Farrell Xin selama ini yang hidup bergantung dengan keluarga istrinya, telah bercerai dengan istrinya yang sangat berkuasa itu. Mantan istrinya yakin bahwa Farrell Xin yang tak berguna pasti akan kembali memohon padanya untuk rujuk. namun tak disangka, Farrell Xin akan menjemput calon istri barunya yang misterius yang tidak lain adalah anak yang dulunya menolong Farrell Xin waktu 15thn lalu !!
Mau tahu cerita lengkap dan pastinya seru loh silahkan sobat novel toon baca yah kisahnya menariknya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan Sanjaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Kembalinya Lelaki Lima Belas Tahun Lalu
Suara bariton seorang lelaki yang terdengar sangat panik terdengar dari arah lobi Gloria Club. saking kerasnya teriakan itu, Fania yang berada di lantai tiga dapat menangkap seruan tersebut. Perempuan itu melebarkan matanya dan melihat kearah pintu ruangan dengan penuh harap.
Ada yang memanggil namanya! atau tadi hanya perasaannya saja.
"Tolong.... tolong aku!" trial Fania sekencang mungkin seakan pita suaranya nyaris putus.
Dengan cepat Robi membekap mulut dan wajahnya dengan baju dan menampar kedua pipi perempuan itu dengan sekuat tenaga. Selanjutnya lelaki itu menarik rambut Fania hingga wajahnya menghadap ke atas.
"Perempuan murahan! sebaiknya kamu nurut dengan kata-kata saya! kalau ngga, saya habisi kamu sekarang juga!" ancam Robi.
"Semua orang di Club ini adalah orang saya! jangan berharap ada yang datang menolong mu!"
Fania yang baru menerima dua tamparan keras di wajahnya masih merasa kepalanya berputar dan kosong. Dia masih bisa merasakan tangan lelaki itu mulai menahan tubuhnya dan ingin melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya dengan paksa.
"Huhuhu... brengsek! jauhkan tangan kotormu!" pinta Fania.
Dengan menggunakan seluruh tenaga yang tersisa, perempuan itu berusaha memberontak dan mendorong lelaki itu. tapi tentu saja kekuatannya tidak akan bisa menang melawan seorang lelaki sekuat Robi. Ditambah lagi dia yang baru saja menerima pukulan yang begitu kuat semakin membuatnya terlihat lemah.
"Brengsek! menjauh dari aku! lepaskan aku!" maki Fania.
Dia tahu yang bisa menolong dirinya saat ini hanyalah dirinya sendiri. Selama dua puluh tahun dia tidak pernah berharap pada orang lain dan selalu mengandalkan dirinya sendiri. Tapi untuk kali ini saja dia berharap ada orang yang berbaik hati untuk menolongnya.
Sama seperti lelaki yang menolongnya lima belas tahun yang lalu. Dimana lelaki itu? selama dua puluh tahun dia menunggu lelaki itu tapi kenapa dia tidak pernah mencarinya. Dia bilang akan menikahi Fania saat usianya menginjak dua puluh tahun, dia bilang dia akan memberikan acara ulang tahun paling meriah yang ada di dunia ini.
"Dimana kamu? aku butuh kamu sekarang juga! aku takut! aku benar-benar takut sekali!" ujar Fania dalam hati dengan air mata yang mengalir dengan deras. matanya menatap langit-langit ruangan dengan kosong dan putus asa.
Farrell melangkahkan kakinya secepat yang dia bisa menuju ke lantai tiga. Jarinya menekan tombol lift dengan gemetar. Entah mengapa dia dapat merasakan ketakutan yang dirasakan pada gadis yang berada di lantai tiga saat ini.
"Fania... Fania... Fania...!! dimana kamu?" Seru Farrell sambil menendang setiap ruangan yang ada di sana. tapi setiap ruangan yang dia buka, semuanya nihil!.
Untuk pertama kalinya dia merasakan ketakutan yang belum pernah dia rasakan selama dia hidup. Mendadak dia dapat merasakan Fania sedang dalam bahaya dan tidak jauh darinya.
BRAK...!!!
Farrell menendang pintu ruangan lainnya dan mendapati yang di dalam bukanlah Fania melainkan tamu yang lainnya.
"Gila ya! sembarangan saja menerobos masuk! mana menejer kalian! usir orang gila ini!" maki orang tersebut.
Farrell mengabaikannya dan terus melanjutkan aksinya membuka setiap ruangan yang ada di lantai itu. Yang ada di kepalanya saat ini hanyalah keselamatan Fania. Perempuan yang selama lima belas tahun dia cari-cari tengah membutuhkan bantuannya.
"Fania! jangan menakutiku! aku datang! aku datang untuk mencari kamu, kamu harus menunggu aku dan nggak boleh kenapa-kenapa!" gumam Farrell sambil terus membuka setiap ruangan.
Mendadak kepalanya memutar kearah belakang, matanya menangkap sekitar seratus meter dari tempatnya berdiri ada sebuah ruangan yang di depannya berdiri dua orang bodiguard. Jantung Farrell berdetak kencang, tanpa pikir panjang dia berlari mendekati ruangan yang di jaga oleh dua orang bodiguard tersebut.
