NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Duches

Jeratan Cinta Sang Duches

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Alessandro Magnus, Grand Duke penguasa Wilayah Magnus, dia terkenal kejam, dingin, dan punya insting membunuh yang tajam. Segala macam jebakan politik, racun, atau mata-mata yang dikirim musuh-musuhnya hanyalah kotoran yang bisa dia selesaikan dalam satu tebasan pedang.

Anastasia Starling adalah gadis yang selama ini terkenal pendiam, tertutup, dan lemah di seluruh kekaisaran. Namun, tidak ada yang tahu bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah digantikan oleh seorang pembunuh berdarah dingin yang mati akibat dikhianati.

Bagi Anastasia yang baru, air mata adalah tanda kelemahan yang menjijikkan, berbekal insting bertahan hidup yang kuat, mulut yang tajam, kemampuan bertarung, serta rahasia ruang dimensi di dalam jiwanya, dia menolak menjadi boneka politik

"Hugo, mundur tiga langkah, matamu terlalu lancang menatap istriku. Jaga batasanmu sendiri sebelum aku menganggap kesetiaanmu itu sebagai ancaman yang harus ku potong kepalanya." _Grand Duke Alessandro Magnus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PANGERAN ARKAN

Di dalam sebuah ruangan kerja yang megah, Pangeran Mahkota Arkan sedang berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke taman istana.

Di belakangnya, seorang pria berpakaian hitam dengan luka memar di wajahnya sedang berlutut dengan tubuh gemetar hebat.

"Apa maksudmu dengan dia sudah mati'?" tanya Pangeran Arkan, suaranya terdengar sangat tenang, namun dinginnya sanggup membuat bulu kuduk merinding.

"M-mohon ampun, Yang Mulia Pangeran Mahkota," ucap pria itu dengan suara parau.

"Penyusup terbaik yang kita kirim ke kamar Grand Duchess semalam, tidak pernah keluar lagi, salah satu orang-orang kita di gerbang belakang kediaman Magnus melaporkan, dia melihat Tuan Nero membawa keluar kantong mayat secara sembunyi-sembunyi dari arah kamar Grand Duchess," lapor pria itu, dengan suara bergetar.

Arkan membalikkan badannya perlahan, wajahnya yang tampan kini mengeras dengan rahang yang mengetat, dia berjalan mendekati meja kerjanya yang terbuat dari kayu mahoni mahal, lalu meminum wine di gelas nya, dengan sekali tegukan.

Glek

"Bagaimana mungkin satu wanita bodoh seperti Anastasia Starling bisa meloloskan diri dari pembunuh terlatih?" tanya Arkan, matanya menyipit penuh kilatan amarah.

"Dia adalah gadis penakut yang bahkan akan menangis jika melihat darah. Apakah Alessandro yang turun tangan?" tanya Arkan, dingin.

"L-laporannya mengatakan tidak, Yang Mulia," jawab pria itu terbata-bata.

"Saat penjaga mendengar suara samar dan Grand Duke mendobrak pintu, orang suruhan Anda itu sudah tewas di lantai dengan leher tersayat rapi, Grand Duchess berdiri di sana sendirian dengan belati di tangannya, sama sekali tidak terluka atau ketakutan," lanjut pria melapor, sesuai yang dia dapatkan.

Arkan tertegun, ingatannya kembali pada sosok Anastasia yang dulu selalu menunduk pasrah, gadis lemah yang dengan mudah dia campakkan demi menikahi adik tirinya yang merupakan putri haram Count Starling.

"Kamu yakin? Tidak mungkin gadis bodoh itu kan yang membunuh nya?" gumam Arkan dengan tawa sinis.

"Atau... selama ini dia sengaja memakai topeng bodoh di depanku?" lanjut Arkan, mengepal kan tangan nya, kuat.

Arkan berjalan mondar-mandir di ruangannya, memikirkan posisi politiknya.

Pernikahan Anastasia dengan Alessandro Magnus di atur oleh Raja Felix untuk memperkuat aliansi, yang mana sangat mengancam posisi Arkan sebagai Pangeran Mahkota.

