NovelToon NovelToon
Naga Tersembunyi Di Kota Jiangcheng

Naga Tersembunyi Di Kota Jiangcheng

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Tiga tahun lalu, Ye Chen, pewaris tunggal klan misterius terkuat di Yanjing sekaligus penguasa Kuil Naga Langit (Tianlong Dian)—organisasi militer, finansial, dan medis paling ditakuti di dunia—diserang oleh pengkhianat internal hingga mengalami luka dalam yang melumpuhkan meridiannya. Dalam kondisi sekarat dan hilang ingatan sementara di pinggiran Kota Jiangcheng, ia diselamatkan oleh seorang gadis berhati lembut bernama Su Qingxue.

Demi membalas budi sekaligus memulihkan kekuatannya secara diam-diam sesuai petunjuk mendiang kakeknya, Ye Chen bersedia masuk ke Keluarga Su (keluarga kelas tiga di Jiangcheng) sebagai menantu numpang hidup. Selama tiga tahun pernikahan di atas kertas, Ye Chen menyembunyikan taringnya: ia memasak, mencuci pakaian, dan menerima segala hinaan dari ibu mertua yang matre, ipar yang sombong, serta kerabat Keluarga Su yang memandangnya tak lebih dari sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Sikap Tak Tahu Malu Ibu Mertua

Di lantai parkiran yang dingin, Ye Chen mengulurkan satu tangan untuk menahan lengan Qin Wan'er dan membantunya berdiri.

"Tidak perlu berlutut setiap kali bertemu denganku, Nona Qin," kata Ye Chen tenang. "Kau adalah presiden yang ditunjuk oleh Long Wu untuk mengelola Grup Shengshi di Jiangcheng. Selama kau membantu istriku Su Qingxue mengembangkan proyek Kota Baru Jiangnan dengan lancar tanpa membocorkan identitasku kepadanya untuk saat ini, itu sudah cukup."

Qin Wan'er merasakan kehangatan dari telapak tangan Ye Chen yang menyentuh lengannya, membuat pipi putihnya yang biasanya sedingin es tanpa sadar bersemu merah tipis.

Siapa yang bisa menyangka bahwa Penguasa tertinggi di balik Grup Finansial Tianlong dan Grup Shengshi—sosok yang digambarkan Long Wu sebagai dewa perang berdarah dingin—ternyata tidak hanya masih begitu muda dan tampan, tetapi juga memiliki kemampuan medis tingkat dewa dan begitu menyayangi istrinya?

Betapa beruntungnya wanita bernama Su Qingxue itu... bisik hati kecil Qin Wan'er dengan sedikit rasa iri yang tak bisa ia cegah.

"Wan'er mengerti, Tuan Ye!" Qin Wan'er membungkuk hormat, lalu mengeluarkan sebuah kartu nama berbahan platina murni yang hanya dicetak tiga lembar di dunia dan menyerahkannya kepada Ye Chen. "Ini adalah nomor pribadi saya yang aktif dua puluh empat jam. Selain itu... malam ini Kakek Song Tianming, sesepuh tertinggi Keluarga Song di Jiangcheng, sedang berada dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Pertama. Tabib Ilahi Gu Changsheng sedang berada di sana. Jika Tuan Ye berkenan..."

"Keluarga Song?" Ye Chen mengerutkan kening sejenak. "Aku ingat tiga tahun lalu ketika ayah mertuaku membutuhkan darah golongan langka saat operasi, rumah sakit milik Keluarga Song sempat memberikan bantuan. Baiklah, jika malam ini aku ada waktu luang, aku akan mampir ke sana."

Setelah mobil Maybach Qin Wan'er meninggalkan parkiran, Ye Chen kembali naik ke aula perjamuan untuk menjemput Su Qingxue.

Sore harinya, ketika Su Qingxue, Ye Chen, Su Dahai, dan Liu Lanfang kembali ke rumah kontrakan dua lantai mereka, suasana di ruang tamu sudah sangat berbeda dibanding pagi tadi.

Sepanjang perjalanan pulang, Liu Lanfang tidak berhenti tersenyum lebar sambil memandangi salinan kontrak senilai seratus juta yuan di atas meja tamu.

"Hahaha! Seratus juta yuan! Mulai besok, putriku Su Qingxue adalah Direktur Utama Proyek dengan dana kelolaan seratus juta yuan!" seru Liu Lanfang kegirangan sambil menepuk-nepuk sofa. "Kalau dari proyek ini saja kita bisa mengambil komisi lima persen atau sepuluh persen, kita bisa langsung membeli vila mewah dan mobil Mercedes-Benz baru! Lihat saja nanti, istri Kakak Pertama dan Su Haoran tidak akan berani lagi memandang rendah kita!"

Su Qingxue meletakkan tasnya dan mengerutkan kening. "Bu, dana proyek ini diawasi ketat oleh Grup Shengshi untuk pembangunan, aku tidak mungkin melakukan korupsi atau mengambil uang komisi secara ilegal. Lagipula... keberhasilan kita mendapatkan kontrak hari ini dan selamat dari rasa malu di hotel semuanya adalah berkat Ye Chen."

Su Qingxue menoleh ke arah Ye Chen dengan tatapan lembut dan tulus. "Ye Chen, sekarang di rumah ini hanya ada keluarga kita. Katakan yang sebenarnya padaku... bagaimana kau bisa mendapatkan kontrak asli dari Presiden Qin Wan'er tadi pagi?"

