NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3: Cowok ganteng yang kurang ajar

Tepat saat pasta herbal hijau bin ajaib itu bersentuhan dengan dagingnya yang terluka, tubuh pria itu mendadak menegang. Rasa perih yang luar biasa seakan menyengat langsung ke saraf pusatnya.

Gaswat! Sebelum Shen Ruozi sempat menarik kembali tangannya, sepasang mata elang milik pria itu mendadak terbuka lebar. Alih-alih tatapan sayu orang sekarat, sepasang manik mata hitam itu memancarkan kilatan membunuh yang sangat dingin dan pekat, sanggup membuat orang awam langsung kencing di celana.

Sret!

Gerakan pria itu luar biasa cepat. Meski dalam kondisi sekarat, tangan kokohnya bergerak bak kilat, langsung mencengkeram leher ramping Ruozi dengan kuat dan mendorong gadis itu hingga punggungnya membentur batang pohon beringin di belakang mereka.

"Uhukk! Heh... Mas... lepasin!" pekik Ruozi, wajahnya langsung memerah karena pasokan oksigennya mendadak terhambat.

Si Bocil yang melihat majikan barunya dalam bahaya langsung melompat-lompat panik di sekitar mereka, mencicit ketakutan sambil sesekali mencoba menendang sepatu boots mewah milik sang pria dengan kaki belakangnya yang mungil. Tentu saja, usaha kelinci abu-abu itu sama sekali tidak memengaruhi si pria jubah hitam.

"Siapa... kau? Siapa yang mengirimmu untuk menghabisiku?" desis pria itu dengan suara rendah, serak, namun penuh tekanan yang mengintimidasi. Cengkeramannya di leher Ruozi semakin mengencang, seolah siap mematahkan leher itu kapan saja.

Meskipun nyawanya sedang di ujung tanduk dan lehernya serasa mau putus, sifat selengean dan keras kepala Ruozi sebagai anak modern malah keluar. Ketakutan? Oh, tentu tidak ada di dalam kamus seorang Shen Ruozi. Yang ada di otaknya sekarang hanyalah rasa dongkol setengah mati.

Dengan sisa tenaga yang ada, Ruozi memelototi balik mata elang pria itu. Tangan kanannya yang bebas langsung menunjuk dengan heboh ke arah dada bidang si pria yang kini tertutup cairan hijau herbal.

"Heh, cowok ganteng tapi amnesia fungsi otak! Mata kamu katarak, ya?!" semprot Ruozi dengan suara serak-serak basah karena tercekik. "Lihat itu tanganmu yang satu lagi lagi megang apa?! Itu obat, tahu! Aku ini tabib penyelamatmu, bukan pembunuh bayaran dari pasar loak!"

Pria itu tertegun sesaat. Alisnya yang tebal bertaut. Selama hidupnya, belum pernah ada satu orang pun apalagi seorang gadis remaja berpakaian compang-camping dengan tubuh sekurus kerempeng itu yang berani memaki dan menyemprotnya dengan kata-kata aneh seperti itu.

"Kalau mau nyekek orang, minimal lihat-lihat dulu dong situasi dan kondisinya! Gunakan matamu yang indah itu untuk melihat kalau darah hitam di dadamu sudah berubah jadi merah! Itu artinya racunmu sudah luntur, Mas! Kurang ajar banget, ditolongin malah mau ngebunuh!" lanjut Ruozi mengomeli pria itu tanpa titik koma, mengabaikan fakta bahwa napasnya sendiri sudah senin-kamis.

Mendengar omelan panjang lebar yang super ngegas itu, pria misterius tersebut perlahan menurunkan pandangannya ke arah dadanya sendiri. Benar saja, rasa panas membakar yang sebelumnya menyiksa jantungnya kini telah digantikan oleh rasa sejuk yang nyaman. Darah yang keluar dari lukanya pun tidak lagi berwarna hitam pekat berbau busuk, melainkan merah segar yang mulai membeku berkat pasta herbal racikan Ruozi.

Kesadaran pria itu perlahan pulih sepenuhnya. Ia menyadari bahwa gadis di depannya ini benar-benar sedang mengobatinya, bukan dikirim oleh musuh politiknya untuk memberikan pukulan terakhir.

Perlahan, cengkeraman tangan kokohnya di leher Ruozi mengendur, lalu terlepas sepenuhnya.

"Uhuk! Uhuk! Uh... gila ya, hampir aja aku mati dua kali!" Ruozi langsung jatuh terduduk di atas tanah, memegangi lehernya yang memerah sambil batuk-batuk hebat. Ia menatap pria itu dengan pandangan benci sekaligus kesal. Si Bocil segera berlari dan berlindung di balik punggung Ruozi, ikut memelototi si pria jubah hitam.

Pria itu mencoba untuk duduk tegak, bersandar pada batang pohon. Namun, gerakan kecil itu langsung menguras sisa tenaganya. Wajahnya yang tampan kembali pucat pasi, dan keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya. Sifat waspada dan dinginnya kembali mendominasi, namun kali ini ada sedikit rasa bersalah yang tentu saja tidak akan ia perlihatkan di matanya.

