Luna Christina seorang gadis mandiri, ceria dan baik hati namun sedikit bar-bar, rambut birunya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap orang yang melihatnya. Dia terikat skandal dengan seorang pria lumpuh yang ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Ia terpaksa harus menikah dengan Gamaliel Park seorang pria dingin yang diselamatkannya. Tanpa Luna ketahui pria itu adalah CEO dari perusahaan terbesar di negeri ini.
Misteri dan masa lalu apakah yang akan terungkap melalui pernikahan mereka?
Akankah Luna mampu bertahan dengan Gama yang terpuruk? apa yang akan Gama lakukan untuk menguak misteri kematian keluarganya? silahkan dibaca!!!
Season 2
Bima si pria dingin yang sudah menginjak usia 34 tahun belum juga menemukan tambatannya hatinya, dia hanya pasrah dan tidak memikirkan hal itu, baginya menjalin hubungan dengan seseorang akan sama beratnya dengan membangun bisnis dengan perusahaan besar.
Suatu hari dia bertemu seorang gadis sedingin Es yang ternyata sama sama dikhianati oleh kekasih mereka masing-masing.
Cinta pertama Bima menikah dengan cinta pertama gadis itu, saat mantan mereka muncul dihadapan mereka masing-masing, meminta untuk kembali membangun hubungan, saat itulah keduanya menghancurkan kedua masa lalu mereka dengan cara menjalin pernikahan kontrak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Dengan menaiki mobil Gama yang dikemudikan secara langsung oleh Gama, mereka bertiga melaju menuju alun-alun desa dimana Cindy dan yang lain berkumpul.
Ferdi terkagum kagum dengan Gama yang bisa mengemudikan mobil dengan baik meskipun kondisi fisiknya tidak mendukung.
Selama di perjalanan, Ferdi terus menatap kagum pada Gama, Gama bertingkah biasa biasa saja, namun berbeda dengan Luna yang malah risih dengan Ferdi yang sedari tadi terus memandangi suaminya.
"Matanya dikondisikan Fer, kenapa liatin Gama sampai segitunya sih?" ketus Luna yang wanti-wanti kalau Ferdi sejenis dengan Andre.
"Eh...ma..maaf deh Lun, pelit amat, aku kagum aja sama suami kamu, meski dengan kondisi seperti itu dia masih bisa melakukan aktivitasnya dengan baik," ujar Ferdi mengungkapkan kekagumannya pada Gama.
"Ya iyalah, kan yang sakit kakinya bukan otaknya, kalau otaknya sakit baru deh sejenis sama si Cindy dan Andre plus kiki yang menor itu,"cerocos Luna dengan wajah kesal.
"Mulutnya gak bisa ya sehari aja gak nyusahin orang lain, si Andre lagi malah ikut ikutan, kesel banget deh hishhh, pengen ku kucek-kucek deh mukanya," gerutu Luna.
Gama menanggapi ocehan gadis itu dengan senyuman tipis, ia tak habis pikir kenapa Tuhan malah mengirimkan seorang gadis bar bar dengan kepribadian unik seperti Luna untuk mejadi pendamping hidupnya. Namun ia cukup bersyukur Luna mau menerimanya terlepas dari kondisinya saat ini.
"Menggemaskan...." batin Gama.
Sementara itu di alun-alun desa para warga sedang dipanas-panasi oleh ketiga manusia menyebalkan yang selalu menyebarkan berita bohong dan bodohnya lagi warga disana malah termakan omongan mereka.
Cindy dan Kiki menyebarkan semua berita itu tentu karena mereka tidak suka dengan Luna yang menjadi saingan mereka sebagai gadis tercantik di kampung itu.
Mereka selalu kalah dalam hal gaya padahal Luna berpenampilan apa adanya namun selalu menarik hati, sedangkan mereka berdua harus repot-repot melakukan berbagai macam perawatan agar tampil cantik di hadapan orang kampung dan para pengunjung di pasar.Tujuannya tentu saja mencari perhatian pria pria muda yang kaya dan tampan.
