Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
***
Di kantor :
"Bagaimana hubunganmu dan Anna? Apa sudah ada perkembangan? Tanya tuan Devan.
"Baik, Tuan. Anna masih normal walaupun agak cerewet," adu Sekretaris Aron.
"Kalau itu biasa, semua wanita juga cerewat. Apa hubungan kilian berdua sudah sampai kikuk-kikuk?" Tanya tuan Devan penasaran.
"Belum, Tuan." Jawab Sekretaris Aron lesu. "Tapi, aku sudah melihat semua ukurannya." Tambah Aron lagi sambil membayangkan lekuk indah tubuh kurus Anna. "Walau tidak terlalu besar. Tapi, itu sangat ideal." Tambahnya lagi.
"Wah, apa aku juga sepertimu saat jatuh cinta. Cukup menggelikan," ucap Tuan Devan geli melihat Sekretaris Aron.
"Tuan, melebihi saya." Jawab Sekretaris Aron to the point.
"Kau!" Bentak Tuan Devan kesal.
***
Malam harinya :
"Kemana para pelayan, kenapa mereka belum juga datang." Kesal Sekretaris Aron saat memasuki mansionnya.
Ceklek ....
Setelah membuka pintu, Sekretaris Aron langsung masuk kedalam kamarnya.
"Kemana Anna, apa dia di dapur. Aku akan mandi lebih dulu." Ujar sekretaris Aron langsung melepaskan seluruh pakaian yang menempel ditubuhnya. Lalu mengambil handuk dah melilitkan ke pinggangnya.
Ceklek ....
Dengan mudah pintu kamar mandi ia buka.
Aaaaaaaakh ....
Teriak Anna kaget, dan parahnya ia tak sengaja tergelincir. Beruntung Sekretaris Aron sigap untuk menangkapnya sebelum jatuh kelantai.
Aaaaaaaargh ....
Pekik Anna lagi kala Sekretaris Aron menangkapnya dalam keadaan dirinya yang polos tanpa sehelai pakaian pun.
Bukannya lari, mencari perlindungan, atapun menutupi tubuhnya dengan kedua tangan. Tapi Anna malah langsung memeluk erat tubuh Sekretaris Aron bertujuan agar Sekretaris Aron tak dapat melihatnya. Benar saja Sekretaris Aron memang tak dapat melihat selain bagian belakangnya yang begitu menggairahkan. Kalau bagian depan memang ia tak dapat melihat, tapi ia dapat merasakan benda kenyal yang bersentuhan dengan dada bidangnya.
"Jangan melihat!" Bentak Anna masih dalam pelukkan Sekretaris Aron, tapi kedua tangannya menutupi kedua mata Sekretaris Aron agar tak melihat tubuh polos indah miliknya.
"Aku tidak melihat apapun," kilah Sekretaris Aron.
Dengan masih menutup mata Sekretaris Aron, Anna menggunakan kakinya untuk menjangkau handuknya. Dan akhirnya ia berhasil, perlahan handuk itu ia geser menggunakan kaki. Setelah mendapatkannya, ia langsung duduk saja segera memakainya.
Tanpa berkata sepata kata pun. Anna langsung keluar dari kamar mandi meninggalkan Sekretaris Aron dengan segala pikiran kotornya.
"Oh sabun, aku akan meminta bantuanmu kali ini," ucap Sekretaris Aron langsung melakukan yang seharusnya ia lakukan.
***
"Kau dari mana, sayang? Apa kau sudah makan? Tanya Sekretaris Aron yang batu selesai mamasang pakiannya.
"Sudah!" Ketus Anna, akan masuk ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci muka.
Tapi langkahnya terhenti, ketika Sekretaris Aron menarik tangannya. Dan membuka paksa mulutnya, lalu dengan santainya Sekretaris Aron mencium aroma dari mulut Anna.
"Lepaskan! Apa yang ingin kau lakukan?!" Kesal Anna.
"Kau sudah pernah tinggal bersamaku sebelumnya. Kau masih ingat kalau aku melarangmu untuk mengkonsumsi mie instan terlalu sering. Kau lihat, tubuhmu begitu kurus karena kebanyakan memakan mie instan." Bentak Sekretaris Aron.
"Apa pedulimu, aku tidak akan mati karena hanya memakan mie instan." Jawab Anna ketus.
"Anna! Kenapa sekarang kau sangat keras kepala." Bentak Sekretaris Aron.
"Kenapa kalau aku keras kepala? Sudah aku katakan, inilah aku yang sebenarnya, aku tidak lagi memaksamu untuk menikahiku. Aku memang kurus, kenapa? Kau tidak suka! Kalau begitu CERAIkan aku!" Bentak Anna seraya menangis.
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