NovelToon NovelToon
Mommy and Daddy (CLYDK 2)

Mommy and Daddy (CLYDK 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Kembar / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dea Anggie

Mami mami,dimana papi?
mami mami, bawa kami kepada papi..
..
..
Melelahkan menjadi orangtua tunggal.
apalagi harus mengasuh dan merawat dua anak kembar.
mereka sudah tumbuh besar,aku harus siapkan banyak jawaban untuk mereka.
mereka selalu bertanya dimana papi? siapa papi? dan kenapa papi pergi?
sungguh aku bingung,mau jawab apa..
..
..
aku terkejut saat aku mendengar,anak anakku berdoa dan meminta agar papinya kembali kerumah hidup bersama sama dengan bahagia..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAD - CLYDK S2

♡♡♡♡

ARENA PELATIHAN

Dominic dan Alberto beristirahat. Meja duduk dimeja dan menikmati beberapa makanan.

Dominic: hahaha(tertawa) begitu saja sudah lemas. Mana tenagamu?

Alberto: kau sendiri juga sudah K.O

Dominic : ya, aku tidak muda lagi sekarang. Fisikku ridak sekuat dulu.

Alberto: usahamu lancar?

Dominic: ya, lancar. Kau akan melakukan nego denganku? (Tersenyum)

Alberto: ya kita lihat saja, aku tertarik dengan desain bangunan Hotelmu.

☆Karren☆

Aku menarik kuat anak panahku, mataku membidik papan yang bergoyang kekiri kekanan, mataku mulai menciut, aku menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan. Dengan segera aku lepas anak panahku saat aku dapatkan titik tengah yang tepat.

Sluuuupp.. anak panahku melaju cepat menembus papan. Aku mendapat poin 10. Aku loncat loncat senang.

"Yey... 10 point"

Pandanganku teralihkan, di samping ku Deric menatapku dengan penuh kekaguman.

Deric: kau hebat sekali?

Karren: tidak, aku hanya sedang beruntung saja.

Deric: kau bergurau?? Aku sudah melihatmu dari tadi. Kau sangat mahir. Kau mau mengajariku tidak??

Karren: tentu, aku akan ajari.

Tiba tiba Darren mendekati Deric,

Darren: biar aku saja yang ajari.

Deric: kau?? Hmm.. cobalah dulu, aku belum lihat kemapuanmu.

Darren: kau meragukanku??(kesal)

Deric: tentu saja, ayo buktikan jika kau mahir seperti Karren.

Darren melakukan aksinya dan gagal. Melakukan lagi dan gagal. Melakukan lagi dan gagal. Darren kesal dan membuang busur dan anak panah ditangannya

Aku mendekati Darren dan berbisik

Karren: Hei Dao, fokuslah!! Kau pasti bisa. Jangan marah, kau ingat??

Darren tersenyum padaku. Dan kembali mengambil busur dan anak panah yang dibuang tadi. Aku melihat Darren sangat hati hati. Anak panah melesat aku berharap akan berhasil, anak panah semakin dekat dan ya.. berhasil.. aku memeluk Darren erat.

Karren: love you, kau terhebat Dao

Darren menatap Deric.

Deric: aku sudah tak ingin memanah. Kalian bisa hal apa lagi??

Darren: kau bertanya pada kami?? Kami juga akan bertanya padamu, apa yang kau bisa??

Deric: aku ahli menembak, aku penembak terbaik disekolahku(menyombongkan diri)

Darren tertawa keras,

Darren: kau sombong sekali, ayo kita adakan pertandingan.

Deric: bertanding denganmu???

Darren: (menggeleng) tidak tidak, bukan denganku, dengan adikku Karren.

Aku melihat Deric tertawa.

Deric: kau sungguh sungguh menantangku?? Kau ingin aku bersaing dengan gadis?? Karren hanya seorang gadis, aku akui kehebatan dalam memanah, tapi soal menembak??(menggeleng) aku yakin kau pasti kalah.

Aku kesal, kata katanya terdengar tidak enak dihatiku.

Karren: hei kau, jangan terlalu percaya diri, aku buktikan. Kau bilang kau ahli dalam menembak. Ayo kita bertanding menembak papan yang bergerak.

Deric: oke.

Aku dan Derick siap mengambil posisi. Aku meminta paman penjaga arena sebagai juri.

"Siapa yang berhasil menjatuhkan semua papan terlebih dulu, maka akan jadi pemenang. Semua siap, mulai"

Aku mulai membidik,

Dor.. dor.. dor..

