NovelToon NovelToon
Karena Kamulah Yang Tuhan Takdirkan

Karena Kamulah Yang Tuhan Takdirkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: leni septiani

Lima bulan sebelum pernikahan Rara dan Devan terlaksana, Rara memergoki tunangannya itu tengah berada di rumah saki bersama seorang perempua hamil, awalnya ia mengira itu saudara nya, namun kenyataan pahit harus terpaksa ia telan mengetahui bahwa wanita yabg bersamanya adalah istrinya, wanita yang dinikahi devan satu tahun yang lalu. Dunia Rara seakan berhenti detik itu juga, sakit tentu saja iya rasakan, kecewa apa lagi, Rara tidak tahu harus bagaimana lagi hidupnya tak lagi sma, Rara yang dulu periang kini berubah menjadi pendiam dan berkali kli masuk rumah sakit karena terlalu lelah karena pikirannya. Angga yang kebetulan menjadi dokter yang menangani Rara dan juga seorang sahabat dari Riri, kakak Rara berniat menjodohkan keduanya Angga tentu saja bahagia karena bagaimana pun ia memang sudah diam-diam menyimpan hati pada perempuan cantik pemilik cafe tempat dirinya makan siang di jam istirahatnya. Angga tidak ingin menyerah meskipun gadis itu tidak juga memberikan kepastian meski berkali-kali dirinya mengungkapkan perasaannya. Rara hnya tidak ingin menerima laki-laki itu di saat hatinya masih bersemayam laki-laki masa lalu yang telah menggoreskan luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Seperti yang direncanakan kemarin, hari ini tepat pukul delapan kurang lima belas menit Angga sudah berada dirumah Rara, membuat sang empu mendengus kesal. Bagaimana tidak kesal kalau waktu tidurnya terganggu, padalah semalam Angga mengatakan akan menjemputnya pukul Sembilan, namun lihatlah sekarang dia sudah duduk manis di ruang tamu. Angga datang lebih awal satu jam dari waktu yang ditentukan.

“Kakak kenapa udah datang sih jam segini, ini baru jam delapan kurang loh kak?” gerutu Rara saat sampai didepan Angga yang sedang duduk tenang di kursi ruang tamu.

“Gak apa-apa dong sayang, toh mau nanti atau sekang juga sama aja Kakak pasti kesini-kesini juga.” jawab Angga santai, lalu menyesap kopi yang sudah disuguhkan oleh calon mertuanya.

“Iya tapi kan aku masih pengen tidur Kak,” Rengek Rara cemberut.

“Ini udah siang sayang, nanti kamu pusing kalau tidurnya kelamaan, mendingan sekarang kamu mandi terus siap-siap, Kakak masakin nasi goreng buat kamu sarapan ya?” Bujuk Angga dengan sabar lalu mengelus lembut puncuk kepala Rara, membuat Rara akhirnya mengangguk patuh dan berjalan menuju kamar untuk mandi dan bersiap-siap seperti apa yang Angga titahkan. Sedangkan Angga tersenyum kecil saat melihat calon istrinya itu mematuhi titahnya.

Setelah menghabiskan kopi yang disuguhkan Angga bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju dapur rumah keluarga Rara untuk memasakan nasi goreng untuk sang calon istri tercintanya. Angga memang sudah beberapa kali menggunakan dapur dirumah Rara membuatnya hapal dan tidak sungkan lagi untuk menggunakan alat-alat yang berada didapur rumah calon istrinya itu. Baru saja Angga membuka lemari pendingin untuk mengambil telur dan sayuran lainnya untuk tambahan membuat nasi goreng kesukaan Rara, suara seseorang berhasil menghentikan kegiatannya itu dan menengok sebentar kearah si empu suara.

“Mau masak apa, Ga?” Tanya Riri yang baru saja datang sambil memegang dot kosong milik Rifaldi, anaknya.

“Nasi goreng buat Rara.” Jawab Angga singkat lalu membali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.

“Terus Raranya sekarang mana?” Tanya Riri celingak-celinguk mencari keberadaan Adiknya.

