Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.
Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.
Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Para Tamu Undangan Datang
Keesokan harinya, suasana Sekte Dua Pedang Petir tampak lebih ramai daripada biasanya. Sejak pagi, puluhan perwakilan dari berbagai kelompok di Kota Shui telah berdatangan. Mereka terdiri dari kelompok pedagang obat-obatan, biro informasi, perwakilan perkumpulan tabib, kelompok dagang, serta beberapa kelompok lain yang memiliki pengaruh cukup besar di kota tersebut.
Sebagian dari mereka datang dengan membawa beberapa pengikut. Sebagian lainnya memilih datang bersama satu atau dua orang pendamping saja.
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Sehari sebelumnya, masing-masing kelompok telah menerima undangan resmi dari Sekte Dua Pedang Petir. Undangan tersebut menyebutkan bahwa Tetua Keenam sekte, Tabib Yi Min, akan memberikan penjelasan mengenai rencananya untuk menyembuhkan dantian yang rusak secara menyeluruh.
Kabar itu tentu saja menarik perhatian banyak pihak. Dantian merupakan pusat energi seorang pendekar. Jika bagian tersebut mengalami kerusakan parah, kemampuan seseorang untuk mengumpulkan dan mengendalikan tenaga dalam bisa terganggu. Dalam kasus yang lebih buruk, seseorang bahkan dapat kehilangan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan kultivasinya.
Selama bertahun-tahun, banyak tabib telah berusaha mencari cara untuk mengatasi kerusakan semacam itu. Namun, hasilnya sangat terbatas. Sebagian hanya mampu meringankan kondisi pasien, sedangkan sebagian lainnya bahkan tidak bisa memberikan bantuan apa pun. Oleh karena itulah, kabar bahwa Tabib Yi Min hendak memulihkan dantian yang rusak secara total membuat banyak orang penasaran.
Apakah ia benar-benar menemukan metode baru? Ataukah ada sesuatu yang belum diketahui dunia pengobatan selama ini? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu membuat para perwakilan yang menerima undangan segera memutuskan untuk datang.
Di dalam aula utama Sekte Dua Pedang Petir, persiapan telah dilakukan sejak pagi. Puluhan bangku disusun dengan rapi menghadap ke bagian depan aula. Jarak antar bangku dibuat cukup luas agar para tamu dapat bergerak tanpa kesulitan.
Sementara itu, sebuah meja panjang ditempatkan di bagian paling depan. Beberapa kursi disusun di belakangnya untuk digunakan oleh pihak sekte dan orang-orang yang akan memberikan penjelasan.
Tidak ada hiasan berlebihan di dalam aula tersebut. Meski begitu, suasananya tetap terlihat khidmat. Lambang Sekte Dua Pedang Petir terpampang di bagian belakang, mengingatkan setiap tamu bahwa mereka sedang berada di wilayah salah satu sekte yang cukup disegani di wilayah Kota Shui.
Menjelang waktu yang telah ditentukan, para tamu mulai memasuki aula. Mereka memilih tempat duduk masing-masing, lalu berbincang dengan orang-orang yang mereka kenal. Beberapa perwakilan kelompok dagang membicarakan kemungkinan munculnya metode pengobatan baru. Para anggota biro informasi sibuk mencatat berbagai hal yang mereka anggap penting.
Di antara para tamu, terdapat pula beberapa tabib yang datang untuk menyaksikan penjelasan Yi Min. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar, tetapi tidak semuanya percaya bahwa rencana tersebut dapat berhasil.
Seorang tabib berusia paruh baya bertanya pelan kepada dua rekannya.
"Menurut kalian, apakah Tabib Yi Min benar-benar mampu memulihkan dantian yang rusak hingga kembali seperti semula?"
Salah seorang rekannya menggeleng.
"Aku tidak tahu apa yang telah dipelajarinya belakangan ini. Namun, berdasarkan pengetahuan pengobatan yang kita miliki, kerusakan dantian yang parah hampir mustahil dipulihkan sepenuhnya."
"Benar. Kita bahkan belum menemukan cara untuk mengembalikan seluruh fungsi dantian yang rusak berat. Bagaimana mungkin seseorang langsung mengklaim dapat menyembuhkannya secara total?"
Tabib yang duduk di sampingnya segera mengingatkan.
"Pelankan suaramu."
Mereka semua tahu di mana mereka berada. Ini adalah Sekte Dua Pedang Petir, tempat berkumpulnya banyak pendekar kuat. Lebih dari itu, salah satu dari Lima Raja Dunia juga merupakan tetua sekte ini.
Tidak ada seorang pun yang ingin mencari masalah hanya karena perbedaan pendapat mengenai ilmu pengobatan. Karena itu, meskipun beberapa tabib meragukan kemampuan Yi Min, mereka hanya berani membicarakannya dengan suara pelan. Perbincangan semacam itu terus terdengar di berbagai sudut aula.
Namun, suasana tersebut tidak berlangsung lama. Tak lama kemudian, beberapa orang memasuki aula dari pintu samping.
