NovelToon NovelToon
RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: REZ Zha

" Katakan sekali lagi, apa yang kau ucapkan tadi?!" Dirga menatap dengan sorot mata menghunus ke arah wanita di hadapannya.

" A-aku ingin kita putus, a-aku merasa tertekan selama menjadi pacarmu, jadi aku mohon, aku ingin hubungan kita berakhir sampai di sini saja," suara Kirania terdengar lirih.

" Baik ... baiklah, jika itu yang kau mau, mulai saat ini kita putus, aku tidak akan mengganggu. Dan aku menganggap kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya!" tandas Dirga meninggalkan Kirania dengan langkah lebar.

Sejak saat itu Kirania memang tak pernah melihat sosok pria yang sudah membuatnya jatuh hati.

Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan dalam situasi yang rumit.

Akan kah cinta lama mereka bersemi atau mereka sama-sama mempertahankan gengsi mereka masing-masing demi menghindari rasa sakit hati.


ig : rez_zha29

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Sang Penolong

Kirania melangkahkan kaki di koridor kampusnya. Sebenarnya Pakde dan budenya melarangnya untuk berangkat, tapi karena Kirania termasuk mahasiswi yang rajin, selama masih sanggup berjalan, tidak ada alasan bagi dia untuk bolos kuliah.

" Eh, semalam Dirga chat gue, lho."

Kirania mempertajam pendengarannya saat mendengar seseorang menyebut nama Dirga ketika dia ingin melewati tiga orang cewek yang berbincang di depan kelas.

" Serius, Bel?"  tanya teman cewek tadi.

" Seriuslah, masa gue bohong.".

" Memangnya Dirga kirim chat apa?"

" Ngajakin gue jalan pulang kuliah ini."

" Maksudnya?

" Ngedate lah, masa gitu saja lu pada nggak tahu."

" Sumpah, lu?"

" Lu, nggak percaya banget sama gue! Kalau nggak percaya, lu lihat saja nanti pas pulang, lu tunggu di gerbang kampus, benar nggak gue pulang sama dia?!"

" Tapi bukannya Dirga itu lagi dekat ..." Teman cewek itu menghentikan ucapannya saat melihat Kirania melintasi mereka. " Orangnya lewat." Cewek itu kemudian berbisik.

" Hey, tunggu!"

Kirania menghentikan langkahnya saat satu orang dari cewek itu menghadangnya.

" Lu cewek yang kemarin digosipkan dekat sama Dirga, kan? Kalian sudah putus?" tanya cewek itu.

" Kami nggak ada hubungan apa-apa!" tegas Kirania.

" Berarti nggak apa-apa, dong. Kalau gue jalan sama Dirga?"

" Silahkan!" ucap Kirania kemudian melangkah, berjalan dengan tergesa walaupun sebenarnya dia agak kesulitan, tapi rasanya dia ingin cepat-cepat pergi dari hadapan kumpulan cewek tadi.

Kirania memasuki toilet dengan nafas tersengal-sengal, entah belakangan ini ruangan ini seperti sudah menjadi langganan Kirania untuk menenangkan diri jika emosi kurang stabil. Kirania sendiri tidak mengerti, hatinya tiba-tiba merasa kesal demi mendengar obrolan tiga orang wanita tadi.

Kirania menghempaskan nafas kasar, seraya menatap pantulan dirinya di cermin, kemudian dia menggelengkan kepalanya.

" Nggak, ini nggak mungkin! Aku nggak punya perasaan apa-apa pada Kak Dirga. Kenapa aku harus kesal mendengar dia mengajak wanita lain jalan keluar? Kenapa aku harus marah? Bukankah aku sudah dengan tegas menyuruhnya untuk berhenti mendekati aku? Tapi kenapa secepat itu dia bisa mengajak wanita lain berkencan?" Kirania bermonolog sendiri.

Kirania memejamkan matanya beberapa saat, guna menahan cairan yang akan keluar karena saat ini dirasa matanya mulai memanas.

" Aku nggak boleh begini, seperti yang Sabilla dan Hasna bilang, kalau aku nggak boleh goyah, aku mesti bisa menahan godaan yang memang sengaja ditebarkan Kak Dirga."

