NovelToon NovelToon
Zeel Greenlight

Zeel Greenlight

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Contest / Fantasi Timur / Cintapertama / Sistem / Epik Petualangan / Barat
Popularitas:58.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jefrie Pratama

Cerita ini berlatar belakang seribu tujuh ratus tahun setelah pertarungan dewa, batu-batu sakral kini tersebar ke berbagai penjuru dunia, setiap kaum yang memilikinya memanfaatkan batu tersebut untuk kepentingan kaum mereka, Zeel Greenlight seorang pemuda dari kota benteng Clever kehilangan kedua orang tuanya saat peristiwa malam darah, inilah awal dari perjalanannya untuk mencari siapa dan kenapa pembunuhan itu terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefrie Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 7 : Dataran Salju

Demi menghindari kawanan dari monster

elemental itu, mereka memutuskan untuk meninggalkan sungai itu segera mungkin.

Selepas itu mereka kembali untuk melanjutkan perjalanan ke arah tenggara mengendarai kereta chobo, menuju kota benteng Heaven.

Tidak ada suasana baru yang mereka jumpai sepanjang perjalanan, jalan berpasir serta hutan pada sisi kiri dan kanan jalan mereka lalui.

Selama perjalanan Clare, Emily, Leon serta Luis tidur di dalam kereta, sementara Zeel fokus berkendara.

Setelah beberapa jam perjalanan sore hari pun tiba, Zeel menghentikan laju kereta secara tiba-tiba.

Karena Zeel yang berhenti tiba-tiba guncangan pada kereta tidak terhindarkan.

Akibat guncangan itu Clare beserta ketiga anak itu seketika terbangun dari tidur.

“Kenapa?” tanya Clare dengan setengah sadar.

Zeel berkata, “lihatlah.”

Lalu Clare mengarahkan pandangannya ke luar kereta, nampak di hadapan Clare sebuah jembatan yang berada di atas sebuah sungai.

Kemudian Clare sedikit menaikkan pandangan matanya ke atas, lalu Clare melihat sebuah dataran berwarna putih di hadapannya.

“Jangan-jangan ini!” ucap Clare kaget.

Zeel berkata, “Seperti di pikiranmu, ini salju.”

“Tunggu sebentar … ini kan musim hujan,” kata Clare.

“Entahlah … mungkin ada sesuatu di depan sana,” ucap Zeel.

Zeel menatap ke arah jembatan, terlihat oleh Zeel sebuah jalan lurus berada di ujung jembatan menanti mereka.

Zeel yang melihat itu kemudian menyebrangi jembatan, sementara itu Clare dan ketiga anak itu menatap ke sisi kiri dan kanan kereta.

Mereka melihat sebuah sungai dengan air jernih mengalir berada pada kedua sisi jembatan.

Sebagian air nampak membeku, tidak ada

satu ekor ikanpun yang berenang di sungai itu.

Setelah menyebrangi jembatan, mereka melewati sebuah jalan lurus yang ada di hadapan mereka.

Sisi kiri dan kanan jalan itu nampak tertutup oleh gundukan es.

Tidak ada pembagian jalur jalan, hanya satu jalur lurus menuju ke arah tenggara.

“Zeel, kamu yakin ini jalannya?” tanya Clare.

Zeel menjawab tanpa menoleh ke belakang, “iya.”

Perjalanan berlanjut, suasana berubah drastis semenjak mereka melewati jembatan.

Wush, wush, wush ….

Terdengar suara angin yang bertiup, udara

saat itu terasa cukup dingin.

“Indahnya,” kata Emily.

“Ada apa?” tanya Clare penasaran.

Terlihat oleh Clare sosok Emily yang menatap langit dengan mata berbinar-binar.

Lalu Clare melihat apa yang Emily lihat, tampak butiran saju berjatuhan dari langit dengan indahnya.