Su Dahai juga mengangguk penasaran. "Benar, Ye Chen. Ayah lihat tadi Presiden Qin tampak begitu menghormatimu dan Qingxue."

Namun sebelum Ye Chen sempat membuka mulutnya, Liu Lanfang tiba-tiba mendengus keras dan memutar bola matanya dengan sinis!

Senyum hangat yang tadi siang ia tunjukkan kepada Ye Chen di hotel kini lenyap tak berbekas, kembali menjadi wajah ibu mertua yang sombong dan meremehkan!

"Berkat Ye Chen apanya?!" potong Liu Lanfang dengan nada melengking. "Qingxue, kau ini lulusan universitas ternama tapi kenapa otakmu polos sekali?! Kau benar-benar percaya sampah yang kerjaannya membeli sayur di pasar pagi ini punya koneksi dengan ratu bisnis sekelas Presiden Qin Wan'er?!"

"Bu! Jaga ucapan Ibu! Tadi di hotel bukankah kita semua melihat sendiri kontrak itu dikeluarkan dari saku Ye Chen?!" protes Su Qingxue tidak terima.

"Halah! Ibu sudah memikirkannya matang-matang di jalan pulang tadi!" kata Liu Lanfang sambil menunjuk Ye Chen dengan wajah sok tahu. "Coba kalian pikir pakai logika! Minggu lalu bukankah kau sendiri, Qingxue, yang menyerahkan proposal rancangan Kota Baru Jiangnan ke lobi Grup Shengshi? Pasti Presiden Qin Wan'er sangat menyukai proposal buatanmu itu dan mengirim kurir untuk mengantarkan kontraknya ke rumah kita tadi pagi!"

Liu Lanfang menatap Ye Chen dengan tatapan curiga dan jijik. "Kebetulan sampah pemalas ini yang membuka pintu saat kurir datang, lalu dia menyembunyikan kontrak itu di sakunya dan berpura-pura menjadikannya hadiah darinya di hotel supaya terlihat hebat! Benar kan, Ye Chen?! Dasar pencuri hasil keringat istri sendiri!"

Su Dahai tertegun mendengar analisis istrinya. "Eh? Kalau dipikir-pikir... memang masuk akal juga. Proposal itu memang Qingxue yang buat semalaman..."

Su Qingxue pun ikut terdiam sejenak. Memang benar, minggu lalu ia mengirimkan proposal terbaiknya ke Grup Shengshi, dan pagi tadi Presiden Qin Wan'er secara khusus menyebut bahwa Grup Shengshi "melihat bakat dan integritas Nona Su Qingxue". Jika dibandingkan dengan kemungkinan bahwa Ye Chen yang seorang pengangguran mengenal Presiden Qin secara pribadi, penjelasan tentang kurir yang mengantar kontrak ke rumah memang terdengar jauh lebih masuk akal!

Ye Chen yang melihat perubahan ekspresi mertua dan istrinya hanya tersenyum tipis tanpa berniat berdebat. Bagaimanapun juga, ia memang belum berencana membongkar identitasnya sebagai Penguasa Kuil Naga Langit secepat ini agar tidak menarik perhatian mata-mata Yanjing yang mungkin mengawasi Jiangnan.

"Ya, proposal yang dibuat Qingxue memang sangat bagus, karena itulah Presiden Qin hanya mau menandatangani kontrak dengannya," ujar Ye Chen tenang.

"Nah, kan! Dia sendiri sudah mengaku!" seru Liu Lanfang penuh kemenangan sambil berkacak pinggang. "Hampir saja Ibu tertipu oleh aktingmu di hotel tadi! Untung saja Ibu cepat sadar! Dengar ya, Ye Chen, meskipun hari ini kau beruntung tidak jadi diceraikan karena Qingxue sekarang sibuk mengurus proyek seratus juta yuan, jangan harap kau bisa bermalas-malasan! Sekarang cepat pergi ke dapur, potong ayam dan masak makan malam untuk merayakan kenaikan jabatan putriku!"

"Bu, sudah cukup! Jangan menyuruh Ye Chen terus," sela Su Qingxue dengan nada tidak enak hati, lalu menatap Ye Chen dengan tatapan bersalah. "Ye Chen, maafkan ibuku. Terima kasih karena tadi di panggung kau sudah berdiri membelaku di depan Nenek dan Zhao Tianhao. Keberanianmu hari ini... benar-benar membuatku tersentuh."

Bagi Su Qingxue, meskipun kontrak itu berasal dari proposalnya sendiri, fakta bahwa Ye Chen berani maju menantang Zhao Tianhao saat semua orang menekannya sudah lebih dari cukup untuk menghangatkan hatinya.

"Tidak apa-apa, Qingxue. Sudah kewajibanku sebagai suamimu," jawab Ye Chen lembut.

Saat Ye Chen sedang mencuci tangan usai menyiapkan makan malam di dapur, ponsel satelit di sakunya bergetar pelan. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor platina Qin Wan'er:

[Tuan Ye, kondisi Kakek Song Tianming di lantai VIP Rumah Sakit Pertama Jiangcheng tiba-tiba memburuk drastis! Detak jantungnya baru saja berhenti dan Tabib Ilahi Gu Changsheng sudah kehabisan akal. Jika Anda berkenan datang, mobil saya sudah menunggu di ujung jalan rumah Anda!]

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan murong sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan murong sampai ke akar akarnya
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
Fajar Fathur rizky
cepat hancur keluarga murong
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga zhao
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!