"Uncle Dokter! Aku mencintaimu."
"Aku tak peduli! Jaga batasan mu Airin! Kau hanya pacar kontrakku! Tak lebih!"
"Jangan panggil aku Airin! Jika tak mampu membuatmu bertekuk lutut mencintaiku!"
"Ku pastikan itu hanya sia-sia." Tawa remeh di layangkan Angga Yudistira, penolakan cinta semasa sekolah membuatnya memilih hidup menyendiri hingga memasuki usia 40 tahun.
Desakan orang tua untuk segera menikah membuat dirinya harus terlibat kontrak perjanjian dengan gadis ingusan demi menghindari perjodohan.
"Papa! Airin rindu papa! Apa Papa dan Mommy bahagia di sana!" Lirih nya menatap nisan kedua orang tuanya, hanya untuk mengungkapkan kata rindu.
Gadis 18 tahun, yang melibatkan perasaan pada kontrak yang tak seharusnya.
Mampukah Airin membuat Angga melupakan masa lalunya dan menerima cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Niswa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UDJ-22
"Selamat siang Nona Clara!" Ucap Uncle Dony menjabat tangan nona Clara selaku pimpinan Sanjaya grup.
Hari ini merupakan pemberkasan terakhir yang harus di lalui agar kerjasama keduanya benar sah di mata hukum dan perundang-undangan bisnis yang berlaku, tak butuh waktu lama hanya 30 menit semuanya sudah selesai,
Kaki Uncle Dony melangkah keluar, masuk kedalam mobil melajukan mobil itu meninggalkan pelataran perusahaan Sanjaya.
"Tuan, saya berjanji akan segera menemukan putri anda tuan!" Lirih nya.
Tibalah di rumah mendiang Uncle Iko, kakinya melangkah masuk, semoga saja masih ada hal yang tertinggal untuk melacak keberadaan putri nya.
Menelisik setiap ruangan, tak ada hal apapun yang di temukan, hingga sebuah kamar kecil tempat dimana baby Ay di letakkan untuk tidur.
Membuka lemari kecil yang ada di sana, dan
Pyar!
Pigura kecil luruh ke lantai dengan potongan kaca berserakan di raihnya lembar foto itu, nampak ada Nyonya Senja, Tuan Iko dan Baby Ay kecil, tangannya tak sengaja membalik kertas foto itu, dan nampak lama nama "Airin"
Dahinya menyerit! Airin? Tanyanya lagi pada didi sendiri, Apa baby Ay? itu Airin? Monolognya.
...****...
Semenjak roda motor itu di kampus, ia terus mengikuti kemana arah roda motor itu melaju membelah jalanan sore Ibu kota,
Uncle Angga serasa jadi mata-mata yang menangkap basah kekasihnya yang tengah berselingkuh.
Kekasih? Memang Airin kekasihnya tapi hanya sebatas kontrak!
Hingga roda motor yang di kendarai Airin berhenti di sebuah restoran dan keduanya masuk kedalam.
Elang tampak menggandeng mesra tangan Airin agar tak lepas dari jangkauan nya.
"Ikut dengan ku!" Tarik Uncle Angga kalau Elang dan Airin sudah berada di dalam restoran.
"Lepaskan tangan anda dari sahabat saya!" Ucap Elang menatap tajam.
"Lepasin Uncle, Airin mau kerja!"
"Otak kamu ada dimana? kamu masih sakit kenapa harus kerja! Dan kamu! Dia itu masih sakit kenapa membiarkan nya bekerja!" Sinis Angga.
"Ini Airin yang mau Uncle, Airin haris kerja keras buat hidup Airin, jangan membuat keributan kemari! Mending Uncle pulang aja!" Ucap Airin tak kalah sengit sambil menghempas tangan yang dicekal oleh Uncle Angga.
"Ada apa ini?" Tanya Mama Nina saat menghampiri ketiganya.
"Tante... maaf... ini... "
"Nina?"
"Angga?" Ucapan Airin terhenti, kala sepasang orang dewasa itu saling memanggil nama.
Hingga membuat Airin dan Elang terbengong.
"Lama tak bertemu? apa kabar?" Sapa Mama Nina pada Uncle Angga.
"Ya baik!"
"Ya sudah duduk dulu! Airin Elang kebelakang ya, suruh pelayan bawa minuman kesini sama cemilan!" Ucap Mama Nina menyuruh Elang dan Airin untuk beranjak pergi, dan menyuruh Angga untuk duduk.
"Elang? Mama kamu kok kenal sama itu tu Uncle Angga?" Bisikan Airin pada telinga Elang.