Leon dan Luis merasa penasaran dengan

apa yang Emily dan Clare lihat, lalu mereka menatap ke langit.

“Benar!” kata Leon.

Luis berkata, “indah sekali.”

Sembari menatap butiran es Emily berkata, “Kakak Zeel bisa berhenti sebentar?”

Lalu Zeel menoleh ke belakang, “Kenapa?”

“Ada yang ingin aku lihat,” kata Emily dengan tatapan memelas.

Zeel berkata, “baiklah … jangan lama-lama ya.”

Kemudian Emily di bantu Clare untuk turun dari kereta chobo, sementara itu Leon dan Luis memilih untuk melihat dari dalam saja.

Tidak ingin hal buruk terjadi pada Emily, Clare memutuskan untuk menemani Emily.

Emily kemudian berjalan secara perlahan menuju sisi kanan jalan sembari menatap ke langit.

Lalu Emily mebentangkan kedua telapak tangannya menghadap ke langit, sebagian butiran es berjatuhan ke telapak tangannya.

“Indahnya.” Kata Emily dengan tatapan berbinar-binar.

Sementara itu Clare sedang tersenyum

kecil sembari melihat tingkah laku Emily.

Beberapa saat kemudian Clare mendengar

sesuatu yang berasal dari arah Emily berdiri.

Hacih ….

Clare yang khawatir kemudian segera menghampiri Emily.

“Kenapa?” tanya Clare khawatir.

Hacih ….

“Kemarilah,” kata Clare.

Selepas itu Clare kembali ke dalam kereta sembari menggendong Emily.

Nampak di dalam kereta sosok Leon dan

Luis yang sedang kedinginan.

Melihat keadaan ketiga anak itu Clare melepas jubah prajurit khusus Clever yang ia kenakan.

Lalu menjadikan jubah itu sebagai selimut bagi Emily, Leon serta Luis.

“Kenapa?” tanya Zeel sembari menoleh ke belakang.

Clare berkata, “sepertinya mereka kedinginan ... apa kita bisa bergerak lebih cepat?”

“Baiklah,” kata Zeel.

Kemudian Zeel memacu kereta chobo dengan cukup cepat.

Waktu terus berlalu berlalu semenjak mereka meninggakan tempat berhenti sebelumnya.

Terlihat oleh Zeel sebuah tembok berada di depan pandangannya, namun tembok itu tidak begitu terlihat jelas.

Semakin mereka pergi ke arah utara, semakin jelas tembok itu.

Tiba-tiba cuaca semakin dingin, angin bertiup semakin kencang, badai salju terjadi.

Butiran es yang tertiup mulai menggangu pandangan Zeel.

Hanya mampu memandang hingga dua atau tiga meter sekitarnya.

Demi mengakali itu, Zeel menggunakan tangan kirinya untuk menghalau butiran salju yang mengarah ke matanya.

Sementara tangan kiri mengendalikan kereta chobo.

Beberapa saat kemudian, Zeel melihat sebuah gerbang berukuran raksasa di hadapannya.

“Berhenti!”

Terdengar suara dari sekitar mereka, lalu Zeel memutuskan untuk menghentikan laju keretanya.

Beberapa saat kemudian terdengar oleh Zeel suara langkah kaki mendekati kereta mereka.

Dari balik badai salju yang menghalangi pandangan Zeel.

Muncul dua orang berzirah besi menghampiri

Zeel sembari mengarahkan pedang kepada Zeel.

Berbeda dengan zirah besi prajurit Clever

Zirah besi kedua orang itu nampak memiki kain yang lebih tebal serta memiliki bulu-bulu pada beberapa bagian.

“Turun!” ucap salah satu orang berzirah besi.

Mendengar itu kemudian Zeel turun dari kereta chobo perlahan.

“Zeel … kenapa berhenti?” tanya Clare dari dalam kereta.

Pada saat itu, pandangan Clare tidak begitu jelas akibat terhalang oleh badai salju.