Orang yang berjalan paling depan adalah seorang wanita dewasa dengan pakaian tetua Sekte Dua Pedang Petir. Wajahnya tampak tenang, sedangkan langkahnya mantap. Dialah Yi Min, Tetua Keenam Sekte Dua Pedang Petir yang dahulu dikenal luas sebagai Tabib Yi Min.
Di belakangnya berjalan seorang pemuda, cucunya sendiri, Li Quong. Pemuda itu membawa sebuah buku catatan dan beberapa perlengkapan yang diperlukan untuk pengobatan.
Patriark Wang Zhou juga hadir mendampingi mereka. Selain ketiganya, Huo Jian dan adiknya turut memasuki aula. Keduanya mengenakan pakaian bersih, tetapi raut wajah mereka masih menyimpan sedikit ketegangan.
Bagi kedua bersaudara itu, pertemuan hari ini bukan sekadar penjelasan mengenai ilmu pengobatan. Ini adalah kesempatan yang mungkin menentukan masa depan mereka. Jika dantian mereka benar-benar dapat dipulihkan, harapan yang selama ini hampir padam mungkin akan kembali menyala.
Begitu melihat Yi Min tiba, para tamu segera menghentikan percakapan mereka. Yi Min berjalan menuju meja di bagian depan aula, kemudian duduk bersama Wang Zhou. Li Quong berdiri tidak jauh dari neneknya, sedangkan Huo Jian dan adiknya menempati kursi yang telah disediakan.
Setelah memastikan semua orang siap mendengarkan, Wang Zhou berdiri.
"Terima kasih kepada seluruh perwakilan kelompok di Kota Shui yang telah memenuhi undangan Sekte Dua Pedang Petir."
Ia menyapu pandangan ke seluruh aula sebelum melanjutkan.
"Hari ini, Tetua Keenam kami, Tabib Yi Min, akan menjelaskan metode pengobatan yang hendak digunakannya untuk menangani dua pasien dengan dantian rusak. Kami berharap semua pihak dapat mendengarkan penjelasan ini dengan tenang. Setelah itu, kalian dipersilakan mengajukan pertanyaan."
Wang Zhou kemudian mempersilakan Yi Min berdiri.
Wanita tua itu mengangguk sebelum bangkit dari kursinya.
"Salam kepada seluruh rekan dari dunia pengobatan dan para perwakilan kelompok Kota Shui."
Suaranya terdengar jelas di dalam aula.
"Aku tahu bahwa kabar mengenai rencana pengobatan ini telah menimbulkan banyak pertanyaan. Karena itu, aku akan menjelaskan apa yang akan kulakukan dan alasan aku yakin metode ini layak dicoba."
Yi Min tidak langsung mengklaim bahwa dirinya mampu menyelesaikan segala jenis kerusakan dantian. Sebaliknya, ia menjelaskan kondisi kedua pasien, tingkat kerusakan yang mereka alami, serta prinsip dasar metode pengobatan yang akan digunakannya.
Ia juga menerangkan bahwa pemulihan tidak hanya bergantung pada ramuan obat. Pengendalian energi, ketepatan menyalurkan energi, serta pemahaman mengenai jalur energi tubuh memiliki peran yang sama pentingnya. Penjelasannya tersusun rapi dan mudah dipahami.
Beberapa tabib yang semula meragukannya mulai mendengarkan dengan lebih serius. Mereka menyadari bahwa Yi Min bukanlah seseorang yang berbicara tanpa dasar.
Setelah penjelasan awal selesai, sesi tanya jawab pun dimulai. Seorang perwakilan kelompok dagang mengajukan pertanyaan mengenai jenis herbal yang dibutuhkan. Perwakilan biro informasi kemudian menanyakan berapa lama proses pemulihan diperkirakan berlangsung.
Yi Min menjawab setiap pertanyaan dengan tenang. Li Quong yang berdiri di sampingnya sesekali menambahkan penjelasan ketika diperlukan. Meskipun masih muda, ia cukup memahami persiapan yang telah dilakukan neneknya.
Untuk sementara, semuanya berjalan lancar. Sampai akhirnya, seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun mengangkat tangannya.
Pria itu mengenakan jubah berwarna abu-abu dengan sulaman lambang sebuah perkumpulan dagang obat-obatan. Wajahnya terlihat tenang, sementara sorot matanya tajam dan penuh perhitungan.
Setelah mendapat izin untuk berbicara, ia berdiri dari kursinya.
"Salam, Tabib Yi Min. Namaku Juan Ha. Aku mewakili salah satu kelompok perdagangan obat-obatan di Kota Shui."
Yi Min menoleh ke arahnya.
"Tabib Juan, silakan."
Juan Ha menangkupkan kedua tangannya sebelum mulai berbicara.
"Aku telah mendengarkan penjelasanmu dengan saksama. Beberapa bagian dari metode yang kau jelaskan memang cukup menarik. Namun, ada satu hal yang masih ingin kupastikan."
Ia berhenti sebentar, seolah-olah sedang menyusun kata-kata yang paling tepat.
"Bagaimana jika pengobatan ini gagal?"