Sedangkan Andre dengan sengaja menyebarkan gosip miring tentang Luna karena sejak pernikahan Luna beberapa hari lalu, ia selalu deg degan jika Luna mengungkap rahasianya ke masyarakat, dengan ia menyebarkan berita miring tentang Luna, maka dengan mudah ia membuat para warga tidak percaya dengan gadis itu.
"Tau gak bapak-bapak, ibu-ibu, Luna itu bukan gadis baik-baik, lihat aja dia sama suaminya melakukan hal mesum di dalam rumah sebelum mereka menikah," ucap Cindy.
"Coba kalau kita gak grebek waktu itu, pasti mereka berbuat seenaknya dan malah membuat nama kampung ini buruk," ucapnya lagi.
"Iya kamu bener Cin, kok Luna begitu ya, padahal tampaknya dia gadis baik-baik," ucap seorang Ibu-ibu berdaster bunga bunga.
"Bu...bu sekarang ini banyak orang penampilannya baik tapi aslinya busuk seperti si Luna itu lah, masa anak gadis bawa laki-laki ke rumah kan bikin rusak kampung kita," tambah Kiki.
"Pantesan dia mau tinggal di rumah angker itu sendirian bareng adiknya, ternyata supaya bisa bebas melakukan maksiat di rumahnya, ihkk gak nyangka aku dia begitu," tambah seorang bapak-bapak bersarung yang duduk di atas batu besar dekat tempat itu.
"Luna itu juga bukan gadis baik-baik bu, Pak," ucap Andre.
"Maksudnya apa dre? bukannya kalian dekat ya?" tanya Kiki memancing Andre.
Andre berjalan ke tengah-tengah kerumunan warga itu, ia menatap mereka satu persatu.
"Begini, awalnya jujur saja saya suka dengan gadis itu, tapi lama-kelamaan dia jadi aneh, Luna bisa-bisanya menggoda saya dan mengajak saya tidur bersama di rumahnya, tepat sebelum kita menggrebek rumah itu, ia mencoba merayu saya dengan megang-megang tangan saya dan mencium pipi saya, ihkk kalau ingat itu saya jadi ngeri sendiri, " ucap Andre menjalankan aksinya.
Para warga sangat terkejut dengan ucapan Andre, bagi mereka apa yang diucapkan pria itu pasti benar dan tidak mungkin Andre berbohong sebab dia anak kepala desa di tempat itu.
"Maafkan aku Luna, aku akan menjadikanmu tumbal, aku tak mau kedok-ku diketahui orang-orang kampung, seandainya kamu diam kemarin aku tidak akan melakukan ini," batin Andre menatap semua orang itu dengan senyuman liciknya.
Cindy dan Kiki menyadari ada yang aneh dengan Andre, namun mereka mengabaikannya saja, yang penting rencana mereka berhasil membuat nama Luna rusak di kampung itu.
"Apa! ini tidak bisa dibiarkan, bagaimana pun Luna sudah membuat nama kampung kita jadi rusak!" ucap seorang warga lagi.
"Jangan-jangan jangan suaminya itu hanya pura-pura lumpuh, kulihat suaminya itu seperti buronan, wajahnya seram dan sangat buruk, selera gadis itu aneh sekali," tambah seorang gadis yang bergidik ngeri saat mengingat wajah Gama.
"Kalau suaminya sepertinya memang benar-benar lumpuh, pantas saja si Luna mendapatkan suami lumpuh dan tidak berguna seperti pria itu, itu karma untuknya yang menggoda orang lain," ketus Cindy.
"Iya kamu bener Cin, aku gak suka lihat Luna yang kecentilan dengan orang-orang di pasar, dia selalu menggoda para pembeli sampai-sampai jualan kita gak laku," tambah Kiki.
Para warga semakin panas karena ucapan ketiga orang itu, mereka tidak menyangka jika Luna adalah seorang 'gadis nakal' yang jauh dari citranya selama ini di tengah masyarakat.
"APA KALIAN PUNYA BUKTI BAJINGANNNN !!" teriak Luna yang sedari tadi ternyata sudah mendengar semua ucapan mereka di tempat itu.
Sejak beberapa menit yang lalu, Luna, Gama dan Ferdi sudah sampai di alun-alun desa, mereka melihat warga berkerumun mendengarkan Cindy, Kiki dan Andre menyebarkan gosip miring tentang dirinya.
