Pernikahan berlangsung antara Elena Stephanie Putri dan Dava Gandhi Syahreza. Elena masih berstatus seorang siswa SMA kelas 2, sedangkan Gandhi adalah seorang guru di sekolahnya Elena. Pernikahan mereka ini adalah hasil perjodohan dari kakek mereka, kakek mereka adalah sahabat dekat dan berjanji akan menikahkan cucu mereka. Awalnya Elena menolak karena usianya masih sangat muda yakni 17 tahun, sedangkan Gandhi berusia 25 tahun. Berawal saling benci apakah lama-lama menjadi cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
“Kaira,
ayo cepat pulang sekarang! Kamu itu harusnya dirumah menemani suamimu, bukannya
malah kluyuran sama cowok lain. Dasar istri nggak tau diri.” Perintah Raffa
sambil menarik tangan Kaira.
“Apa-apaan
sih, lepasin tanganku. Rasya tolongin Gue dong. Kakak Loe nih.” Kata Kaira
“Kamu
ngapain malah minta tolong sama Rasya. Kau itu istriku dan aku suamimu. Ayo
cepat pulang.” Kata Raffa.
“Lepasin
tangan Kaira, Loe nggak liat kalo Dia kesakitan seperti itu, Loe jangan kasar
dong sama istrimu, kasian tau.” Kata Rasya.
“Bukan
urusanmu, dia istriku. Harusnya Loe tau diri dong, nggak seharusnya Loe ngajak
istri Gue keluar berduaan seperti ini.” Kata Raffa.
“Stop
stop stop, lepasin tanganku.” Kata Kaira. Lalu Kaira segera berlari kabur
meninggalkan Raffa dan Rasya yang sedang beradu mulut.
Tiba-tiba
dia menabrak seorang wanita.
Brukkkkk
“Aduhhhh.
Maaf, saya tidak sengaja. Maafkan saya.” Kata Kaira.
“Iya
nggak apa-apa, saya juga minta maaf. Mari saya bantu.” Kata wanita tersebut.
“Renata?”
Kata Kaira kepada wanita tersebut, dan wanita tersebut adalah Renata, adik
Raffa dan Rasya.
“Kak
Kaira, ada apa kok seperti dikejar maling buru-buru seperti ini? Terus kakak
sama siapa kesini? Mana suami kakak?” Tanya Renata.
“Aku
sedang buru-buru, Aku sedang menghindar dari kakak kamu.” Jawab Kaira.
Lalu
Raffa dan Rasya yang mengejar Kaira datang menghampiri mereka.
“Re,
kok Loe disini? Bukannya Loe diluar negri ya?” Tanya Rasya.
“Kapan
Loe kembali ke Jakarta?” Tanya Raffa.
“Kemarin
malam, sebenarnya ada apa sih ini kok kak Kaira buru-buru katanya ingin
menghindar dari kalian. Kita sambil minum aja deh di kafe biar tenang. Ayoo ke
kafe favorit Gue aja.” Ajak Renata kepada mereka bertiga.
Saat
Renata dan Rasya jalan duluan, Raffa menarik tangan Kaira dengan paksa dan
membungkam mulutnya, lalu mengajaknya keluar dan memaksa naik mobil untuk
segera menuju rumah. Sedangkan Rasya dan Renata tidak mengetahuinya.
**
Di
kafe
“Loh
mereka dimana kak? Kok nggak ada sih, wah jangan-jangan mereka kabur atau
pulang ke rumah lagi. Kayaknya ada yang nggak beres deh sama mereka, atau
jangan-jangan kak Raffa mulai kasar sama istrinya?” Tanya Renata kepada Rasya.
“Gue
yakin Raffa memaksa Kaira buat pulang atau pergi ke suatu tempat. Ya memang
Raffa kasar sama Kaira.” Kata Rasya.
“Tuh
kan kekhawatiran Gue selama ini bener terjadi. Soalnya kan kak Raffa nggak
cinta sama kak Kaira, dan mereka dipaksa menikah sama papi. Lagipula kak Raffa
punya banyak wanita simpanan dan pernikahan ini hanya untuk menutupi aibnya dia
aja, apa Loe yakin kalo Kaira bisa membuat kak Raffa jadi berubah?” Tanya
Renata.
“Gue
nggak tau Re, mudah-mudahan aja. Kaira orangnya baik kok.”
“Tau
darimana Loe? Awas naksir loh yaa.” Kata Renata.
“Hahahah
nggak tau deh, dia cantik, baik, polos dan asyik orangnya, easy going banget. Semoga
saja dia bisa membuat Raffa berubah.” Jawab Rasya.
“Semoga
aja, pokoknya jangan sampai Loe ikutan naksir, nggak lucu dong kakak adik
rebutan satu cewek, jangan sampai nanti ada judul sinetron “kekasihku adalah kakak
iparku” hahaha.” Kata Renata dengan meledek kakaknya.
“Jangan
sampai lah Re. Gue uda kenyang abis makan soalnya, Gue pesen minum doang aja
kalo gitu Re.” Kata Rasya.
“Ok,
Gue pesenin dulu.” Kata Renata.