Dor.. dor.. dor..

Dor.. dor.. dor..

Dor.. dor.. dor..

Aku meniup ujung pisol ku lalu memutar pistol denga jari telunjukku.

"Stop, Karren berhasil"

Deric: kau curang! (Kesal)

Karren: hei, sudah ada juri, kau menuduhku curang??

Deric: ah.. kau pasti curang dan bekerja sama dengan juri.

Karren: kau sayang pada nyawamu tidak?? (Aku kesal)

Deric: kau mau apa?? Mau memukul ku??

Aku melihat ada ular di belakang Deric, aku mengambil pisau dari saku ku. Aku terus menatap di belakang Deric.

Deric: hei kau mau apa?? Mau membunuh ku?? Kau jangan macam macam, papaku punya kuasa di Inggris.

Ular itu perlahan mendekati Deric. Aku bersiap. aku berguling kesisi kanan Deric dan membidik Ular itu. Bidikanku tepat mengenai kepala ular itu. Deric berteriak kencang saat aku membidikkan pisau ku ke arahnya.

Papi dan Paman Dominic datang menghampiri kami, karena Deric sangat keras berteriak.

Dominic: Deric ada apa??

Deric: (memeluk Dominic) papa gadis itu mau membunuhku, dia mengeluarkan pisau, dia melemparku dengan pisau.

Dominic menatap tubuh anaknya tidak terluka, dan melihat seekor ular mati karena pisau menancap di kepalanya.

Dominic: kau jangan asal, Karren menyelamatkanmu dari ular.

Alberto: kau baik baik saja sayang??

Karren: baik papi, ayo kita pulang saja, disini tidak aman.

Dominic: karren, terimaksih sudah menolong. Deric kau tak bicara pads Karren??

Karren: sama sama paman

Deric: maaf Karren, dan terimakasih.

Karren: ya..

Alberto: Maaf Dom, sepertinya mood anak anakku tidak baik. Aku lebih baik pulang.

Dominic: hati hati di jalan.

Aku digandeng papi keluar dari arena pelahtihan. Kami pun naik ke dalam mobil.

~~

☆Darren☆

Aku sedikit kesal dengan Deric, dia terlampau sombong! Aku hanya menatap dari jauh saat Deric dan Karren bertanding. Aku tidak meragukan kemapuan karren, bahkan dengan mata tertutup pun bisa melesatkan busur panah dan tepat pada sasaran.

Aku kaget saat melihat Karren mengeluarakan pisau dari sakunya. Aku takut jika Karren tidak bisa mengendalikan diri dan melukai Deric. Aku melihat Karren tenang, dia langsung berguling dan melesatkan pisunya yang tajam ke arah Deric. Aku berdiri dari kursi saat Deric berteriak. Aku takut jika terluka.

Aku melihat seekor ular berukuran sedang ada di belakang Deric. Oh aku mengerti, jadi Karren tadi melihat gerak ular ya? Aku tertawa dalam hatiku, ekspresi wajah Deric sangat lucu. Dia mengira Karren akan melukainya.

Aku melihat papi dan paman Dominic datang, mereka panik. Jujur saja teriakan Deric sangat keras. Papi menggandeng tanganku, kami pun berjalan keluar meninggalkan arena dan naik ke dalam mobil.

~~

Di perjalanan, Alberto mendapat panggilan dari Ethan

Ethan: hallo? Kau dimana?

Alberto: dijalan, ada apa??

Ethan: ajak lah anak anak kesini, aku ada restoran seafood. Aku akan makan, teringat anak anak, aku rindu pada mereka.

Alberto: kirim lokasinya padaku, aku sedang bersama anak anak, aku akan langsung ke tempatmu.

Ethan: oke(memutus panggilan)

♡♡♡♡

RESTORANT SEAFOOD

☆Ethan☆

Aku menghentikan mobilku di restorant seafood. Ya makan makanan sehat untuk kssehatan. Aku masuk dan menacari tempat duduk. Aku merasa tanganku lengket, aku berjalan ke kamar mandi.

Aku keluar dari kamar mandi, saat berada di persimpangan aku bertabrakan dengan seorang wanita. Cantik sih, tapi pemarah. Wanita itu menatapku tajam.

Aku minta maaf padanya, dia mengacuhkanku dan lewat begitu saja. Aku sungguh kesal. Aku kan juga korban disini.

Aku duduk dan melihat sekitar, aku teringat si kembar, terutama Karren yang suka makan. Aku menghubungi Alberto untuk datang ke restoran ini. Kebetulan Alberto dijalan bersama anak anak juga.