Kirania menarik nafas perlahan, lalu menghembuskan pelan-pelan. Setelah dirasanya semuanya baik-baik saja, Kirania berniat meninggalkan toilet, tapi saat dia berjalan keluar toilet saat tiba-tiba seseorang mendorong tubuhnya hingga dia hilang keseimbangan dan terjatuh.

" Aaaawwww ..." Kirania meringis merasakan sakit di bagian bokongnya, belum lagi cidera di kakinya.

" Hahahaha ... rasain, lu!" Naura yang mendorong Kirania tertawa puas.

" Makanya lu jangan kecentilan, pincang 'kan lu sekarang!" Teman Naura yang berambut ikal menimpali dengan menendang kaki Kirania yang cidera hingga membuat Kirania memekik menahan rasa sakit.

" Ini peringatan awal buat lu, kalau lu masih nekat terus dekati Dirga, gue bikin patah kaki lu sekalian, biar nggak bisa jalan!" ancam Naura kemudian pergi meninggalkan Kirania sendiri yang langsung terisak.

***

Hari ini benar-benar dijalani Kirania bagaikan di neraka. Setelah mengetahui Dirga akan jalan dengan wanita lain, ditambah penyiksaan yang dilakukan Naura dan temannya, membuat Kirania layaknya orang yang paling menderita di dunia. Dan sayangnya disaat seperti ini kedua sahabatnya sama-sama tidak berangkat kuliah, hingga dia merasa sangat kesepian saat ini.

Jam mata kuliah terakhir sudah selesai, Kirania pun kini berjalan keluar dari kelasnya. Dia memilih menggunakan ojek online yang mulai marak belakangan ini. Saat dia berjalan menuju gerbang kampus, tiba-tiba motor Dirga berjalan melewatinya. Kirania bisa melihat ada seorang wanita yang duduk di belakang motor Dirga, yang Kirania duga adalah wanita yang tadi pagi dia dengar bercerita dengan teman-temannya. Seketika itu juga Kirania merasakan dadanya bergemuruh, apalagi bisa dia lihat dengan jelas wanita itu memeluk Dirga dengan sangat erat, membuat pasokan oksigen yang hendak masuk ke tubuhnya tercekat di tenggorokan.

" Ini nggak benar, ini salah! It's Oke, I'm fine ..." gumam Kirania mencoba menenangkan dirinya sendiri. Dan dengan langkah berat dia berjalan menuju halte di dekat kampusnya.

Kirania mendudukkan tubuhnya di kursi halte, sambil menunggu ojek online pesanannya datang.

" Eh, kamu 'kan yang kemarin digosipkan dengan Kak Dirga, ya?" tanya seorang wanita di sebelah Kirania duduk.

" Sekarang Kak Dirga pergi sama cewek lain lagi, memangnya kamu sudah putus sama dia?" tanya wanita itu lagi.

" Kami nggak pacaran." Dengan agak malas Kirania menjawab.

" Oh, pantes. Buat orang-orang model kaya kita, sih, jangan terlalu berharap bisa jadi pacarnya Kak Dirga, ya?" Wanita itu terus mengajak bicara dan hanya dibalas senyum tipis oleh Kirania.

Beberapa menit berselang halte sudah mulai sepi, hanya tersisa Kirania sendiri. Tak lama kemudian seorang pengendaraan motor berhenti di depan Kirania duduk.

" Selamat siang, dengan Mbak Kirania? Saya dari ojek online pesanan Mbak," ujar pria itu ramah.

" Oh, iya ..." Dengan susah payah Kirania mencoba bangkit dari duduknya.

" Maaf, Mbak menunggu lama, tadi bannya bocor jadi mesti ditambal dulu." ucap driver itu meminta maaf.

Kirania mengangguk. " Sebentar, ya, Mas. Kaki saya sakit jadi jalannya agak lama."

" Nggak apa-apa, Mbak." Driver itu membalas Kirania dengan tersenyum lalu mengeryitkan keningnya menatap wajah Kirania. " Lho, Mbak ini pacarnya Bang Dirga, kan?"

