Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 - Wanita Macam Apa
Didalam mobil.
Seperti biasa,tidak ada percakapan antara Reina dan Gilang.
Gilang menjalan kan mobil nya dan hanya diam saja,hanya suara nafas mereka sendiri yang terdengar di telinga masing - masing.
Reina menatap keluar Jendela dengan mobil yang melaju kencang,ia melihat orang - orang berjalan di trotoar dan kendaraan yang begitu banyak berlalu lalang.
Meski suasana terdengar bising,tapi entah kenapa hati nya begitu sunyi,ia merasa sedih ketika harus di perhadapkan dengan pilihan seperti ini.
.
.
.
.
Tidak terasa Reina akhir nya sampai di rumah mereka.
Saat memasuki rumah,ia melihat Elang sedang berada di teras rumah.Reina turun dari mobil lebih dulu dan masuk ke rumah.
"Elang." Panggil Reina tersenyum sebelum ia memasuki rumah dan berdiri di teras rumah menyapa Elang.
"Kenapa pulang malam sekali?." Tanya Elang.
"Iya,nungguin Gilang lembur." Balas Reina.
"Oh,kau pasti lelah." Ujar Elang.
"Sedikit." Reina tersenyum. sejenak ia dan Elang saling bertatapan dan saling beradu senyum.
Meski hanya tersenyum tipis,Elang sangat terlihat keren bagi Reina dan bahkan kalau wanita lain yang melihat pun akan terpesona.
Gilang yang turun dari mobil dan mengambil tas Gym nya di bagasi mobil,matanya melirik melihat Reina dan Elang mengobrol dengan begitu akrab,bahkan Reina mudah saja tersenyum ketika dengan Elang.
"Cih,Wanita macam apa dia,dengan ku dia begitu takut dan diam,tapi dengan nya dia begitu bersikap manis." Gumam Gilang. lalu berjalan ke arah rumah sembari menekan kunci pada remote mobil nya.
Ia melewati Elang Dan Reina begitu saja,sementara Mata Reina menatap punggung pria yang berlalu begitu saja masuk ke dalam rumah.
"Reina." Panggil Elang.
"I-iya." Reina langsung memalingkan wajah nya yang tadi nya menatap Gilang yang melewati mereka.
"Kau harus istirahat,ini sudah malam." Ucap Elang.
"Baiklah." Balas Reina tersenyum.
"Aku masuk dulu ya." lanjut Reina.
Gilang mengangguk sembari menatap Reina. saat belum sempat Reina memasuki pintu utama,Langkah Reina kembali tertahan.
"Reina." Panggil Elang.
Reina membalikan tubuh nya. "Iya." Saut Reina.
"Selamat malam." Ucap Elang tersenyum.
"Malam juga." Balas Reina dan masuk ke dalam rumah. hati nya merasa sangat senang dan meronta - ronta saat mendengar ucapan selamat malam dari Elang secara lansung
Senyum di wajah nya mekar malam ini.ia masuk ke dalam rumah dan sudah di sambut Oleh Bu Tari yang lansung mengajak nya untuk makan di meja makan.
"Ayo Reina,duduk sini,makan dulu ya Nak,Gilang pasti tidak memberi mu makan kan,Tante tidak akan meninggalkan kamu sama dia kalau Tante tahu dia pulang malam,tidak biasa nya dia pulang malam begini." Ucap Bu Tari.
"Tidak apa - apa Tante,Aku juga belum lapar kok." Balas Reina.
"Iya,ayo makan." Kata Bu Tari tersenyum.
Reina pun mulai menikmati makanan yang sudah di siapkan Bu Tari untuk nya,sembari ia memikirkan perkataan Bu tari tentang Gilang yang tidak biasa pulang jam segini.
"Apa dia sengaja mengerjai ku,membiarkan ku menunggu nya hingga ralut malam."Gumam Reina.
Selesai makan.
Reina pun pamit pada Bu Tari untuk ke kamar nya,karena ia sudah merasa gerah.
Saat Reina meninggalkan meja makan bersama Bu tari,Pelayan pun membersihkan piring - piring kotor di meja makan.
Reina masuk ke kamar nya dan lansung Membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.
Ia membuang nafas dalam - dalam sembari menatap ke langit - langit kamar nya.
gak suka tp nempel x