Aku belum memesan makanan, aku masih memesan segelas air putih. Aku menunggu si kembar dan Alberto datang.

Mereka datang, si kembar menghampiri dan memelukku, terutama Karren yang langsung bergelayut di leherku. Aku langsung memanggil pelayan dan memesab makanan. Pelayan pergi untuk menyediakan pesanan kami.

Pesanan datang, kami pun makan. Aku melihat Karren lahap saat makan. Aku juga melihat Darren yang hanya makan salad sayur dan ikan bakar.

Alberto: kau kapan kembali ke Prancis?? Kembalilah denganku minggu depan.

Ethan: ah.. kau kembali ke Prancis?? Tidak menetap disini dengan anak anak dan maminya??

Alberto: anak anak harus dekolah, beberapa bulan lagi akan ke korea untuk pertularan pelajar.

Ethan: ah begitu, aku akan atur ulang jadwalku dulu.

"Alberto"

Aku mendengar seseorang memanggil Alberto. Aku melihat arah suara dan kaget. Wanita ini kan yang tadi bertabrakan dengan ku di kamar mandi.

~~

Alberto dan si kembar sampai. Mereka langsung menemukan Ethan dengan sekali lihat. Darren dan Karren langsung memeluk Ethan. Ethan, Alberto dan si kembar memesan makanan masing masing.

Pesanan datang, mereka pun makan dengan santai. Terlihat Alberto dan Ethan berbincang.

Seseorang memanggil Alberto.

"Alberto"

Alberto meletakan garbu dipiring dan melihat arah suara.

Alberto: Stecy??

Stecy: hai..

Alberto: ayo makan bersama kami

Stecy: kau tidak keberatan?? Aku tadi ada janji dengan temanku, tapi dia ada masalah jadi tidak bisa datang.

Alberto: oh begitu, ayo duduk lah.

Saat Stecy ingin duduk di samping Alberto, dengan cepat Karren menduduki kursi di samping Alberto.

Stecy terlihat kesal, dan terpaksa duduk di samping Ethan.

Ethan: haha.. gadis kecilku begitu cerdik, tak ingin papinya di rebut oleh orang lain(dalam hati)

Stecy: sialan.. bocah, aku akan menarik rambutmu(dalam hati)

Alberto: kau mau pesan apa?? Makan lah..

Stecy: tidak, aku tidak lapar.

Alberto: oh ya, disebelahmu adalah sepupu ku Ethan. Dia seprofesi denganmu.

Ethan dia Stecy, dokter yang merawatku saat di Korea.

Ethan: hai, kita bertemu lagi.

Stecy: ah, benarkah? Dimana?

Ethan: lupakan saja, kau mau makan apa??

Stecy: tidak perlu.

Alberto: kau ingin berbagi lobster denganku?

Stecy: ah tidak perlu.(pura pura)

Karren: papi, jika tidak mau bilang. Biar karren yang makan. Langsung mengambil piring di hadapan Alberto dan melahap lobster dengan santai.

Alberto: haha.. anakku ini, peka sekali. Lagi pula papimu ini juga hanya basa basi saja.(dalam hati)

Karren: kelihatannya papa Et suka pada bibi ini,hmmm.. dari pada menggoda papiku lebih baik menggoda papa Et kan??

Karren mengirim pesan pada Darren.

Mengirim pada: Dao❤

[Dao, kau lihat papa? Dia sepertinya mengukai bibi tua itu. Bagaiman jika kita lakukan sesuatu? Aku tidak mau bibi tua merebut papi dari mami]

Darren membaca pesan dari Karren dan membalas.

Mengirim pada: Kao😘Kao

[Baiklah, aku setuju aku kita bicarakan di kamar mandi saja]

Karren: papi, aku ke kamar mandi dulu ya.

Darren: aku juga papi, tanganku lengket.

Alberto: baiklah, kalian hati hati ya.

Karren dan Darren berjalan bersama kearah kamar mandi. Di depan kamar mandi mereka berdiskusi.

Karren: hei, aku ada ide

Darren: apa??

Karren: aku akan pura pura sakit, kau panggil papi ke sini, lalu kita bisa pulang lewat pintu samping.

Darren: aku suka idemu. Kau harus berakting dengam baik ya?

Karren: siap, kau juga yaa? Aku akan yakin kan papi untuk pulang nanti. Dan ya, jangan bawa papa Ethan biarkan papa Ethan bersama bibi itu.