Dia membutuhkan peta pertahanan utara untuk mengendalikan Magnus, dan Anastasia adalah bidak yang awalnya dia pikir bisa dimanipulasi dengan mudah karena cinta bodoh gadis itu di masa lalu.

"Atur perjalanan ku menuju ke kediaman Magnus, aku sendiri yang akan menemui gadis bodoh itu, aku yakin dia masih mencintai ku seperti dulu," perintah Arkan, tersenyum miring.

"Baik Yang Mulia, akan segera saya atur," jawab pria itu, sopan.

"Pergi," usir Arkan, mengibaskan tangannya.

"Saya permisi Yang Mulia," ucap pria itu, undur diri.

Setelah orang kepercayaan nya itu keluar dari ruang kerja nya, Arkan kembali menatap ke arah luar jendela.

"Anastasia... kamu pikir setelah menikah dengan Grand Duke liar itu, kamu bisa berdiri sejajar denganku? Kita lihat seberapa lama topeng barumu itu bisa bertahan di bawah cengkeramanku," gumam Arkan, tersenyum licik.

Sementara itu, Alessandro sedang berjalan menuju ruang kerjanya bersama Nero. Langkah kaki sang Grand Duke terdengar berat dan cepat, membuat para ksatria yang berpapasan dengannya langsung menepi dan memberi hormat dengan wajah tegang.

"Nero," panggil Alessandro tanpa menghentikan langkahnya.

"Ya, Grand Duke?" jawab Nero yang berjalan setengah langkah di belakang majikannya.

"Apa saja yang dilakukan wanita itu setelah keluar dari ruang pertemuan?" tanya Alessandro, matanya menatap lurus ke depan dengan dahi yang sedikit berkerut.

Nero berdeham pelan sebelum menjawab, mencoba menata kalimatnya agar tidak memicu kemarahan Alessandro.

"Grand Duchess sempat bertanya tentang pengaruh Tuan Han di kastil ini, Yang Mulia, setelah itu, beliau pergi ke dapur utama sendirian tanpa pengawalan," jawab Nero, hati-hati.

Tiba-tiba Alessandro menghentikan langkahnya di depan pintu ruang kerja, membuat Nero hampir saja menabrak punggung bidang sang Grand Duke.

Alessandro membalikkan tubuhnya perlahan, menatap asisten pribadinya dengan sebelah alis terangkat.

"Ke dapur? Untuk apa mata-mata dari ibu kota itu pergi ke tempat para pelayan seperti itu?" tanya Alessandro, masih saja menganggap Anastasia, sebagai mata-mata.

"Grand Duchess menampar Tuan Han di depan seluruh pelayan dapur, Yang Mulia" jawab Nero dengan suara yang agak mengecil.

"Menampar Han?" ulang Alessandro, menaikan sebelah alisnya.

"Benar, Grand Duke, laporan yang saya terima mengatakan bahwa Grand Duchess menemukan apel busuk di nampan sarapan yang hendak disajikan untuk Anda, beliau memarahi Tuan Han karena ketidaktelitiannya dan mengancam akan menggantung kepala kepala pelayan itu di depan gerbang jika berani bermain-main dengan makanan atau teh miliknya," jawab Nero, menjelaskan panjang lebar, sambil sesekali melirik reaksi wajah Tuan nya.

Mendengar penuturan itu, Alessandro tidak marah, justru yang ada, sebuah tawa pendek yang terdengar sangat langka keluar dari mulutnya.

"Han sudah bekerja di sini selama lima belas tahun dan tidak ada satu pun orang yang berani menyentuh ujung pakaiannya, tapi wanita itu, dia baru satu hari di sini dan sudah membuat kepala pelayan tua itu gemetar?" ucap Alessandro, terkekeh.

Alessandro membuka pintu ruang kerjanya, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan yang didominasi oleh rak-rak buku tua dan senjata pajangan di dinding, dia berjalan menuju meja kerjanya yang penuh dengan laporan wilayah.

"Lalu, apa lagi yang dia katakan?" tanya Alessandro sembari menduduki kursi kebesarannya.