“Tenanglah,” kata Zeel.

Salah satu dari dua orang berzirah besi itu berkata, “Jatuhkan senjatamu!”

Selepas itu Zeel menarik pedang besi dari sarung yang berada di balik punggungnya.

Gedebug ….

Zeel menjatuhkan pedang besi itu ke tanah yang berada di hadapannya.

“Angkat tanganmu!” ucap salah satu pria berjubah besi kepada Zeel.

Salah satu pria berjubah besi lainnya berkata, “zirah ini … kalau tidak salah ini adalah zirah prajurit Clever.”

“Apa tujuanmu!” bentak salah satu pria berzirah besi.

Ketegangan antara Zeel dan dua pria berzirah besi terjadi.

Kedua berzirah besi itu nampak begitu waspada dengan Zeel, sementara Zeel terlihat begitu tenang.

Prajurit suatu kota datang ke kota lain dengan zirah serta bersenjata merupakan sesuatu yang terlarang.

Situasi seperti itu umumnya terjadi pada saat situasi perang.

Wajar saja kedua pria berzirah besi itu tidak nyaman dengan kehadiran Zeel.

“Namaku Zeel, aku datang ke sini bukan untuk berperang … aku datang ke sini untuk menemui seseorang.”

Lalu Zeel menurunkan tangang kanannya, kemudian mengambil sesuatu dari balik zirahnya.

“Apa yang ingin kamu lakukan!” bentak salah satu pria berzirah besi kepada Zeel.

Zeel berkata, “surat.”

Lalu Zeel mengeluarkan surat dari balik zirahnya.

“Ini,” kata Zeel.

Salah satu pria berzirah besi membentak Zeel, “Jatuhkan surat itu ke tanah!”

Selepas itu Zeel menjatuhkan surat itu ke tanah yang berada di hadapannya.

“Angkat kembali tangannmu!” bentak salah satu pria berzirah besi lainnya.

Kemudian Zeel kembali mengangkat tangan kanannya.

Perlahan-lahan salah satu pria berzirah besi itu menghampiri Zeel lalu mengambil surat yang Zeel jatuhkan.

Kemudian pria berzirah besi itu membaca isi surat yang Zeel jatuhkan.

“Ini … tulisan tuan putri,” ucap pria berzirah besi itu dengan wajah terkejut.

..."Salju ... indah sekali."...

...-Emily-...

1
Ayu Ap
permulaan aja dah seru ya wak.

kak jangan lupa mampir do novel ku NEGRI JIRAN.
mohon dukungannya
Jefrie Pratama
bisa jadi haha
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Zeel kamu hebat bikin lawan ko
@Kristin
Semangat up nya Thor...
@Kristin
Mampir Thor
𝐀⃝🥀🥑⃟Jind🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳😘
wih pesan yang bagus keren author 👍
𝐀⃝🥀🥑⃟Jind🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳😘
belum lahir
𝐀⃝🥀🥑⃟Jind🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳😘
itu batunya batu akik ya🤭
Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ
novel keren
🍷⃞⃟Rere꧁༺𝓡𝓮𝓰𝓲𝓷𝓪༻꧂
semangat thor aku mampir. mampir juga yuk ke karya author Reginaryn : Me and my secret crush🌟
lina
next
Lilaura Callisto⚡
next semangat thor
Jefrie Pratama: Makasih
total 1 replies
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️
go up lagi oner
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️: dasar yaa🙊🙊
total 2 replies
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️
up lagi
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️
smngt
ayumi
semangat kk...next
ayumi: ok. kk...jaga kesehatan...semangat
total 2 replies
Dep queen
lanjutttt
❤️⃟Wᵃf Nesia
lanjut
IG: Saya_Muchu
lanjut thor
»𝆯⃟ ଓε»°CaCha_iC🄷a°«࿐𓆊
like ,koment ☑️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!