"Hm, entahlah! mungkin teman SMA atau kuliah mama?" Jawab Elang asal karena memang tak tau.
...****...
"Ada apa tadi?" Ucapnya mengawali pembicaraan.
"Aku hanya ingin membawa Airin pulang, dia masih belum sembuh total!"
"Apa Airin keponakan mu?" Tanya Mama Nina.
"Hey! Aku masih muda! Dan dia keponakan mu?"
"Lantas?"
"Ya intinya aku akan membawa Airin pulang!" Ucapnya valid.
"Yasudah! Btw kamu sudah punya anak berapa nih? Tadi Elang putra ku!" Ucap Mama Nina memberitahu, "Dia dan Airin bersahabat semenjak SMA, kau tak perlu khawatir. Putra ku tak pernah ada niatan buruk kepada Airin justru dia akan menjaganya!" Ujarnya lagi.
Menjaga? kemarin saja Airin masuk rumah sakit karena putramu! Gumam Uncle Angga.
"Aku belum menikah!"
"Uhuk Uhuk Uhuk!" Batuk Mama Nina tak bisa di elak kan saat satu kalimat yang di anggap mustahil itu keluar dari mulut Angga.
"Aku tak percaya!" Celetuk Tante Nina.
"Memang faktanya seperti itu!"
"Apa? Jangan bilang kau masih belum bisa move on dari sahabat ku!" Tebak Mama Nina.
"Memang itu kenyataan nya."
"Angga ayolah kamu memiliki segalanya, kamu dokter bahkan kamu pemilik rumah sakit itu, apa yang kurang? Tak ada, kenapa kau tak mau menikah?"
Hanya keheningan yang didapati tante Nina dari ke bungkaman mulut Angga.
"Ah maafkan aku! Apa kau sudah tau tentang Senja?"
"Ya aku sudah tau,"
"Tau tentang anaknya?"
"Ya aku tau semua nya tapi aku belum bisa menemukan nya."
"Apa yang kau lakukan jika menemukan anak itu?"
"Aku akan menjaganya.... apa kau tau dimana baby Ay?" Ucap Angga berharap
"Tidak, kau tau bagaimana posesif nya Iko pada Senja bukan? Apalagi semenjak kematian Gara? ia seolah menyembunyikan identitas baby Ay."
"Ya aku tau semuanya! Laki-laki itu sangat posesif pada senja dan putrinya."
"Tapi aku bisa memberitahumu satu hal, perusahaan Dirgantara Grup yang ada disini, telah berganti dengan Sanjaya! Entahlah ada atau tidaknya keterkaitan antara pemilik Sanjaya grup atau tidak dibalik semua aset perusahaan Dirgantara yang disita."
"Apa Sanjaya!"
"Ya memang kenapa? Kenapa kau tampak sangat terkejut?" Ucap Mama Nina tak mengerti.
Sanjaya? berarti hanya Clara yang bisa aku manfaatkan untuk mendapatkan semua informasi itu! Apapun akan aku lakukan asalkan putri mu bisa aku temukan Senja? Lirihnya bermonolog dalam hati.
"Tak apa terimakasih informasinya Nina, aku juga akan berusaha lebih keras untuk menemukan baby Ay!"
"Aku doakan semoga kau berhasil Angga! Aku juga disini sudah berusaha mencarinya."
"Apa aku boleh membawa Airin pulang?"
"Tentu!"
"Tante, Airin tak mau pulang dengan Uncle Angga!" Celetuk Airin.
"Eh? Kenapa?"
"Kau harus pulang!" Ucap Uncle Angga dengan sorot mata tajam.
"Tante, Airin minta tolong Elang saja ya yang mengantarkan!"
"Ah.... tapi... " Ucap Tante Nina meragu.
"Tidak! Kau harus pulang!" Ucap Uncle Angga langsung menggendong Airin keluar dari restoran itu, dan berucap "Terimakasih Nina!"
"Uncle lepas!"
"Diam? Atau ku lempar kau ke lantai!"
"Uncle Airin malu!! Turunin!"
"Tidak! Diam, jangan banyak membantah dan bergerak!" Ucap Uncle Angga dingin.
Bahaya nih jantung! Gak bisa di biarin! kenapa lalu deket Uncle Angga cepat banget ih detak nya!!!!
🎶
Kapan Angga tau Airin baby Ay? Atuh sabar😩 Author juga kebut cerita yang sebelah mau menamatkan dulu!
minimal tunggu cerita receh author ini di kontrak sek, minta doa nya.