NovelToon NovelToon
Apa Adanya Peno

Apa Adanya Peno

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Lelaki/Pria Miskin / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:43.4k
Nilai: 5
Nama Author: Imam Setianto

Badanya cungkring, tingginya seratus tujuh puluh centi, rambutnya cepak tapi selalu ia tutupi dengan topi pet warna abu abu kesayangannya, gayanya santai dan kalem, tidak suka keributan dan selalu akrab dengan siapa saja bahkan orang yang baru ia kenal sekalipun.

Peno waluyo namanya, pemuda usia dua puluh tahun yang tinggal didesa rengginang kecamatan tumpi kabupaten wajik bersama kedua orang tuanya dan satu adik perempuan, bapaknya bernama Waluyo dan ibu bernama Murni sedangkan adiknya uang berusia sepuluh tahun bernama Peni.

Dia punya tiga sahabat bernama Maman, Dimin dan Eko, mereka satu umuran dan rumah mereka masih satu RT, dari kecil memang sudah terbiasa bersama sampai kini mereka beranjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imam Setianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

Peno menghampiri penjambret yang lagi kesakitan akibat tendangannya tadi, ia mengambil ponsel milik Nita yang masih digenggam oleh penjambret itu, lalu ia melayangkan jitakan tepat dikening penjambret, " tak!" suaranya begitu nyaring.

"kalo mau dapat uang kerja, bukannya malah ngambil milik orang lain!" ucap Peno dengan gusar dan tatapannya tajam setajam ucapan emak emak julid.

"ampun mas, ampun!" rintih penjambret itu masih memegangi perutnya yang sakit.

"ketangkap aja bilang ampun, giliran lolos sorak sorak, coba dibalik, ketangkap tertawa dan kalo lolos bilang ampun!" kata Peno lagi masih berjongkok disamping penjambret itu.

Penjambret itu hanya bisa merintih tanpa bisa menjawab apa apa, lalu datanglah Nita dengan nafas yang sedikit ngos ngosan, tanpa basa basi dan berpikir lagi Nita melepas sepatu kaki kanannya dan langsung untuk memukul kepala penjambret itu, "rasakan ini, berani ya kamu nyuri hape aku!" ucapnya sambil terus memukuli jambret itu berkali kali.

Penjambret itu pun hanya bisa minta ampun sambil pasrah menerima pukulan bertubi tubi dari Nita, kalo mukulnya sekali mungkin tak terasa sakit, sebab pukulan Nita memang sangat lemah, tapi ini berkali kali jadi rasa sakit itu pasti ada, ditambah dengan ditonton banyak orang jadi rasa sakit itu bercampur malu.

"sudah Nit, nih hape kamu!" kata Peno meminta Nita menghentikan amukannya.

"terus ini pencuri mau diapain?" ucap Nita sambil menerima hapenya dari Peno.

"ya dibiarin saja udah, biar dia malu dilihat banyak orang, yang penting hape kamu aman, ayo kita kemobil!" jawab Peno lalu mengajak Nita kembali kemobil.

"ada apa tadi itu rame rame No?" tanya pak Anton seolah mewakili semuanya, mereka memang sejak tadi menunggu Peno dan Nita didekat mobil tanpa keinginan untuk mendekat kearah kerumunan.

"ada jambret kena pukul sepatu sama cewe cantik!" jawab Peno dengan ekspresi santai seolah bukan Nita yang jadi korban jambretnya.

"wiiih, pasti jago silat tuh cewenya ya No!?" kata bu Diana menanggapi cerita Peno.

"jago banget bu, jambretnya saja terus terusan minta ampun!" jawab Peno lagi, kali ini ia senyum senyum melirik kearah Nita, sedangkan Nita juga ikut tersenyum dan malah bisa dibilang menahan tawa dengan tangan menutupi mulutnya.

"ya wis, ayo kita japan lagi, nanti malah kemalaman sampai didesamu!" ucap pak Anton yang mengajak mereka semua jalan lagi.

Peno pun langsung masuk mobil yang dikendarai pak Basuki bersama pak Supri, sedangkan pak Anton dan keluarganya masuk mobil milik mereka.

Perjalanan berlanjut, mobil yang dibawa pak Basuki memandu didepan dengan kecepatan sedang.

"pak mampir sebentar ya dipedagang buah, aku mau cari oleh oleh buat orang rumah!" ucap Peno pada pak Basuki yang sedang fokus menyetir.

"iya No, nanti kita mampir ketempat biasa aku beli buah kalo pulang dari dinas luar kota, disana harganya bisa sangat murah!" jawab pak Basuki.

"ooh, ya wis aku manut pak Bas saja yang sudah pengalaman!" kata Peno.

"tenang saja No, kamu bisa borong salak pondoh sama manggis yang banyak nanti, aku juga mau borong manggis, dan siapa tahu lagi musim durian!" saut pak.Supri dari bangku belakang.

"memang semurah itu pak?" tanya Peno sambil menoleh kearah pak Supri.

"iya, salak pondoh kalo dipasar itu satu kilo harganya bisa sepuluh ribu, tapi kalo disitu harganya bisa kurang dari empat ribu No!" jawab pak Supri lagi.

"waahhh, aku nanti mau borong salak pak, biar bisa bagi bagi warga sekampung, ha ha ha.....!" kata Peno dengan begitu antusias.

Tak terasa ngobrol pak Basuki menepikan mobilnya dengan memberi tanda menyalakan lampu sen kearah kiri, otomatis mobil yang ditumpangi pak Anton sekeluarga juga mengikuti menepi.