Darren: baik lah. Kau siap??

Karren: siap.

Karren bersimpuh di lantai depan kamar mandi. Darren berlari menemui papanya.

Albeto melihat Darren berlari, Alberto panik. Darren berbisik di telinga papinya.

Darren: papi, Karren sakit. Ayoo ikut aku.

Alberto: apa?? Dimana??

Darren: didepan kamar mandi

Alberto berlari ke arah kamar mandi dengan segera. Ethan berdiri namun dicegah oleh Darren.

Darren: papa disini saja, kami sedang ada rapat keluarga. Oke? Bye papa bye bibi.. (Darren pergi berlari menyusul papinya)

Alberto panik melihat Karren tergeletak di lantai. Alberto menepuk pelan wajah Karren.

Alberto: sayang bangunlah, ini papi. Karren.. (menggoyang goyangkan bahu Karren)

Karren membuka matanya perlahan dan memeluk papinya.

Karren: papi ayo pulang, perutku sakit(menangis)

Hiks.. Hiks.. Hiks.. Hiks..

Alberto: baik ayo kita pulang, (Alberto menggendong Karren)

Alberto akan ke depan di cegah oleh Darren,

Darren: papi lewat samping saja. Mobil kita kan tadi disamping. Akan lebih cepat.

Alberto mengangguk dan segera keluar dari Restorant. Alberto membantu mendudukkan Karren di kursi. Alberto menutup pintu dan masuk dalam kursi pengemudi. Mobil pun melaju.

Karren: papi pelan pelan saja menyetir. Aku baik baik saja.

Alberto: kau bergurau??

Karren: papi takut?? Maaf papi.

Darren : kami hanya ingin papi tidak bertemu dengan bibi itu.

Alberto: (tertawa) hahaha.. papi juga tidak suka bertemu bibi itu. Dia sangat menjengkelkan. Dan sangat cerewet. Bagaiamana bisa kalian ada ide seperti ini??

Karren: kita jodohlan saja bibi dengan papa.

Darren: mereka kan sama sama belum menikah.

Alberto: (tersenyum) ayo kita buat misi menjodohkan mereka.

Darren, Karren: baik!! (Semangat)

Alberto: nanti papi akan libatkan mami dalam misi juga.

Ponsel Alberto bersering.

Alberto: Hallo?

Ethan: kau dimana?? Dikamar mandi tidak ada..

Alberto: maaf aku ajak anak anak pulang. Jane minta di jemput, kita jadi buru buru pergi. Kau lanjutakan makan dengan Stecy. Ok??

(Alberto menutup panggilan Ethan)

Darren dan Karren tertawa cekikikan. Alberto tersenyum, anak anaknya memiliki ide ide gila.

Karren: papi, kita akan kemana??

Alberto: bertemu mami di Mall

Karren: asiik.. (senang)

Darren: jangan bilang kau ingin berbelanja baju dan sepatu.

Karren: tentu saja. Kau tau kan aku hoby mengoleksi baju dan sepatu.

Alberto: belilah semua yang kalian mau, kita akan bersenang senang.

Darren: boleh aku beli Laptop baru??

Alberto: tentu saja, apapun yang kalian minta akan papi belikan. Ini sebagai hadiah karena kalian menyelamatkan papi dari bibi Stecy.

♡♡♡♡

MALL

☆Janice☆

Aku selesai bertemu dengan teman temanku. Yohana dan Olivia, sedang sekalu bisa melihat mereka kembali.

Aku mengirim pesan pada Alberto, aku inggin dia mengajak anak anak ke Mall. Kita tidak pernah pergi berbelanja bersama. Ini adalah waktu yang langka bukan??

Aku menunggu mereka di sebuah toko sepatu. Aku masuk kedalam dan melihat lihat. Pelayan toko melayaniku dengan ramah. Aku berjalan perlahan lahan melihat lihat sepatu juga sesekali mendengarkan penjelasan pelayan toko.

Aku mendengar suara beberapa wanita yang histeris. Ntah apa yang mereka bicarakan.

"Wah, kau lihat pria itu tampan sekali. Meski sudah memiliki dua anak"

" eh dia kesini, mau cari istri atau cari hadiah??"

"Aku mau jika diminta menjadi istrinya dan mengasuh dua anaknya"

"Anak nya cantik dan tampan"

"Aduh aku gemas"

Aku tak pedulihan ocehan ocehan mereka.

Tiba tiba aku mendengar suara Darren dan Karren.

Darren,Karren: Mamiiii...

