NovelToon NovelToon
Apa Adanya Peno

Apa Adanya Peno

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Imam Setianto

Badanya cungkring, tingginya seratus tujuh puluh centi, rambutnya cepak tapi selalu ia tutupi dengan topi pet warna abu abu kesayangannya, gayanya santai dan kalem, tidak suka keributan dan selalu akrab dengan siapa saja bahkan orang yang baru ia kenal sekalipun.

Peno waluyo namanya, pemuda usia dua puluh tahun yang tinggal didesa rengginang kecamatan tumpi kabupaten wajik bersama kedua orang tuanya dan satu adik perempuan, bapaknya bernama Waluyo dan ibu bernama Murni sedangkan adiknya uang berusia sepuluh tahun bernama Peni.

Dia punya tiga sahabat bernama Maman, Dimin dan Eko, mereka satu umuran dan rumah mereka masih satu RT, dari kecil memang sudah terbiasa bersama sampai kini mereka beranjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imam Setianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

Adu jotos antar Peno dan Bobi pun tak terhindarkan, sebab tanpa basa basi lagi Bobi menyerang Peno begitu saja dengan tendangan kaki kananya, sontak saja itu membuat Peno naik darah, ia langsung membalas Bobi dengan tinjuan dan beberapa kali tendangan kewajah dan tubuh Bobi.

Bobi tergeletak tak berdaya, tenaganya sudah habis, bahkan untuk berdiri saja rasanya tak sanggup, ia hanya pasrah terlentang ditrotoar, orang orang hanya melihat saja tanpa ada yang berani melerai, begitu juga pak Supri dan pak Basuki yang hanya melongo kaget, ternyata Peno jago bela diri juga.

Peno melangkah mendekati Bobi, mata tajam penuh intimidasi, "ampun!" ucap Bobi lirih memasang wajah memelas agar Peno tak menghajarnya lagi.

"ampun ampun, kamu yang mukul duluan, jadi ya aku balas, sekarang sudah dibalas malah minta ampun, lain kali kalo mau mukul ngomong, jadi aku bisa menangkisnya, nih, bibirku bengkak gara gara kamu!" ucap Peno sambil menoyor jidat Bobi.

Semua yang melihat termasuk Nita, pak Supri dan pak Basuki menutup mulut mereka masing masing, menahan tawa agar tidak pecah, tak habis pikir saat mendengar perkataan Peno, mana ada orang mau mukul ngomong atau permisi.

"heh mba berdua, yang mana yang pacarnya mas ini!?" ucap Peno sambil bergantian melihat kearah Nita dan Putri.

"bukan aku, itu cewe yang tadi makan bareng!" ucap Nita sambil mengibas kibaskan tangannya.

"eh, bukan aku kok, pacar aslinya itu si Nita!" kata Putri juga tidak mengaku.

"enak aja, sejak tadi aku sama Bobi sudah putus ya, kamu yang tadi pergi dan makan bareng!" elak Nita lagi.

"lah tadi pada rebutan, sekarang malah tidak ada yang ngaku, heh kamu, siapa namanya!?" ucap Peno lalu kembali bertanya sama Bobi.

"Bobi!" jawab Bobi lirih, ia masih berbaring sambil menahan sakit disekujur badannya.

"Bobi kan, bukan yang haram itu!?" tanya Peno lagi, dan seketika membuat orang orang disekiling mereka tertawa lepas, tawa yang dari tadi berusaha diredam kini malah pecah membahana, dan tentusaja membuat Bobi semakin malu.

"yang pacar kamu yang mana Bob?" tanya Peno lagi, dan Bobi tak menjawab karena bingung.

"jangan bingung, tinggal pilih salah satunya, kalau kamu pilih yang itu," ucap Peno sambil menunjuk kearah Putri, "kamu akan dapat gamparan dari yang itu!" sambung Peno berganti menunjuk ke arah Nita.

"dan sebaliknya kaya gitu, kalo kamu pilih dua duanya namanya kamu serakah, dan dapat hadiah gamparan dari keduannya, sebaliknya juga kalo kamu ga milih ya keduanya akan kasih kamu pelajaran!" ucap Peno yang berjongkok disamping Bobi yang melihat kearah Nita dan Putri secara bergantian.

dan belum sempat Bobi bicara ia kini sudah dihujani tamparan dan pukulan dari dua perempuan yang katanya kekasihnya itu, sampai sampai Peno tersingkir sedikit jauh dari tubuh Bobi.

Setelah merasa puas memukul Bobi Nita pun beranjak dan akan meninggalkan tempat itu, tapi tanganya sudah diraih Peno.

"eh, mau kemana, urusan sama saya belum selesai!?" ucap Peno sambil meraih tangan Nita, dan seketika Nita pun berbalik badan menghadap Peno.

"urusan apa, saya ga ada urusan sama anda ya, urusan saya cuma sama orang yang tadi anda pukul itu!?" ucap Nita, matanya melotot marah kearah Peno sebab tangannya Peno pegang tanpa permisi.

Peno pun melepaskan tanganya dari tangan Nita, "eh mba, tadi es teh yang buat nyiram si Babi, eh, si Bobi, itu es teh saya, dan belum saya minum, mbanya main ambil saja, sekarang ganti es teh saya!" ucap Peno menjelaskan masalahnya dan meminta ganti rugi.

bukannya menjawab Nita malah terpesona dengan wajah Peno yang polos dan memang tampan kalo dilihat dan diamati dari dekat.