Dengan amarah yang meluap-luap Luna mendatangi para warga yang sedang dihasut oleh Cindy dan yang lainnya. Sedangkan Gama dibantu Ferdi untuk naik ke atas kursi rodanya, mereka berjalan di belakang Luna.
Plakkk Plakk Brughh Krakk
Satu tamparan mendarat mulus di wajah penuh make up milik Cindy dan Kiki, sedangkan Andre mendapat bogeman mentah di perutnya dan tendangan maut di bagian vitalnya.
"Arghhkkhhhhhhhhh......shhhhh...sa...sakit..argkkkkkkkkk," teriak Andre kesakitan, para warga terkhususnya pria menyilang kan kedua tangan mereka di depan kepemilikan mereka takut kalau kalau si gadis bar bar itu melakukan hal yang sama pada mereka.
Bahkan Ferdi dan Gama merasa ngilu saat melihat aksi gadis itu.
"Kenapa kau memukul kami Jalang !" teriak Cindy tak terima karena mendapat pukulan telak dari Luna.
"Diam mulutmu wanita jadi jadian, siapa yang kalian sebut jalang hah!" kesal Luna.
"Tentu saja dirimu, kau itu jalang yang selalu menggoda laki-laki muda di luar sana dan selalu menarik pelanggan dengan menggoda mereka, tak heran barang jualanmu selalu laris," balas kiki tak mau kalah.
"Apa kau punya bukti?" teriak Luna kesal.
Para warga hanya bisa diam, tak berani ikut campur dengan urusan mereka meskipun mereka awalnya ikut bergunjing, namun tatapan mata seseorang dari sudut sana tampak bersiap untuk menerkam mereka jika sekali saja mereka ikut berbicara.
"Kami tidak perlu bukti untuk wanita jalang seperti dirimu," balas Cindy dengan tatapan merendahkan.
"Kau yang jalang bodoh!" teriak Luna semakin marah, tangannya sudah mengepal dan siap untuk menerkam musuhnya.
"Pergi saja kau dari kampung ini, urus adik bodohmu itu dan suami lumpuhmu itu, ini karma untukmu karena telah menggoda banyak orang bahkan Andre pun kau goda," ucap Cindy.
Plakk Plakk Plakk
Tiga tamparan telak mengani wajah gadis itu lagi, Cindy semakin marah, ia membalas perbuatan Luna.
"Kiki tahan dia!" teriak Cindy yang kesakitan.
Kiki menahan tubuh Luna yang lebih kecil dari dirinya, ia menarik rambut gadis itu sehingga ia tak bisa berkutik.
Plakk Plakk Brukk
"Rasakan itu jalang !" balas Cindy memukuli wajah dan tubuh Luna dengan keras tanpa ampun.
"Lunaaaaaa...." teriak Gama dari tempat duduknya.
"Hahahahahahahahaha......." Luna tertawa terbahak-bahak membuat semua warga merinding melihat gadis itu.
Plakkk
Satu tamparan mendarat lagi di pipi mulus Luna.
"Andre sialan !" geram Gama dari belakang.
"Pergi kau dari sini jalang penggoda, urus suami lumpuhmu yang tida berguna itu," teriak Andre.
Luna memberontak dan melepaskan tubuhnya dari Kiki. Ia menendang dan memukul mereka satu persatu.
"Kalian sangat mempercayai pria bajingan ini bukan? lihatlah ini apa kalian masih percaya dengan omongan bajingan ini?" ucap Luna sambil berjalan ke arah mobil Gama dan mengambil Tas yang dibawanya dari rumah tadi.
Luna kembali dan mengeluarkan lembaran-lembaran kertas.
Srekkkk
Ratusan foto di lemparkan Luna ke arah mereka hingga berantakan dan tersebar kemana-mana.
"Sudah kubilang jangan bermain main denganku Andre, dan kalian berdua apa perlu kulakukan hal yang sama hmm?"ucap Luna menyeringai.
Mereka semua melihat kertas yang berisi foto itu, semua warga terbelalak kaget, Andre menahan rasa malunya dan kini hanya penyesalan yang ada dalam diri pria itu.
.
.
.
like, vote dan komen 😊😉