Aku memalingkan wajahku, anak anak ku langsung berlari mwnghampiriku diikuti Alberto di belakangnya.

Jane: kesayangan mami(memeluk Darren dan Karren kilas)

" oh ternyata masih ada istri"

"Ah sayang sekali"

"Sudah ayo pergi, istrinya sangat cantik"

"Ayo ayo kita bayar dan pergi"

Alberto: (merangkul Jane) kau ingin apa?? Aku belikan, mau semuanya??

Jane: kau jangan gila, aku hanya melihat lihat siapa tau ada yang cocok.

Karren: aku akan lihat lihat,(pergi berkeliling)

Darren: aku akan duduk saya

Alberto: Darren, tidak mau cari sepatu?? Ayo cari dengan papi.

Darren: tidak, aku punya banyak sepatu. Tidak mau beli sepatu.

Jane: pasti minta laptop baru lagi.

Alberto: biarlah nanti aku yang belikan.

Alberto: kau tidak tau jika anakmu peretas cilik? Jika tau kau akan bicara apa?(dalam hati)

Jane mengambil sepatu dan mencoba, Alberto : jelek, tidak cocok!

Jane: hei kau diamlah, tau apa soal sepatu wanita??

Alberto:pakailah ini(memberikan sepasang sepatu berwarna putih)

Jane menerima sepatu itu dan mencobanya. Ukuran yang pas dan sangat cocok. Alberto mendekat dan berbisik di telinga Jane.

Alberto: pakailah ini dihari kita menikah, oke??

Jane: (tersenyum) seleramu memang bagus (berbisik)

Alberto: tentu saja, jika tidak bagaimana bisa anakku setampan Darren dan secantik Karren? Jika seleraku buruk ntah lah..(tertawa kecil)

Jane: tolong dibungkus ya(menyerahkan kepada pelayan)

Pelayan: baik Nyonya.

Jane dan Alberto berkeliling, Jane melihat sepatu pria yang bagus.

Jane: kau mau sepatu juga?? Mau coba pilihanku??

Alberto: tentu(tersenyum)

Jane mengambil sepasang sepatu berwarana hitam. Alberto mencobanya.

Jane: ah.. ukurannya pas! Dan terlihat bagus.

Alberto: oke, aku ambil ini

Pelayan: baik tuan

Jane:(berbisik) pakai di hari pernikahan kita ya (mengedipkan satu matanya)

Alberto: jangan seperti itu. Jangan menggodaku.

Jane dan Alberto kembali berjalan memilih sepatu untuk Darren dan Karren. Mereka diam diam mempersiapka keperluan untu pernikahan mereka.

(Selamat Membaca😉)

1
Kartika wulandari
/Smile//Smile/
Almahyra
cerita yg bagus
Yismanida
siip 🥰👍
Yismanida
terus 👍
Yismanida
ok 👍
Shifa Burhan
untuk alberto emang ndak wanita lain, cari wanita yang mau berjuang bersama dengan mu jangan kayak Jane yang mau enak saja tapi tidak mau berjuang sama sekali

novelnya bagus tapi yang kurang lagi2 susah benar buat pemeran utama wanita yang berjuang untuk dapat maaf dan kesempatan pada pemeran utama dalam pria

kebanyak novel pemeran utama pria dibuat kayak karakter bodoh ditolak dan disakiti tapi terus saja kejar pemwran utama wanita kayak tidak ada wanita lain saja
Wulan Dari Ulan
season ke 3 tidak ada kak??
Dea Anggie: ada kak.. judulnya Karren and Darren (perjalanan cinta) bisa klik profil saya dan dicari kak.. terima kasih☺️
total 1 replies
🌷💞$@¥R@💗🐯🔥
😍😍😍
Tas No
Lanjut
Roce Mawar Ginting
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Nisma HDjaraman
alur cepat yah Thor
zakiya moriuchi 🇯🇵
ditunggu S3'y Thor....
zakiya moriuchi 🇯🇵
kok bisa tau sih bapaknya si Grace klo Alberto cari dia
Adelia
......
tina ros
emang tidak ada yah nama Grace itu baik pasti selalu jahat di dunia novel😂😂😂🤣
Rialzha
waw
Hayati Nufus
ceritanya bagus cuma kecewa masa iya ninggalin anak istri hanya karena misi
Erni Fitriana
jejak
Creslivia 💫
Ada aja drama baru
Creslivia 💫
Semoga Alberto segera di temukan dengan keadaan masih hidup. Please perjuangannya berat banget. Astaga tega banget 😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!