“Lagi siap-siap.” Jawabnya lagi singkat.

“Kalian mau kemana emang? Tumben kamu belum berangkat kerumah sakit, Rara juga gak ke café?” Tanya Riri lagi.

“Kita mau nyari gedung sekaligus W.O dan cetak undangan, dan sekalian juga mau nyari katring.” jelas Angga tanpa mengalihkan pandangannya dari kegiatan memotongmotong sayuran untuk pelengkap nasi gorengnya.

“W.O nya biar dari temen aku aja Ga, dekorannya pasti bagus, kamu gak akan kecewa deh,” ucap Riri menawarkan.

“Ya udah kamu tanya sama Rara aja, kalau aku setuju-setuju aja kalau Raranya juga setuju.” jawab Angga.

“Setuju apaan Kak?” Tanya Rara yang baru saja datang dan mendengar pembicaraan Kakak dan calon suaminya.

“itu kamu setuju gak W.Onya temen Kakak?” Tanya Riri kepada Rara yang kini sudah duduk disamping Riri sedangkan Angga masih sibuk dengan wajan dan nasi gorengnya.

“Ya udah boleh deh kalau emang bagus, nanti Kakak aja yang hubungi suruh kesini buat diskusiin temanya.” Jawab Rara menyetujui.

“Yang, terus kateringnya kamu udah dapat belum?” Tanya Angga yang kini sudah ikut duduk dikursi makan samping Rara dan meletakan satu piring nasi goreng di hadapanpan Riri dan satu piringnya lagi di hadapannya.

“Semalam Bang Reno ngehubungin aku, ngasih tau kalau kateringnya biar dia sendiri yang urus sama teman-teman Chefnya yang lain. Katanya sih itung-itung sebagai kado pernikahan dari dia.” Jawab Rara menjelaskan sambil menerima suapan nasi goreng dari Angga.

“Wah Reno pilih kasih banget, waktu aku nikah dia gak ngasih kado apa-apa sama aku. Awas aja kalau ketemu, pokoknya aku mau protes sama dia,” ucap Riri berapi-api membuat Rara dan Angga terkikik geli mendengar omelan Riri.

Rara kembali menerima suapan nasi goreng dari Angga yang sesekali Angga suapkan juga kemulutnya sendiri sambil masih memperhatikan Riri yang masih mencak-mencak kesal hingga nasi goreng dipiring habis pun Riri masih tetap terlihat kesal, namun Rara dan Angga mengabaikannya, dan memilih pamit untuk pergi mengurus pernikahannya.

Setelah selesai mengurus gedung yang akan disewa, kini Angga dan Rara mendatangi tempat percetakan undangan yang tidak terlalu jauh dari gedung yang akan mereka gunakan nanti saat resepsi pernikahannya sedangkan untuk ijab kobul akan diselenggarakan dikediaman Rara pada siang harinya sedangkan resepsi akan dilaksanakan dimalam harinya.

Sesampainya di tempat percetakan, Rara langsung saja memilih-milih contoh undangan yang tersedia dan pilihannya terjatuh pada satu undangan yang terlihat elegant dan simple berwarna coklat tua dengan tulisan bertinta emas dan dengan sedikit hiasan dipinggirnya yang mempercantik undangan itu.

“Ya sudah Mbak, saya ambil yang itu saja, di cetak untuk 500 undangan ya,” ucap Angga yang lalu diangguki oleh pegawai percetakan.

Setelah selesai dengan undangan, Rara dan Angga pergi meninggalkan percetakan menuju dimana mobilnya terparkir, senyum tak pernah lepas dari bibir Rara sedari mencari gedung hingga sekarang merekan berada didalam mobil untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju toko perhiasan untuk mencari cincin pernikahan.

Tidak ada raut lelah sedikit pun di wajah Rara, membuat Angga menyunggingkan senyumnya dibalik kemudi, lalu menggenggam dan mengelus lembut punggung tangan Rara yang berada disampingnya dengan tangan kirinya yang tidak memegang kemudi.

“Kamu gak cape, Sayang?” Tanya Angga lembut sambil menatap Rara sebentar lalu kembali pokus pada jalanan.

