menceritakan tentang gadis kaya mencintai bodyguard nya,namun sang bodyguard punya rahasia yang tidak di ketahui keluarga sang gadis,mari sama-sama kita ikuti alur cerita nya sampai ending.
bila ada salah kata dalam penulisan,penyusunan kata,tolong kasih saran ya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERUNGKAP DAN MENYESALI
kini Tibalah Panji di villa nya dan mendapatkan sebuah kiriman,yang di berikan lewat orang kepercayaan nya.
yang telah di utus Panji untuk mendatangi kediaman laki-laki misterius yang sering menelpon nya.
" Tuan,ada kiriman barang untuk tuan" ucap salah satu pengawal Panji.
Panji mengulurkan tangan nya untuk mengambil kotak kecil yang ntah apa isinya,yang Pastinya bukan barang yang membahayakan.
Panji kemudian membuka kotak kecil itu,dan di dalam nya berisi sebuah kaset.
Panji sedikit mengernyitkan dahinya sa'at melihat benda tersebut."Pasangkan kaset ini,biar aku melihat apa yang ada di dalam nya" ucap Panji dan kembali memberikan kaset itu kepada pengawal nya,untuk menyaksikan isi kaset itu.
Panji mulai menyaksikan isi kaset itu,beberapa menit berlangsung,tangan Panji tiba-tiba penggepal dan mengeraskan rahang nya.sehinga terdengar gemetuluk suara gigi Panji,dan muka nya mulai memerah,menahan amarah nya,sa'at menyaksikan isi kaset itu berlangsung.
"AKKKKKKHHH..." Teriak Panji sekeras-keras nya di villa mewah milik nya sambil membanting keras laptop yang berisi video yang sedang berlangsung itu,membuat parah pengawal Panji tidak berani bertindak.
Panji langsung runtuh ke lantai dengan menekuk lututnya dan menjambak kasar rambut nya.
Tiba-tiba datang lah seorang asisten kepercayaan Panji dan berusaha menenangkan Panji yang menggila seperti setan,setelah menyaksikan video tersebut.
"Tuan apa yang terjadi" tanya sang asisten dan berusaha membuat Panji berdiri dari lantai tersebut.
Dan asisten Panji memanggil beberapa pengawal untuk membantu nya.dan Panji berdiri dengan tampang keputusasaan yang mendalam.
"Biarkan aku sendiri,kalian pergilah" ucap Panji dengan keadaan kacaunya menuju kamar.
Di dalam kamar,Panji kembali mengila,dan meninju dinding kamar nya,hingga kaca pun ikut menjadi kebrutalan Panji,sehingga darah mulai mengalir di sudut-sudut jari nya,hingga menetes ke lantai,Panji tidak peduli dengan kekacauan itu,dia malah menghancurkan semua barang di kamar itu.
Karena bagi Panji,luka nya tidak sebanding dengan apa yang di lakukan nya terhadap keluarga besar Agnes.
"kenapa harus seperti ini..!!,Padahal aku sudah merencanakan dengan sangat matang dan lama" ucap Panji sambil memukul-mukul kepala nya.
"Tringgg...tringgg..." Hp Panji kembali berbunyi,dan Panji langsung mengambil Hp dari saku celana nya,dan mengangkat telpon itu.
"Hallo Panji..!!!!,bagaimana..???Apa kamu sudah membuka kado special dari ku,hari ini..??" ucap sang penelpon yang sama dengan nomor yang kembali berbeda.
"Siap kamu sebenar nya..???!" jawab Panji menggebu sambil mengeraskan rahang nya.
"Ha..ha..ha..,Bukan nya kamu tidak ingin tau siapa aku Panji" ucap sang penelpon itu.
"Tidak usah bertele-tele,Apa tujuan mu sebenar nya,kenapa kamu mengirim video kematian orang tua ku,dan menjadikan aku kambing hitam mu."
"Ha...ha..ha..!!! kenapa Panji??, menyesal sudah melakukan nya,tapi tidak dengan ku,aku sangat berterimakasih,karena kamu,aku tidak perlu mengotorkan tangan ku untuk menghancur kan,MAHESA....,Dan memang aku yang membunuh keluarga mu,karena ayah mu seorang penghianat,membocorkan semua rahasia ku,dan kabur..."
"Br*ngs*k...!!!!" Ucap Panji meraung di dalam kamar nya,dan sang penelpon memutus telpon itu.
"Ma'af...ma'af...ma'af kan aku Agnes,Aku salah besar," ucap Panji dengan penyesalan besarnya.
"Tok..tok..tok..." Tuan...??"sang asisten Panji mengetok Pintu,sambil berkata.
"Tuan ada telpon dari bibik,bahwa Agnes sudah sadar,tadi dia menelpon ke Hp tuan,kata nya Hp tuan tidak aktif."
"Saya akan segera turun" ucap Panji sendu.Panji kemudian keluar dari kamar nya dengan luka di jari-jari nya,beserta darah yang belum mengering.
"Tuan,tangan anda??,"ucap sang asisten khawatir akan kondisi Panji yang sangat kacau.
Sang asisten pun mengambil obat dan menyuruh Panji untuk duduk,agar bisa mengobati luka Panji,Panji pun hanya diam dan menurut saja,selesai dengan balutan tangan nya,Panji beserta asisten nya menuju rumah sakit,dimana Agnes di rawat.
Di dalam Mobilpun Panji tak mengeluarkan sepata kata pun,hanya termenung dengan penyesalan nya,dan bingung harus bagaimana dia menjelaskan semua nya,kepada Agnes nanti.
Kini tibalah Panji dan asisten di rumah sakit, dan menuju kamar pasien atas nama Agnes Putri MAHESA.
Panji pun masuk ke dalam ruangan itu melihat Agnes sudah membuka mata nya,walau dengan kondisi yang masih berbaring di ranjang Pasien.
Panji medekati Agnes,Agnes yang masih pucat dengan tatapan kosong nya,
"Agnes..?" Ucap Panji dengan suara senduh nya,dan sedikit menahan rasa sakit karena ulah nya sendiri.
Agnes menoleh kepada Panji."Apa anak saya selamat tuan,??"tanya Agnes dengan suara lemah nya." Panji hanya diam saja.
"Kenapa tidak ada yang ingin menjawab pertanyaan ku,aku hanya menanyakan keberadaan Anak ku saja," ucap Agnes yang mulai menangis dan masih memandang ke arah Panji,yang juga menatap nya lekat tanpa memaling kan tatapan nya.
" Lebih baik anda keluar dari sini tuan,kalau jawaban kalian sama saja,Aku bahkan tidak berniat untuk melihat mu datang kesini" ucap Agnes masih dengan kondisi menangis.
"Ma'af Agnes Anak kita tidak bisa si selamatkan" jawab Panji tanpa berpikir Panjang,dan resiko apa yang akan terjadi dengan Agnes,sa'at mendengar kabar itu.
"Kami tidak bisa menyelamatkan nya Agnes"ucap Panji sambil menyentuh tangan Agnes,namun langsung di tepis oleh Agnes dan membuang tatapan nya.
Agnes rasanya ingin mati,menyusul bayinya,tapi sa'at ini dia tidak berdaya untuk melakukan gerakan apapun,karena kondisi nya yang masih lemah.
"Tolong keluar lah dari sini tuan,saya tidak berniat untuk menatap muka anda"ucap Agnes dengan tangis nya yang bertambah.
Hati Panji sangat sakit mendengar itu,tapi demi kesehatan Agnes,Panji pun keluar dari ruangan itu dengan luka yang bertambah di hatinya.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
tpi bcanya nyicil ya..
semangat💪💪🤗