"Grand Duchess meminta akses ke perpustakaan di kediaman ini, beliau bilang beliau bosan di kamar, dan beliau juga memperingatkan saya agar tidak mencoba mengikutinya, atau saya akan menyesal," jawab Nero, mengingat kembali kilatan mata biru Anastasia yang terasa sangat dingin mematikan tadi pagi.

Alessandro bersandar pada kursinya, mengetukkan jemari tangannya yang kokoh ke atas permukaan meja kayu.

"Perpustakaan? Berikan saja kuncinya padanya, aku ingin tahu buku apa yang akan dicari oleh seorang gadis itu," ucap Alessandro, tersenyum miring.

"Tapi, Grand Duke, apakah itu tidak berbahaya? Di perpustakaan terdapat beberapa dokumen lama mengenai jalur perdagangan rahasia wilayah Magnus," ucap Nero menyatakan kekhawatiran militernya.

"Jika dia memang mata-mata, dia pasti akan mengincar dokumen-dokumen itu terlebih dahulu, biarkan dia bergerak perlahan, Nero. Aku ingin melihat seberapa rapi cara dia mencuri di bawah pengawasanku," ucap Alessandro dengan senyum tipis.

"Lagipula, tangan lentiknya itu kemarin malam terasa sangat hangat di kulitku, aku ingin tahu, apakah dia juga bisa sehangat itu saat memegang pedang di depanku nanti," gumam Alessandro, tanpa sadar mengingat kejadian semalam.

Nero hanya bisa menunduk dalam, memilih untuk tidak mengomentari kalimat terakhir majikannya yang terdengar sangat mengerikan itu.

1
hfzd
mampir Thor semangat 🤗
Desy Nugraeny
keren kak
IG : hofi03_skrniii: terimakasih sayangggg 🤍
yuk mampir di karya author yang lain
total 1 replies
Pinpau
REKOMENDASI BANGET SIH SINII, CERITA YAAA KEREN BANGETTTT
IG : hofi03_skrniii: i love you so much sayangggg🤍
total 1 replies
ayu cantik
suka
Arie
bagus
IG : hofi03_skrniii: terimakasih kakak cantik 🤍
total 1 replies
Mecca
🤗🤝🤜🤛👋👋
Mecca
🤗🤜🤛🤝👋
mulutnanonano
ceritanya bagus loh padahal,tapi di part melahirkan ini jadi agak gimana gitu,srius bagian ini aku skip,baca bagian ini feelnya hilang,bener ini dunia halu,imajinasi,tapi jadi menghilangkan keseruan cerita yang dari awal udah bagus,mau sehalu apapun,gak ada yang bisa melahirkan anak kembar tanpa bantuan medis.
emang sih suka suka author,cuma sekedar saran kalau author mau buat cerita baru lagi,jangan terlalu menghilangkan logika,semua semua di haluin,padahal ceritanya udah bagus,hanya part melahirkan ini aja yang sulit buat dinikmati
mety
di hukum pake pedang tumpul kale
Weni Kasandra
cerita yang bagus😊
Ibelmizzel
maksih thor,karyamu Kren abis💪💪💪💪♥️
Karo Karo
suka banget kalau nggak menye menye semangat Thor
Siti Aisyah
itu lah keajaiban seorang wanita yg bisa mengendalikan apapun..termasuk perasaan mu duke yg lama kelamaan akan merindukan nya.😍
Siti Aisyah
acting yang perfek, grand dukes..😄👍
Siti Aisyah
cemburu tuan..apa yakin tdk punya rasa itu.
??😄
Siti Aisyah
percaya dirimu tinggi sekali pangeran...siapkan aja jantung mu ..
Siti Aisyah
saat nya dukes memperlihatkan taring nya...👍
Siti Aisyah
suka banget thor cerita nya...bikin seger otak ku...ini mah the best pisan..👍👍
Siti Aisyah
ini dia dukea idaman...ganas dan mempesona..😍
Siti Aisyah
sekuat apapun ..laki.laki pasti tergoda oleh rayuan wanita 😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!