“Aku gak cape kok, aku malah senang ngurusin untuk pernikahan kita nanti. Makasih ya, karna Kakak udah mau menjadi calon suami aku,” ucap Rara tulus.

“Justru aku yang seharusnya berterima kasih karna kamu udah bersedia menjadi calon istri aku,” ucap Angga lembut lalu mencubit gemas hidung Rara. .

Sesampainya di mall, Angga terlebih dahulu mengajak Rara untuk makan siang yang sudah mereka lewati beberapa jam lalu karena terlalu sibuk mengurusi gedung dan juga undangan yang ternyata membutuhkan waktu lumayan lama. Sesampainya di tempat makan yang berada didalam mall, Rara duduk di meja yang kosong didekat jendela sedangkan Angga berjalan menuju tempat pemesanan.

Baru saja Rara duduk suara seseorang yang sudah lama tidak ia dengar kini menyapanya. Jantung Rara berdebar kencang, tubuhnya menegang dan matanya terasa panas. Ada rindu yang bersarang dihati kecilnya, namun ada juga perasaan marah yang ingin ia luapkan kepada sosok yang berdiri di depannya. Devan, laki-laki itu yang kini berada tepat didepannya, laki-laki yang hampir dua tahun tidak ia lihat, laki-laki yang pernah menghianatinya, laki-laki yang telah mengecewakannya dan laki-laki yang sudah menghancurkan impian pernikahannya.

Dari lubuh hatinya ingin sekali Rara memeluk laki-laki dihadapannya itu, mengatakan bahwa ia sangat merindukannya namun Rara tak bisa melakukan itu, Rara meneteskan air matanya menatap sendu mata Devan yang juga menyiratkan kerinduan didalamnya. Mantan tunangannya itu kini terlihat lebih kurus dari pertemuan terakhirnya dulu.

Apakah dia tidak bahagia dengan keluarga kecilnya? Pikir Rara. Padahal seharusnya Devan bahagia karna pasti sekarang sudah memiliki anak yang jika dihitung dari pertemuannya waktu itu, mungkin kini anaknya sudah berumur dua tahun.

“Boleh aku duduk?”

1
Felycia R. Fernandez
romantis...
paling suka liat matahari terbenam
Tiwik Firdaus
berjuang terus angga
Miss Typo
ikut bahagia
Miss Typo
Dokter cintaku, kau sembuhkan sakit ku dgn resep cintamu
eeeeeaaaa 😁
Miss Typo
semoga Angga bisa secepatnya mengobati luka di hati Rara
Miss Typo
dokter Angga gercep
Miss Typo
semua mendukung Rara dgn Angga
Miss Typo
dokter cinta akan mulai beraksi 😁
Miss Typo
sweet bgt si Angga
Miss Typo
Rara gk pendiam dia gitu karna hatinya terluka
Miss Typo
dah lah Ra ngapain inget sm mantan tunangan kayak gitu, walaupun cinta tp gak tegas dh nikah setahun bahkan istrinya sdh hamil gk ngomong apa", coba kalau gk kepergok sm Rara, sampe hari pernikahan jujur gk tuh
Miss Typo
move on pelan" dan coba buka hati
Miss Typo
semoga Angga bisa mengobati luka di hati Rara
Miss Typo
baru awal dh nangis 😭
tuh ortu Devan gk setuju sm Rara atau gmn sich, kok bisa"nya baru seminggu tunangan mlh di jodohkan sm orang lain, dan Devan jg harusnya tuh bicara sm keluarga Rara dr awal gk jadi cowok pengecut kayak gitu, masak dh nikah setahun msh ada rencana nikah sm Rara 😤
Yanti Anin
dokter cinta yg betul iyakan thor
Yanti Anin
jadian nih kayaknya
Caca Princes Koesyanto
the lounge untuk
Ningsih Abdullah
Pendek amat novelnya
Yayoek Rahayu
kok bisa ya....namanya jg dunia halu....apa aja bisa terjadi
Iyah Permata
pendek amat certa nya seson ke dua harus ada lah di sini juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!