Kirania terkesiap mendapati pria itu mengenalinya. " Maaf, memangnya Mas nya pernah ketemu saya? Dan maaf lagi, saya bukan pacarnya Kak Dirga." Kirania menyangkal.

" Oh ... saya kira Mbak ini pacarnya Bang Dirga, karena waktu itu saya lihat kalian bersama. Saya Prayoga, Mbak. Yang pernah bantu Bang Dirga melawan orang-orang yang pukul Bang Dirga malam minggu kemarin."

Kirania membulatkan matanya saat mengetahui bahwa driver ojek online itu adalah sosok yang menolongnya malam itu. " Oh, teryata kamu yang nolongin malam itu. Maaf aku nggak terlalu paham karena gelap, terima kasih, ya. Sudah menolong aku, aku nggak tahu akan seperti apa jadinya jika malam itu kamu nggak menolong kami. Membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk merinding," ujar Kirania. Kirania sendiri heran kenapa dia bisa dengan enteng berbicara banyak dengan orang asing, apalagi kepada seorang pria. Untuk orang tetutup seperti dirinya, bisa mudah berbicara panjang lebar dengan orang asing adalah suatu hal yang jarang terjadi. Tapi saat ini dia seolah tanpa beban berbicara seperti tadi kepada driver ojek yang baru dikenalnya.

" Hati-hati naiknya, Mbak. Mbak bisa pegang pundak saya jika takut jatuh saat naik. Tongkatnya biar ditaruh di depan saja, saya yang pegang, Mbak." Yoga, driver ojek itu ramah menawarkan bantuan.

" Iya, makasih." Akhirnya dengan hati-hati Kirania naik. Setelah mendapatkan posisi yang nyaman, Yoga pun menjalankan motornya menuju rumah Kirania.

*

*

*

Kang Ojol lagi mampir di sini dulu, kenalan sama pens nya Dirga&Kirania 😁 Yang pengen kenal sama Yoga silahkan diintip novel " Mengejar Suami Impian "

Bersambung ...

Happy Reading😘

1
fitri anwar
Karya mu bagus kak, di baca ulang ulang tapi tidak ada bosannya, sukses selalu dalam berkaya kakak.❤️💪💪💪
fitri anwar
till janah ya Abang dirga sama kirabia..😍
fitri anwar
si Karina cantik banget😍 cocok sama pak Ricky, dewasa.. gilang sama naura aja Author🤣🤣
fitri anwar
Wanita idaman, cantik manis sederhana, plus pluss banyak. jgan buat kecewa yah kak dirga, kami para readers siap membela kirania🤣🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
akhirnya Rindu pun Bertuan😍.. semoga cepat hadir Dirga junior dan Kirania junior, aamiin...😍😘😘
fitri anwar
alhamdulillah sah, samawa yah sampai maut memisahkan.😭😭😭 senag bacanya.. ehhmmm otw unboxing😍🔥🔥🔥
fitri anwar
😍😍😍😍 no comen
fitri anwar
😭😭😭🔥🔥🔥💋💋💋💋🤣🤣🤣🤣🤣 kiss time
fitri anwar
pliss nyata ini🥺😭😭😭 jangan mimpi ahhhh😭😭😭😭
fitri anwar
😭😭😭 demi Allah aku nangis bacax, sambil dengar lagunya afgan ya Allah... 😭😭😭😭
fitri anwar
🥺🥺😭😭😭 pliss jangan pergi, ego mu terllu tinggi Kirania, dsini bukan kamu saja dan Dirga saja yang sakit, kami yg baca juga sakit..🥺😭😭😭😭
fitri anwar
no comen🤣🤣🤣🤣🤣
fitri anwar
sama Edo aja yah Nadia.. cocok😍🔥🔥
fitri anwar
Neng taya🔥🤣🤣🤣
fitri anwar
Maklumlah sama² rindu🥺🥺😘😘😘
fitri anwar
🥺🥺 bilang aku juga cinta kamu dirga, aku rindu kamu gitu dong kirania.😭😭😭😭
fitri anwar
pliss Nadia tolong pergi plissss🤣
fitri anwar
emang enak, iya paling enak🤣🤣🤣🤣
fitri anwar
aduh horor🥺😭😭😭
fitri anwar
mantap bang Dirga🔥😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!