Peno, pak Supri dan pak Basuki turun, begitu juga pak Anton sekeluarga juga turun, dan perkiraan pak Supri memang benar, sekarang lagi musim durian, nampak jelas berbagai jenis durian tergantung di depan kios buah, ada juga yang ditumpuk rapi didepan, didalam kios berjajar puluhan keranjang salak pondoh dan manggis dan sisanya aneka macam buah lokal.yang memang akan dijual.

"duriannya berapaan bu?" tanya pak Supri langsung mengincar durian.

"montong ukuran sedang empat puluh pak, kao ini bawor lima puluh, dan yang itu kecil kecil dua puluh saja!" jawab penjual buah yang ternyata ibu ibu.

"yang montong dua lima ya bu, aku ambil empat!?" ucap pak Supri langsung menawar durian.

Dengan sedikit menghitung hitung penjual itu pun akhirnya mengiyakan tawaran pak Supri empat durian montong ukuran sedang dibayar dengan harga seratus ribu.

Melihat itu pak Anton dan istrinya merasa heran, durian yang lumayan besar itu harganya hanya duapuluh kima ribu saja, padahal kalo dikota besar harganya bisa sampai delapan puluh ribu bahlan bisa lebih.

Pak Supri membawa durian yang baru saja ia beli kemobil, dan langsung dimasukan bagasi, sementara yang lainnya masih sibuk memilih dan melihat lihat sambil berfikir buah apa yang akan mereka beli.

"salak sekilonya berapa bu?" tanya Peno akhirnya ia memutuskan membeli salak, sebab dikeluarganya hanya mbah kakung dan dirinya saja yang suka durian.

"salaknya sekilo empat ribu mas, tapi kalo mau beli banyak saya kurangi jadi tiga ribu!" jawab ibu penjual itu.

"pak Bas, kalo aku beli salak seratus kilo bagasinya muat apa engga?" bisik Peno bertanya pada pak Basuki yang ada disebelahnya.

"ya muat No, dua ratus kilo juga muat!" jawab pak Basuki juga sambil berbisik.

"oke, aku mau beli seratus kilo pak, buat dibagi bagi tetangga!" kata Peno lalu mendekati ibu penjual yang sedang melayani pembeli lainnya.

"bu, saya minta salaknya seratus kilo, jadi uangnya berapa!?" tanya Peno pada ibu penjual.

"wah, alhamdulillah ada yang borong salak, uangnya tiga ratus ribu mas,!" jawab ibu itu, Peno langsung membayar dengan uang pas tiga lembar ratusan ribu.

"kalo manggis berapa bu?" tanya Peno lagi.

"manggisnya lima ribu saja mas satu kilo, ini khusus masnya, kalo sama yang lain saya jual delapan ribu!" jawab ibu itu lagi.

"wah, ibunya pilih kasih nih sama mas Piano!" protes Nita yang dari tadi memperhatikan gerak gerik Peno.

"ya ga pilih kasih mba, masnya kan sudah borong salak saya, jadi ya saya kasih bonus diskon, kalo mbanya borong pasti saya kasih diskon juga, he he he.....!" jawab ibu itu dengan senyum ramahnya.

"he he he....., ya udah aku juga mau borong salaknya seratus kilo bu, harganya sama kan sama mas Piano ini?" kata Nita juga dengan senyum ramahnya.

"alhamdulillah, iya sama mba, sebentar saya panggil suami saya dulu suruh menimbang!" jawab ibu itu dengan penuh rasa syukur, dagangan buahnya hari ini ada yang memborong, ia pun segera memanggil suaminya yang sedang ada di belakang kios, lalu segera kembali kekios lagi.

Dengan cekatan suami ibu itu menimbang salak untuk Peno dan Nita, satu keranjang salak beratnya lima puluh kilo.

"pak, yang seratus kilo kemobil depan yang seratus lagi mobil belakang ya!" ucap Nita pada bapak penjual agar mengantar salaknya sampai mobil.

"siap mba!" jawab bapak itu yang langsung sigap mengangkat satu persatu keranjang salak untuk dibawa kedekat mobil yang tadi diberitahu oleh Nita.

1
Yoyoh Dariyah
lanjut thor
Rival Permana
kok gak update² thor
Firdaus Hamid
kenapa ini ceritanya lama kelanjutannya
dewi rofiqoh
Lanjuut
Yoyoh Dariyah
Alhamdulillah orang baik dipertemukan orang baik semangat mbak mita demi anak2
Ilham
lanjut bg
dewi rofiqoh
Dunia emang kebalik,... Tak jarang anak dan istri yang susah payah pontang panting demi sesuap nasi, tapi sang lelaki cuma ongkang-ongkang kaki
Ilham
Lo udh berapa hari ini sibuk bangat BG jarang up baktiku sama peno
Ilham
BG lanjut bg
Yoyoh Dariyah
Alhamdulillah up juga
jgn lsma2 thor updatenya
dewi rofiqoh
Lanjuut
Yoyoh Dariyah
Alhamdulillah terimakasih up nya thor💪
dewi rofiqoh
Lanjuut
Yoyoh Dariyah
Alhamdulillah alhirnya up juga
terimakasih thor
Night Watcher
yg lebih pas: di "ladang" bukan sawah
Night Watcher
ke sawah panen singkong?
ada ya?
Ilham
lanjut bg
Yoyoh Dariyah
Alhamdulillah agus orang baik jadi dipertemukan dgn orang2 baik juga
dewi rofiqoh
Semoga bapaknya agus lekas sembuh
Ilham
lamjut BG ini cerita sedih nya apa lagi dua adek Agus masih kecil belum makan jadij sesih cerita nya dan kasian sama adek si Agus bg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!