"eh malah bengong, woy, mba, kesambet ya!?" ucap Peno sabil mengibas kibaskan tangannya didepan wajah Nita.

"eh, iya, apa tadi!?" jawab Nita gelagapan, sekarang pipinya menjadi kemerahan karena malu kepergok memandangi wajah Peno cukup lama, ia menunduk sambil senyum senyum tipis, nada bicaranya pun berubah menjadi sedikit lembut.

Peno pun malah jadi bingung melihat perubahan sikap dari Nita, ia pun akhirnya merendahkan nada suaranya juga, " itu, ganti es teh saya yang mba pakai buat nyiram si Babi, eh, si Bobi!" ucap Peno sambil memukul mulutnya sendiri sebab berulang kali salah menyebut nama Bobi.

Nita menutup mulutnya mencoba menahan tawa, namun terlihat dari garis wajahnya kalo ia memang sedang tertawa tanpa suara, bagi Nita ucapan Peno yang salah ucap itu sangat lucu, " hi hi hi....., iya saya ganti, sekalian saya bayar juga baksonya!" ucap Nita lalu berjalan kearah penjual bakso.

"pak, mau bayar bakso dan es tehnya mas itu, berapa ya?" tanya Nita pada penjual bakso.

"tiga bakso dan tiga es teh, semuanya lima puluh empat ribu mba!" jawab penjual bakso itu.

"satu orang makan tiga mangkok pak!?" tanya Nita kaget, ia mengira kalo Peno sendirian disitu.

"ha ha ha ha....., bukan mba, Peno ini datang sama kami, kalo mbanya mau bayar ya yang dimakan Peno saja, kami berdua nanti bayar sendiri!" kata pak Supri menjelaskan pada Nita.

"oooh, namanya Peno, pantes orangnya lucu, gapapa pak, sekalian saja saya bayar, ini pak, kembaliannya ambil saja!" ucap Nita sambil menyerahkan uang seratus ribu pada pedagang bakso.

"wah, terimakasih mba, semoga rejekinya lancar dan dapat jodoh yang ga mata keranjang!" kata pedagang bakso dengan gembira.

"aamiin!" ucap Nita lalu berjalan mendekati Peno.

"sudah saya bayar baksonya, terimakasih tadi sudah membela saya dari si Bobi kurang ajar itu, kenalkan nama saya Anita wijaya, biasa dipanggil Nita!" ucap Nita pada Peno dan menjulurkan tangan meminta bersalaman.

"sama sama, terimaksih juga, nama saya Peno waluyo, biasa dipanggil noleh pastinya!" jawab Peno sambil menjabat tangan Nita.

"noleh!?" beo Nita tidak paham dengan ucapan Peno.

"iya noleh, saya kalo dipanggil orang pasti noleh, untuk menghargai yang memanggil!" ucap Peno menjelaskan dengan wajah tanpa ekspresi.

Nita diam sesaat, coba mencerna ucapan Peno dan seketika tawanya pecah, " ha ha ha ha ha........, ya jelas lah, kalo dipanggil pasti noleh, ha ha ha......!" ucap Nita dengan tawanya yang lepas.

"eh eh eh, stop, malah ketawa, nanti giginya kering!" ucap Peno lagi, seketika Nita menutup mulut dengan tangannya.

"hi hi hi hi....., kamu lucu, ya sudah aku pergi dulu ya, babay, semoga kita ketemu lagi!" kata Nita berpamitan sambil melangkah meninggalkan Peno dan melambaikan tangannya.

"iya, hati hati dijalan!" jawab Peno singkat dan langsung mengajak pak Supri dan pak Baduki untk kembali kehotel sebab sekarang sudah jam setengah dua.

Sampai dihotel mereka langsung menuju meeting room tempat dimana pertandingan catur tingkat propinsi digelar.

Jam dua tepat pertandingan pun dimulai kembali, lawan Peno kali ini seorang bapak bapak perwakilan dari kabupaten S.

1
Was pray
kamu itu atlit catur no... bukan atlit karate... malah oemanasannya dengan adu jotos bukan adu bidak ... 😄😄
Was pray
ada propinsi blangkon tengah ntar ditambah prop. blangkon menthol Thor.... 🤣🤣🤣
Was pray
peno ketemu bidak cantik sebelum bergulat dengan bidak catur.... tapi sayang bidak cantik gak begitu punya atitut... 🤣🤣🤣
Zulkarnain Husain
lanjut thorr
Was pray
peno krsedak pion udah bisa diatasi ya Thor? jangan keselek bidak catur lagi no... ntar othor nya gak up up karena ngurusi kamu yg kerepotan buat ngeluarin bidak catur dari kerongkonganmu... 🤣🤣
Was pray: peno diingtin Thor ... sesuk nek main sekak dicekeli wae bentenge catur Ojo mbok emplok... padake telo goreng po no? .. 🤣🤣🤣
total 2 replies
Was pray
peno lagi pingsan kelekegen Bidak catur ya Thor? sehingga gak muncul2
Ilham
lanjut bg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!