Bibi dirumah saja, biar aku yang ke sana. Tunggu sebentar ya Bi aku ambil tas dulu." Renata beranjak ke kamarnya sambil berlari.

Tak lama kemudian Renata kembali lagi, segera lah ia menerima berkas yang diberikan dari bi Conte.

Tepat didepan gerbang taksi online sudah menunggu, lalu ia berpamitan pada bi Conte.

Setelah itu ia meminta pada supir taksi tersebut untuk mengantarkan pada tujuan nya.

Disisi lain....

Di dalam ruang kerja Henry rupanya ada sosok Jerry disana.

Terlihat mereka sedang berbincang-bincang mengenai rapat yang akan dimulai 1 jam lagi.

"Kau ini gimana sih. Sama berkas yang penting saja kau masih lupa untuk dibawa." Jerry menggerutu.

"Ya, maaf. Tadi aku terburu-buru. Kau tenang saja aku sudah menyuruh asisten rumah tangga ku untuk membawa nya kesini." Sahut nya dengan datar.

"Mana...! Sampai sekarang belum ada. Kita sudah menunggu nya 20 menit lho." Jerry yang tak sabaran.

"Sabar lah sedikit mungkin dia masih dijalan." Ujar henry dengan tenang sambil fokus ke arah laptop nya.

Jerry menuruti perintah Henry kalau sampai dia mengoceh terus bisa debat nanti nya. Akhirnya dia memutuskan untuk membahas ke lain hal, sebelum dia mulai pembahasan nya Henry langsung menyampaikan sesuatu pada nya.

Tap....

Tap...

Tap....

Langkah kaki Renata berjalan menuju ruangan Henry, rupanya ia sudah sampai pada tujuan nya.

Dilihat dari arah yang tak jauh nampak pintu ruangan nya sedikit terbuka, terdengar ada orang didalam ia urungkan niat untuk mengetuk pintu nya, karena menurut nya ia takut mengganggu. Ia pun bertekad untuk menunggu nya sampai pembicaraan mereka selesai.

"Jer, ada yang ingin aku sampaikan pada mu. Kau dengarkan baik-baik!" Gurau nya serius.

"Oh iya! Apa itu?" Jerry penasaran.

"Ku harap Justin jangan terlalu sering pergi berduaan dengan Renata." Ucap nya dengan tegas.

Didalam sana Henry malah membahas Justin, tentu saja Renata yang berada dibalik pintu sudah pasti mendengarnya merasa terkejut serta penasaran.

"Kenapa paman jadi bahas Justin, ada apa dengan nya." Gumam nya pelan.

"Memang nya kenapa. Kau cemburu pada nya?"

"Tak usah banyak tanya kau sudah tahu jawaban nya." Henry masih fokus didepan laptop nya.

"Gara-gara dia kemarin malam aku jadi belingsatan seperti orang gila. Kau tahu hampir seharian penuh dia mengajak Renata keluar rumah."

"Wajah lah mereka kan masih muda, menurut ku Renata cukup cocok jika disandingkan dengan Justin." Tutur Jerry dengan santai nya, dan diluar sana Renata masih fokus mendengar kan percakapan mereka.

"Aku tidak setuju. Jangan kau sekali-kali sandingkan dengan nya." Tolak Henry.

Jerry terkekeh dan tertawa geli,

"Ha-ha-ha... Mau sampai kapan kamu memendam perasaan pada Renata."

"Entahlah, Jer. Aku belum siap mengungkapkan nya. Aku takut ia malah menghindari ku setelah aku jujur mengatakan yang sebenarnya karena dia sudah terlanjur menganggap ku seperti Paman nya." Ujar nya dengan lirih kini sudah tidak fokus lagi dengan laptop nya.

Seketika Renata terbelalak seakan tidak percaya, "Apaaa! Paman Henry mencintaiku. Ini tidak mungkin, pasti paman sudah salah paham," ungkap nya dalam hati sambil menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.

"Jangan terlalu lama dipendam, Bung. Tak baik nanti dia keburu diambil orang." Jerry memberi semangat.

"Cepat atau lambat aku pasti akan mengatakan nya."

Bersambung....

1
Ruth Humapi
awal2 pasti begitu tpi nnti lama2 timbul jg prasaan lain dri Renata sabar2 ya Henry
Ruth Humapi
perlahan2 cinta akan bertumbuh antara .Renata n Hennry
UPIN IPIN
Cakep sih cakep tapi sifat dan sikap kayak anjingggg 😤😡
Mati aja lu Kellan 😛😕
UPIN IPIN
Sadarlah Kellan !!! Renata istri ayahmu .
Renata, Kellan itu suka sama kamu peka dong . masa kamu gk tau sih 😕
UPIN IPIN
Henry kamu harus tegas sama istrimu , suruh istrimu jangan berikan perhatian pada Kellan. Kellan itu bukan anak kecil lagi , masa dimandiin sama Renata . Kedua-duanya udh melewati batas
Fitri Sri Dewi
mampir thor
Indah Nihayati
aku mampir kak
choi yongah
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
choi yongah: Siap ud selesai
😍😍😍😘😘
total 1 replies
Wie Yanah
ok
Tivalisa
knp gak bisa di baca
❤️⃟WᵃfJonathan
sdh tamat sj thor karyanya, tp ttp semangat dgn Karya barunya✨🌟💗🌟💜🌟✨
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟✨💜💜💜✨🌟
🌟✨✨💜✨✨🌟
✨🐬✨🐬✨🐬✨
🌊🌊🌊🐬🌊🌊🌊
Meylin
smoga ada visualnya bule2 ganteng cantikkk
Meylin
cowoknya ketuaan pantesnya jadi bpknya
🌻 y_alcalief 🌻: maklum ka sudah punya anak perjaka 😁
total 1 replies
Lusiana_Oct13
Thanks thor 👍👍👍👍😍😍😍😍😍
Lusiana_Oct13
😭😭😭😭😭😭 kenapa dibuat Renata meningal thor 😭😭😭😭😭😭
Diah
asyiap...
Lusiana_Oct13
APA reaksi ank durhaka si kellan tu ya
Lusiana_Oct13
😭😭😭😭😭😭😭😭 thorrrrrrrr jgn buat Renata meningallllll kaisan henry
Lusiana_Oct13
Kasi tau ajaa lah ngapain nutupin aib ny si isabel bego henry
Lusiana_Oct13
Thor ganti judul ya??? pantes thor saya cari² gk ketemu perasan gk pernah delete kok ilang ya sampai bolak balik baca satu² koleksi novel yg sudah di baca eh nemu juga akhirnya 😁😁😁
Lusiana_Oct13: Alhamdulillah 🙏🙏 semangat 💪🏼💪🏼
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!