"Maaf," ucap pria itu singkat, padat, dan sedingin es kutub utara. "Aku... tidak sengaja."

Ruozi yang sedang mengusap lehernya langsung mendengus sebal. "Maaf kata kamu? Enak aja! Kalau leherku patah tadi, emang kamu bisa balikin pakai lem Korea? Enggak bisa, Mas! Lagian, muka doang ganteng tapi kelakuan kayak preman pasar!"

Pria itu tidak membalas omelan Ruozi. Sepasang mata elangnya justru menatap heran ke arah botol-botol bambu dan dedaunan aneh yang berserakan di sekitar mereka. Ia tahu persis jenis racun yang melumuri pedang musuhnya tadi adalah Racun Pemutus Jantung yang belum ada obat penawarnya di seluruh kerajaan. Namun, gadis selengean di depannya ini berhasil menetralkannya hanya dalam hitungan menit menggunakan tanaman liar hutan.

"Siapa kau sebenarnya? Gadis desa tidak akan tahu cara menawarkan racun sejenis ini," tanya pria itu dengan nada menyelidik, suaranya terdengar berat dan berwibawa, membuat atmosfer di tepi sungai itu kembali terasa serius.

Ruozi bangkit berdiri dengan anggun meski bajunya penuh tambalan lalu berkacak pinggang sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Sifat narsisnya mendadak kumat.

"Dengar ya, Mas Ganteng yang Kurang Ajar. Namaku Shen Ruozi. Dan statusku di hutan ini adalah... Tabib Sakti Mandraguna Penguasa Hutan Terlarang! Jadi, mending kamu sopan sedikit sama penyelamat nyawamu ini kalau masih mau hidup besok pagi!"

Pria berbaju sutra hitam itu hanya menatap Ruozi dengan tatapan datar, seolah-olah sedang melihat seorang pasien rumah sakit jiwa yang lepas ke hutan. Keheningan malam yang canggung mendadak menyelimuti tepi sungai, hanya diiringi suara jangkrik dan gemercik air hulu sungai. Bukannya terpesona atau gemetar mendengar gelar "Tabib Sakti Mandraguna", pria itu justru perlahan memejamkan matanya kembali sambil menghela napas panjang, tampak lelah menghadapi kepribadian Ruozi yang di luar prediksi BMKG.

"Gelar yang terlalu panjang untuk seorang gadis yang bahkan tidak mampu membeli baju utuh," gumam pria itu dengan nada suara yang teramat tenang namun sukses membuat perempatan imajiner muncul di dahi Ruozi.

"Wah, wah, wah! Mulutnya mas-mas ini minta disekolahin lagi ya!" Ruozi langsung meloncat maju dengan emosi membara, jari telunjuknya menuding tepat di depan hidung mancung pria itu. "Baju compang-camping begini namanya fashion item gaya grunge, tahu! Lagian, daripada kamu, jubah mewah sulaman emas tapi bolong di dada plus bonus cairan hijau kunyahan mulutku. Siapa yang lebih mengenaskan sekarang, hah?!"

Mendengar frasa 'kunyahan mulutku', mata elang pria itu mendadak terbuka kembali dengan kilatan syok yang tak mampu disembunyikannya. Ia menatap dadanya yang penuh lumatan daun hijau, lalu menatap wajah Ruozi yang tersenyum tanpa dosa. "Kau... mengunyah obat ini dengan mulutmu lalu menempelkannya ke tubuhku?" tanya pria itu dengan suara yang mendadak agak bergetar, seolah harga dirinya sebagai bangsawan tinggi baru saja runtuh berkeping-keping.

"Ya iyalah! Memangnya di hutan begini aku punya blender atau alat tumbuk estetik? Bersyukur dikit dong, air liur dokter genius itu mahal harganya!" balas Ruozi santai sambil menepuk-nepuk tangannya yang kotor ke baju tambalannya. Si Bocil di belakang kaki Ruozi ikut mencicit, seolah mengompori bahwa apa yang dikatakan majikannya adalah kebenaran mutlak.

Pria misterius itu tampak menelan ludah dengan susah payah, wajahnya yang tampan kini terlihat sedikit campur aduk antara ingin muntah atau pingsan lagi karena syok kultur. Namun, belum sempat ia mengeluarkan kata-kata makian untuk membalas Ruozi, tubuhnya mendadak limbung ke samping. Efek sisa racun dan kelelahan ekstrem setelah mengerahkan tenaga dalam untuk mencekik Ruozi tadi akhirnya mencapai batasnya.

Bruk!

Pria spek webtoon itu kembali ambruk tidak sadarkan diri di atas tanah, meninggalkan Ruozi yang langsung menghela napas panjang sambil berkacak pinggang. "Yeee... dibilangin juga apa. Baru sadar bentar udah banyak tingkah, pingsan lagi kan lu! Cil, bantuin aku seret mas-mas keras kepala ini ke gua, lumayan bisa jadi sandera kompensasi emas kita nanti!" panggil Ruozi pada si kelinci yang hanya bisa melompat pasrah mengikuti rencana gila sang tabib selengean.

1
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!