Sedangkan di dalam ruangan itu, Fania menatap Robi dengan tatapan penuh kebencian. Dia menatap lelaki itu dengan penuh keberanian yang tersisa dari dirinya. Tubuhnya gemetar hebat dan terpancar ketakutan dari balik bola matanya.
SRETTT..!!
Robi merobek paksa pakaian yang di kenakan Fania itu. Bahu putih dan mulus milik Fania terpampang di depan matanya. Detik itu juga dia merasakan kebencian pada neneknya hingga ke dasar-dasar tulangnya.
Dia benci dengan semua keluarga Surrinder, dia benci dengan dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi dan menjaga dirinya sendiri.
Dia juga benci dengan Robi karena mau merenggut kesuciannya.
BRAKKK!!
"Fania!" terdengar bunyi pintu yang terbuka secara paksa disertai suara yang meneriakkan namanya.
Gerakan Robi terhenti seketika. kedua bola mata Fania mengarah ke pintu ruangan dengan tatapan kosong seakan menunjukan betapa putus asa dirinya saat ini. Di sana berdiri seorang lelaki dengan tubuh tinggi dan juga dua anak buah Robi yang sudah tersungkur di lantai.
Farrell berjalan dengan langkah lebar kearah Robi serta tatapan membunuh dan tajam.
"Siapa kamu? keluar dari sini! kamu sudah mengganggu kami!" seru Robi dengan marah.
Dengan wajah datar, Farrell tetap melangkahkan kakinya mendekati lelaki itu. Tangannya terulur mencengkram leher Robi dengan sekuat mungkin dan mengangkatnya ke atas.
BAMM!!!
Dengan sekuat tenaga dia membanting Robi kebawah lantai hingga tangan lelaki itu patah karena menabrak kerasnya ubin. Wajah lelaki itu memucat menahan rasa sakit yang luar biasa.
Sebelum Robi sempat menyadari apa yang tengah terjadi, Farrell mengangkat kakinya dan menginjak telapak tangan lelaki itu dengan sekuat tenaga hingga kulit tangannya robek.
"AAAAAAA!!! SAKITTTTT!! TANGANKU!!! SAKIIITT!!" rintih Robi kesakitan
Farrell merunduk dan menatap wajah kesakitan lelaki itu dengan puas. Sedangkan Fania meringkuk ketakutan di sofa dengan memeluk kedua lututnya.
Dia melindungi tubuhnya karena baju perempuan itu sebagian besar terbuka karena di robek secara paksa.
"Fania!!" gumam Farrell ketika melihat raut wajah penuh ketakutan dari perempuan itu.
"Si-siapa ...ka-kamu?" tanya Fania masih nada dan tangan sedikit bergetar dan tatapan takut.
"Aku datang untuk menolong kamu! kamu jangan takut!" ucap Farrell dengan lembut.
Benar!! gadis itulah yang dia cari selama ini! degupan inilah yang pernah dia rasakan ketika lima belas tahun yang lalu. Degupan jantung familiar inilah yang sempat hilang kini dapat dia rasakan kembali.
"Menolongku?" kening Fania berkerut memandang wajah Farrell
Seketika terlintas sosok bayangan lelaki yang dia temui lima belas tahun yang lalu. Dia tahu ini mustahil, tapi satu pertanyaan tetap keluar dari bibirnya dengan refleks,
"Kamu.... kamu kenapa mau menolongku? me-memangnya ki-kita pernah bertemu sebelumnya?"
Farrell mengigit bibir dalamnya tanpa menjawab pertanyaan perempuan itu. Dia melepas baju luarnya dan memakaikannya di tubuh Fania. Anehnya perempuan itu tiba-tiba tertawa kemudian air matanya menetes keluar lagi semakin deras.
Tubuhnya maju, dan memeluk Farrell seerat mungkin. Fania yang terkenal tegar dan kuat mendadak melepaskan semua emosinya dan menangis di pundak lelaki itu dengan pilu.
Farrell dapat merasakan hatinya bagai di tusuk ribuan pisau ketika mendengar tangisan perempuan itu. Dengan kalau dia mengangkat tangannya dan menepuk-nepuk pundak Fania sambil berkata,
"Fania! jangan nangis! sudah, tidak apa-apa! Aku nggak akan biarkan siapapun menyakiti kamu lagi!"
Benar! tidak akan ada orang yang boleh menyentuh perempuan yang ada di pelukannya ini lagi. Termasuk seluruh keluarga Surrinder dan Alma!
Karena sudah ada dirinya 'Farrell Xin'...!!
Bersambung.....
Hai Hai sobat Reader!!
Maaf yah author baru up lagi, author baru sudah menyelesaikan masalahnya, jadi sekarang author bisa up tiap hari lagi,,,🙏🙏
Terus dukung author yah biar tambah semangat😁😁
Jangan lupa LIkE, KOMEN, DAN VOTE NYA.